
Saat ini tinggal menunggu sidang keputusan terakhir, sidang pertama di selesai di bantu Darma kekasih sukma dan adiknya ia menuntut ketiganya untuk mendapat hukuman mati atau seumur hidup.
Sidang pertama dan sidang kedua sudah selesai, tinggal menunggu sidang terakhir sidang putusan. Di sinilah nasib ketiganya di putuskan dan
Ditentukan ketukan palu dari Jaksa.
Sebulan telah berlalu, Bastian sudah tau kalau Rara atau Jenny sudah sembuh, tapi ia takut menunjukkan dirinya pada keluarga Rara, ia takut dan malu atas apa yang di lakukan Ibunya.
“Ra, bagaimana selanjutnya, apa kamu ingin kembali pada Bastian?” babenya menatapnya.
“Rasanya berat untuk kembali Be, biakan seperti ini dulu, aku tidak ingin buru-buru, setelah semua ini selesai i aku ingin kembali Ke Daego lagi.
Tapi aku ingin ia tau kalau Tiara anaknya siapa Be, selama ini ia taunya Tiara anaknya Ken dan Aisah, tapi kali ini biarkan ia datang dan melihat putrinya.” Rara menatap babenya.
“Aku berharap kakak kembali pada bang Bastian kak, ia juga korban, ia jauh dari sedih dari kita semua.” Aisah mendukungnya, bukan hanya Aisah bahkan Kenzo, Sukma, dan Bu Soimah pihak yang mendukung, mereka sangat merasakan apa yang Bastian rasakan, sebagai manusia itu adalah beban hidup yang sangat berat, di satu sisi keluarganya yang salah, di satu sisi lagi ia begitu mencintai istrinya, mereka kembali pada Bastian.
Sedangkan pihak yang menolak adalah Pak Agus dan Rizky, kedua lelaki ayah dan anak itu, tidak ingin Rara kembali lagi pada Bastian.
__ADS_1
“Aku tidak ingin kakak tersakiti lagi,” kata Ricky.
“Terkadang banyak masalah datang silih berganti pada kita membuat kita lebih dewasa,” kata Bu Soimah. Jadi sebagai manusia kita harus pintar pintar menjalaninya dan berharap petunjuk dar Alloh, selebihnya serahkan jalan hidup kita pada Alloh.
“Tapi terserah kakak sih, bagaimana dengan kakak?.” Aisah mengusap-usap perut buncitnya.
“Aku masih ingin tetap bersamanya, tapi hanya aku belum siap saja, aku hanya butuh waktu, tapi demi anak-anak aku membuang egoku, karena Bastian juga korban sama denganku, aku hanya butuh waktu.”
Akhirnya keluarga Rara membuang segala ego, Pak Agus mengundang Bastian dan Pak Bardi untuk datang ke rumah.
“Seperti yang kamu ketahui selama ini kalau Tiara anak dari Ken dan Aisah kami ingin memberi tahukan hal yang sebenarnya, Tiara adalah anak Rara, tentu dan anak kamu juga,” pak Agus menjelaskannya semuanya alasan dan bagaimana mereka melakukanya. Menceritakan semua secara detail kejadian biar tidak ada salah paham lagi di antara mereka di kemudian hari.
“Iya ampun aku tidak menduga, saya pikir sudah kehilangan mereka berdua, ia menangis memeluk bayi cantik itu. Tiara yang biasanya tidak mau sama orang lain, kali ini iya hanya diam dalam gendongan ayahnya. Batin antara ayah dan anak memang tidak bisa di bohongi. Walau sekeras apapun usaha memisahkan kalau memang takdir bertemu tidak bisa di halangi.
Untuk pertama kalinya juga bagi keluarga Rara menjelaskan pada Calvin kalau Bastian ayahnya, Walau selama ini mereka sering bertemu tapi baru saat ini mereka saling mengetahui antara bapak dan anak.
Awalnya ia bingung karena semuanya tampak berbeda baginya, tiba-tiba berubah, orang yang biasa ia panggil om tiba-tiba jadi Ayah, tapi setelah di jelaskan ia akhirnya paham dan mengerti.
__ADS_1
Saat itu, Pak Bardi Salim dan Bastian Salim bersujud di di hadapan keluarga Rara atas semua yang di lakukan Ibunya Bastian pada Rara selama ini.
Tapi keluarga Rara masih mau menerima Bastian dan memaafkan. Keluarga Rara memang keluarga yang sangat baik, mereka membuang egonya untuk kebaikan bersama.
Suasana terlihat sangat haru. Pak agus dan Rizky yang tadinya tidak menyetujui Rara kembali pada Bastian. Tapi hati keduanya akhirnya luluh dan pak Agus akhirnya merestuinya dan menerima dengan tulus.
Mereka berdua tidak bisa menghindari takdir antara anak dan ayah. Mereka akhirnya menyadari bagaiman beratnya beban yang harus di tanggung Bastian, mereka sadar Bastian adalah korban di keadaan ini. Bastian sudah berusaha sekuat tenaga selama ini tapi waktunya belum tepat untuk mengetahui semua ini.
“Aku berharap kalian bahagia selamanya, setelah ini tinggalkanlah Indonesia, lupakan apa yang pernah terjadi pada rumah tangga kalian,” kata Pak Bardi Salim. “Tapi sebelum kalian pergi, aku punya permintaan, aku ingin Bastian dan nak Ara menikah kembali di depan kami kedua orang tuamu, aku sangat bahagia bila kalian mau melakukan itu, aku akan sangat bangga jadi orang tua kalian. Aku ingin kamilah yang jadi wali nikah kalian berdua, pernikahan waktu itu, kami para orang tua tidak ada, padahal kami masih ada di dunia ini, walaupun kami sadar keadaan yang membuat harus seperti itu. Kami ingin menyaksikan pengucapan janji secara langsung,” kata Pak Bardi salim dengan penuh harap pada mereka.
Wajah Pak Bardi Salim terlihat kurang sehat, wajahnya pucat, permintaan Ayah mertuanya Rara di setujui kedua orang tua Rara, mereka pun berharap Ara dan Bastian mau melaksanakannya. Jadi mereka sepakat menikah secara resmi di depan kedua orang tuanya. Karena sebelumnya keluarga Rara sudah beberapa kali mengajukan surat perceraian pada Bastian, karena Bastian yakin suatu saat mereka akan bersatu kembali, itu adalah prinsip hidup Bastian, walaupun sangat berat di lalui dia akan tetap berusaha sampai benar benar di matanya tau kalau itu adalah sebuah jalan hidup yang benar.
Walau Bastian tidak mau menyetujuinya tapi kali ini di hadapan kedua orang tuanya Bastian dan Rara menikah lagi secara sah baik di dalam adat maupun agama.bahkan dalam keluarga.
Wajah bahagia terlihat dari mereka semua, kecuali pak Bardi salim ia masih pucat, dalam situasi bahagia dia pusat seperti orang sakit.
“Maaf aku tertawa terus, aku bahagia, ini bagai mimpi bagiku,” kata Bastian, ia selalu memamerkan deretan gigi putihnya menunjukkan rasa bahagianya.
__ADS_1
bersambung...