Menikah Dengan Brondong

Menikah Dengan Brondong
Rencana terselubng sang Ratu


__ADS_3

Rara memarkirkan mobil berwarna hitam itu didepan  halaman rumah bercat warna kuning itu.


“Assalamualaikum,”  sapa Rara mengetuk pintunya


“Wualaikumsalam, eh nak Ara, masuk-masuk,”  Ibu Sukma menyambutnya dengan ramah.


“Meng-meng kemana Mak?” tanya Rara duduk di sofa


“Enggak tau, apa lagi yang terjadi pada temanmu itu, pusing emak Ra, rutuk wanita paruh bayah itu terlihat kesal  “  Ia pulang-pulang sudah menangis, dari tadi malam  belum turun sampai sekarang,  ia bahkan tidak memperdulikan anak-anaknya,  apa sudah berangkat sekolah apa belum,”  kata ibunya  mulai terlihat merepet,  menyalahkan anak perempuan satu-satunya itu.


Rara tidak enak mendengar ocehan  ibunya Sukma, baginya Sukma itu terkadang sama sepertinya waktu  dulu yang selalu di salahkan.  Padahal harusnya ia butuh dukungan dan butuh sandaran,  saat ada masalah  seperti itu. Terkadang orang tua juga bisa salah.  Mereka ingin  rumah tangga anaknya mulus seperti jalan tol, tidak ada hambatan tanpa melihat dari posisi  anaknya.


Justru disaat ini,  Sukma butuh dukungan dan butuh tempat untuk mengadu dan butuh punggung untuk ia bersandar, karena ia sendiri tidak ingin rumah tangganya  hancur.  Ia jauh lebih terluka saat ini dikhianati lelaki yang sudah ia damping selama puluhan tahun dari nol,  hingga bisa seperti saat ini.Maka karena itulah sukma sering lari kerumah Rara karena tidak tahan dengan sikap ibunya yang selalu menyudutkannya.


Untungnya sahabatnya itu wanita yang kuat sama seperti  ara.


“Emak , Ara naik keatas ,iya,  lihat Mey, takut kenape-kenape tuh orang,”  kata Rara bergegas ke lantai dua menuju kamar Sukma.


Tok...


Tok ...


“Mey! Buka,  ini gue Rara,” panggil Rara


Ia membuka pintu kamarnya,  tapi benar matanya terlihat biru dan bengkak.


“Ada apa!?” Tanya Rara terlihat panik

__ADS_1


Ia memeluk Sukma yang ikut menangis di pelukannya


“Ra, gue ingin mati saja,  gue tidak kuat lagi,”  kata Sukma  tubuhnya bergetar.


Dada Rara  terlihat panas,  ia belum mendapat jawaban siapa yang melakukanya. Ia  tidak yakin Ridho yang melakukannya,  karena ia tau laki-laki  itu bukan tipe laki-laki yang keras, bahkan ia punya jiwa yang lembut.


“Huss, tidak boleh ngomong seperti itu, apa lagi ini masih bulan Ramadan,”  kata Rara menepuk-nepuk pundaknya berusaha bersikap tenang  walau otaknya  kacau memikirkan siapa pelakunya.


Apa suruhan Ibu mertua ku,  apa orang-orangnya yang melakukan penganiyaan pada Sukma? Mungkin karena  mereka tau Sukma terlibat dengannya? iya ampun, jantungnya semakin berdetak dengan kuat.


Hingga akhirnya sukma terlihat tenang dan tangisanmu berhenti.


“Siapa yang melakukanya?,”  tanya Rara dengan suara bergetar , tidak tahan dengan gejolak dadanya yang terasa panas.


“Mas Yugo,” jawab sukma terlihat menangis lagi.


“Gue bersama Ridho, kita janjian bertemu di restoran, dan membahas rencana kita , ternyata Yugo ada disana dengan pelakor itu, harusnya gue yang marah, karena ia bersama wanita lain , tapi ia malah marah-marah dan memaki-maki gue di depan Ridho, menuduh gue yang selingkuh, kan kurang ajar!,” kata Sukma masih dengan aksinya menangis lagi.


“Terus kenapa mata bengkak begitu? ia memukul?” tanya Rara masih terlihat heran.


