Menikah Dengan Brondong

Menikah Dengan Brondong
Diajak cetak anak


__ADS_3

Bastian meminta Rara pura-pura sudah hamil agar ibu dan Viona berhenti mengusik rumah tangga mereka.


“Gak papa, bilang saja sudah hamil,” ujar Bastian ia yakin dengan rencananya.


“Kamu pikir berbohong  itu gampang Bastian, jika kita  berbohong untuk satu hal, maka kita akan berbohong untuk hal yang lainya, membohongi orang tua itu tidak bagus. Bastian,”


“Kalau begitu kamu harus cepat hamil Ra,”


‘Pala lu peang, bagaimana bisa hamil kalau belum di bolongin’ ucap Rara  dalam hati.


“Gak tau ah, kepalaku mendadak  pusing,  sama saja menambah beban pikiran  belum masalah emak babe  selesai, Tapi kenapa kamu tambahin beban pikiranku lagi?”


“Iya hanya itu yang bisa aku pikirkan saat itu”


“Buat alasan yang lebih-”


“Bagaimana kalau kita bikin anak saja, Ra,” ucap Bastian memonyongkan bibirnya ke arah Rara.


“Gak, kamu masih kotor, bau cewek nakal.”  Rara bergidik meninggalkan Bastian.


“Jangan gitu dong Ra,  kamu sudah tau, bukan kemauanku, aku di jebak sama si Viona gila itu. Lagian aku belum sempat melakukannya, kan?” Bastian mengekor dari belakang.


“Tetap saja,Tian, kamu harus mandi  kembang tujuh rupa, agar aku mau.” ujar Rara asal ngomong, ia berjalan ke arah tanaman hiasnya yang di Balkon apa kabarnya, tapi  tidak di duga Bastian merawatnya dengan sangat baik,


“Serapannya Pak?” Sapa seorang wanita paruh baya yang membuat Rara kaget hampir pingsan, ia tidak tau  kalau Bastian memperkerjakan seseorang asisten rumah tangga di apartemennya.


“Siapa?” Rara menatap Bastian.


“Oh  ini si Bibi Erna”


“Halo Non,” sapa wanita paru baya itu dengan  badan sedikit membungkuk hormat, Rara membalas dengan lebih sopan juga,


“Mbo, ini Istri saya yang saya ceritakan.


‘Sejak kapan bagol satu ini berubah sopan dan baik sama asisten rumah tangga, perasaan pertama kenal dia songongnya  minta ampun sam’ ujar Rara dalam hati.


Tapi itulah kekuatan cinta, cinta mempunyai kekuatan yang besar  bahkan cinta katanya mampu meratakan gunung sekalipun dan dapat meleburkan batu keras.


Bastian Salim beberapa tahun yang lalu, ia seorang yang bersikap perfeksionis yang segala sesuatunya harus  sempurna di matanya. Ia tidak mempercayai siapapun selain dirinya dan Ibunya.


Tapi sejak seorang wanita absurd masuk kedalam rumahnya, dan memasuki ruang dalam hatinya, bahkan mengisi satu tempat spesial dalam hatinya, tempat yang sudah lama ia kunci. Asisten rumah tangga jadi  istrinya ia berubah.


                                           *


Wanita paru baya itu meninggalkan mereka berdua yang masih perang tata-tatapan.

__ADS_1


“Istriku” Bastian memeluknya  Rara dari belakang.


“Jangan dekat-dekat, Bastian kamu masi bau, sono berendam kembang tujuh rupa dulu,”


“Apa setelah aku mandi kembang tujuh rupa, kita bikin anak?”


‘Hadeeeh ini orang, dia pikir bikin anak itu sama seperti bikin kue bolu kali iya, sekali cetak langsung jadi’  Rara membatin dan senyum -senyum sendiri,


Saat ini,  ia membayangkan bikin anak tinggal ambil tepung telur kocok sudah jadi.


Padahal,  ia sendiri takut membayangkan bagaiman menghadapi malam pertama.


“Sana mandi, kita mau kerumah keluargamu,kan, Oh iya mobilmu sudah aman sama Mario. Kamu punya hutang budi banyak padanya, karena  dirinyalah kamu bisa terhindar dari masalah besar hari ini.”


Rara membalikkan tubuhnya menatap wajah Bastian.


“Kenapa ….. apa kamu takut ketemu Ibuku?”Tanya Bastian.


