Menikah Dengan Brondong

Menikah Dengan Brondong
Mukena berdarah


__ADS_3

Keluarga Bastian beriringan sangat bergembira, halaman depan bastian terlihat orang yang berpakaian serba putih ber iringan menuju masjid terdekat tidak jauh dari rumah mereka


“Masya Allah”


Pemandangan indah ketika  halaman rumah luas itu, itu di penuhi orang –orang yang berpakaian putih kelurga besar Bastian Salim


Mungkin ini akan jadi kenangan indah dan  pertama untuk Marisa Queen karena untuk pertama kalinya, ia bisa melihat anak-anaknya berkumpul bersama.


Karena biasanya anak-anaknya dan cucunya selalu ada kegiatan yang lain saat menjelang Ramadan. Maka untuk Omahnya Bastian, ini kebahagian tersendiri baginya, karena bisa berkumpul bersama anak-anaknya dan  cucunya untuk menjalankan Ibadah puasa pertamanya . Ini akan berkesan nanti untuk keluarga besar itu, Berkat Rara Winarti mereka semua bisa berkumpul.


“Ya Allah ini luar biasa” Kata Marisa saat cucunya terlihat sangat akur dan  bisa menerima Rara  sebagai menantu pertama di rumah besar Salim,


Cucu Marisa ada  Enam orang hanya Bastian yang anak Tunggal anak bibinya punya anak dua dan satu orang tiga.


Saat Bastian memberi kabar akan membawa Rara ke rumah keluarga mereka.  Omahnya mengabari anak-anaknya dan cucunya , tidak diduga semuanya bisa hadir makan bersama dan saat ini, akan sholat  berjamaah bersama.


Ada tawa bahagia di raut wajah orang tua itu, itu kebahagian  paling besar untuk orang tua saat bisa melihat anak-anak dan cucunya berkumpul bersama.


Mungkin kebanyakan orang tua juga seperti itu,  saat melihat anaknya-anaknya bisa berkumpul kebersamaan lebih berharga dari duit emas sekalipun dan tak ternilai harganya. Apa lagi kesibukan keluarga itu,  bisa sekali sebulan ketemu dalam satu rumah.


Saat  mereka   selesai sholat tarawih, berkumpul kembali dan berbincang –bincang  di suguhkan makanan kecil dan minuman  ringan. Wajah Rara semakin pucat ia benar-benar seperti orang sakit lelah pusing dan capek. Tapi ia memaksa duduk bertahan,karena ia tidak ingin menggangu kebahagian  mereka.


Hingga kejadian mengerikan terjadi dimalam yang indah itu harusnya para syetan di kunci di bulan Ramadan.


Tapi sepertinya ada satu  syetan yang terlupakan syetan yang bersemayam di tubuh Ibunya Bastian,


Saat umat muslim di seluruh dunia bergembira menyambut Bulan suci Ramadan. Ibunya Bastian baru pulang entah dari mana, sejak keluar  dari rumah malam itu, ia tidak bisa di hubungi ponselnya mati, ia datang diantar Viona dengan penampilan terlihat sangat berantakan, dan bau alkohol tercium dari mulut ibunya Bastian


Pak Bardi terlihat sangat emosi dan malu melihat kelakuan istrinya. Bastian juga sangat malu, melihat ibunya mulai berbicara  seperti orang mabuk.


Ia menunduk saat ibunya datang degan viona dengan jalan sudah seperti orang teler pakaian berantakan. Tatapan tajam ia tujukan pada Iblis betina Viona.

__ADS_1


Viona terlihat menunduk malu melihat tatapan tajam yang di berikan keluarga Salim padanya.  Saat Hartati mulai bicara ngawur.


~Paaak~


Di depan  mata keluarga besarnya. Pak bardi menampar istrinya yang terus mengoceh membuka aib rumah tangga mereka mengungkit kejadian lama.


“Kamu menamparku, berani kamu ?kamu tau aku seperti ini ? itu karena perempuan kampung itu,  sampai, kapanpun aku tidak menerimamu”  katanya dengan jalan sedikit sempoyongan ia mendekati Rara yang duduk di pojok, tapi tidak ada yang menduga  ia meraih pot bunga yang ukuranya lumayan besar terbuat dari tanah liat, berbentuk guci dengan keras ia memukulnya ke kepala Rara.


