Menikah Dengan Brondong

Menikah Dengan Brondong
Ketiduran


__ADS_3

“Aku tidak bisa meneruskannya Ra, badanku rasanya lelah sekali dan tidak kuat menahan rasa ngantuknya,”


“Terus, bagaimana dengan bajuku?” protes Rara mulai dengan tatapan  tajam khas darinya


“Tenanglah, nanti kita urus tapi kita istirahat dulu,” Bastian terlihat sangat kelelahan.


“Baiklah, pengantin baru menginap di Hotel ,iya itu bagus,” ucap Rara  mendengus kesal


Kamar 320


Sebuah kamar Executive Reguler plan, seperti gaya hidup yang di miliki Bastian Salim, ia sengaja memilih  mewah  kali ini  untuk bulan madunya, ia ingin yang terbaik  untuk mereka,  status sebagai pengantin baru, walau tadinya bukan Hotel pilihannya,  tapi ini jadi pilihan dadakan, tapi tetap akan memberikan yang terbaik. Apa lagi untuk  wanita yang spesial saat ini, Wanita yang sudah menjadi istrinya,


Rara masih berdiri menatap kamar ranjang king size berwarna putih, mengingat diri dengan  ranjang Bastian malam itu,


Malam itu Rara nekat menanggalkan pakaiannya dan membuat tanda di leher  bagian dada. Ia ingin Bastian  percaya, kalau malam itu ia sudah melakukan malam panas dengan Rara. Hal itu berhasil dan akhirnya Bastian Salim sah menjadi suaminya.


Kemarahan pada Hartati  membuat wanita berkulit putih itu berbuat nekat


‘Aduh … apa yang sudah gue lakukan. Bagaimana kalau emak dan babe tau semua ini. Bagaimana ini?’ Rara menyesali tindakan  nekat itu.


“Oh …?” Ucap Rara tiba-tiba.


“Ada apa ? Bastian menatapnya dengan sebelah alis diangkat sebagai tanda bertanya pada Rara.


Ia baru menyadari, hotel yang  dipesan Bastian  dekat dengan rumah orang tua Rara.


Rumah Rara di kramat pulo dalam,  masuk kerumah Rara, harus melewati  hotel, dari samping Hotel yang mereka tempati saat ini,


‘Apa ini sebuah kebetulan, apa karena permainan takdir? tidak ada yang tau, apa yang terjadi nantinya’ Rara melirik ke luar jendela hotel.


“Ada apa Ra?”


Ia hanya menggeleng tidak ingin memberitahukan rumah orang tua Rara dekat dari hotel, ia tidak mau Bastian mengetahuinya.


“Aku lapar,” ucapnya mengganti topik


“Kita pesan makan dikamar saja Iya,”Ra, bahkan turun aku tidak punya tenaga lagi.” Bastian  mengunakan  telepon hotel, menghubungi  layanan Room servis

__ADS_1


“Kamu mau makan apa Ra?”


“Samain saja sama kamu, saya belum pernah ke hotel mewah seperti ini.  Jadi aku tidak tau  jenis makanannya,”ucap Rara.


“Baiklah, aku pesan yang sup hangat saja” Bastian memilih.


Setelah selesai makan malam wajah Rara  mulai panik, ia berpikir kalau sang suami akan meminta haknya sebagai suami.


“ Ra, kamu mandi sana”


“Ha, untuk apa?” Tanya Rara dengan panik.


“Iya biar bersih dan wangilah, istriku ... masa untuk apa” Bastian sudah mulai menunjukkan gelagat aneh yang membuat wanita dewasa itu semakin merasakan panas dingin.


“Kan, aku gak ada baju ganti Bastian”


“Tenang ... pinjamkan aku ponselmu, aku akan meminta asistenku untuk membawa pakaian untuk kita, tenang aku  meminta dia membawa satu set lingerie berwarna merah menyala,” ucap Bastian ia menggoda Rara.


“Buat apa itu?” tanya Rara dengan wajah bagai terbakar.


“Ha … Ha … buat kamu pakailah masa buat apa.


