
“ Sediakan tempat duduk untuk tamu kita.” kata rara dan tangannya merapikan amplop yang berisi duit .
“Ayah mau menuruti apa yang aku minta gak? Kata Rara terlihat tegas.
“Baiklah, aku akan melakukannya nak Ara.” katanya penuh harap.
“Jadikan aku sementara saat ini Direktur mengantikan Ayah, aku akan memberi mereka pelajaran yang tidak mau menurut pada Ayah,” kata Rara, terlihat marah.
“Baik ,” kata Bardi salim dengan yakin.
Disisi lain Hartati terlihat tertawa penuh bujuk rayu pada para pemegang saham dan para petinggi perusahaan, bahkan mereka di bagi-bagi bonus agar mereka mendukung ia sepenuhnya sebagai pemilik perusahaan itu.
Ia memasang senyum sana-sini tebar pesona agar mendapat dukungan, ia tidak tau, ia sendiri jadi bahan omongan , suara bisik terdengar di ruangan itu.
Karena melawan suaminya sendiri, bukannya berdiri di belakang suaminya dan mendukung suaminya malah melawan. Ia mempermalukan diri sendiri, itu sama saja membuka aib keluarganya kalau ia tidak akur dengan suaminya.
Para pengikutnya mulai merasa tidak nyaman, karena bos yang mereka ikuti jadi bahan perbincangan para pemegang saham.
Bahkan salah seorang dari pemegang saham protes, kenapa mereka malah di kumpulkan diruangan itu seperti di sekap.
“Sabar sebentar iya pak, kita menunggu waktu yang tepat,” kata sekretarisnya, padahal mereka di kumpulkan dan disuruh menunggu hanya mengulur waktu saja.
Dengan kemampuan yang di miliki Rara,seluruh rencana yang dia susun dengan rapi selama ini
,bisa mengumpulkan para pihak yang berwenang dalam hal pengambilan keputusan dalam perusahaan.
__ADS_1
Dalam waktu yang singkat dan memenuhi kriteria dalam pengambilan keputusan. Dengan segala data yang sudah dia miliki, ia tunjukkan pada setiap pemegang saham, membuat mereka yakin pada Rara.
Kemudian dia membawa mereka menghadap ke tempat di mana direktur utama Bardi salim berada, di sinilah keputusan besar akan di putuskan perusahaan dengan seluruh pemegang saham.
Rara di bantu sahabatnya Sukma dan Mario, dengan instruksi dari Rara, sehingga berjalan lancar,
dalam waktu singkat Sukma dan Mario bisa bertranformasi jadi andalan Rara untuk mendukung aksinya.
“Ayo Ayah,” kata Rara
Akhirnya rencana Rara berhasil mengumpulkan para pemangku saham.
“Tolong direkam,” kata pak Bardi dan semua kru bagian penyiaran ikut bekerja merekam mereka juga memasang audio pengeras suara, hingga sampai keruangan dimana Hartati berada.
“Terimakasih karena kalian berkumpul disini, saya Bardi salim sebagai Direktur dan pemilik
saya juga mengumumkan akan memecat orang yang selama ini berkhianat di perusaan saya,” kata Bardi terlihat api amarah di wajahnya.
“Tapi sebelumnya saya ingin menyampaikan bahwa saya Bardi salim ingin menyerahkan ke Pemimpinan saya pada Rara winarti,” kata Pak Bardi salim, membuat Hartati terloncat kaget dari tempat duduknya.
“ Hari ini, saya Bardi Salim sebagai Direktur utama dan Pemilik Perusaan akan menyerahkan jabatan sebagai Direktur utama XXTV. Saya serahkan pada Hartati Salim, ia adalah menantu saya, istri dari Bastian Salim,” katanya dengan lantang disambut tepuk tangan riuh.
Wajah Hartati terasa terbakar mendengar Rara diangkat sebagai Direktur, bukan hanya itu, hal yang selama ini ia sembunyikan kalau Rara menantunya di umumkan di didepan semua pegawai bahkan disiarkan di televisi . Bardi salim tidak lagi malu membuka masalah keluarganya yang selama ini ia tutupi.
