
Kamu pikir ngapain jauh-jauh diadakan di Bali ?
Mereka mengulur waktunya karena merasa Bastian menggangu rencana mereka, dan belum mendapat hasil keputusan, gue menyuruh Bastian mengulur waktunya agar kita bisa menyusun rencana disini, saat mereka sibuk bagaimana cara mengkudeta Bardi salim , kita disini sudah mencabut akarnya dari sini kata Rara.
Mulut sukma terlihat menganga mendengar penuturan Rara, ia tidak menduga semua akan serumit ini
Dan paling gilanya ia tidak menduga Rara mampu mengumpulkan bukti dan data-data hanya kurun waktu 24 jam.
“Gila loe Ra, loe memang kalau sudah niat bangat pasti tercapai,” kata Sukma memuji kemampuan otak Rara.
“Untuk bertarung dengan dengan musuh yang kuat kita butuh persiapan dan senjata yang memadai,Mey,
Apa loe sudah siap bertarung?.”Rara menatapnya.
“Baiklah, gue ikut,” kata Sukma mengusap matanya yang lebam.
“ Tapi Ra, Ridho ingin bertemu dengan Calvin, gue gak tau, sedekat apa hubungan dia sama Yolanda , dulu ia ingin bangat bertemu dengan anakmu, enggak tau mau ngasih apa.”
“Enggak apa-apa, kalau bisa sekarang bawa juga Bayu kita ajak mereka ke tempat bermain.” kata Rara.
“Sekarang? Loe yakin , bukanya loe punya situasi yang genting?.”
“Justru itu,Mey, mereka tidak boleh berpikir kita merencanakan sesuatu, saat mereka melihat kita tidak melakukan sesuatu, mereka juga tidak akan mencurigai kita, gue sudah mendapat semuanya, hanya tinggal eksekusinya saja,” kata Rara
“Tapi enggak sekarang juga kali , Ra, mata gue loe gak pikiran,” kata Sukma terlihat sewot.
“Tidak apa-apa loe bisa pakai kaca mata, kalau enggak ditutupi pakai makeup gampang, tanyain aja dulu, ia bisa apa enggak, kalau bisa kita pergi, kalau tidak kita nyantai dulu di sini,” kata Rara.
“Loe yakin ne sekarang?.” Tanya Sukma menatap bingung pada Rara, ia berpikir Rara tidak akan menemui mantan lagi.
__ADS_1
“Iya, gue harus berani menghadapinya, sampai kapan gue harus menghindari, saat gue berani menghadapinya dengan tenang, itu artinya perasaan gue sudah hilang padanya, lagian gue sudah punya Bastian yang jauh lebih baik dari padannya,” Kata Rara terlihat sangat berbeda, jauh berbeda saat Ridho tiba-tiba muncul didepanya, ia masih ragu, tapi kali ini. Rara terlihat tenang dan bisa mengendalikan perasaanya.
“Loe sehatkan,” kata Rara menempelkan tangannya di kening dan di dada Rara.
“ Apa yang terjadi padamu satu malam ini, loe tiba-tiba bisa berubah,” kata Sukma menatap serius sekaligus bingung.
“Dalam semalaman banyak yang terjadi mey, loe gak tau,” kata Rara menceritakan semuanya detail kejadian yang ia alami dengan Mario.
“Gile, gue gak tau Ra,” kali ini ia yang memeluk Rara, karena hampir kehilangan nyawa di rumah kenzo.
“Gue berpikir cuman gue yang sengsara, ternyata loe jauh lebih menakutkan kejadiannya,” kata Sukma, tiba-tiba mau menuruti permintaan Rara untuk menghubungi Ridho.
“Halo!,” suara barito lelaki itu terdengar dari ujung telepon
“Rara setuju ingin bertemu sama loe, tapi bawa anak loe juga, iya, biar ada teman bermain Calvin, apa loe bisa sekarang?”
“Oke, bisa-bisa! bawa anak gue iya, oke deh,” katanya terdengar bersemangat.
“Ada apa, jangan berpikir macam-macam . jangan loe pikir gue masih menyukainya,” katanya menegaskan.
