
Ayah, memaafkan seseorang di Bulan Ramadan itu besar Pahalanya, kalau ayah memasukkan ibu ke penjara, apa kata orang? kegagalan Istri itu kegagalan suami juga Ayah” Kata Rara, ia memberi nasehat pada Ayah mertuanya dengan penuturan yang berbeda, akhirnya ia menerima dan mendengar nasehat dari Rara.
Padahal selama ini Bardi Salim terkenal dengan otaknya yang keras dan tidak pernah mau mendengar nasehat orang lain.Tapi Rara Winarti menantunya dapat menasehatinya dengan baik dengan cara yang unik bukan dengan sikap menekan dan memaksakan ke hendak.
“Baiklah nak Rara, Besok Ayah akan melakukanya,” ucapnya kemudian
“Aku akan menemani ayah, tapi tidak usah ajak Bastian kita berdua saja” Kata Rara yakin
“Lah, kenapa!?” Wajah Ayah mertuanya makin bingung dengan permintaan Rara.
“Aku tidak ingin Bastian merasa berhutang pada saya, Ayah, ia akan merasa di kasihanin nanti.” Kata Rara
Suasana rumah Bastian terlihat hangat dan ramai sepupunya bastian tahun ini berkumpul di Jakarta
Tidak ada yang menyingung tentang Ibunya Bastian, mereka melupakannya seolah tidak ada yang terjadi. Ibunya Bastian seolah terlupakan, suasana rumah berjalan dengan normal tidak ada yang merasa kehilangan kecuali satu orang. Bastian walau bibirnya terlihat tertawa tapi hatinya pasti hancur.
Setelah sahur bersama , paginya Bastian terlihat sangat Rapi
Rara berpikir kalau Bastian akan berangkat kekantor bersama Ayah mertuanya.
Kepala Rara sudah mulai pulih, perbannya sudah di buka.
“Apa kamu mau kekantor?’ tanya Rara membantu suaminya menyiapkan pakaiannya,
“Iya, seperti janjiku pada Ayah aku akan membantunya sekarang di kantor, aku akan mulai mengambil tanggung jawab besar di kantor” Kata Bastian membiarkan Rara memasang dasinya .
“Kamu tetap di rumah Iya, jangan kemana-mana dulu, tunggu kamu pulih baru bisa menemui sukma.”
Bastian tidak memperbolehkannya kemana-mana, bahkan di rumah ia menyuruh asisten Rumah tangga satu orang untuk menjaga istrinya.
Tapi Rara sepertinya harus melanggar nasehat suaminya kali ini, karena ia dan Ayah mertuanya sudah ada janji mengeluarkan Ibu mertuanya dari penjara.
Rara dan Bastian memiliki cinta yang unik, bukan hanya perbedaan umur yang membuat kisah cinta mereka unik, ternyata cara mencintai mereka satu sama lain juga unik. Rara mencintai Bastian tidak perlu dengan hanya kata-kata yang manis belaka.
Ia membebaskan Ibu Bastian tanpa perlu di gembor-gemborkan pada Bastian.
Ternyata Bastian juga sama. Ia melihat Rara beberapa hari ini diam, ia berpikir Rara khawatir pada keluarganya, karena tidak ia perbolehkan berkunjung dan tidak boleh menelepon , ternyata pagi itu Bastian mengunjungi mertuanya tanpa Rara.
Babehnya Rara lagi duduk di teras saat itu dan emaknya Rara lagi tidur-tiduran Calvin lagi menonton televisi
Tiba-tiba mobil milik Bastian datang , dan berhenti di depan gerbang rumahnya.
Lelaki bertubuh tinggi itu berlari kecil membuka gerbang tentu dengan wajah senang, karena kedatangan menantunya
Assalamualaikum Beh” sapa Bastian mencium tangan mertuanya.
“Wallaikumsalam,Nak Tian” eh sendiri?” Tanya Pak Agus dengan mata penuh tanya
“Iya, Beh Ara kurang sehat” Kata Bastian tangannya membuka bagasi mobilnya mengeluarkan banyak oleh-oleh untuk keperluan selama Ramadan dan untuk keperluan Lebaran.
