
Padahal dalam ruangan itu terlihat banyak senior dan banyak yang sudah tua, tapi ia terlihat percaya diri dan tidak sedikitpun terlihat gentar, sepertinya ada beberapa orang niatnya ingin protes, tapi melihat Rara terlihat tegas dan menguasai panggung rapat itu, mereka tidak ada yang berani bersuara.
Ia merombak semua peraturan lama dan mengganti dengan yang baru dan disambut baik karyawan dari kalangan bawah yang masuk melalui usaha dan kemampuan sendiri.
Mereka orang tidak punya uang untuk menyogok bagian dalam agar dapat posisi yang lebih tinggi. Maka saat ini mereka berpikir punya kesempatan sama seperti para seniornya.
Ada beberapa orang yang dulu membenci Rara waktu bekerja orang-orang suruhan ibu mertuanya. Setelah keluar dari ruang rapat, Rara melewati ruangan produksi beberapa wanita terlihat menunduk tidak berani melihat Rara. Tapi Rara tidak lantas memecatnya karena tidak suka. Walau mereka dulu sangat jahat padanya tapi Rara terlalu rendah, jika langsung mengeluarkan mereka bertiga ia ingin Sukma yang memutuskan sangsi yang tepat pada ketiga wanita bermulut lepes itu.
Rara mengawasi ruangan itu, Sukma yang ikut mendampinginya melihat mereka-mereka yang dulu mengucilkannya Rara. Kalau Rara terlihat professional, tapi kalau Sukma terlihat menyimpan dendam kesumat Pada beberapa wanita yang pernah memfitnah dirinya dan Rara. Termasuk ketiga wanita yang menunduk itu, mereka tidak berani menatap Sukma.
“Ra, loe masih ingat gak ketiga penyihir ini,” kata Sukma pelan
Rara ikut melihat wanita itu, ia hanya melirik dengan tajam pada ketiganya.
“Ingatlah, buat mereka bertiga nantinya bekerja keras, itu sudah bagianmu,” kata Rara tidak lantas menyuruhnya memecat ia masih punya hati lembut.
“Siap, saya akan menjadikan mereka budak saya nanti,” kata Sukm terlihat jengkel, hatinya terasa sakit mengingat perlakuan kasar ketiga wanita padanya dan Rara.
Rara sudah terjun dalam pekerjaan, ia melupakan sementara suaminya, ia profesional tidak mencampur pekerjaan dan urusan pribadi
Ia totalitas dalam bekerja, karena itu juga Bardi salim percaya pada Rara. Bahkan dalam ruang rapat yang tadi, Bardi salim menatapnya dengan anggukan tanda setuju, karena Rara berani membentak pegawai senior, karena melawan.
“Bagaimana dengan dia,” kata Rara menunjuk seseorang saat mereka berjalan menuju taman, ia adalah suami Sukma.
“Tenang, ia juga dapat bagian, saya akan menendangnya juga, kontrak kerjanya ternyata sudah mau habis tinggal beberapa bulan, kalau biasanya Perusaan selalu memperpanjang setiap kontraknya habis, tapi kali ini berbeda, saya akan menendangnya ke jalanan,” kata Sukma, ia tersenyum ketus melihat lelaki berkulit putih itu mendekat
“Halo, Ra, tiba-tiba Yugo datang menyapa.
“Hai, go, ada apa?,” Tanya Rara menatap suami sahabatnya.
“Saya, hanya ingin mengucapkan selamat padamu, karena sudah jadi Ibu Direktur,” katanya terlihat sungkan pada Ara
“Oh terimakasih pak Yugo, apa kamu tidak mengucapkan selamat pada Mey-mey , ia juga dapat jabatan tinggi di perusaan ini,” kata Rara.
__ADS_1
“Aku tidak tau apa yang terjadi pada kalian, tapi aku juga ingin mengucapkan selamat bekerja untuk istriku,” katanya tanpa rasa malu.
Sukma terlihat kesal, ia nyengir kuda mendengar ucapan selamat itu.
Tapi tiba-tiba Mario datang dengan seorang lelaki yang berpenampilan rapi, yang membuat mata Sukma terbelalak kaget dan membuat suaminya kebakaran jenggot karena cemburu.
“Haaa , mas Darma!?” kata Sukma terlihat terkejut menatap lelaki itu.
“Hai Mey, selamat iya atas jabatan barumu, saya juga baru di panggil kerja di sini,” katanya dengan senyuman manis menatap Sukma.
Suasana menjadi panas. Yugo terlihat mengeluarkan api cemburu dari matanya.
Darma mantan kekasih Sukma waktu kuliah , setelah putus darinya baru jadian dengan Yugo.
