Menikah Dengan Brondong

Menikah Dengan Brondong
Apa cinta yang tulus sebuah kesalahan


__ADS_3

“Kita pulang iya? gue janji, gue tidak akan meninggalkan loe sedetik pun,” kata Sukma memeluk sahabatnya


Beruntungnya Rara karena punya sahabat seperti Sukma dan Mario, orang yang mengerti dirinya


Padahal ia baru sebentar saja pulang kerumahnya . Rara sudah bertindak nekat.


Sukma dan Mario membawa pulang Rara ke apartemen itu kembali, mereka terpaksa menjaganya dengan ketat.


Sukma terpaksa meninggalkan keluarganya lebaran kali ini demi menjaga Rara sahabatnya. Sementara Mario memboyong anak istrinya ke apartemen Rara agar bisa menemani Rara dan berlebaran bersama anak dan istrinya.


Hingga mereka paginya melakukan sholat Id lebaran akhirnya telah tiba. Tapi Rara akhirnya berlebaran tanpa sosok suami di sampingnya,


harusnya mereka berbahagia dan saling bersilaturahmi , tapi sepertinya kali ini juga Sukma juga tidak merasakan ketenangan, saat ia lagi khusuk dalam sholatnya, saat sudah selesai ia menoleh Rara sudah tidak ada lagi di sampingnya.


Sukma panik , ia berusaha mencari dalam keramaian. Mencari dalam kerumunan orang yang berpenampilan hampir sama, masih memakai mukena warna putih, karena sholat Id baru juga selesai, jadi ia tidak bisa menemukan yang mana kepala Rara.


Ia tidak membawa ponselnya. Ia harus menunggu kerumunan orang berakhir menunggu sepi .


Ia juga menunggu Mario, ia menunggu degan gelisah, matanya sibuk mencari di dalam kerumunan manusia itu.


“Rara, kemana?,” tanya Mario, ia juga terlihat panik saat menyadari Rara tidak ada.


“ Kita ketempat kemarin lagi,” kata Mario wajahnya terlihat panik dan buru-buru “ jika Rara datang lagi kerumah itu . Ia bisa di jebloskan kedalam penjara, karena ia sudah menandatangani surat perjanjian kemarin,” kata Mario


“Buru Rio , jangan sampai ia datang kesana,” kata Sukma terlihat panik, ia mencoba menghubungi nomor Rara tapi tidak aktif.


“Rara benar-benar sudah stress karena lelaki,’ kata Sukma.


“Aku membenci Bastian jadinya , kemana sih dia? Apa tidak tau istrinya mau gila gara-gara dia?,” kata Mario dengan mempercepat laju mobilnya


Benar saja, Rara sudah di depan gerbang rumah itu bahkan di tahan seorang petugas keamanan.


“Iya ampun !” kata Sukma berlari menghampirinya.


“Biarkan aku masuk sebentar pak, saya hanya ingin bertemu dengan Bastian, saya hanya ingin melihatnya sebentar,” kata Rara terlihat sangat sedih, ia memohon pada sekuriti.

__ADS_1


“Ra, apa yang loe lakukan, kenape loe mempermalukan dirimu dan mengemis seperti ini,” katanya Sukma menarik Rara.


“Maaf mbak, saya hanya menjalankan tugas di sini, nyonya di rumah ini tidak memperbolehkan mbak kesini, makanya saya tidak memperbolehkan masuk,” kata pak satpamnya, ia juga terlihat kasihan pada Rara


“Apa Bastian ada di dalam?” Tanya Sukma


“Saya tidak tau, saya hanya petugas keamanan disini,” katanya , menyuruh Rara dan sukma pergi.


“Bapak hanya perlu menjawab apa pernah lihat Bastian di rumah itu, agar ia tidak datang lagi ke sini, ia istrinya pak,” kata Sukma mendesak lelaki berkulit gelap itu.


Wajahnya terlihat ragu, Sukma yakin kalau Bastian ada di dalam.


“Dasar banci,” kata Sukma berteriak menyeret Rara , tapi sayang Rara mengotot tidak mau.


“Loe, kenapa jadi gila sih karena lelaki bocah seperti dia, ingat Ra, loe bukan tipe wanita lemah seperti itu,” Teriak Sukma emosi melihat sikap Rara.


“Gue tau Mey, gue hanya ingin tau, kenapa ia tidak mau menemui ku, apa salahku,” kata Rara air matanya tumpah untuk pertama kalinya di hadapan sukma dan Mario.


