
Ia berpikir kalau bastian marah padanya karena ia menjabat Direktur mengantikan Bastian.
“Bukan masalah itu Ra, aku percaya padamu untuk masalah itu, kamu bukan wanita yang menggilai harta, bukan karena itu Ra, kata Bastian . “ Tapi ini tentang Calvin
“Terus masalah apa, ada apa dengan anakku?,” tanya Rara mata menatap tajam pada Bastian.
Otaknya jadi pusing, rencana kejutan dengan kabar kehamilannya jadi buyer dari otaknya, saat Bastian menyebut anaknya Calvin.
“Ada masalah apa?”
“Ra. aku hanya bisa minta maaf padamu saat ini, apapun yang terjadi kedepannya saya minta maaf,” kata Bastian ia beberapa kali minta maaf
“Ada apa sebenarnya?.” Tanya Rara, mata sendu itu, tiba-tiba menyala terlihat penasaran.
Paman Ridho sudah menceritakan semuanya padaku, tentang calvin.
“Maafkan aku Ra, aku tidak bisa meneruskan hubungan kita,” kata Bastian membuat Rara terlihat panik.
“Maksudmu, kamu tidak bisa meneruskan pernikahan kita karena apa?.”
“Calvin anak Ayah, dari selingkuhannya Yolanda, temanmu dan anaknya Calvin adalah hasil hubungan terlarang Yolanda dan Ayah.” Kata Bastian terlihat sedih.
“Apa!?” Rara kaget hampir pingsan mendengar penuturan Bastin
“Bagaimana mungkin? ini tidak mungkin,” kata Rara panik menutup mulutnya dengan telapak tangannya.
“Itulah, yang membuatku hampir gila dan tidak bisa menemuimu selama ini, aku tidak punya kekuatan untuk menghadapi kenyataan ini, bagaimana mungkin anak istriku anak Ayahku, apa jadinya,” kata Bastian terlihat lemah sama sepertinya sama-sama tidak percaya.
“Jadi lelaki yang aku cari selama ini ada di dekatku. Jadi orang yang ingin melenyapkan Yolanda dulu keluarga Bastian?.
”
Kapala Rara terasa pusing, matanya gelap, bahkan ia tiba-tiba merasa Bastian bukan suaminya, tapi keluarga yang ingin melenyapkan sahabatnya.
Ia punya prinsip keluarga yang membuat sahabatnya dulu menderita adalah musuhnya. Tapi bagaimana kalau itu keluarga suaminya. Takdir memang kejam, seolah mempermainkan hidupnya, mantan tunangannya adalah paman dari suami
Tapi tidak cukup hanya itu saja, ayah dari anaknya adalah mertuanya sendiri.
Jadi orang yang selama ini, orang yang ingin ia balas, ternyata keluarga suami.
Kepala Rara tiba-tiba pusing, niat tadinya ingin membuat kejutan tentang kehamilannya malah terlupakan, ia terkejut, alat taspek itu urung ia berikan pada Bastian, karena Bastian juga sudah terlebih dulu menolaknya karena kasus Yolanda Wanita gelap dari ayahnya yang punya anak dan anaknya sekarang jadi anak angkat istrinya.
Bastian bilang tidak bisa meneruskan rumah tangga mereka, ini pukulan berat untuk Rara.
“Ra, aku sangat membenci wanita itu dulu kerena jadi perusak rumah tangga ibu, kerena dia saya hampir jadi seorang pemb*nuh, aku ingin melenyapkan Ayah, Ayah dulu memukul ibu karena membela wanita itu, ibu hampir mati juga karenanya,”
“Apa kamu yakin itu yang terjadi? justru ibulah yang ingin melenyapkan Yolanda menyuruhnya menggugurkan anaknya, Ibumu memukuli Yolanda,” kata Rara membela sahabatnya.
Rara marah pada Bastian karena menghina almarhum temannya. Bastian menuduh temannya perusak rumah tangga orang lain.