Rara mengalihkan wajahnya ke arah lain, ia menyembunyikan rasa gugupnya dar Bastian,  Lelaki tampan itu tersenyum  kecil melihat kepanikan istrinya.


‘Rara, Rara umur sudah dewasa masa hal  ginian  masih ketakutan sih kamu’ ucap Bastian dalam hati.


Ia  membuka pintu saat asisten dan  pekerja hotel mengetuk pintu kamar.


“Eh, Bos ini pesanannya buat siapa?” Tanya lelaki gemulai sang asisten.


“Lu, pengen tau bangat si Bor, sudah sana pulang.” Bastian mengusir lelaki setengah jadi itu dari depan pintunya setelah menerima barang pesanannya.


“Eke penasaran Bos.”  Jari  gemulai menari-nari didepannya.


“Eh kamu jangan bilang-bilang sama siapa-siapa Iya, apa lagi sama Ibu saya,”


“Oh itu dia Bos …  dari tadi malam,  ibunya Bos menelepon dan meneror eke juga, dia  nyariin gitu sama  si bos emang eke umpetin apa ,” ucapnya lagi dengan gaya manja.

__ADS_1


“Sudah sana pulang.” Bastian mendorong sebelum ia melihat Rara dan  menyebarkan gosip.


Rara  jadi anak penurut kali ini, ia setuju saat Bastian memintanya mandi.


Rara  berendam dalam bathtub  ditaburi bungan rose dan campuran susu, h merendam membuat tubuhnya sangat rileks sampai ia tertidur.


Tiga puluh menit,  berada di kamar mandi,, ia  keluar  mengunakan handuk bentuk piyama.  Ia melilitkan talinya,  bat robes yang ia pakai .


Rara keluar tetapi matanya mengintip kanan kirin penasaran apa yang dilakukan  suaminya  saat menunggunya, dengan jantung yang berdetak  lebih cepat Rara berjalan menuju ranjang.


Ia menarik napas legah, ternyata Bastian  tertidur pulas, ia sudah mengganti jas pengantin ia memakai kaos  santai. Wajah tampannya tampak tenang saat tidur.


‘Apa dia benar-benar capek sampai ketiduran  padahal belum mandi, biasanya ia tidak bisa  tidur kalau tidak mandi’  Rara masih menatap wajah tampan sang suami.


Karena ia sendiri belum siap melakukan tugasnya sebagai istri.


Tadi, ia berpikir keras di dalam bak mandi itu, bagaimana caranya ia menghindari malam ini.


“Apa  aku harus merasa senang apa merasa ngenas, karena dianggurin,


“Tentu saja   merasa senang, karena malam ini aku selamat,” ucap Rara.


Dengan hati-hati ia menarik remote control dari tangan Bastian untuk mematikan televisi yang saat ini menonton Bastian yang sedang tidur, Bukan televisi ditonton malah televisinya yang menonton Bastian yang sudah tertidur. Kamar  pasangan pengantin baru itu akhirnya sepi.


Bukan karena mereka berdua melakukan ritual hubungan suami istri, tetapi karena sang pengantin kelelahan sebelum ritual  malam pertama terlaksana. Malam pertama Bastian gagal di lakukan malam itu, karena Bastian ketiduran menunggu Rara dari kamar mandi.


“Aku tidur apa gak sih, nanti kalau misalkan aku tidur,  Bastian kebangun terus ia minta jatah suami, aku harus bilang apa iya? Aku belum siap butuh  persiapan mental untuk melakukan itu, dan aku belum yakin, hubungan ini akan bertahan lama, karena bisa saja besok ibunya akan memaksanya menikahi Viona dan ia meninggalkan aku,” ucap Rara menatap wajah Bastian yang tertidur sangat tenang.


Bersambung ….


Bantu Vote iya kakak untuk karya  keempat, tolong tekan like dan tanda hati iya kakak. Baca  juga karyaku yang lain.


-Berawal dari cinta yang salah. (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)

__ADS_1


-The Cursed King(ongoing)


__ADS_2