Menikah Dengan Brondong

Menikah Dengan Brondong
Memancing kemarahan Bastian


__ADS_3

Akhirnya Rara menjadi bodyguard untuk Kenzo, kemana pun lelaki itu pergi Rara akan selalu bersamanya, hubungan keduanya mulai akrab, Kenzo sedikit demi sedikit memahami sifat bar-bar Rara, lelaki itu yang berubah mengikuti sifat Rara.


“Ra, apa kamu sudah siap bertemu dengan mantan majikan mu?” tanya Kenzo menggoda Rara.


“Gue mah gak ada masalah, eh aku tidak ada masalah Pak, emang kenapa?”


“Ok, siapkan dirimu”


“Untuk?”


“Aku dan Bastian terlibat dalam satu proyek film”


“Oh, tidak apa-apa”


“Yakin tidak apa-apa?” Kenzo mengangkat sebelah alisnya.


“Tidaklah, tidak apa-apa”


Hari berlalu dengan cepat, Bastian dan Ken terlibat dalam satu film, itu artinya Rara dan Bastian akan bertemu setelah beberapa bulan ia meninggalkan apartemen.


Benar saja, Ken dan Rara baru saja turun dari mobil di lokasi syuting di daerah Jambore Jakarta timur.


“Ra, kamu yakin tidak apa-apa bertemu dengan majikan mu?”tanya Ken memastikan.


“Aku pikir tidak apa-apa selagi Bapak tidak menambah masalah”


“Memangnya apa yang akan aku lakukan?” tanya Kenzo menekan kening Rara dengan satu jarinya.


Syuting belum mulai, Rara dan Ken memilik berjalan-jalam di di pinggir danau di dalam Jambore.


“Apa kamu yakin tidak melakukan apa-apa?” tanya Rara melipat tangan di dada. Keakrabannya dengan Ken mengundang perhatian kru film. Rara wajah yang cantik, hanya saja penampilan yang tomboi.


“Memang aku sejahat itu apa?” Kenzo tertawa lepas.


Saat ia bercanda bersama Rara, ia baru menyadari kalau Bastian menatap keduanya dengan tatapan sinis, tetapi melihat tatapan Bastian yang marah, membuatnya semakin berusaha membuat Bastian cemburu.


“Jangan mengharapkan apa-apa dariku, Pak Ken”


“Maksudnya?”


“Antara aku dan Pak Bastian itu tidak ada apa-apa, jadi berhentilah,” ujar Rara, ia tahu Kenzo berusaha memanas-manasi Bastian.


“Apa kamu yakin?” Ken tersenyum.


“Iya,” ucap Rara berjalan menuju tepi danau Jambore menikmati udara segar, lalu menutup mata berdiri di pinggir danau.


“Bagaimana kalau aku mencium mu, apa dia marah?”

__ADS_1


“Apaaa! Loe gila” pekik Rara, tidak sengaja mendorong tubuh Kenzo ke dalam danau.


Lelaki itu seakan-akan tidak mau tercebur sendiri. Petaka terjadi ... niat hati hanya bercanda mala kecebur.


Ken, menarik tangan Rara dan mereka berdua ter terhempas ke danau, basah kuyup dengan segala ponsel dan dompet basah.


“Gila kamu Raaa, aku basah!” teriak Ken, mereka berdua jadi bahan tertawaan teman artis dan kru film.


“Dengar … dari pada kita jadi bahan tertawaan mereka, bagaimana kalau kita balapan berenang dari sini sampai ke ujung sana, siapa yang menang traktir Pizza satu meter,” bisik Rara. Rara selalu punya cara untuk mencairkan suasana.


“Ok siapa takut, tetapi pakaianmu sudah tembus pandang”


“Justru itu”


Ia berenang, tetapi Ken jauh lebih hebat darinya, lelaki itu berenang dengan cepat hingga tiba di seberang danau.


Ken merebahkan tubuhnya, setelah tiba di bibir danau, jauh dari orang yang menertawakan mereka.


Sementara Rara masih setengah jalan, ia tidak kuat lagi untuk meneruskan. Tiba-tiba Bastian, menarik kapal bebek mendayung nya dengan cepat, ia tahu kalau Rara kurang mahir berenang, maka ia menolongnya mengunakan kapal berbentuk bebek itu.


“Ulur, kan, tanganmu Ra”


Rara tidak menolak, ia memang sudah hampir kehabisan napas.


Bastian menarik tubuh Rara naik ke atas kapal, semua mata melihat Bastian, kini, keduanya seolah-olah memperebutkan Rara.


“Aku tahu kamu akan melakukan itu Tian, sampai kapan kamu menyimpan rapat perasaanmu pada wanita itu, ini semakin menarik,” ujar Ken dengan segala pikiran jahat.


