Menikah Dengan Brondong

Menikah Dengan Brondong
Menang di pengadilan


__ADS_3

Bastian hanya tertawa geli melihat ibunya yang menempel seperti prangko, pada suaminya. Tapi Bastian sangat bahagia melihat kedua orang tuanya akhirnya akur.


Mendukung Bastian membawa Rara dengan cara apapun kerumahnya, dan kedua orang tua itu memutuskan liburan.


Apa yang kamu lakukan Ra, padahal aku sangat merindukanmu di rumah sakit, kenapa kamu datang saat aku sudah tidur, aku penasaran melihat bentuk kamu saat ini, kata Bastian dalam hatinya Bastian senyum.


Disisi lain Rara berjuang melawan si Ratu Besar. Ia ingin tidak ingin hak asuh anaknya jatuh ke tangan Marisa Omahnya Bastian, menurut Rara wanita itu lebih buruk dari Ibunya Bastian.


Marisa yang ia kenal selama ini, wanita yang lemah lembut berkelas dan berprilaku baik. Tapi nyata, ia ular berbisa yang lebih menakutkan.


Mana mungkin wanita itu tega memberi obat pada Rara agar tidak hamil.


Ia sudah mengawasi Rara sejak masuk ke dalam kehidupan Bastian. Sejak ia tau kalau Calvin adalah bagian keluarganya. Ia mau menerima Rara dan setuju menikah dengan Bastian hanya sebuah alibi.


.


Setelah Rara pulang dari Italia tangan ajaibnya mulai bekerja. Bagaimanapun berapa lapis pun Marisa mengunci akun pribadinya Rara bisa membobolnya.


Hingga ia menemukan banyak Fakta yang mengejutkan.


Salah satunya Rahasia Omahnya Bastian yang berhasil di ketahui Rara adalah: Ia mau mendukung pernikahan Bastian dan Rara, tapi dengan syarat Rara tidak boleh hamil anak dari Bastian, cukup calvin saja jadi anaknya.


Menjadikan Calvin pewaris selanjutnya, ia tidak ingin penerus harta miliknya di nikmati orang yang memiliki hubungan darah dengan musuhnya keluarga Pangestu.


Cukup Calvin penerus selanjutnya Bastian tidak perlu punya keturunan.


Ia juga yang menyebabkan Bardi Salim anaknya untuk membenci istrinya Hartati.


Dendam masa lalunya pada keluarga Pangestu Ibunya Hartati, sepertinya sangat mendarah daging pada hidup Marisa Queen


Haus akan kekuasaan tidak tau bersyukur itulah yang terjadi pada keluarga Bastian baik pihak ibunya baik dari keluarga Ayahnya.


“Benar-benar keluarga yang rumit mereka ini,” kata Rara menatap layar laptopnya.


Mulutnya tidak berhenti mengunyah sampai-sampai Sukma dan Mario menatap dengan kebingungan.


“Hebat bangat sih otak kamu Ra, bisa bobol semuanya,” Mario memujinya


“Itu mulut, kagak capek apa Ra, gua takut loe kelebihan berat badan , padahal masih hamil muda,” kata Sukma


“Kagak, aku gak bakalan gemuk, kan, ada dua orang yang makan,” katanya buat alasan.


“Loe , jangan nyuruh-nyuruh gue lagi beli makanan, bikin stok yang banyak, pegal ni kaki bolak-balik beli cemilan buat loe, bini gue saja kagak pernah nyuruh gue pas ngidam,” kata Mario, saat melihat Rara tidak berhenti menguyah pada hal itu sudah bungkus ke tujuh yang ia lenyapkan.


“Ha, kalian jahat bangat sih sama orang bunting,” protes Rara, tangannya menunjuk, minta di ambilkan minuman dingin.


“Hadehh” rutuk sukma dan Mario serentak.

__ADS_1


Hingga tiba waktunya.


Hal tuntutan yang dilakukan Omahnya Bastian, Rara datang memenuhinya memenuhi tuntutan


Dengan bukti yang lengakap.Rara ingin kasusnya satu kali persidangan saja, mematahkan tuntutan si Ratu besar Marisa Queen yang ingin mengambil anaknya


Dalam persidangan. Ia dan kuasa hukumnya berhasil mematahkan tuntutan orang tua itu, dengan segala bukti yang komplit maka mereka menangkannya. Calvin resmi jadi anaknya dan Bastian. Harusnya Bastian datang, tapi karena ia sakit tidak datang sebagai gantinya Kenzo datang sebagai sebagai saksi.


Maka tidak ada hak Marisa lagi menuntut untuk mengambil Calvin. Karena ia anak Bastian cucunya sendiri.


Tiga pengacara salah satu teman sukma Darma yang membantunya berkat bantuan Ayah mertuanya yang memberikan informasi tentang rencana Marisa Queen. Rara memberikan perlawanan yang mengejutkan pada Ratu besar dan kalah.


Tidak terbayang betapa terkejutnya wanita itu karena semua tuntutannya terpatahkan oleh kuasa hukum Rara.


