Menikah Dengan Brondong

Menikah Dengan Brondong
Masakan menantu


__ADS_3

“Apa yang kamu lakukan?” apa kamu harus  bersikap rendahan seperti itu” kata Pak Bardi pada istrinya yang kali ini memegang kepalanya dan pipinya.


“Aku sudah bilang, aku tidak menyukainya”


“Bu, yang menjalani pernikahan ini Tian bukan ibu. Mereka sudah baik Bu, tidak mengungkit kelakuan Ibu pada ayahnya  Rara” Bastia seolah mencibir ibunya.


“Memang apa yang kamu lakukan ?” Suasana makin Panas saat Ayah Bastian akhirnya mengetahui apa yang sudah dilakukan pada keluarga Rara.


Hingga tiba di rumah besar itu.  Bastian langsung melengos masuk kedalam kamarnya,  meletakkan tubuhnya di tempat tidur dengan perasaan campur aduk, ada rasa malu pada keluarga Rara,  sebagai seorang anak Ia kasihan pada ibunya karena dapat pemukulan  dari Mertuanya  dan dapat kemarahan  dari Ayahnya juga. Ia memijat-mijat kepalanya yang terasa  berdenyut-denyut.


Rara tau kalau Bastian suaminya pasti sedih, di permalukan ibunya sendiri seperti itu, Ia juga tadi terlihat sedih saat ibunya di bentak Ayahnya sebagai seorang anak  ia pasti tidak melihat kemarahan Ayahnya pada ibunya.


Bastian yang memilih mengunci diri di kamarnya, ia membiarkan  Ibu dan Ayahnya  bertengkar hebat sampai-sampai samar terdengar kata Pisah


~Panggilan masuk~


~Panggilan masuk~


Nada suara panggilan ponsel  Bastian.


Ia  dengan malasnya meraih ponselnya, tapi setelah ,melihat nama pemangillnya istrinya, ia langsung bersemangat, bercampur  ada rasa khawatir.


“Halo, sayang”


“Halo juga sayang”  jawab Rara dengan sedikit manis dan untuk pertama  kalinya membalas kata “sayang” ia ucapkan


“Ada apa Ra?”


“Kamu lagi ngapain.Tian?”


“Mengunci diri di kamar” ia menjawab apa adanya.


“Apa semua baik-baik saja ?”


“Tidak Ra, tidak ada yang baik, ibu dan Ayah  lagi perang di kamar, kepalaku rasanya sakit” Kata Bastian ingin rasanya bermanjaan di pangkuan istrinya.


“Apa , kamu perlu  aku , apa aku datang ke situ?”


“A-apa Bastian meloncat dari kasurnya “ Ra, apa kamu serius”


“Keluargaku mengundangmu secara khusus makan malam di rumah kami, apa kamu mau datang?’


Wajah Bastian terlihat kaget seperti dapat cek  berharga. Ia berdiri dengan gagah di depan kaca.


“Apa mereka tidak marah padaku Ra, tadi kata ibu ia tidak menganggapku dan tidak akan menerimaku” kata Bastian meneliti.


“Ibu yang mengundangmu khusus ke sini, kita juga kebetulan ada acara setiap kali menyambut bulan Puasa, jadi kita buat acara di rumah.


“Apa kamu mau datang  malam ini , biar aku kabarin ibu,”

__ADS_1


“Tentu aku datang kalau ibu yang suruh datang, wajah bastian terlihat sangat bahagia pertengkaran ayah dan ibunya di biarkan saja sebagai irama lantunan musik versi baru, karena semua barang hancur mengeluarkan suara praaang,prung.


Bastian tidak menghiraukan pertengkaran ibu dan ayahnya, ia bersenandung, dengan ceria masuk kedalam kamar mandi


Ia mempersiapkan  diri ingin menemui mertuanya dan istrinya malam ini.


Bersiul kecil dan sesekali ia menari-nari ala boy band korea.


Ia melupakan kemarahannya hari ini, ia memilih  bersantai dan bersiap-siap untuk kerumah Rara.


Kediaman   Rara terlihat sangat ramai, karena Emaknya sudah resmi pindah dan bersatu dengan suaminya.Paman Rara adik laki-laki dari ibunya yang tinggal di bekasi datang juga untuk menyambut Puasa bersama.


Karena Rara tidak memiliki banyak kelurga,  hanya adik laki-laki  ibunya yang saudara mereka.