__ADS_1
Yang bisa membuat wajah Bu soimah melongo karena dapat oleh oleh yang harganya bisa membuat biaya belanja satu tahun bu soimah jebol.
“Bu..ada nak Tian ni” panggil babeh Rara, wajah mertua perempuannya langsung sumringah,
Dapat banyak oleh-oleh dari menantu membuat emaknya kegirangan, karena ia tidak perlu pusing lagi memikirkan biaya selama Ramadan, Calvin si bocah tampan itu juga dapat hadiah yang ia suka.
Bastian juga bisa membuat hati mertuanya, lelakinya senang telah memiliki menantu seperti dirinya
Ia menghadiahinya seekor burung yang sudah lama di inginkan sepasang burung Cucok rowo, burung yang memiliki suara khas siulan yang merdu dan terdengar jelas, apalagi ada sepasang akan bersahut-sahutan
Oh”Ini buat babeh nak Tian” Sahut Pak Agus dengan mata takjub melihat burung yang di idam-idamkan ada di depan mata, bukan satu tapi sepasang. Pak agus sudah lama menginginkannya tapi karena harganya mahal dan burungnya langkah ia tidak kunjung memilikinya.
“Iya, buat babeh kebetulan Beh ada yang jual murah buat Tian, ya sudah saya beli” Kata Bastian merendah diri padahal ia belinya lumayan mahal
“Ya Allah nak ,Tian. Babeh sudah lama ingin burung cantik ini,” kata Pak agus terlihat bahagia.
Itu cara unik yang di lakukan Bastian untuk mencintai istrinya, ia tidak perlu mengumbar-umbar kata cinta, karena rara tidak terlalu suka di gombal –gombalin.
Agar keluarganya tidak curiga kenapa Rara tidak ikut, ia ber alasan Rara di ajak Omanya ada kegiatan
Hari itu keluarga Rara terlihat bahagia karena punya menantu tajir dan baik seperti Bastian.
Karena satu kebaikan yang di lakukan Bastian malam itu membekas di hati seluruh keluarga Rara
Tidak cukup hanya itu yang di berikan Bastian pada keluarga Rara, bahkan Rumah yang di tempati kelurga Rara, ia beli dan di berikan pada keluarga Rara.
“Tidak usah Nak Tian, ini biar tanggung jawab babeh sebagai kepala keluarga”
“Saya sudah membelinya Beh, kata babeh kita bangun kebun sayur di atas dan kita akan berkebun dan kalau kita tidak beli yang punya rumah tidak mau kalau kita bongkar ini itu jadi saya beli saja sekalian, jangan merasa tidak enak be , anggap saja ini rumah Calvin hadiah dari ibunya dan saya” Kata Bastian meyakinkan keluarga Rara
Babehnya akhirnya terima. Bastia juga buka puasa di rumah mertuanya.
Disisi lain siang tadi .Rara melakukan hal yang sama masuk ke kantor polisi mengurus kebebasan Ibunya bastian sendirian . Ayahnya bastian malah menunggu di mobil, Raralah dan dua pengacara yang membebaskan Ibu mertuanya.
Matanya kaget, saat Raralah membebaskannya,Tapi seperti yang dikatakan Ayah mertuanya. Ibunya Bastian memili sikap egois yang super tinggi dan sikap tidak mau kalah, sekalipun Rara sudah membebaskannya tidak ada raut penyesalan dan tidak ada kata minta maaf ia tetap membenci rara dengan sebutan anak kampung.
“Jangan kamu pikir karena kamu melepaskan saya hari ini, aku akan menerimamu jangan Harap!” Kata Hartati mendesis kesal, karena Raralah yang datang membebaskannya.
“Tidak apa-apa Bu, itu hak Ibu, saya tidak ingin Bastian bersedih melihat ibunya di penjara, karena kesedihannya kesedihanku juga.” Kata Rara tegas.
