Menikah Dengan Brondong

Menikah Dengan Brondong
Saat Ken ingin menikahi Rara


__ADS_3

“Terimakasih Ken, aku berutang budi sama bapak,” ujar Rara duduk di samping Kenzo, saat semuanya sudah diurus sama lelaki bertubuh tinggi besar tersebut.


“Baiklah Ra, mudah-mudahan Alvin cepat sembuh,” ucap Ken, pagi itu baru ia memutuskan menemui Rara, karena malam itu Bastian tidak memperbolehkan ya menemui Rara, ia hanya di minta mengurus administrasi .


“Iya Ra, jangan berterimakasih padaku,”


“Lalu aku harus berterimakasih pada siapa?” Rara menoleh Ken.


“Sama Bastian karena dia yang meminta ku datang ke sini”


“Baiklah, aku juga berterimakasih padanya nanti”


                             *


Apa yang dipikirkan Rara benar, kini wajahnya terlihat jelas di dalam berbagai berita, bersama Bastian, bahkan ia tidak ingat kalau Bastian memeluknya saat di rumah sakit.


“ Ah, hidupku dalam masalah besar,” ujar Rara saat melihat gosip artis di televisi.


“Jangan khawatir Ra, semua akan berlalu lihat aku, berita tentang aku lenyap juga , kan?”


“Iya, tapi ini berbeda Pak Ken, ini Bastian Salim dengan ibunya Hartati Salim yang berpikir seolah-olah ia mampu melakukan semuanya dengan uang, aku sebenarnya muak dengan pikiran-pikiran orang seperti itu, aku ingin sekali membalas kehinaan yang wanita itu lakukan padanya atau memberinya pelajaran , Tetapi aku kasihan pada Bastian”


“Apa kamu butuh bantuan?”


“Bisa  bantu apa Ken?” tanya Rara tidak bersemangat.


“Menikah denganku supaya keluarga itu tidak mengganggumu lagi”


“Apaaa Kamu gila …!?”


“Tidak, aku tidak gila, aku hanya membantu, banyak artis seperti itu,”ucap Ken dengan wajah serius.


“Aku bukan artis Kenzo artis itu lu sama Bastian, gue mah kagak”


“Kok jadi marah, aku hanya ingin membantu”

__ADS_1


“Lu bukan membantu, tapi mencari kesempatan di dalam kesusahan orang, elo itu itu gak berubah , Iya, gue pikir setelah di penjara hidup lu bakalan berubah”


“Kok kamu marah besar sih, aku hanya bercanda!” ujar Ken menenangkan Rara yang terbawa emosi saat diajak Ke menikah.


“Gue benci kalau pernikahan dijadikan mainan, gue benci menikah, apa harus menikah jalan keluarnya? lu sama saja ama emak gue, kesal tau gak”


“Ok, ok aku minta maaf, aku tidak tahu kalau kamu membenci pernikahan”


“Bukan benci Ken, gue mau menikah karena benar-benar karena saling suka dan di dukung keluarga kedua pihak. Mungkin pernikahan impian gue berlebihan, makanya gue jadi perawan tua,” ujar Rara kesal.


“Maaf Ra, kalau aku menyinggung, aku tidak tahu kalau kamu bakalan semarah itu.”


Ken, begitu kaget dengan kemarahan Rara, ia berpikir kalau Rara anti pernikahan.


“Padahal aku hanya membantu Ra, membantu melepaskan diri dari keluarga Bastian, mungkin kamu belum tahu seperti apa mereka, tetapi aku yang sudah berteman dengan Bastian sejak duduk di bangku Tk sudah tau semuanya tentang keluarga itu, ibunya tidak akan membiarkan begitu saja Ra yakin denganku,” ucap Ken ia sangat yakin dengan semua yang ia ucapkan.


  “Terimakasih Ken, aku akan menyelesaikannya sendiri, aku tidak mungkin melibatkan, menikah denganmu hanya karena menghindari masalah dari ibu Bastian, rasanya sangat disayangkan,” ujar Rara lebih tenang, karena sangat marah.


Rara sampai menyebut bosnya dengan sebutan ‘Loe’ begitulah sifat Rara kalau sudah marah.


“Lalu bagaimana sekarang? Kemarin kamu dengan Bastian lalu sekarang kamu sama Kenzo, apa yang kamu inginkan?” Matanya menatap Rara dengan tatapan merendahkan.


“Ibu salah paham, saya datang ke sini-”


“Periksa kehamilan atau ingin menggugurkannya?” tanya wanita itu dengan kejam.


‘Ia tidak tahu kalau Alvin di rawat di sini? Bagus lah, kalau begitu lebih baik ia memikirkan hal buruk tentang ku dari pada ia mengetahui tentang keadaan Alvin ‘Rara membatin.


Hartati tidak tahu kalau Alvin di rawat di rumah sakit. mungkin jika wanita tahu akan lebih menghinanya lagi, Rara tidak mau hal itu terjadi.


“Tante, jangan khawatir Rara bersamaku datang ke sini”


“Ken kamu harus hati-hati pilih teman wanita,” ujar Hartati .


“Rara, orang baik tante, dia orang yang akan saya nikahi jadi tante tidak perlu khawatir”

__ADS_1


Rara tidak membantah ia diam, tidak meng-iyakan juga. Dalam pikirannya ia hanya ingin wanita sombong itu meninggalkannya.


“Apa kamu berniat menikahinya?”


“Iya tante, mami mendukungnya”


“Dia sudah punya anak Ken, apa mami juga tahu hal itu?’


“Iya saya pikir sudah tahu tante”


“Baiklah, kok wanita macam dia diterima di keluargamu sih Ken, apa tidak ada wanita yang lebih baik lagi,” 


Wanita berpenampilan modis itu mencibir Kenzo. Lalu meninggalkan Rara dan Ken


“Maaf Ra, tadi aku-”


“Sudah lupakan saja anggap saja untuk menyelamatkanku dari ibu Bastian, mungkin aku akan menjilat ludahku sendiri, karena marah padaku tadi tentang pernikahan"


"Tapi apa benar kamu hamil, Ra?"


"Belum, mungkin nanti, masih menunggu diproses"


"Haaa! kamu melakukannya dengan Bastian?" tanya Ken dengan tatapan tidak percaya.


"Iya saat kami di Bali," ucap Rara, ia masih percaya kalau ia dan Bastian melakukannya, karena saat itu ia mabuk, makanya tidak bisa mengingat apa-apa sampai saat itu.


"Gila iya Bastian, harusnya ia berjuang untuk menikahi, berusaha meyakinkan keluarganya"


"Jangan menyalahkan nya Ken, ia sudah melakukan banyak hal, hanya saja ibunya tidak mudah menerima ku dan aku juga tidak ingin memaksa"


"Aku mau jadi ayah anak itu Ra, ayo menikah denganku"


"Kamu gila Ken, aku tidak akan menikah"


Bersambung..

__ADS_1


Bantu vote like iya kakak.


__ADS_2