
“Hai mbak sukma,” sapa Bastian basa-basi “ Oh iya paman ini istriku wanita yang aku ceritain dulu pada Paman .” Kata Bastian memperkenalkannya, ia bersikap seolah tidak tau kalau Rara mantan tunangan pamannya.
“Oh.” Pamannya mengangguk.
“Aku tidak tau apa sebenarnya yang terjadi, tapi aku mau bilang sekali lagi, Ara sudah menikah, jadi saya harap masa lalu biar jadi masa lalu, jangan menggangu lagi satu sama lain.” Sukma selalu mau di depan untuk sahabatnya.
Ia menarik tangan Rara meninggalkan Bastian dan Ridho masih menatap mereka berdua.
Rara masih memegang dadanya, dengan nafas naik turun, ia terlalu fokus pada Ibu mertuanya, ia tidak menduga kalau Mertuanya akan membawa Ridho mantan tunangannya saat ini.
“Kita duduk disini saja, loe mending batalin dulu deh puasa loe , karena loe butuh minum sebab terlihat muke loe udah pucat tuh.” Kata Sukma menarik Rara ke salah satu café yang kebetulan buka di bulan puasa.
“Iya, loe betul, mey, gue terlalu shock ni jantung gue belum normal.” Kata Rara
“Kita pesan minum dingin aja dulu, gue juga kagak puasa karena uda dua hari gue M,” kata Sukma memesan minum dingin.
Rara masih mengipas-kipas wajahnya dengan tangannya ia merasa wajahnya terasa panas. Di serang dengan mantan tunangan membuatnya lemah.
“Mertua gue memang hebat bangat iya, ah otakku belum jernih untuk berpikir,” kata Rara memijat-mijat kepalanya.
“Sebentar, gue belum paham tadi, maksudnya Ridho itu paman Bastian? Jadi keluarga yang dulu menyakitimu keluarga dari Ibu Bastian?” Sukma menggaruk –garuk kepalanya ia juga kebingungan. “Ridho Pangestu dan Hartati pangestu dan group Pangestu, benar mereka semua sama kenapa kita tidak menyadarinya selama ini, Kakaknya wanita penyihir dan adik laki-lakinya tukang tipu, benar sekali mereka keluarga yang jahat, bagaimana loe menghadapi ini Ra.” Kata sukma ia langsung menyeruput minuman dingin yang ia pesan.
“Gue juga tidak tau mey, gue juga bingung apa ibu mertua juga sudah mengetahuinya dari awal?” Rara memijit kepalanya, baginya bertemu lelaki itu saja sudah sangat berat apalagi kalau ia dari keluarga Bastian.
“Loe tidak ada perasaan lagi buat dia kan Ra?” Ia menatap sahabatnya dengan tatapan penasaran. Karena ia tau Rara dulu sangat mencintai lelaki itu, ia tau Rara pernah menyakiti dirinya karena Ridho . Ia takut kalau Rara masih menyimpan perasaan lama pada lelaki itu. Jika itu terjadi, maka tidak adil bagi bastian
Rara diam, ia menimbang pertanyaan sahabatnya, Ia memeriksa sudut hatinya, banyak kenangan indah dengan mantan tunangannya yang masih tersimpan jauh di lubuk hatinya, tidak mudah baginya menghilangkan itu, apa lagi saat ini ia muncul kembali.
“Ya ampun Ra, jangan bilang loe sama dia masih suka, suka sama si brengsek itu. Ini tidak adil buat Bastian yang sudah mati-matian bela-belain kamu kata”Sukma mata cipitnya menatap Rara dengan kemarahan.
“Enggak, Mey, justru aku semakin benci ama ibu mertua gue, Gue jadi curiga jangan-jangan ia yang terus menguntit calvin belakangan ini, sejauh mana ia menyelidiki keluarga ku dan hidupku.” Wajah Rara terlihat merah padam “ Tadinya niatnya gue mau minta restu dengan baik-baik , tapi sepertinya tidak bisa dengan cara itu, jika ia bisa melakukan semuanya dengan kekuasaan dan duit yang punya gue bisa melakukan sesuatu dengan kemampuan otak gue,” Rara terlihat mengepal tangan dengan marah.