Rara tidak perlu melibatkan keluarganya untuk urusan itu, cukup ia saja yang melakukanya.


Walau Emak dan babenya melarangnya untuk melakukan sendiri, tapi ia akan berani bertindak kalau sudah merasa benar.


“Kita menang,” kata sukma terharu, ia tadinya ragu karena , terlihat pengacara Marisa orang hebat dan para pengacara senior, tapi mereka hanya di bantu tiga pengacara muda salah satu adik laki-lakinya sukma dan temannya Darma yang semuanya masih mudah-mudah.


Tapi karena Rara sudah mengetahui semua rahasia mereka dan mematahkan tuntutannya, mereka menang.


“Iya, syukur alhamdulilah,” Kata Rara terbayar sudah rasa lelahnya, ia bisa membawa pulang keluarganya kembali ke Jakarta,


“Kamu mengejutkanku Ra, kok kamu bisa membawa kenzo sih jadi saksinya,” tanya sukma


“Tidak terbayang bagaimana raut wajah kecewa dari Marisa Queen saat kalah” kata Sukma tertawa puas


“Nanti aku jelaskan kita makan dulu kata,” Rara memegang perutnya yang sudah mulai menunjukkan gundukan kecil.


“Aduh! kamu anak yang kuat ya nak, seperti Ibumu,” Kata sukma gemas, tangannya mengelus perut Rara.


“Sekarang tugasku sudah selesai, mana? Kata Kenzo merentangkan telapak tangannya.


Rara memberinya dua lima ribuan yang sudah lecek. Alis kenzo menyengit bingung.


“Oi, dasar orang bunting. Mana?” katanya mengikuti Rara sampai ke Restoran.


“Ra, dia minta bayaran berapa jadi saksi?” tanya Sukma matanya menyelidiki Kenzo yang ikut nimbrung dalam satu meja.


“Ra!”


“Kita makan dululah, orang bunting tidak tahan lapar soalnya,” kata Rara, matanya sibuk mengawasi daftar menu. Hingga datang makanan porsi gede.


“Gila, siapa yang makan?” tanya Kenzo dengan mata menatap heran.


“Kami berdua dong,” kata Rara dengan senyuman.

__ADS_1


“Ya ampun Tian! anak dan bini loe rakus amat,” Kata kenzo tertawa lebar melihat porsi makan Rara. “ Gue yang melihat saja sudak kenyang duluan,” Kenzo masih menatap dengan heran.


Sukma juga tertawa melihat porsi makan Rara,


Mengingatkan akan dirinya saat ia hamil dulu


“Rara hamil kebo, apa saja masuk, enak seperti itu tidak merasa ngidam, aku masih berharap Bastian yang ueek..ueek karena rasa mual, lucu kali,ya, melihat lelaki tampan itu mual karena ngidam,” kata Sukma.ia tertawa


Sukma membayangkan Bastian yang mengantikan Rara mengidam, ia tertawa sendiri.


“Apa si, mey,” Tanya Rara melihat Sukma nyengir-nyengir sendiri.


“Apa bisa seperti itu?.” Kenzo ikutan kepo.


“Bisalah, Yugo dulu seperti itu pas anak terakhir.


“Aku, juga nantilah seperti itu, biar aku nanti yang merasakan ngidam saja, Aisah, tidak usah mengidam,” katanya, dengan mengulum senyum.


“Ngareep,” rutuk Rara.


Mata sukma kelihatan bingung.


“Sudah selesai makan,kan, mana nomor telepon Aisah, katanya kalau gue bantu, bakalan dikasi, jahat ne Ibu-ibu bunting,” kata Kenzo.


“Jadi, loe mau sama As-“


“Iya, Aisah, ia suka sama Aisah,” kata Rara.


“Haa, bukan loe suka Rara dulu-dulu?” Tanya sukma, tertawa.


“Gak, lagi ia sudah punya Bastian, gue mau sama Aisah saja,” kata Kenzo.


Cinta bisa datang kapan saja sama siapa saja, termasuk sama Kenzo sejak Aisah merawatnya dulu, saat itu Kenzo sakit ia jatuh cinta pada gadis cantik berkerudung itu.


“Apa , playboy kayak loe cocok ama adik gue, ia anak baik-baik,” kata Rara tidak menyetujui


“Hatinya seperti malaikat,” timpal Sukma


“Justru orang jahat seperti aku yang butuh dampingan malaikat,” kata Kenzo.


“Pintar bangat cari alasan,” Sukma tidak rela juga kalau adiknya Rara berdampingan dengan lelaki playboy itu.


“Tapi Ra, katanya Bastian sudah keluar dari rumah sakit, dia belum menemuimu?.”


JANGAN LUPA DUKUNGANNYA YA KAKAK BERI BINTANG YANG BANYAK KASIH MASUKKANYA JUGA.


kASIH HADIAH JIKA SUKA CERITANYA.

__ADS_1


__ADS_2