Menikah Dengan Brondong

Menikah Dengan Brondong
Cinta yang terluka


__ADS_3

Saat mengajak Rara bertemu teman-teman sesama artis dan teman satu sekolah dulu Ken banyak berubah. Apaka ia juga jatuh Cintanta pada Rara?


Karena cinta itu punya kekuatan dan cinta bisa mengubah banyak hal, dari yang jahat jadi baik dan yang baik jadi jahat , tergantung pada siapa kamu jatuh cinta .


Ken, bersikap seperti lelaki sejati saat mengajak Rara ke acara reuni teman-temannya. Rara memang bekerja untuk lelaki bertubuh tinggi itu, tetapi ia memperlakukan Rara seperti teman saat itu.


Saat Rara membawa pakaian ganti di tangan kiri dan perlengkapan lainnya di tangan kanan, melihat Rara kerepotan Ken meminta membawa sebagian barang-barang di tangan Rara.


“Berikan saja padaku yang itu Ra, biar aku yang pegang”


“Pak Ken semua orang melihatmu dari tadi, berikan saja padaku dan menjauh lah dariku”


Ken, tertawa ngakak dan merasa lucu, saat mendenga permintaan Rara.


Rara bersikap seolah-olah mereka berdua selingkuh.


“Menjauh bagaimana? Kalau aku menjauh darimu lalu yang bertugas menjagaku siapa?”


“Oh, iya juga iya ... aku, kan, bodyguardmu , iya,” ucap Rara ikut tertawa.


“Oh, satu hal lagi Ra, jangan panggil aku Pak. Pak lagi, kalau tidak aku akan memanggilmu dengan sebutan nenek,” ujar Ken mengarahkan jari telunjuk nya terlihat seperti mengancam tetapi bibir tertawa.


“Ckkk … kenapa sekarang jadi masalah, beberapa bulan ini tidak ada masalah, kamu tidak protes,” ujar Rara protes.


“Jangan protes, saat itu kita belum akrab”

__ADS_1


“Apa sekarang kita jadi akrab saat aku ada masalah, jangan mengambil kesempatan dalam-”


“Sttt …! jangan berisik,” ujar Ken berdiri dan mendekatkan wajahnya ke hadapan Rara. "Di sini bahkan tembok juga punya telinga, apa yang kamu ucapkan akan terekam di sini," ujar Bastian menakut-nakuti Rara.


Tetapi wanita bertubuh ramping itu, hanya menanggapinya dengan dengusan kesal, terdengar seperti kuda yang sedang mendengus.


Dari kejauhan sepasang mata melihat mereka berdua , kini mata itu menatapnya dengan sinis, mata yang dulu menatapnya dengan penuh cinta, tetapi kini sangat berbeda, menatap penuh kebencian dan kemarahan karena kesalahpahaman.


Cinta bisa membuatnya tertawa dan bahagia dan cinta itu juga yang membuatnya terluka.


Apakah tatapan seindah pelangi, selembut awan itu, akan kembali ke pemiliknya dan apakah tatapan indah itu akan sirna seiring sakitnya luka yang di torehkan cinta? Apa rasa kecewa akan menggerogoti hatinya? Bastian mengepal kuat kepalan tangannya saat melihat Rara dan sahabatnya Ken. Ada perasaan sakit di dalam dadanya yang tidak bisa diungkapkan lewat kata-kata.


Bastian menegak habis minuman di botol itu sampai sampai tak bersisa, lalu menghembuskan napas kasar dari bibirnya yang berwarna merah, Bastian memiliki bibir berwarna merah. Karena itulah, dulu Rara sering meledaknya menyebutnya lelaki yang cantik membuatnya marah kalau Rara meledeknya, Bastian dulu selalu menjaga penampilan. Dulu juga tidak merokok tetapi sejak ada Rara semuanya dalam dirinya banyak berubah ia terlihat seperti dewasa pada umumnya.


Lalu ia berjalan dan ikut bergabung dengan teman-temannya, tatapan mata itu sangat dingin dan penuh kebencian melihat Rara.


Rara menyebutnya cincin itu cincin terkutuk, karena sebesar apapun usahanya melepaskan cincin berlian bermata indah itu, tidak bisa lepas, malah jari-jari Rara yang terluka karena Rara membukanya pakai benang kail dan mencoba melepaskannya,. Namun, benang kail itu malah menyayat jari-jarinya dan terluka lumayan parah. Rara membungkus jari-jarinya dengan perban luka.


Kini, ia menyembunyikan jarinya dibalik ujung kemeja yang ia pakai.


“Ken, siapa dia? Bukankah dia yang …?”Tiara menatap Bastian dengan mata melotot.


“Dia, Rara," ucap Ken santai.


“Iya, dia wanita yang hebat, wanita yang bisa menghasilkan uang banyak, hanya dalam satu hari,” ujar Bastian dengan tatapan sinis , uang yang dimaksud, uang yang diberikan ibunya. Ia berpikir uang satu koper yang di berikan ibunya di terima Rara.

__ADS_1


“Wah, pekerjaan apa itu menghasilkan uang banyak dalam satu hari?” timpal teman Bastian yang bernama Bimo.


“Investasi …?” tanya Bam-bam menatap Rara dengan tatapan penasaran.


Mereka tidak tahu tentang uang yang satu miliar yang ditawarkan ibu Bastian.


“Bastian, bukankah mereka menulis di berita kalau dia dan-”


“Tidak, kalian semua salah, ini ada Tiara,” ucap Bastian memeluk pinggang wanita yang bernama Tiara Kusuma seorang foto model bertubuh seksi.


Mata semua orang saling menatap Viona hanya melihat dengan diam, wanita itu tahu semua kebenarannya tetapi tidak mengungkapkannya.


“Apa kamu hamil?” tanya Tiara, mereka semua menatap perut Rara, tatapan menyelidiki Rara tidak senang.


“Tidak,” jawab Rara bersikap santai, tetapi dalam hatinya ia ingin berteriak keras karena melihat tatapan semua orang padanya. Tatapan menginmidasi, ia sudah biasa menghadapi tatapan diskriminasi seperti itu dan ia merasa selalu kuat. Namun, kali ini ada yang berbeda, saat Bastian ikut menatapnya dengan sinis ia bagai mati layu, lututnya terasa lemas dan merasa tidak berdaya.


'Aku selalu berpikir akan kuat, tetapi saat Bastian yang melakukannya, aku tidak berdaya, aku lemah. Apakah ini yang dinamakan jatuh cinta? Ah ... kamu harus kuat Rara. Bastian bukan kelasmu .... Hai Rara, kamu sudah biasa menghadapi tindakan seperti ini, lakukan pekerjaanmu ini demi anakmu,” ucap Rara pada dirinya sendiri, ia butuh seseorang menyelamatkannya dari situasi itu.


“Rara, tadi katanya kamu belum makan, mau makan tidak?” tanya Ken, mengedipkan matanya, itu sebuah rencana penyelamatan untuknya.


“Oh iya mau,” ucap Rara berjalan mengikuti Ken kearah meja.


Ken, melakukan hal yang tepat, lelaki itu bersikap seperti pahlawan penyelamat untuk Rara, di kelilingi orang-orang yang bertanya ini, itu padanya,  membuat Rara kelimpungan sendiri ia kewalahan. Rara merasa seperti


 seokor kelinci berada diantara kawanan serigala, ia merasa terdesak.

__ADS_1


Bersambung....


BANTU LIKE VOTE IYA KAKAK JANGAN LUPA KASIH HADIAH JUGA AGAR VIEWERSNYA NAIK.


__ADS_2