Menikah Dengan Brondong

Menikah Dengan Brondong
Keyakinan Bastian


__ADS_3

“Tidak, aku tidak mengenalnya,” kata Jenny panik, ia berusaha melarikan diri, ia berontak melepaskan tangannya yang di genggam erat sama Bastian.


“Lepaskan tanganku apa yang kamu lakukan?.” Mata Jenny menggertak berharap lelaki tampan itu melepaskannya.


“Tidak akan, kita perlu bicara dan membicarakan banyak hal,” kata Bastian masih memegangi tangannya.


“Kita jadi dilihatin orang-orang nih,” kata Jenny.


“Kita cari tempat duduk saja daripada di lihatin orang dan kalian bisa jelaskan apa yang terjadi di antara kalian berdua.”


Bastian memilih tempatnya duduk di salah satu cafe di dalam Mall.


“Katakan kenapa kamu melarikan diri dariku, itukah caramu berterimakasih pada orang yang telah menolong mu?”


Lagi-lagi Jenny menunduk tidak berani menatap Bastian, bingung, malu, kesal itu yang ia rasakan saat ini, kalau bisa ia ingin menghilang saat itu juga dari mereka.


“Ada apa ini apa kalian sudah saling mengenal?” lagi-lagi Sukma di buat kebingungan sendirian


“Iya kita sudah saling mengenal di Hotel Beijing,” kata Bastian.


Mata jenny melotot persis seperti Rara saat panik dan saat Marah, Bastian menatapnya, ia yakin kalau ada sesuatu yang tidak ketahui.


“I..h dasar menyebalkan, ayo kita pergi,” ia menarik tangan Sukma, tapi Bastian sudah berdiri terlebih dulu memegang lengannya lagi.


“Mey, pinjam ia sebentar nanti aku kembalikan,” kata Bastian.


“Hei…hei kalian aku butuh penjelasan, setidaknya kasih tau apa kalian sudah mengenal satu sama lain, jangan biarkan aku kebingungan seperti ini..!..Oi!,” Sukma ikut berdiri dan berdecak pinggang terlihat kesal.


“Tenang Mey, nanti aku kabarin dan aku jelaskan padamu tapi kali ini izinkan aku membawanya jika aku tidak menyelesaikan hari ini aku bisa gila,” kata bastian menatapnya.


Tangannya membawa paksa Jenny, ia membawanya keluar dari Mall. Melajukan Mobilnya dan membawa ke salah satu Hotel, melihat Hotel lagi Jenny terlihat kesal, Hingga tiba di salah satu Hotel ia masih berontak tidak terima di paksa.


“Apa yang kamu lakukan?’ Ia berusaha melepaskan tangan Bastian terus saja menyeret tangannya seperti tawanan.

__ADS_1


“Semakin kamu berontak, semua orang akan melihatmu, jadilah anak penurut,haaa..!” kata Bastian mengusap kepalanya.


“Ckkk’ kamu kenapa menyeret ku seperti ini, kamu siapa saya?”


“Oh…tentang itu nanti aku jelaskan, di dalam kamar.” Bastian ke meja resepsionis tangannya masih memegang tangan Jenny dengan erat, ia tidak ingin wanita itu kabur lagi darinya, seperti yang di lakukan hari di itu di Hotel Beijing.


“Oh dengar, apa kamu tidak bisa melupakan malam itu? kita tidak ada yang di rugikan kan? jika ada yang di rugikan itu harusnya saya, saya yang harusnya meminta pertangungjawaban padamu, tapi aku tidak melakukannya karena itu kecelakaan, tidak sengaja, jadi tolong bersikap dewasa, anggap saja itu cinta satu malam, ok..”


“Nanti jelaskan di dalam kamar, kenapa kamu lakukan itu padaku?”


“Ckkk..!dasar kamu, seperti anak kecil saja,” kata Jenny kesal.


“Dengar..!dengar Tuan’ baiklah, saya meminta maaf atas sikap murahan saya, tapi tolong jangan beri tahukan keluargaku, nanti aku bisa di usir lagi dari rumah, kejadian malam itu semuanya kecelakaan, aku meminum obat salah satu teman saya, saya meminta maaf,” mata Jenny memohon pada Bastian. Lelaki justru semakin gemas melihat wanita yang membuatnya tidak bisa melupakan malam panas mereka hari itu.