“Bukan itu yang gue pikirkan Rurun, gue berpikir jangan-jangan ayah biologisnya calvin ia lagi, kenapa coba ia selalu ingin bangat bertemu dengan Calvin, jangan-jangan mereka bermain di belakang loe sama Yolanda, karena gue baru ingat, kemarin pas kami makan ia, alergi sama minuman stoberi sama kayak calvin,” kata sukma sangat yakin.
“Gue gak tau, tanya yolan lah kekuburan sana, apa ia selingkuh dengan Ridho dulu,” Kata Rara terlihat sangat jutek.
“Iya, mungkin saja, bisa jadi, Yolan juga memaksa harus kamu mengadopsi anaknya, kan, padahal banyak yang ingin anaknya tapi ia kekeh itu akan jadi anak kamu,” kata Sukma membuat jengkel hati Rara.
“Ah,bodoh amatlah, terserah mau siapa jadi yang mencetaknya yang penting, saat ini , ia anak gue gak ada yang boleh mengganggunya,” kata Rara terlihat tegas.
“ Tapi boleh juga, kita awasi nanti, mana tau Calvin mirip sama anak perempuannya,” Kata Rara ikut penasaran juga.
__ADS_1
“ Bagiamana kalau kita, cabut rambut Ridho untuk tes DNA,” kata Sukma memberikan ide-ide gila yang tidak mungkin saat ini.
“Ide loe terlalu berlebihan Mey, bagaimana caranya coba, loe mau cabut rambutnya yang ada ia curiga,” kata Rara meraih gelas minum di nakas samping tempat tidur sukma, mendengar dugaan Ridho Ayah anaknya membuatnya terusik, kerongkongannya terasa kering, ia lagi merah makanya gak puasa hari itu.
“Loe gak puasa Ra?.”
“Gue lampu merah.”
“Sam gue juga,” kata Rara ikut-ikutan merasakan kerongkongannya tiba-tiba kering membayangkan kalau Ridho ayahnya Calvin anaknya Rara.
Ia membayangkan perasaan Rara jika hal itu benar, berarti sahabat baiknya, bermain api dengan tunangan sahabatnya, Sukma sudah menerawang sampai kesitu.dia sibuk membayangkan akan hal itu.dia antara percaya dan tidak percaya dengan semua kenyataan ini.
Rara menelepon Bastian memberitahukan rencana ingin bertemu Ridho, tidak diduga reaksi marah Bastian seperti itu,ia sangat marah dan terdengar nada cemburu. Ia tidak memperbolehkan Rara awalnya, tapi Sukma menjelaskan, itu karena Ridho ingin bertemu dengan Calvin dengan segala penjelasan dan bujuk rayu manis dari Rara. Akhirnya Bastian mau memberi Izin.
“Ok, baiklah, tapi dijaga kepercayaan ku iya, kata Bastian memberi ultimatum.dengan tegas dia memberi peringatan.
“Ok sayang, percaya deh, aku akan menjaganya, jangan pikir yang macam-macam, ini sekalian demi pekerjaan juga, makanya, sayang. Lakukan tugasmu dengan baik disitu ok? Tanya Rara meyakinkannya agar tidak terpecah pikirannya.
“Ok, baiklah sayang,”
Mereka sepakat bertemu di TMII ( Taman mini indah) di istana boneka, agar anak bisa bermain sekalian.karena di sana begitu banyak permainan untuk anak dan tempat yang cocok untuk mendukung rencana kami.
Rara tidak lagi memikirkan masa lalunya, ia berpikir masa lalu biarlah masa lalu yang penting masa sekarang, buatnya Ridho biarlah bagian masa Lalunya.
Ia hanya ingin menatap kedepan. Ia mau bertemu dengan Ridho menyangkut pekerjaan juga.
Ini namanya menyelam sambil minum air. Ia bisa menyelidiki siapa Ayah biologis anaknya dan sekalian ia juga ingin mengorek informasi tentang Hartati Ibu mertuanya yang kebetulan juga kakak mantannya.
Ahh.. ribet bangat gumam Rara dalam hatinya.
__ADS_1
Ia melaju kendaraanya menuju rumahnya untuk menjemput anaknya. Sukma juga membawa anaknya yang seumuran dengan Calvin anak bontotnya agar bisa bermain bersama.
Bersambung