“Loe tidak pantas menangis pria bocah seperti itu,” kata Sukma memeluk Rara.


Hingga kejadian pilu terjadi. Ibu mertuanya menarik selang penyiraman tanaman, ia menyemprot Rara.ia memperlakukannya dengan sagat kejam, ia mengusirnya seolah ia seekor kucing jalanan, disiram dan diusir mengunakan selang air, keluarga yang lain hanya menonton dengan senyuman sinis


Sukma dan Mario tidak tahan melihatnya. “Rara tidak pantas di perlakukan seperti itu, ia hanya mencari suaminya, kenapa ia di perlakukan seperti binatang di usir di tampar apa dosa Rara ya Allah,” kata sukma “ Ia hanya mencintai lelaki itu dengan tulus tanpa memandang hartanya,” kata Sukma


Ia ikut memasang badannya ketika wanita penyihir itu menyiram Rara, ia membiarkan tubuhnya ikut basah, untuk melindungi wajah Rara yang terus di semprot sampai kesusahan bernafas.


“Bastian!kamu pengecut, kamu banci!,” teriak Mario emosi.


Kejadian itu mengundang perhatian orang sekitar


Ada yang melihat kasihan pada Rara yang duduk menutup wajahnya, ia menutup kupingnya.


“Loe dan keluarga suatu saat akan menyesal,” teriak Sukma ikutan berteriak marah.


Mendengar itu, salah seorang anggota keluarganya membawa air comberan dalam ember, menyiram kepala Rara dengan air berbau busuk tersebut.

__ADS_1


“Itu pantas buat wanita kampung seperti kamu,” katanya dengan wajah bengis


Sukma berteriak pilu, ia menarik Rara menjauh, Mario dan Sukma menariknya dengan paksa, menyeretnya masuk kemobil, sebelum kelurga kaya yang punya perilaku seperti iblis itu, semakin menganiaya Rara semakin parah lagi.


“Ra, lihat apa yang mereka perbuat padamu , apa kamu mau lagi menemui lelaki itu? Keluarga ini keluarga iblis , Ra, jangan datang lagi,” kata Sukma menangis sesenggukan, karena sedih melihat Rara di perlakukan buruk seperti itu


Aku hanya ingin menemui Bastian, aku hanya ingin tau apa yang terjadi, jika aku sudah melihat sehat aku akan berhenti,” kata Rara.


“Lupakan lelaki brengsek itu Ra,”kata sukma


“Jangan panggil ia brengsek, ia suami saya Mey, kita tidak tau apa ia baik-baik saja , apa tidak,” kata Rara membela suaminya


Bahkan ia tidak marah, di perlakukan seperti binatang oleh keluarga Ibu mertuanya.


Dalam mobil bau busuk memenuhi dalam mobil itu dari tubuh Rara. dalam mobil bau comberan, membuat Mario membuka kaca mobil.


Tapi Rara terlihat tidak marah. Malah Sukma yang menangis sedih, bukan hanya Sukma, bahkan Mario seorag lelaki, ikut mewek melihat Rara di perlakukan buruk tadi,


Apa kemiskinan sebuah dosa, kenapa Rara tidak bisa diterima karena miskin kata Mario dalam hatinya.


Cepatlah sadar Ra, aku tidak kuat melihatmu seperti ini,” kata Sukma masih menangis sesenggukan


“ Aku ingin Rara yang dulu. Rara yang tangguh dan kuat kembali, mana mungkin mencintai seseorang dengan tulus membuatmu jadi lemah,” kata Sukma


“Aku tidak apa-apa Mey, aku kuat,” kata Rara dan kembali diam


Ini akan lebaran yang akan menyakitkan bagi Rara, dan lembaran yang akan ia kenang seumur hidupnya, bukan hanya untuknya untuk Sukma dan Mario mereka juga akan mengenang hari ini, baju lebaran yang di pakai harus berbau dengan air comberan, ia harus merasakan kedinginan , demi melindungi sahabatnya ia juga basah.


Ia terpaksa menyiram badan Rara di lantai basemen apartemen itu, karena mereka tidak tahan menahan bau busuk dari badan Rara.


Setelah bersih ia di bawah ke apartemen itu, tapi setelah tiba Sukma menyeretnya ke kamar dan menguncinya.


“Mey,apa yang loe lakukan , kata Rara dalam kamarnya.


“Maaf Ra, gue harus melakukan itu, demi kebaikan loe, jika loe pergi kesana polisi akan menangkap loe dan masuk penjara kata Sukma.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2