__ADS_1
Kini mereka seperti orang asing yang saling memihak kelurga masing-masing.
Rara diam, semua rasa berkecamuk dalam kepalanya, kini suami yang didepan matanya terlihat seperti musuh baginya.
Dendam yang lama ia simpan, kini tiba –tiba muncul di depan mata
“Bagaimana mungkin takdir seperti ini? ini tidak mungkin,” kata Rara
Wajahnya pucat pasih
“Ra ini yang aku takutkan, makanya aku tidak menemuimu, aku tau kamu dan aku akan sama-sama terluka, tapi aku tidak ada sedikitpun membencimu Ra, aku mencintaimu, aku menyayangimu, Tapi aku tidak bisa di pihakmu saat ini, karena ibuku juga lebih terluka,” kata Bastian
“Bagaimana dengan aku Bastian?,” kata Rara dengan mata menatap dinding dengan hampa
“Beri aku waktu Ra, tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa, aku tidak bisa hidup di antara kamu dan Calvin, bagaimana Calvin adalah adikku, tapi anak dari istriku bagaimana aku bertindak ,Ra, sementara aku sudah bersumpah dulu, bahwa aku membenci wanita itu dan akan membalas perbuatanya, baik orang yang dekat dengannya, tapi bagaimana kamu dan calvin jadi orang terdekat wanita itu,” kata Bastian
“Itu artinya kamu tidak ingi meneruskan rumah tangga kita karena sumpah mu dan karena aku dan Calvin musuhmu dan musuh dari masa lalu?,” tanya Rara
“Maafkan aku Ra, aku sendiri tidak bisa berbuat apa, tapi aku sangat menyayangi kamu, tapi aku tidak ingin jadi anak durhaka,” kata Bastian, “
Aku bingung Ra, beri aku petunjuk Ra,” Kata Bastian dengan mata hampir menangis karena bingung dengan pilihan sulit itu.
Bastian menolak Rara, tapi bukan karena jabatan Direktur yang di berikan padanya tapi karena masa lalu yang menyakitkan. Ia menolak karena anaknya Calvin ternyata anak dari ayahnya.
Dengan mata yang berat Rara berdiri, tapi tiba-tiba kepalanya pusing, ia terjatuh mau pingsan. Bastian dengan cepat menangkapnya, hampir saja, kalau Bastian tidak menangkapnya dengan cepat, bisa jadi, akan beda ceritanya lagi,
“Kamu tidak apa-apa,” tanya Bastian memegang tangannya
Tapi akhirnya akan berakhir seperti ini katanya dalam hati
“Apa kita akan berakhir seperti ini?,” Tanya Rara sekali untuk memastikan, apakah Bastian sudah yakin atas pilihannya, Tapi sepertinya tekatnya sudah bulat, memilih ibunya dari pada Rara.
“Maafkan aku Ra. Aku juga tidak ingin seperti ini , tapi aku juga tidak ingin jadi anak durhaka, karena ibuku tidak membiarkanku memilih kalian berdua,” kata Bastian
“Apa tidak ada jalan keluarnya?.” Rara seolah belum bisa terima.
“Ayah menggugat cerai ibu, jika saat ini aku meninggalkannya, aku takut ia tidak bisa mengatasi semua ini,” Kata Bastian
Tapi bagaimana dengan kami Bastian bagaiman dengan calon buah hati kita, kata Rara dalam hatinya ,ia mengusap airmatanya dan memilih menerima takdir hidupnya.
“Aku mengerti Bastian, aku mengerti posisimu,” kata Rara .”Tapi boleh aku memelukmu untuk terakhir kalinya,” kata Rara mengusap air matanya.
Ia akan tegar, dan harus kuat demi anaknya. Ia memeluk Bastian untuk terakhir kalinya ia mengusap perutnya dan menempelkan tangannya pada dada Bastian.
