Menikah Dengan Brondong

Menikah Dengan Brondong
Rencana besar untuk Ibu mertua


__ADS_3

“Tidak Ayah,  ia ada pekerjaan lain katanya, nanti ia siangan ke kantor,” kata Rara mencoba menjelaskan dengan lembut agar  beliau tidak marah pada Bastian


“Baiklah, nak Arah keluar dari halte saja,  biar supir saya yang jemput.”  Kata ayah mertuanya sangat perhatian.


“Tidak usah, Yah, ini juga buswaynya sudah datang, sampai jumpa di kantor Yah,” kata Rara buru-buru, ia  memasukkan ponselnya kedalam tasnya, ia harus melakukannya , kalau tidak,  bisa-bisa ia terhimpit karena di dorong-dorong berebut tempat duduk dalam bus.


Karena seperti itulah pesona kendaraan yang satu ini. Saling desak desakan,  apalagi pulang kerja. Tapi bagi Rara ia sudah terbiasa seperti itu,  kekayaan suaminya tidak lantas membuatnya lupa diri.


Tidak nyampe 20 menit. Ia sudah nyampe di kantor Ayah mertuanya.


Ia sudah menyiapkan diri ingin ikut berkompetisi dalam  perusaan suaminya yang lawannya adalah Ibu mertuanya sendiri.


“Selamat pagi, Ayah,” Sapa Ara melihat mertuanya memijat kepalanya yang terasa pening,


“Selamat pagi Ra, duduk"


Tidak terlalu banyak basa- basi.  Rara sudah mengutarakan maksud dan tujuannya.


“Gini, Ayah, ibu menyuruh saya ingin bekerja di perusahaan ini"


“Saya sudah dengar Ra dari Bastian  semuanya.”  kata Ayah mertuanya menatapnya  dengan mimik wajahnya yang tidak bisa di pahami.


“Memecah rumah tangga kalian,  itulah tujuan ibu mertuamu, terus apa rencananya  yang Rara pikirkan"


“Aku ingin membantu Ayah, aku ingin tetap bekerja tapi, saya butuh posisi yang lebih tinggi dari pria itu,” Kata Rara terlihat serius.


“Saya bisa Nak Ara,  itu gampang, sebenarnya dari jauh hari Ayah ingin bilang sama kamu, kalau saya sudah membuat saham atas nama Calvin putramu"


“Saham Calvin dan saya?"


“Kamu ingat wanita yang bernama Wina yang  aku ceritakan dulu?”


“Iya , itu aku, kan?”


“iya , itulah, sejak kamu  menyelamatkan aku dari aksi perampok itu,  saat itu berkas yang kamu selamatkan itu  berkas pemegang saham semua, jadi memutuskan memberikan saham sedikit atas namamu sebagai ucapan terimakasih padamu saat itu, ternyata saat ini kamu bagian dari keluarga bukan kah ini takdir? " Ayah mertuanya membuatnya  terkejut, ia tidak tau hal kecil yang ia lakukan dulu membawanya ke dalam hal besar saat ini.

__ADS_1


Ia salah salah satu pemegang saham dalam perusaan milik suaminya.


“Itu artinya saya bisa  pindah dari bagian itu, tanpa harus menyalahi kontrak kerja yang aku tanda tanganin  dulu , iya, ayah?” 


“Iya , nanti biar sekretaris saya yang mengurus kepindahanmu ke bagian lain, tapi ayah ingin kamu mendampingi Bastian, ia tidak punya kemampuan dan pendirian yang kuat, Ra, saya ingin kamu mendampinginya bekerja"


“Baiklah,  saya akan mendampinginya sebagai sekretarisnya, walau  saya kurang ahli tapi saya bisa,” ujar Rara  dengan yakin.


“Katakan saja  apa rencana ayah?”


Ayah mertuanya tadinya ragu untuk menceritakan rencana pada Rara,  tapi setelah ia memberikan idenya , Ayah mertuanya menceritakannya padanya


“Tidak mudah ,Ra, karena pemilik saham memihak pada Ibunya Bastian, saya tidak punya kekuatan lagi disini,”ujar mertuanya terlihat  putus asa.


“Jangan khawatir Ayah, Rara bisa menyelesaikannya,” katanya dengan begitu yakin, ayah mertuanya sampai menyengitkan  matanya mendengar Rara terlihat begitu yakin.


“Justru itu Ra, ayah tidak bisa tau siapa saja orang di balik permainan saham di perusaan ini,”


Ibunya Bastian punya kuasa besar dan dengking yang kuat di balik layar yang mendukungnya, Ayah tidak tau siapa-siapa orang dalam yang berkhianat,” kata Mertuanya, terlihat tidak berdaya lagi,  ia seperti burung raja wali yang kehilangan sayapnya, atau seperti singa yang kehilangan cakarnya,  hanya namanya ia pemilik perusaan , tapi istrinya berkuasa mengendalikan semuanya.


