
“Apa yang kamu lakukan?” apa kamu harus bersikap rendahan seperti itu” kata Pak Bardi pada istrinya yang kali ini memegang kepalanya dan pipinya.
“Aku sudah bilang, aku tidak menyukainya”
“Bu, yang menjalani pernikahan ini Tian bukan ibu. Mereka sudah baik Bu, tidak mengungkit kelakuan Ibu pada ayahnya Rara” Bastia seolah mencibir ibunya.
“Memang apa yang kamu lakukan ?” Suasana makin Panas saat Ayah Bastian akhirnya mengetahui apa yang sudah dilakukan pada keluarga Rara.
Hingga tiba di rumah besar itu. Bastian langsung melengos masuk kedalam kamarnya, meletakkan tubuhnya di tempat tidur dengan perasaan campur aduk, ada rasa malu pada keluarga Rara, sebagai seorang anak Ia kasihan pada ibunya karena dapat pemukulan dari Mertuanya dan dapat kemarahan dari Ayahnya juga. Ia memijat-mijat kepalanya yang terasa berdenyut-denyut.
Rara tau kalau Bastian suaminya pasti sedih, di permalukan ibunya sendiri seperti itu, Ia juga tadi terlihat sedih saat ibunya di bentak Ayahnya sebagai seorang anak ia pasti tidak melihat kemarahan Ayahnya pada ibunya.
Bastian yang memilih mengunci diri di kamarnya, ia membiarkan Ibu dan Ayahnya bertengkar hebat sampai-sampai samar terdengar kata Pisah
~Panggilan masuk~
~Panggilan masuk~
Nada suara panggilan ponsel Bastian.
Ia dengan malasnya meraih ponselnya, tapi setelah ,melihat nama pemangillnya istrinya, ia langsung bersemangat, bercampur ada rasa khawatir.
“Halo, sayang”
“Halo juga sayang” jawab Rara dengan sedikit manis dan untuk pertama kalinya membalas kata “sayang” ia ucapkan
“Ada apa Ra?”
“Kamu lagi ngapain.Tian?”
“Mengunci diri di kamar” ia menjawab apa adanya.
“Apa semua baik-baik saja ?”
“Tidak Ra, tidak ada yang baik, ibu dan Ayah lagi perang di kamar, kepalaku rasanya sakit” Kata Bastian ingin rasanya bermanjaan di pangkuan istrinya.
“Apa , kamu perlu aku , apa aku datang ke situ?”
“A-apa Bastian meloncat dari kasurnya “ Ra, apa kamu serius”
“Keluargaku mengundangmu secara khusus makan malam di rumah kami, apa kamu mau datang?’
Wajah Bastian terlihat kaget seperti dapat cek berharga. Ia berdiri dengan gagah di depan kaca.
“Apa mereka tidak marah padaku Ra, tadi kata ibu ia tidak menganggapku dan tidak akan menerimaku” kata Bastian meneliti.
“Ibu yang mengundangmu khusus ke sini, kita juga kebetulan ada acara setiap kali menyambut bulan Puasa, jadi kita buat acara di rumah.
“Apa kamu mau datang malam ini , biar aku kabarin ibu,”
__ADS_1
“Tentu aku datang kalau ibu yang suruh datang, wajah bastian terlihat sangat bahagia pertengkaran ayah dan ibunya di biarkan saja sebagai irama lantunan musik versi baru, karena semua barang hancur mengeluarkan suara praaang,prung.
Bastian tidak menghiraukan pertengkaran ibu dan ayahnya, ia bersenandung, dengan ceria masuk kedalam kamar mandi
Ia mempersiapkan diri ingin menemui mertuanya dan istrinya malam ini.
Bersiul kecil dan sesekali ia menari-nari ala boy band korea.
Ia melupakan kemarahannya hari ini, ia memilih bersantai dan bersiap-siap untuk kerumah Rara.
Kediaman Rara terlihat sangat ramai, karena Emaknya sudah resmi pindah dan bersatu dengan suaminya.Paman Rara adik laki-laki dari ibunya yang tinggal di bekasi datang juga untuk menyambut Puasa bersama.
Karena Rara tidak memiliki banyak kelurga, hanya adik laki-laki ibunya yang saudara mereka.
Rara baru tau, kalau babehnya Rara aslinya bekasi dan anak yatim piatu sama ibu yang melahirkannya juga,
Babehnya Rara sedikit demi sedikit akhirnya mau terbuka dengan kehidupan masih kecil Rara, ia ingin melepaskan beban yang ia simpan selama ini.Tapi saat babehnya mulai membuka diri tentang masa lalunya, ia juga banyak tersenyum saat ini.