Teriakan histeris terjadi  melihat Rara saat itu langsung terjatuh tidak sadarkan diri, dengan darah segar yang menodai seluruh mukena yang ia kenakan dan belum ia buka tadinya. 


Rasa bahagia dan suka cita yang mereka rasakan tadi,  berubah menjadi suasana pilu  kepala Rara langsung bocor darah segar membanjiri mukena berwarna putih  yang ia pakai.


Saat itu juga langsung jatuh, karena saat itu kepalanya memang sudah pusing, karena kurang tidur dan banyak beban pikiran di tambah lagi pukulan kuat yang ia terima dari mertuanya yang lagi mabuk.


Bisa di bayangkan betapa mengerikannya malam itu.  Ara akan melewatkan puasa pertamanya di rumah sakit .


“Haa, Ra, ra”


Semua panik, mana mungkin kebahagian yang ada di depan mata yang sudah lama  mereka nanti-nantikan kini menjadi pilu bahkan menjadi musibah


Tangan Rara tiba-tiba sudah dingin bahkan bibirnya sudah putih seperti kapas


Panggil ambulan cepat teriak Bastian memeluk tubuh istrinya,  tangisan kepanikan tidak terbendung lagi, baju koko berwarna putih  yang di kenakan Bastian,  ikut bernoda darah kepala istrinya


“Ra, bangun sayang  aku mohon” Bastian terlihat kalut,  Keluarganya hanya melihat dan menunggu ambulance datang


Bastian terlihat seperti lelaki yang berbeda saat ini, Ia bukan lelaki yang cuek dan bodoh amat pada lawan jenisnya,  tapi saat ini ia seorang suami yang ketakutan karena istrinya terluka,  terlihat berantakan  dan  panik,  air matanya mengalir deras seiring suaranya yang  berbisik membangunkan tubuh istrinya yang sudah tak berdaya.


“Tidak perlu menunggu ambulance jalanan pasti macet, karena orang-orang pulang tarawih” Kata Bastian. Ia menggendongnya membawanya ke mobil di bantu dua  sepupunya, mengawal di depan mobil membawa motor  memberi jalan dengan bunyi seperti sirene, walau melanggar peraturan lalu lintas tapi ia terpaksa dan sepupunya satu lagi menyetir untuk Bastian yang memangku tubuh Rara.


Rara tiba di salah satu rumah sakit, bisa di selamatkan berkat Bantuan kedua sepupunya.

__ADS_1


Tubuh Bastian terlihat sangat berantakan, mereka menunggu di luar ruangan dengan perasaan   bercampur aduk antara Ibu dan istrinya.


“Dasar perempuan gila” teriak pak Bardi menatap tajam Hartati istrinya.


“Aku akan memasukkan mu ke penjara” teriak suaminya dengan suara  meninggi


Tidak  lama kemudian Polisi sudah datang dan membawanya kekantor Polisi, entah siapa yang  menelepon polisi tiba-tiba datang dengan cepat .ia tidak memperdulikannya lagi .Ia hanya terlihat kacau dan berantakan  memikirkan menantunya Rara dan Bastian


Rara masih belum sadarkan diri, Dokter berusaha membuat agar cepat bangun


Terkadang hari yang indah yang kita rangkai dalam hati, Kini hanya  sebuah angan-angan yang ada  hanya senyum ketir dan rasa sakit yang amat sakit,  ia rasakan di kepalanya.


Dokter mengatakan, ia beruntung yang di pukul kepala  bagian depannya jadi tidak mengalami pendarahan otak. Jika seandainya itu terjadi, ia bisa di pastikan lupa ingatan karena geger otak.


Saat ia bangun,  Malam sudah berganti pagi. Itu artinya ia sudah melewatkan makan sahur pertama dengan suaminya dan saat ini puasa pertamanya juga ia lewatkan di ranjang Rumah sakit


Bersambung ..


KAKAK BANTU VOTE DAN LIKE , KASIH HADIAH JUGA IYA AGAR VIWERSNYA NAIK DAN AUTHORNYA SEMANGAT UP BANYAK TIAP HARI


DAN AUTHORNYA


 Baca juga;


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)


-Bintang kecil untuk Faila (ongoing)

__ADS_1


__ADS_2