Menikah Dengan Brondong

Menikah Dengan Brondong
Marah karena apa?


__ADS_3

Rara orang tepat janji, jika ia bilang, bisa mengeluarkan Kenzo dari penjara maka ia bisa melakukannya.


“Selamat pagi menjelang siang Pak Kenzo.” Rara berdiri di pintu lapas.


“Apa yang terjadi? Maksudku apa yang kamu lakukan?” Kenzo masih tidak percaya ia bebas.


“Iya kalau aku sudah berjanji, maka aku akan menepatinya, sekarang tinggal kamu yang harus menepati janjimu”


“A-a-aku tahu Ra, bukan itu masalahnya, maksudku bagaimana kamu bisa mengeluarkanku dari penjara?”


Mata lelaki bertubuh tinggi menatap Rara dengan tatapan penasaran.


“Bisa saja Pak Kenzo, asal kamu tahu, aku seorang sarjana teknologi, bukan pamer, biar membuka matamu lebar, aku bukanlah hanya sekedar pembantu seperti yang kamu bayangkan”


“Kamu seorang sarjana, gak' salah?”


“Tidak salah Pak Kenzo, kalau aku salah, Bapak tidak akan keluar, hari ini”


Kenzo masih terlihat tidak percaya, karena Rara bisa mengeluarkannya dari penjara. Ia masih berdiri di samping mobil dengan memegang kepala dengan wajah kebingungan.


Bagaimana tidak, saat pengacaranya mengatakan butuh waktu untuk mengeluarkannya. Namun, Rara hanya satu malam mampu mengeluarkannya.


“Tapi bagaimana kamu melakukannya Ra?” Kenzo menatap wajah Rara dengan tatapan memburu.


“Sebaiknya kita meninggalkan tempat ini sebelum para wartawan mengetahui kebebasan mu, dan membuatmu terkenal lagi”


“Ok baiklah” Kenzo mengangguk setuju.


“Bapak yang menyetir atau aku Pak?”


“Kamu bisa menyetir juga Ra? Tapi kamu tidak pernah bilang”


“Aduh pak, kalau aku menceritakan semuanya tentang diriku mulai dari A sampai Z, aku yakin memori dalam otak Bapak tidak akan muat menampung semua tentang diriku”


“Tapi setidaknya sedikit Ra, jadi aku tidak terkejut dengan segala tindakan yang kamu berikan”


“Nanti saja, ini bapak yang menyetir, aku kurang tidur” Rara melemparkan kuncinya pada atasannya dan ia masuk, dengan gaya santai ia menyadarkan kepalanya di jok.


Ken hanya menghela napas panjang, ia ingin bertanya banyak tentang Rara tetapi bingung, ia tidak harus mulai dari mana.


Kenzo sibuk dengan pikirannya.


“Mau bilang apa pak?” tanya Rara masih dengan mata tertutup.


“Ra, ceritakan sedikit padaku bagaimana kamu mengeluarkanku dari penjara”


“Aku sudah bilang, kalau aku ini sarjana IT Pak Kenzo”


“Lalu apa hubungannya?”


“Aku seorang hacker Pak Ken”


Dereeet …!


Ban, mobil itu berhenti mendadak. Ken terkejut, beruntung tidak ada mobil di belakang.


“Maksudnya kamu-”


“Aku membobol data polisi”


“Haaa …!?”


“Ha,hu,ha,hu … ayo jalan, kita ke hotel saja, di rumahmu sudah pasti banyak wartawan.” Rara mendengus kesal.


“Ha! Hotel?”


“Bapak kenapa jadi panik seperti itu sih orangnya, aku tidak akan memakan mu kali”

__ADS_1


“Kamu membuatku tiba-tiba takut Ra”


“Ah, terserah loe lah, kalau mau ke rumahmu iya ke situ, aku hanya berpikir rumahmu sudah didatangi wartawan”


Ken diam otaknya terus berpikir,


‘Apa Rara sehebat itu? Apa benar ia bisa membobol komputer polisi?’


“Baiklah, agar kita bisa bicara santai.” Ken setuju mereka ke hotel.


*


Pada saat memasuki lobby hotel, Bastian melihat Rara dengan Kenzo, karena saat itu ia ada pemotretan di aula hotel.


“Ra, untuk apa ke sini?” Wajah Bastian dingin.


“Menjauhkan Bapak yang satu ini dari kejaran wartawan,” ucap Rara santai.


“Ken kamu bebas? Ikut senang tapi kenapa bisa keluar?”


“Ayo ikut bergabung dengan kami, sebelum wartawan mengendus tempat ini”


Sikap Rara yang melindungi Kenzo membuat Bastian cemburu, terlihat sangat jelas kalau ia tidak suka. Karena selama ini dirinyalah yang mendapat perhatian dan Rara selalu melindunginya dari para wartawan.


Kali ini sahabatnya Ken yang di lindungi Rara ada rasa panas di bagian dadanya, mata sinis melihat Rara meminjam kaca mata miliknya, lalu memberikannya pada Kenzo.


"Nanti aku akan kembalikan Pak Bastian."


"Ayo kita naik ke atas." Rara memegang lengan Kenzo, ia bersikap profesional layaknya seorang bodyguard.


"Ra, apa kita bisa bicara sebentar," ucap Bastian.


"Nanti saja Pak Bastian, aku juga punya sesuatu yang penting yang ingin aku tanyakan padamu"


Lalu ia meninggalkan Bastian yang masih berdiri melihat ke arah mereka berdua.