Sebelum  mengenal Bastian, Rara waktu masing dalam masa nakal-nakalnya, ia juga sering meretas WiFi tetangganya untuk bisa menonton Drakor sepuasnya tidak perlu membeli paket.


Kuliah Jurusan IT( Tehnik Informatika) yang di geluti Rara membuatnya mampu mengacak-acak data,  bahkan saat kuliah dulu, ia di kenal dengan kemampuannya meretas data.


Bahkan dulu semasa kuliah, Rara pernah meretas  data dan akun milik  Rektornya yang berselingkuh dengan mahasiswanya, hingga sang Rektor keluar dari Kampusnya gara-gara ulahnya dan temannya Sukma.


Ia dulu hacker yang paling di takuti semasa kuliah, bahkan Ridho mantan tunangannya tau akan hal itu. Tapi ia sudah lama menyimpan  bakatnya ,  tapi saat ini otak jeniusnya sepertinya akan bekerja lagi demi memberi pelajaran pada Ibu mertuanya yang berani menyakiti keluarganya.


Tangannya yang sigap menari di papan laptop Ayah mertuanya,  benar saja, hanya kurang tiga puluh menit, ia berhasil membobol  data perusaan yang di simpan ibu mertuanya.


Ia mendapatkan semua data orang pemegang saham, dan semua yang ikut andil dalam perusahaanya , lengkap dengan semua data- data dan nomor teleponnya, dan alamat rumah, kesukaannya dan besar saham yang mereka miliki,  ia bisa mendapatkan siapa-siapa orangnya.


Untungnya Rara sering menonton Drakor. Jadi ia punya cara bagaimana membujuk para pemegang saham agar berpihak kembali pada Bardi Salim.


Ayah mertuanya hanya bisa menatap takjub, keahlian kelincahan tangan Rara dalam membobol  data yang ia inginkan.

__ADS_1


Dengan sigap juga ia memintanya saat itu juga  dan menyerahkan ke  tangan mertuanya.


“Rara bisa melakukan itu?” ini yang Ayah inginkan sudah puluhan tahun.”  Kata Mertuanya, terlihat bersemangat. 


“Bisa kamu mencarikan data  tiga tahun silam? saat ulang tahun perusaan,  saat itulah data perusaan berantakan.” Kata mertuanya ia bagai lampu senter yang baru di charger.


wajah Pak Bardi terlihat cerah dan sumringah saat data yang sudah lama ia inginkan ada di tangannya.


Dengan cepat tangan Rara membukanya dan memberikan pada mertuanya. Karena terkejutnya ia melompat kegirangan kalau Rara bukan menantunya ia sudah memeluk karena rasa senang.


“Sudah Yah, mari kita bekerja merombak kembali, kalau boleh kasih saran,  pecat semua yang berbelok, ganti sama baru,  tapi sebelumnya mari kita buat rencana yang matang dulu, apa dampak buruknya .” Kata Rara


Melihat kemampuannya, Ayah mertuanya malah menanyakan  apa rencana  yang di pikirkan menantunya, ia akan mengikuti apa yang pikirkan Rara dan ia siap mengeksekusi.


Rencana besar sudah di tangan.  Rara hari itu resmi jadi sekretaris Bastian , jadi ia tidak perlu lagi bertemu Ridho lelaki dari masa lalunya yang di kirim   Ibu mertuanya.


Rara  berada dalam ruangan Ayah mertuanya beberapa jam , berduaan terlihat sangat fokus  dan tidak ingin di ganggu, pak Bardi hanya bisa menunggunya membiarkan Rara bekerja membobol semua data perusahaanya yang selama ini tidak bisa ia dapatkan. Ia yakin setelah ini ia sudah punya senjata besar untuk melawan istrinya sendiri.


Ia merasa beruntung punya menantu seperti Rara yang berpihak padanya. Ia semakin yakin Raralah wanita satu-satunya yang pas mendampingi Bastian.


Besok pertempuran besar akan di mulai, Bardi membayangkan wajah sombong istrinya saat menerima kekalahan.


Bersambung ..


KAKAK BANTU VOTE DAN LIKE , KASIH HADIAH JUGA IYA AGAR VIWERSNYA NAIK DAN AUTHORNYA SEMANGAT UP BANYAK TIAP HARI


DAN AUTHORNYA


Baca juga;


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)

__ADS_1


-Bintang kecil untuk Faila (ongoing)


__ADS_2