“Berikan tepuk tangan untuk Direktur baru kita jadi mulai saat ini. Rara Winarti dan suaminya Bastian salim yang memegang kendali untuk perusaan ini .” Kata Bardi Salim.
__ADS_1
“Saya juga ingin menyampaikan nama-nama pejabat yang saya pecat sekarang juga.
Yang pertama saya memecat Hartati Pangestu sebagai komisaris perusaan ini secara resmi, dan kedua saya juga memecat Rudi sutomo sebagai Direktur penyiaran dan memecat Harton yang menjabat sebagai Kepala Produksi.” Ia memecat semua orang yang mengkhianatinya termasuk memecat istrinya sendiri.
Hartati tidak terima, ia berlari ke ruangan Aula ternyata sesuai perintah Rara. Mario dan dua orang keamanan menghalanginya masuk dan mengunci Hartati di salah satu ruangan. Hari itu hari yang kacau Bardi salim sangat marah. Ia bahkan memanggil polisi menyeret semua yang terbukti korupsi di perusahaannya.
Rara Resmi menjadi Direktur utama, dan Sukma menjadi Kepala divisi penyiaran sesuai permintaan Rara . bagai mimpi disiang bolong. Ia mendapat jabatan yang dalam mimpi sekalipun ia tidak pernah berpikir mendapat jabatan itu. Jabatan yang bisa nantinya menendang suami dari perusaan itu dan melemparnya ke jalanan, baik artis yang menjadi selingkuhannya.
“Baiklah, saya akan mengumumkan jajaran jabatan yang baru,” kata Pak Bardi merombak semua jabatan di perusahaannya dan menendang semua yang memihak pada istrinya selama ini.
Sukma berdiri di jajaran jabatan tinggi. Suaminya yang saat itu ada disana terlihat panik dan terkejut, apa lagi Sukma terlihat sangat berbeda hari itu. Mata mereka saling bertemu tapi Sukma langsung buang muka tidak memperdulikannya.
Rara sesuai janjinya tidak berpuas diri sampai disitu, ia memerintah bagian keamanan untuk menjaga gerbang, tidak memperbolehkan siapapun, tidak boleh keluar dan tidak ada yang boleh masuk.
Rara Ingin hari itu juga selesai, ia akhirnya bisa mengumpulkan para pemegang saham . Rara mengumumkan secara resmi. Salim group pemilik saham tertinggi di perusahaannya itu sekitar 60 % dan pangestu group di keluarkan dari hubungan kerja sama yang memiliki hanya sebesar 20% saham gabungan. Milik hartati sepuluh dan milik Ridho 10 Rara memangkas habis hingga menyisakan hanya 20% bahkan lebih mengejutkan lagi. Saham milik Rara bahkan sama dengan mertuanya memiliki saham sepuluh persen juga. Kini ia bisa membungkam mulut mertuanya, bila berani macam-macam lagi pada Keluarganya.
Ia bahkan membuat perusaan milik kelurga Ibu mertuanya anjlok sampai level paling dasar dengan kemampuan otaknya yang mampu meretas data.
Ia menyebarkan berita tentang di keluarganya Pangestu group dari hubungan kerja sama, karena tidak memiliki jiwa bekerja sama yang baik. Ia juga memberitakan tentang rencana Hartati yang akan merebut perusaan Salim Group. Beserta rekaman suara Ridho
Maka perusaan manapun yang mendengar akan takut bekerja dan memutuskan kerja dengan Pangestu group. Mereka takut senasib dengan salim Group. Suaminya sendiri ingin di tikung apalagi milik orang lain .
Maka perdetik itu juga, sahamnya langsung jatuh ke level paling dasar , hingga Kakak lelaki mertuanya terkena serangan jantung. Karena terkejut mendengar berita buruk itu.
“Mampus rasain,” kata Bardi salim terlihat sumringah melihat berita itu, akhirnya keinginannya tercapai, perusahaanya akhirnya lepas dari benalu seperti Pangestu group. Itu semua berkat kejeniusan otak menantunya Rara Winarti.
__ADS_1
Bersambung