Tapi tidak beberapa lama Ridho meneleponnya,
__ADS_1
“Ini lihat, adik sama kakak sama gilanya, dari mana ia mendapat nomor gue,” rutuk rara menunjukkan ponselnya pada sukma.
“Pasti Bastian yang ngasih,” jawab sukma ikut melirik layar ponsel Rara.
“Ada apa?” Jawab Rara dengan suara ketus.
“Apa kita bicara baik-baik, sugar?”
Ini orang masih panggil Sugar, sugar saja sih, emang gue gula apaan, kata Rara dalam hatinya.
“Bicara untuk apa?”
“Ada hal yang penting yang ingin aku bicarakan.” Kata Ridho di ujung telepon
“Boleh, loe datang saja kesini ada Sukma di sini.”
“enggak, kita bicara berdua saja.” Bujuk ridho.
“Kagak, loe mau datang apa enggak itu bukan urusan gue, tidak ada hubungan lagi.” Kata Rara
Rara memberikan alamatnya, tidak berapa lama ia datang, masih dengan pesona ketampanannya sama seperti dulu.
“Gue duduk di sini iya, gue juga pesan minum, gue gak puasa sama seperti kalian.’
“Loe gak puasa kita mah, tidak heran,” kata sukma jutek
“Anaknya udah berapa Mey?” Ridho basa –basi
“Kalau mau ngomong-ngomong saja, mau bilang apa?.” Rara menatapnya.
“Iya pada jutek bangat sih.”
“Ok, anak gue 4 udah?” tanya sukma.
__ADS_1
“Wah, hebat, anak saya baru 1, umur 3 tahun, bagaimana anak kamu Ra, sehat?
“Tunggu, kok kamu tau ia punya anak?” Rara dan Sukma saling menatap.
“Bukankah kamu mengadopsi anaknya Yolanda? Aku hanya ingin tau bagaimana kabarnya.
“Kamu pergi tepat setelah , yolan pergi, gue belum cerita kalau gue yang adopsi,?” Kata Rara penuh curiga.
“Jangan-jangan loe main belakang sama Yolanda di belakang Rara, siapa yang menduga, karena kata Yolanda ia bertemu pangeran kaya jangan-jangan loe yang di maksud pangeran kaya itu. Secara loe banyak bohongnya sama banyak dustanya.” Kata sukma menuduh
Wajahnya langsung memerah karena tuduhan Sukma, ia bersikap serba salah Rara dan sukma saling menatap.
“Bukan, tidak ada seperti ia mengelak tapi raut wajahnya menunjukkan hal lain
“Berarti loe tau dong siapa Ayah Calvin?” Rara bertanya dengan raut muka lebih serius lagi.
“Ah-itu, aku tidak tau.” Ia terlihat gelagapan
“Ini mencurigakan.” Sukma memburunya dengan berbagai pertanyaan.
“Aku merasa gerah, pesan minum lagi deh, kata Rara terlihat mulai tidak sabar.
“Bukan seperti itu, sebenarnya aku tidak tau kalau wanita yang di nikahin Bastian itu kamu Ra, waktu kakak memberikan Fotomu aku juga kaget sama seperti kamu kata Ridho.
“Baiklah, sekarang apa tujuan kamu datang kembali?” Tanya Rara menyeruput minuman dingin yang ia pesan, ia merasa semuanya semakin rumit.
“Aku datang ingin menggagalkan pernikahan kalian dan Bastian.”
Mulut Rara ternganga- dan sukma juga,
“Terus, loe mau gitu?” tanya sukma terlihat semakin gelisah
“Gue sekarang duda mempunyai anak satu orang , terus apa salahnya.”
__ADS_1
“Gile loe masih saja mulut loe gampang ngomong, seperti yang dulu,” kata Rara terlihat semakin marah. “ Gue gak peduli kamu di suruh ibu mertuaku menghancurkan pernikahan kami, tapi gue mau bilang gue bahagia sekarang, Bastian lelaki yang baik.” Kata rara dengan nada marah. “ Jangan coba-coba loe deketin gue lagi.gue buat babak belur,” kata Rara dengan nada mengancam.
Bersambung ..