Sayang ini ayah kamu kelak jika kamu besar ini adalah Ayah kamu kata Rara dalam hatinya mengusap perutnya. Hatinya sangat sedih.
“Ra, maafkan aku, kamu boleh membenciku karena aku lebih memihak Ibuku dari pada kamu,” kata Bastian
Tidak apa-apa Bastian, kamu melakukan hal yang tepat, kelak aku juga ingin punya anak seperti kamu, sayang pada ibunya ” kata Rara mengusap perutnya sebentar, tapi Bastian sepertinya belum menyadarinya,
__ADS_1
“Sampaikan minta maaf ku untuk babeh dan emak,” kata Bastian
“Baiklah mari kita mempermudah semuanya, agar tidak ada yang tersakiti,” kata Rara “saya harap ibu bahagia dan sehat selalu,” kata Rara
Jika kamu memilih melepaskanku demi ibumu saya menghargainya,” kata Rara terlihat tegar tangannya mengusap perutnya sebelum melepas cincin pernikahannya.”
Aku akan melepaskan ini itu artinya kita tidak ada hubungan apa-apa lagi. JIka kamu ingin mengurus surat perceraian kita uruslah diam-diam , jangan keluargaku sampai mengetahuinya,” kata Rara mencoba bersikap tegar
walau tidak adil baginya, tapi ini mungkin jalan terbaik untuk mereka.
Melepaskan cincin pernikahannya, umur pernikahan mereka singkat.ia berdiri
Bastian menangis sesenggukan ia mengusap matanya dengan kasar, terlihat ia juga terluka tapi takdir yang memaksa mereka harus berpisah.
“Rara tidak sedikitpun, menyalahkan Bastian, ia justru merasa kasihan padanya, mereka sama- sama terluka. Tapi ibunya lebih ingin seperti itu
“Ra tunggu,” kata Bastian ia memeluk Rara dan menangis “ Maafkan aku Ra, aku telah membuatmu menderita, inilah mungkin yang terbaik untuk kita,” kata Bastian
“Baiklah Bastian,” jaga dirimu baik-baik,” kata Rara berjalan sempoyongan menuju mobil. Bastian mengikutinya dari belakang ia khawatir melihat wajah pucat Rara, hingga di depan lobby Hotel.
Ia ambruk,
Untung Sukma ada di situ menolongnya dengan cepat dan membawanya kerumah sakit terdekat.
“Ada apa Ra, apa yang terjadi,” kata Sukma ia menangis memeluk Rara
“Sudah berakhir, Mey Takdir hidup memang kejam,” kata Rara Tapi kali ini ia tidak menangis lagi.
Justru Sukmalah yang menangis sesenggukan
“Lelaki lemah , lelakih bodoh, kamu dan ibumu pasti akan menyesal,” Kata Sukma memaki dan menyumpahi Bastian.
Ia belum tau ada kabar yang jauh lebih mengejutkan di balik keputusan Bastian.
“Kita kerumah engkong dulu,” kata Rara
“Mau apa kesana?”
“Yolanda ada buku hariannya,” kata orang yang membongkar rumah lama engkong, mereka menemukan barang-barang milik Yolanda yang disimpan engkong"
“Ada apa dengan dia?,” tanya Sukma ikut bingung
“Kita harus keluar dulu dari sini,” kata Rara mencabut selang infus dari tangannya, ia tidak memperdulikan kesehatannya lagi
“Ra, apa yang kamu lakukan, kamu masih lemah, nanti bisa-bisa kamu pingsan lagi,” kata Sukma
“Tidak, badan ini tidak bisa lemah katanya dengan sikap buru-buru, setelah membereskan administrasi ia dan sukma menuju mobil dan meniggalkan rumah sakit
Padahal Bastian datang menyusul, ia khawatir melihat Rara pingsan tadi, ternyata mereka sudah keluar dari Rumah sakit hanya singgah sebentar saja di Rumah sakit.
__ADS_1
Bersambung