“Tapi bagaiman kalau saya ingin meminta yang lain darimu, apa kamu tidak mau memberikannya?.”


“Tidak, aku tidak ingin punya hubungan lagi dengan bapak, boleh saya pulang? saya takut ada orang lain yang melihatku disini, adik saya bertugas di sini jadi seorang polisi,” Ia bicara jujur karena Rizky sudah di pindahkan dari Bandung dan Bertugas di Jakarta.


“Ha..ha! kamu ingin menakuti saya, bagaimana kalau saya bilang bapak saya seorang Jaksa di sini?” Bastian meledeknya.


“Tidak segampang itu menghilangkan ingatanku untuk malam itu,” kata Bastian membisikkan ke kupingnya.


Jenny merasa dirinya jadi seperti kotoran, karena dari tadi Bastian mengungkit masalah ranjang malam itu.


Hingga Bastian bisa membawanya dalam satu kamar. Ia ketakutan karena Bastian membawa ke kamar Hotel.


“Sekarang jelaskan apa maksud kamu hari itu.” Bastian menatapnya dengan tatapan penyelidikan.


Jenny masih posisi berdiri, Bastian duduk di sisi ranjang dengan tangan melipat di dadanya dan matanya menatap wajah Jenny yang sangat cantik.


“Iya ampun Pak..? siapa nama bapak?”


Alis Bastian langsung menyengit saat namanya juga di lupakan.

__ADS_1


“Bastian.”


“Iya ampun pak Bastian, anggap saja kamu meniduri wanita mabuk di pinggir jalan dan kalian sama –sama lupa ingatan, apa kamu tidak pernah meniduri wanita lain selain istrimu?”


“Tidak pernah, maka siapapun yang aku ajak tidur akan jadi istriku dan itu istriku,” kata Bastian masih menatapnya dengan tatapan lembut.


“Apa? kamu tidak meniduri wanita lain selain istrimu, kamu terlalu naif jadi lelaki,” dasar buaya, tukang tipu, tukang gombal, tukang rayu,” Jeny mengomel kesal mendengar pengakuan Bastian.


Flash back Hotel Beijing


Bastian hanya tersenyum melihat wanita itu, ia masih ingat malam dimana hal gila yang mereka lakukan, bagaimana ia memaksanya melakukan, ia terus ******* bibir Bastian tanpa memberinya ampun.


Sebelumnya ia sudah curiga melihat gerak –gerik tubuh Jenny saat berdiri di lift untungnya ia menyadari, ia pikir kalau ada orang yang mengerjainya, ia mencarinya dan melihatnya masuk ketangga darurat, mengikutinya sampai ke tangga darurat di sana ia melihat Jenny sangat tersiksa.


Jenny bagai kesurupan ia langsung menyergap tubuh Bastian saat ia mengulurkan tangan untuk membantunya, untung ia lebih cepat menanggapi keadaan Jenny terlambat sedikit saja, teman jenny lelaki bertubuh besar itu yang akan mendapatkannya tadinya.


Bastian membawa Jenny ke kamarnya tapi saat pagi hari, tanpa pamit Jenny meninggalkannya.


Jadi lelaki asing yang menghabiskan waktu dengannya malam itu adalah Bastian suaminya sendiri.


Falsh-on


Dalam kamar Hotel.


“Sekarang kamu bebas menjelaskan padaku, kenapa kamu melarikan diri dariku?”


Wajah Jenny langsung mengeras karena Bastian membawanya ke kamar Hotel, hanya karena malam panas mereka berdua.


“Iya ampun Tuan ..! Anggap saja saya memuaskan kamu malam itu, atau kamu menganggap ku wanita nakal malam itu tidak bisa kita melupakannya?" Kenapa kamu jadi mempersulit dirimu, hanya karena malam itu? aku sendiri sudah melupakannya , kenapa kamu malah membawa sampai ke perasaan,” kata Jenny.


“Tidak, saya bukan lelaki yang mudah melupakan sesuatu yang berharga untuk saya,” kata Bastian.


“Terus kamu mau apa sekarang?” Jenny menantang balik.

__ADS_1


“Mau apa katamu..?


Bersambung..


__ADS_2