Rara baru tau, kalau babehnya Rara aslinya bekasi dan anak yatim piatu sama ibu yang melahirkannya juga,


Babehnya Rara sedikit demi sedikit akhirnya mau terbuka  dengan kehidupan  masih kecil Rara, ia ingin melepaskan beban yang ia simpan selama ini.Tapi saat babehnya  mulai membuka diri tentang masa lalunya, ia juga banyak tersenyum saat ini.


Di rumah rara terlihat sangat ramai,  keluarga Rara dan Sukma sudah sangat dekat.  Maka setiap tahun  mau menjelang puasa kelurga mereka selalu buat acara,  makan -makan bersama.


“Bagaimana?” Tanya sukma saat Rara selesai menelepon


“Ia mau tapi aku sedikit khawatir  terlalu ramai, nanti malah ia merasa pusing karena ia tidak suka yang berisik” kata Rara


“Justru ini enak Ra, ada kebersamaanya, gue yakin Bastian akan menemukan keluarga yang berbeda dari keluarga ini,gue yakin ia akan senang karena keluarga loe itu hangat dan ramai” Kata sukma


“Wah, Ibu soimah beruntung iya, anak perempuannya sudah gede tinggal menikah mereka , bahkan satu katanya menantu ibu Artis iya bu, kata anak saya kemarin lihat” Kata seorang ibu tetangganya yang kebetulan mampir melihat keramaian di rumah Rara.


“Iya bu menantu saya artis yang sering di Tv Bastian salim”


“Hati-hati loh bu jika menantunya Artis yang ada nanti kawin cerai”  kata seorang  ibu.


Emak soimah sudah biasa menerim sindiran seperti itu


Memang sudah kodrat para ibu memang selalu bergosip, tergantung  kita menanggapinya. Emaknya rara mengambil hikmah dari setiap masalah, saat ini tidak mudah terpancing emosi lagi, seperti dulu-dulu.


Bastian ingin menjadi menantu kesayangan ia bingung mau oleh-oleh untuk di bawa ke rumah Rara.


“Ra” apa yang aku bawa kerumah  nanti oleh-oleh  yang cocok?”


Tanya Bastian lewat pesan chating, ia sudah rapi dan siap untuk  datang padahal,  ia di suruh datang untuk makan malam padahal  sat itu masih siang.


“Memang sudah mau datang?”  Tanya Rara penasaran


“Sudah, saya sudah Rapi”  tinggal meluncur.


“Bohong, coba foto” kata Rara  tidak percaya


Dengan  baik hati ia memfoto dirinya, dan mengirim ke istrinya,

__ADS_1


Ia berpose di salah satu toko  cake, belanja  oleh-oleh yang  akan di bawa kerumah Rara.


Rizki  adik Rara membawa teman-temannya yang penasaran ingin melihat Bastian.


“Kak, mana?”  Tanya Rizki dengan raut wajah penasaran


“Siapa?” tanya  Rara wajah berkerut.


“Suami kakak, kak Bastian, teman-teman Rizky  sengaja ikut  karena mau lihat  kak Bastian.”


“Loe  bergosip pada teman-teman ,iya tanya sukma menatap Rizki


‘Kagak, kak Mey mereka lihat kakak Rara di berita, mereka tidak percaya saat aku bilang Kak Bastian sudah menikah dengan kakak” kata Rizky anak remaja berkulit hitam manis itu membawa tiga orang cewek dan tiga laki-laki, untuk ikut ke rumahnya dan sekalian ingin melihat Bastian.


Baru juga di omongin  lelaki tampan itu sudah datang


Mobil Ferrari berwarna merah itu tiba di depan rumah Rara


“Itu dia tunjuk rizki pamer pada teman-temannya, tentu saja teman-temanya ceweknya


Bastian  keluar dari mobilnya dan membawa tentengan   buah tangannya oleh-oleh untuk keluarga Rara.


Rara masih berdiri di depan halaman rumah


Hai sayang, nungguin aku Ya,” Sapa Bastian mendekat


Melihat Bastian datang, ia jadi bahan perhatian


Tidak ingin suaminya jadi tontonan orang-orang ia membawa Bastian kerumah.


Makan bersama, terasa keluarganya dan kompak itu yang di lihat Bastian dari keluarga Rara,


Yang tidak ia dapatkan dari keluarga besarnya.


“Ok besok lusa kita sudah berpuasa, ia awal  baru dan Puasa pertama untuk Ara , semoga kalian berdua bisa menjalankannya,” kata Babehnya Rara.


Bersambung ….


Bantu Vote iya kakak untuk karya ini tolong tekan like dan  jangan lupa berikan hadiah juga.


Baca  juga karyaku yang lain.


-Cinta Untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)


-Bintang Kecil untuk Faila


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoi

__ADS_1


__ADS_2