Di rumah rara terlihat sangat ramai, keluarga Rara dan Sukma sudah sangat dekat. Maka setiap tahun mau menjelang puasa kelurga mereka selalu buat acara, makan -makan bersama.
“Bagaimana?” Tanya sukma saat Rara selesai menelepon
“Ia mau tapi aku sedikit khawatir terlalu ramai, nanti malah ia merasa pusing karena ia tidak suka yang berisik” kata Rara
“Justru ini enak Ra, ada kebersamaanya, gue yakin Bastian akan menemukan keluarga yang berbeda dari keluarga ini,gue yakin ia akan senang karena keluarga loe itu hangat dan ramai” Kata sukma
“Wah, Ibu soimah beruntung iya, anak perempuannya sudah gede tinggal menikah mereka , bahkan satu katanya menantu ibu Artis iya bu, kata anak saya kemarin lihat” Kata seorang ibu tetangganya yang kebetulan mampir melihat keramaian di rumah Rara.
“Iya bu menantu saya artis yang sering di Tv Bastian salim”
“Hati-hati loh bu jika menantunya Artis yang ada nanti kawin cerai” kata seorang ibu.
Emak soimah sudah biasa menerim sindiran seperti itu
Memang sudah kodrat para ibu memang selalu bergosip, tergantung kita menanggapinya. Emaknya rara mengambil hikmah dari setiap masalah, saat ini tidak mudah terpancing emosi lagi, seperti dulu-dulu.
Bastian ingin menjadi menantu kesayangan ia bingung mau oleh-oleh untuk di bawa ke rumah Rara.
“Ra” apa yang aku bawa kerumah nanti oleh-oleh yang cocok?”
Tanya Bastian lewat pesan chating, ia sudah rapi dan siap untuk datang padahal, ia di suruh datang untuk makan malam padahal sat itu masih siang.
“Memang sudah mau datang?” Tanya Rara penasaran
“Sudah, saya sudah Rapi” tinggal meluncur.
“Bohong, coba foto” kata Rara tidak percaya
Dengan baik hati ia memfoto dirinya, dan mengirim ke istrinya,
__ADS_1
Ia berpose di salah satu toko cake, belanja oleh-oleh yang akan di bawa kerumah Rara.
Rizki adik Rara membawa teman-temannya yang penasaran ingin melihat Bastian.
“Kak, mana?” Tanya Rizki dengan raut wajah penasaran
“Siapa?” tanya Rara wajah berkerut.
“Suami kakak, kak Bastian, teman-teman Rizky sengaja ikut karena mau lihat kak Bastian.”
“Loe bergosip pada teman-teman ,iya tanya sukma menatap Rizki
‘Kagak, kak Mey mereka lihat kakak Rara di berita, mereka tidak percaya saat aku bilang Kak Bastian sudah menikah dengan kakak” kata Rizky anak remaja berkulit hitam manis itu membawa tiga orang cewek dan tiga laki-laki, untuk ikut ke rumahnya dan sekalian ingin melihat Bastian.
Baru juga di omongin lelaki tampan itu sudah datang
Mobil Ferrari berwarna merah itu tiba di depan rumah Rara
“Itu dia tunjuk rizki pamer pada teman-temannya, tentu saja teman-temanya ceweknya
Bastian keluar dari mobilnya dan membawa tentengan buah tangannya oleh-oleh untuk keluarga Rara.
Rara masih berdiri di depan halaman rumah
Hai sayang, nungguin aku Ya,” Sapa Bastian mendekat
Melihat Bastian datang, ia jadi bahan perhatian
Tidak ingin suaminya jadi tontonan orang-orang ia membawa Bastian kerumah.
Makan bersama, terasa keluarganya dan kompak itu yang di lihat Bastian dari keluarga Rara,
Yang tidak ia dapatkan dari keluarga besarnya.
“Ok besok lusa kita sudah berpuasa, ia awal baru dan Puasa pertama untuk Ara , semoga kalian berdua bisa menjalankannya,” kata Babehnya Rara.
Bersambung ….
Bantu Vote iya kakak untuk karya ini tolong tekan like dan jangan lupa berikan hadiah juga.
Baca juga karyaku yang lain.
-Cinta Untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (ongoing)
-Bintang Kecil untuk Faila
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoi
__ADS_1