“Dimana Bastian, kenapa ia tidak ikut, kamu melarangnya?” Tuduhnya lagi dengan dagu ter angkat terlihat sangat angkuh.
Rara mengelus dadanya dan menarik nafas panjang melihat kelakuan mertuanya.
“TIdak ada yang melarangnya, bu, ia hari ini ada pekerjaan di kantor” Jawab Rara dengan tenang .
“Kalau ibu sayang Bastian jangan buat ia bersedih bu, selaku Istri saya juga sedih melihatnya” Kata Rara.
“Jangan mengajari saya, itu anak saya, ia milik saya” Katanya tidak mau mengalah,
__ADS_1
“Ia sudah punya istri, Bu, berarti bukan milik ibu lagi, ia bukan anak kecil, jangan rasa sayang yang di berikan selama ini pada ibu berubah menjadi benci”
“Kamu mengancam saya?” Ia melotot pada Rara di depan ke dua pengacaranya.
“Tidak, saya memperingatkan ibu, jika ibu tidak suka pada saya lakukan dengan cara yang cantik jangan lukai hati Bastian, jangan membuat kegaduhan, seorang ibu yang baik akan memikirkan kebahagian anaknya dari pada memelihara keegoisan dan keangkuhan”
“Itu terserah saya” Jawab mertuanya lagi.
“Satu hal lagi, jangan memberitahukan Bastian kalau saya ikut membebaskan ibu, bilang kalau Ayah yang membebaskan ibu, karena ayah ada di mobil juga. sepertinya belum siap bertemu ibu, selamat berpuasa Saya harap Ibu Puasa hari ini” Kata Rara meninggalkan wanita dengan langkah tegas.
Hartati hanya menatap Rara yang meninggalkannya, Ia masih berdiri menatap Rara ke dalam mobil
Akhirnya ia keluar dari Hotel prodeo tapi tidak membuatnya berubah.
“Apa Ayah ingin bersama ,ibu?” Tanya Ara pada Ayah mertuanya yang dari hanya duduk dalam mobil ia terlihat tidak bersemangat.
Ia mengerti kenapa selalu berdebat dengan istrinya, ternyata ibu Bastian Egois dan maunya menang sendiri,
Itu juga membuat lelaki bertubuh tambun itu, memilih banyak wanita simpanan, dan berselingkuh dengan banyak wanita. Ia sekarang mengerti,
Semua itu terjadi pasti karena ia memiliki istri yang seperti itu.
Lelaki yang tidak di hargai istrinya pasti akan mencari kenyamanan di luar, Ia berselingkuh karena salah siapa pasti karena salah ibu Mertuanya.
“Tidak, biarkan saja ia pulang dengan supir, Ayah juga mau langsung ke kantor” Jawab Ayah mertua Rara tidak bersemangat.
Ia merasa tidak tega juga melihat wanita itu hanya pulang sendirian, Tapi Rara takut kalau harus ikut sama mertuanya takutnya ia marah lagi mencekik leher Rara.
“Bawa ia langsung pulang, kalau ia minta kemana-mana jangan mau” Pinta Pak Bardi pada supirnya.
Tapi saat melihat suaminya datang terlihat Hartati bahagia, tapi sayang Ayah mertua Rara tidak terlalu respek lagi pada istrinya, atas permintaan Rara ia mengobrol sebentar , dan menyuruhnya pulang. Baru terlihat tenang
Bastian tidak menduga kalau hari itu, ibunya sudah pulang, walau ada rindu ingin menjenguknya, sepertinya Omahnya tidak mengijinkannya pergi menjenguk ibunya.
Bersambung ..
KAKAK BANTU VOTE DAN LIKE , KASIH HADIAH JUGA IYA AGAR VIWERSNYA NAIK DAN AUTHORNYA SEMANGAT UP BANYAK TIAP HARI
DAN AUTHORNYA
Baca juga;
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (ongoing)
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
-Bintang kecil untuk Faila (ongoing)
__ADS_1