“Ibu, sangat menakutkan, bahkan bisa menghancurkan  keluargaku” ujar Rara dengan  bibir senyum kecut. Ia berpikir  harus makan banyak untuk menghadapi mertua singanya,


“Kita akan hadapi bersama, baik keluargamu dan keluargaku”Bastian memegang punggung tangan Rara.


“Aku tidak yakin, kamu bisa meyakinkan keluargaku, Bastian, karena kamu sendiri  merasa jijik menginjakkan kakimu di  rumahku”


Rara tidak yakin dengan dengan janji manis yang di umbar Bastian


Aku pernah di lecehkan sama waria. waktu syuting di lingkungan rumah kamu dulu, itulah membuatku trauma dan bahkan sangat membenci tempat itu, tapi kamu bilang rumah keluargamu sudah pindahkan, jadi tidak masalah,”


“Iya sekarang malah lebih horor, dari rumah sebelumnya, sekarang menjadi dua rumah. Babeh bahkan sangat ketat menjagaku.


Oh iya ampun ponselku mana?” Tiba-tiba ia  melompat panik karena belum mengabari babenya dan sukma . Padahal ia membawa mobil sukma dan belum mengabari Babehnya juga


“Kenapa Ra?” ia ikut-ikutan panik saat melihat istrinya kebingungan mencari ponsel.


“Ini akhirnya ketemu.” Rara menunjuk ponsel miliknya.


Dengan dada dag-dig-dug ia mengusap layar ponselnya menekan  nomor nama Babenya.


“Halo Be,” dengan nada suara lembut bahkan lebih kencang suara  gendang dari dadanya.


“Iya Ra, kamu dimana?”


“Itu Be,”


‘Kenapa aku tidak siapkan jawaban dulu baru aku telpon  babe  sih’ kata Rara mengumpat dalam hatinya, karena bingung mau memberi alasan yang tepat,

__ADS_1


“Bawa dia ke sini”


“Apa Be.” Rara hampir saja melompat karena terkejut


“Bawah lelaki itu kerumah, Babe yang datang atau kalian yang datang ke sini”


“Ba-Ba-Be Begini ….-”


“Aku menunggu di rumah” Lalu babe Rara menutup sambungan telepon.


Ia mematung sejenak sebelu, melotot panik pada Bastian


“Kenapa?” Bastian  bingung melihat ekspresi Rara.


“Babeh menyuruhmu datang ke rumah …. Dari mana babe tahu aku bersamamu?” Ia masih  berpikir. “ Apa Sukma yang memberitahukannya?”


“Ayo kita lakukan,” ajak Bastian  dengan gentleman, ia sudah siap apapun yang terjadi.


“Kamu tidak tau sikapnya Babe Bastian, babe orang yang misterius dia jarang ngomong dan kadang kita tidak tau apa yang ia pikirkan, apa lagi sejak ada masalah ini, kita bahkan terkadang seperti ngomong sama tembok, bagaimana kalau ia marah dan sakit lagi.”


“Tidak akan Ra, ia pasti menerimaku aku sudah jadi suamimu ayah dari cucunya. Tidak ada alasan babe menolak,” ucap Bastian dengan yakin.


“Justru itu Bastian, babeh tidak suka lelaki kaya karena menyangkut dengan Yolanda dan  mantan tunanganku orang kaya yang sudah membohongi keluargaku selama bertahun-tahun. Emak  pernah menjodohkanku dengan seorang lelaki kaya yang ia kenal”


“Apa yang terjadi, pada mantan tunangan mu itu?” tanya Bastian membahas mantan tunangan Rara wajah terlihat kesal.


“Sudahlah, itu hanya masa lalu yang tidak penting, aku tidak pernah pacaran dengannya , tiba-tiba saja tunangan karena paksaan emak.


“Kalau kamu berat menceritakannya tidak apa-apa tidak masalah.”


“Tunangan ku mengaku pada keluargaku. Kalau ibunya hanya seorang pemilik toko kecil dan ayahnya juga,


Ternyata  dia orang kaya, bahkan  ia melamarku dengan supir dan  asisten rumahnya yang berpura-pura jadi orang tuanya,  bukan membawa orang tuanya.  Terakhir ia mengaku kalau keluarganya tinggal di Luar negeri.


”Bersambung ….


Bantu Vote iya kakak untuk karya ini tolong tekan like dan  jangan lupa berikan hadiah juga.


Baca  juga karyaku yang lain.


-Cinta Untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)


-Bintang Kecil untuk Faila

__ADS_1


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)


__ADS_2