“Ada apa denganmu?” tanya Viona yang selalu mengekor Bastian atas perintah Hartati.


“Itu bukan urusan Vi, pulanglah kamu membuatku merasa tidak nyaman di sini, kamu tidak ada pekerjaan lain, apa kamu tidak laku lagi sebagai artis?” ujar Bastian merasa sangat kesal.


Kini hidupnya di bawah pengawasan ibunya, dan ganggu oleh Viona Olivis perempuan yang menggilainya sejak dulu.


“Loe, jahat bangat sih ngatain gue seperti itu,” ujar Viona manja.


Sikap manja dan berpakaian terbuka, itu hal, yang paling tidak di sukai Bastian dari Viona baginya itu terlalu murahan.


“Kamu pulang saja atau aku yang pulang?”


“Tidak mau, tante meminta gue agar selalu mengawasi Loe Bastian”


“Untuk apa, aku bukan anak kecil lagi, aku sudah dewasa”


“Agar wanita itu tidak mengejar-ngejar kamu lagi”


“Dengar Vi … bukan dia yang mengejar-ngejar aku, tetapi aku yang mengejarnya”


“Apa Loe jatuh cinta pada perempuan tua itu? Ada apa denganmu Bastian kenapa loe sekarang berubah, dia bukan level kita , dia hanya perempuan tua yang sudah memilik seorang anak Bastian!”


“Urus saja urusanmu,Vi”


Bastian meninggalkan lokasi pemotretan, dan meninggalkan pekerjaannya, ia semakin kesal saat Viona menjelek-jelekkan Rara.


           Tok … Tok …!


Bastian mengetuk kamar hotel di mana kenzo dan Rara tinggal.


“Bastian?” Kenzo membuka pintu.

__ADS_1


“Rara kemana?” matanya menyelidiki setiap sudut kamar.


“Dia tidak ada di sini Tian, ia di kamar yang sebelah, sepertinya dia sedang tidur”


Saat mengobrol membahas tentang Rara, wanita itu bangun dengan mata memerah karena baru bangun.


“Selamat siang,” ucap Rara menegak air dari botol.


“Siang Ra, ayo kita bicara Ra”


“Bicara apa, bicara saja di sini Bastian”


“Kenapa harus  di sini, ada hal yang penting yang akan aku tanyakan”


Rara tidak ingin menambah masalah jadi ia menurut mencari tempat untuk bicara dengan Bastian.


“Apa aku melakukan kesalahan Ra, kenapa sikapmu dingin padaku”


“Kesalahan tidak ada, mungkin aku yang salah Bastian, aku terlalu mempercayaimu menganggap bapak itu sebagai sahabat, aku merasa bodoh karena terlalu percaya padamu”


“Apa yang saya lakukan?”


“Bastian, aku hanya memberitahukan padamu, kalau anakku hanya anak angkat, hanya padamu! Bahkan aku rela dipanggil janda muda oleh orang-orang karena aku tidak ingin anakku tahu kalau dia hanya anak angkat, setidaknya untuk saat ini”


“Lalu …?”


“Tapi ibumu tahu bahkan Viona juga tahu”


“Maaf Rara aku terpaksa aku mengatakan itu pada ibu dan Viona, karena mereka berdua meledek dan merendahkan kamu, dan aku tidak tahan mendengarnya maka itu aku memberitahukan kebenaranya pada mereka”


“Apa yang kalian berdua bicarakan serius sekali.” Kenzo berdiri di depan pintu.


“Sudahlah, lupakan Bastian, katakan pada ibumu aku janji aku dan anakku akan menjauhi mu, tolong bilangin sama ibu kamu, agar jangan mengancam ku lagi”


“Kenapa kamu marah padaku Ra, aku tidak pernah melakukan apa-apa”


“Aku tahu Bastian, kamu lelaki yang tak terjangkau Bastian”


“Jangan katakan itu padaku Ra, kamu sudah mengenalku dari dulu, kan”


“Iya tapi apa tidak tahu kalau ibumu akan melakukan hal itu padaku, Bastian!”


Rara dan Bastian bertengkar, Kenzo hanya bisa duduk diam, mereka berdua terlihat seperti dua orang kekasih.


“Apa seorang anak bisa memilih dia akan dilahirkan di keluarga mana dan dan dari ibu yang mana Ra? Kalau bisa aku sudah sejak dulu melakukannya”


“Aku tidak memintamu meninggalkan keluargamu Bastian, aku hanya bilang kamu … ah sudahlah.”


Rara menggantung kalimatnya dan hal itu jelas tidak disukai Bastian.


“Aku kenapa …?” Bastian menatap Rara dengan mata menajam.


“Ah, lupakan kita tidak usah membahasnya”


“Aku tidak suka jika kamu menggantung seperti itu”


Situasi semakin panas Rara dan Bastian sama-sama bersuara keras.


“Aduh sebenarnya kalian bertengkar karena apa sih, kok jadi membahas ini dan itu," ujar Ken yang sedang duduk di sofa kamar.


"Tentu karena kamu, karena kamu bersama Rara , ia jadi berubah, sekarang ia membela kamu" ucap Bastian dengan nada tinggi.


"Lah, kok jadi ke aku?" Ken, menahan tawa saat Rara dan Bastian sama -sama menahan kemarahan.


Bersambung ...


Bantu like dan vote iya Kakak sepi nih...

__ADS_1


__ADS_2