“Ia menyeretku pulang dan ujung  meja mengenai mataku,” kata Sukma. Rara terlihat bernapas lengah dan mengusap dadanya.


“Kok, loe merasa lengah  begitu sih. Ra? Tanya  Sukma menatap Ara dengan tatapan mata sipitnya semakin sendu. Mata sipit itu semakin mengecil karena matanya bengkak karena menangis.


“Gue, pikir Yugo yang memukul , gue sudah sempat berpikir ingin menghajarnya,”  kata Rara memeluk sukma. “ Untung loe hanya di ***** meja,  jadi tidak perlu di salahkan mejanya,”  kata Rara bergurau,


“lebih baik gue di pukul ame dia dari pada  gue dengar ia  menghina-hina gue, menuduh gue selingkuh ,Ra.” Kata Sukma tapi kali ini ia tidak menangis lagi.

__ADS_1


“Tidak apa-apa,  ia ngomong begitu, berarti ia masih peduli dan masih cinta  ame loe Mey, sekarang tinggal loe  yang akan beri ia pelajaran,”  kata Rara mendukung sahabatnya.


“Caranya?” Tanya Sukma terlihat kurang percaya diri lagi.


“Menjadi lebih baik lagi, gue sudah mendapatkan semuanya, bagaimana dengan kerjaan loe?” tanya Rara mulai bersikap keras ,  saat ia melihat Sukma tidak menangis lagi. Karan menurut Rara lelaki seperti itu tidak pantas di tangisi, bagusnya di lempari kotoran sapi.


“Oh, gue minta maaf iya Ra, karena gue melalaikan tugas, tapi gue mendapatkan banyak  hal darinya, tau benar apa tidak,  gue tidak tau itu menurut penuturannya, ia bilang kakaknya ingin menguasai semua saham milik Salim group ingin menggantinya dengan nama baru, dan pemiliknya Hartati, ia juga  bilang  sahamnya hanya hanya  5% di sana.” Kata Sukma menjelaskan semua hasil pertemuannya dengan Ridho. Tapi Rara tidak kaget  ataupun senang,


“Aku tidak percaya sedikitpun ,Mey, ia hanya memancing  kita, coba loe pikir mana ada orang memberitahukan rahasia  kelurganya pada orang lain, ia hanya memancing reaksi   kita, ia mulai curiga melihat kita bolak –balik di kantor, dan keluar masuk  dari ruangan Direktur.” Kata Rara


Gue berhasil membobol data milik keluarga  dan data milik Ridho juga, jadi gue tau semuanya, apa tujuan ia kembali ke Indonesia . Ibu mertua ingin mengangkatnya  sementara mengantikan  Ayah sebagai Direktur utama.” Kata Ara membuat sukma terkejut.


“Kok  malah memilih adiknya bukanya anaknya sendiri,” tanya Sukma ikut bingung.


Ia tidak ingin Bastian  terlibat dalam pertikaian  ini, keluarga Salim termasuk Omah tidak akan terima karena perusahaan  yang di bangun keluarganya  di gulingkan, ia pasti akan melawan, Bisa di pastikan keributan akan terjadi  itulah yang tidak disukai Ayah


Itulah tujuan Rapat yang di selenggarakan di Bali, mereka ingin  mengkudeta suaminya sendiri dan menggantikan dengan yang baru iya itu Ridho.


Kamu pikir ngapain jauh-jauh diadakan  di Bali. Mereka mengulur waktunya karena  merasa Bastian menggangu rencana mereka, dan belum mendapat hasil keputusan, gue menyuruh Bastian mengulur waktunya agar kita bisa menyusun rencana disini, saat mereka sibuk bagaimana cara mengkudeta Bardi salim , kita disini sudah mencabut akarnya dari sini kata Rara.


Mulut Sukma terlihat menganga mendengar penuturan Rara, ia tidak menduga semua akan serumit ini


Dan paling gilanya ia tidak menduga Rara mampu mengumpulkan bukti dan data-data hanya kurun waktu 24 jam.


“Gila loe Ra,loe memang kalau sudah niat bangat pasti tercapai,”  kata Sukma memuji kemampuan otak Rara.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2