Apa ini permainan Sukma dan Mario tanya Rara merasakan aura panas, karena Yugo terlihat sangat marah ketika Sukma mengobrol akrab dengan mantan kekasihnya.
Masih cinta kenape loe selingkuh sih, kata Rara dalam hatinya melihat api cemburu itu semakin berkobar
Kalau ini aksi balas dendam buat Yugo cemburu ini berhasil, kata Rara, ia hanya jadi penonton
“Saya ingin bekerja disini dan kebetulan bertemu Mey-mey di sini,” kata lelaki itu sopan.
“Jangan pedulikan dia, ia bentar lagi akan jadi mantan suami saya, karena sebentar lagi gue mau bercerai,” kata Sukma ketus.
“Apa loe bilang Mey? apa karena loe jadi sukses seperti ini, mau menceraikan gue , gitu !?,” tanya Yugo.
“Iya, justru saya seperti saat ini, gue tidak memerlukan lelaki tukang selingkuh seperti loe, gue pasti bisa dapat lelaki yang lebih baik untuk menjadi Ayah untuk anak-anakku kata,” Sukma berani
“Apa loe bilang?.” Kata suaminya dengan suara meninggi, terlihat sangat cemburu dan marah.
“Jika kamu sudah meninggalkan anak-anakmu apa pedulimu, jika mereka akan punya ayah baru apa tidak. Oh satu hal lagi, saya sudah memeriksa kontrak kerja kamu sepertinya saya tidak ingin memperpanjang kontrak itu, ada baiknya kamu mencari tempat yang baru atau agensi baru, sekalian bilangin sama wanita itu saya memutus kontrak kerja sama dengannya karena banyak pertimbangan,” kata sukma terlihat ketus dan tatapan mata jijik melihat suaminya.
Mendengar hal itu Yugo diam tiba-tiba
__ADS_1
“Apa kamu harus bertindak seperti itu, tapi saya masih sah suami kamu, kata Yugo terlihat panik ketika Sukma menyinggung kontrak kerjanya.
“Saya sudah menyiapkan surat cerai kita seminggu yang lalu, karena itu juga saya di usir dari rumah ibu,” kata Sukma terlihat santai.
Balas dendam pada suaminya berhasil, hal yang pertama ia urus hari pertamanya kerja ternyata tentang kontrak kerja suami.
“Kamu tidak boleh seperti itu,” ia berteriak, tidak terima kalau Rara menceritakannya dan mengambil hak asuh anak-anaknya.
Suasana semakin ramai takut heboh. Mario langsung membawa yugo keluar dan mengusirnya.
“Bagaimana aktingku ,Ra, keren gak?” tanya Sukma menatapnya dengan senyuman puas.
“Keren bangat,” kata Rara memuji sahabatnya.
Sukma benar-benar membalas perbuatan suaminya, Ia tidak memperpanjang kontrak kerja lelaki itu, ia juga memutuskan kontrak kerja dengan artis pendatang baru yang jadi selingkuhan suaminya, ia memeriksa kontrak kerjanya dan menemukan banyak pelanggaran yang tidak di patuhi, maka hari itu memutuskan kontrak kerjanya juga setelah konsultasi dengan Darma pengacara baru di perusaan itu.
Tapi Sukma bukan karena dendam semata, tapi karena ia memeriksa ulang kontrak kerja sama itu, tapi karena ia menemukan banyak pelanggaran.
Salah satu beberapa kali tidak datang waktu ingin melakukan wawancara dan sering terlambat dan ada beberapa poinnya lagi yang ia langgar , di tambah poin sakit hatinya, karena jadi pelakor tanpa ampun ia memutuskannya dan menyuruhnya mengganti rugi atas pelanggaran kontrak itu.
Rasain loe kata Rara setelah membaca tuntutan yang di layangkan sukma.
Rara memeriksanya, ia berpikir Sukma bertindak karena marah dan takutnya melupakan aturan-aturan perusahaan.
Tapi, tidak ada satupun yang salah. Maka itu ia berpikir kalau Sukma professional juga dalam bekerja.
Saat pulang, ia sengaja menyuruh Darma menjemputnya, ia tau pasti Yugo akan meminta maaf dan memohon ingin balikkan lagi padanya.
Sukma sudah tau akal hal itu, ia ogah menerima permintaan maaf itu, Ia meninggalkan Yugo dan ia pergi dengan Darma.
Akhirnya ia mampu memberi pelajaran pada kedua manusia jahat itu. Ia akhirnya mampu membalas sakit hatinya, itu semua karena Rara sahabatnya yang selalu memberinya dukungan.
Bersambung
__ADS_1