  Dalam kapal bebek itu, Rara menutupi bagian dadanya yang ter-ekpos, karena pakaian yang ia kenakan tipis, memperlihatkan bagian kenyal di dadanya.


 “Terimakasih Pak Bastian, tetapi tidak seharusnya kamu menolongku, ada banyak mata di sini, nanti Bapak repot sendiri”


“Tidak apa-apa, kamu tidak seharusnya berenang di danau kotor itu juga, kan”


“Iya tadinya tidak niat, itu kecelakaan kecil, kaki Ken kepeleset dan terjatuh lalu menarikku, tidak ada rencana mau berenang dan basa-basahan”


  Lalu Bastian membuka pakaiannya memberikan pada Rara.


“Apa yang kamu lakukan, lihat semua kamera mengarah ke sini,” ucap Rara merasa tidak enak.


“Pakaianmu sangat tipis Ra, memperlihatkan bagian tubuhmu”


Rara menutup bagian depannya dengan kedua tangannya memeluk tubuhnya sendiri.


“Bawakan aku ke sisi sebelah sana saja, aku harus peras pakaian ini"


 Bastian membalikkan badan kapal berbentuk bebek tersebut, membawanya kearah ke tempat agak sepi.

__ADS_1


"Halangi aku dengan tubuhmu dan bantu aku memeras pakaianku"


"Kira-kira dong Ra, kamu mau buka pakaian di sini?" ujar Bastian merentangkan jaket miliknya berusaha menutupi tubuh Rara.


" Mau bagaimana lagi tidak ada pilihan, ini bantuin peras"


Tiba-tiba Rara melepas pakaiannya dan memeras pakaiannya yang basah.


Walau orang tidak melihatnya. Namun Kenzo melihat apa yang terjadi, membuatnya sangat kaget, karena terlihat sangat jelas , tidak ada jarak antara Bastian dan Rara, Bastian malah membantu Rara memegangi celana yang ia peras


“Hubungan seperti apa yang sebenarnya yang kalian bangun," ucap Kenzo, ia berdiri melihat kapal berbentuk bebek tersebut.


Sejak saat itulah, lelaki berkulit gelap itu yakin antara Rara dan sahabat nya, memiliki hubungan yang lebih dari sekedar majikan dana asisten rumah tangga.


“Bagaimana kamu memakai pakaian basah seperti ini?" Bastian khawatir.


“Ini sudah lumayan dari yang tadi, tapi sekarang kolor ku yang terasa tidak enak,” ucap Rara tanpa sungkan.


“Jangan membukanya lagi, lihat banyak orang di sini, di mobil ada pakaian ganti aku bawa, kita ke sana saja,


"Ada kolor gak?” tanya Rara masih dengan sikap seperti biasa.


“Kolor perempuan tidak ada, tapi kolor ku ada yang masih baru”


“Aku pakai itu saja”ucap Rara tanpa ada sungkan.


"Ok" Bastian menggowes perahu bebek ke tepi pantai di ujung danau.


Biasanya dia selalu pakaian kemeja lengan panjang jika bersama Bastian, tetapi karena pekerjaan saat ini pengawal Ken, ia memakai kaos berwarna putih.


Tetapi saat tiba di tepi danau ternyata Ken sudah menunggu mereka di sana.


“Ini Ra, ayo ganti di mobil saja, ada pakaianku yang bersih di sana, cepat sebelum orang-orang itu datang ke sini, kembalikan pakaian Bastian,” ujar Ken memberikan handuk.


“Oh, iya Bapak benar, ini Pak Bastian, terimakasih,” ucap Rara, ia memberikan jaket Bastian dan mengambil handuk dari tangan Ken.


Bastian hanya diam, saat Ken menarik tangan Rara dan membawanya berlari kecil menuju mobil.


Ada bagian yang sangat sakit di dalam dadanya, saat Ken, memegang tangan Rara, membawanya pergi. Namun, ia tidak bisa berbuat apa-apa, hanya diam dan melihat keduanya menjauh, lalu menghilang di balik pepohonan. Ia membiarkan sahabatnya, akrap dengan wanita yang membuatnya sangat berbeda belakangan ini.


Akan tetapi antara ia dan Rara seakan-akan ada jurang yang membentang diantara mereka berdua, sala satunya penolakan yang dilakukan Ibu Bastian.


"Mungkin aku akan membiasakan diriku melihat mereka," ujar Bastian, lalu ia berjalan kembali ke arah kru film yang sudah menunggunya


Bersambung ....


Bantu Vote like Kakak Kasih komentar kalian donk tentang bab ini

__ADS_1


__ADS_2