Menikah Dengan Brondong

Menikah Dengan Brondong
Menyelam sambil minum air


__ADS_3

Kamu pikir ngapain jauh-jauh diadakan  di Bali ?


Mereka mengulur waktunya karena  merasa Bastian menggangu rencana mereka, dan belum mendapat hasil keputusan, gue menyuruh Bastian mengulur waktunya agar kita bisa menyusun rencana disini, saat mereka sibuk bagaimana cara mengkudeta Bardi salim , kita disini sudah mencabut akarnya dari sini kata Rara.


Mulut sukma terlihat menganga mendengar penuturan Rara, ia tidak menduga semua akan serumit ini


Dan paling gilanya ia tidak menduga Rara mampu mengumpulkan bukti dan data-data hanya kurun waktu 24 jam.


“Gila loe Ra, loe memang kalau sudah niat bangat pasti tercapai,”  kata Sukma memuji kemampuan otak Rara.


“Untuk bertarung dengan  dengan musuh yang kuat kita butuh persiapan dan senjata yang memadai,Mey,


Apa loe sudah siap bertarung?.”Rara menatapnya.


“Baiklah, gue ikut,”  kata Sukma mengusap matanya yang lebam.


  “ Tapi Ra, Ridho ingin bertemu dengan Calvin, gue gak tau, sedekat apa hubungan dia sama Yolanda , dulu ia  ingin bangat bertemu dengan anakmu, enggak tau  mau ngasih apa.”


“Enggak apa-apa, kalau bisa sekarang bawa juga Bayu kita ajak mereka ke tempat bermain.”  kata Rara.


“Sekarang?  Loe yakin , bukanya loe punya situasi yang genting?.”


“Justru itu,Mey, mereka tidak boleh berpikir kita merencanakan sesuatu, saat mereka melihat kita tidak melakukan sesuatu, mereka juga tidak akan mencurigai kita, gue sudah mendapat semuanya, hanya tinggal eksekusinya saja,” kata Rara


“Tapi enggak sekarang juga kali , Ra, mata gue loe gak pikiran,”  kata Sukma terlihat sewot.


“Tidak apa-apa loe bisa pakai kaca mata, kalau enggak ditutupi pakai makeup gampang, tanyain aja  dulu, ia bisa apa enggak, kalau bisa kita pergi, kalau tidak kita nyantai dulu di sini,” kata Rara.


“Loe yakin ne sekarang?.” Tanya Sukma menatap bingung pada Rara, ia berpikir Rara tidak akan menemui mantan lagi.

__ADS_1


“Iya, gue harus berani menghadapinya, sampai kapan gue harus menghindari, saat gue berani menghadapinya dengan tenang,  itu artinya perasaan gue sudah hilang padanya, lagian gue sudah punya Bastian yang jauh lebih baik dari padannya,” Kata Rara terlihat sangat berbeda, jauh berbeda saat  Ridho tiba-tiba muncul didepanya, ia masih ragu, tapi kali ini.  Rara terlihat tenang dan bisa mengendalikan perasaanya.


“Loe sehatkan,”  kata Rara menempelkan tangannya di kening dan di dada Rara.


“ Apa yang terjadi padamu satu malam ini, loe tiba-tiba bisa berubah,” kata Sukma  menatap serius sekaligus bingung.


“Dalam semalaman  banyak  yang  terjadi mey, loe gak tau,”  kata Rara menceritakan semuanya  detail kejadian yang ia alami dengan Mario.


“Gile, gue gak tau Ra,”  kali ini ia yang memeluk Rara, karena hampir kehilangan nyawa di rumah kenzo. 


“Gue berpikir cuman gue yang sengsara, ternyata loe jauh lebih menakutkan kejadiannya,”  kata Sukma,  tiba-tiba  mau menuruti permintaan Rara untuk menghubungi Ridho.


“Halo!,” suara barito lelaki itu terdengar dari ujung telepon


“Rara setuju ingin bertemu sama loe, tapi bawa anak loe juga,  iya, biar ada teman bermain Calvin, apa loe bisa sekarang?”


“Oke, bisa-bisa!  bawa anak gue iya, oke deh,” katanya terdengar bersemangat.


“Ada apa, jangan berpikir macam-macam . jangan loe pikir gue masih menyukainya,” katanya menegaskan.


“Bukan itu yang gue pikirkan Rurun,  gue berpikir jangan-jangan ayah biologisnya calvin ia lagi,  kenapa coba ia selalu ingin bangat bertemu dengan Calvin,  jangan-jangan  mereka bermain di belakang loe sama Yolanda,  karena gue baru ingat, kemarin pas kami makan ia, alergi  sama minuman stoberi sama kayak  calvin,”  kata sukma sangat yakin.


“Gue gak tau, tanya yolan lah kekuburan sana, apa ia selingkuh dengan Ridho dulu,” Kata Rara terlihat sangat jutek.


“Iya, mungkin saja,  bisa jadi, Yolan juga memaksa harus kamu mengadopsi anaknya, kan, padahal banyak yang ingin anaknya tapi ia kekeh itu akan jadi anak kamu,”  kata Sukma membuat  jengkel hati Rara.


“Ah,bodoh amatlah, terserah mau siapa jadi yang mencetaknya  yang penting, saat ini , ia anak gue gak ada yang boleh mengganggunya,” kata Rara terlihat tegas.  


“ Tapi  boleh juga,  kita awasi nanti, mana tau Calvin mirip sama anak perempuannya,” Kata Rara ikut penasaran juga.

__ADS_1


“ Bagiamana kalau kita, cabut  rambut Ridho untuk tes DNA,”  kata  Sukma memberikan ide-ide gila yang tidak mungkin saat ini.


“Ide loe terlalu berlebihan Mey, bagaimana caranya coba, loe mau cabut rambutnya yang ada ia curiga,” kata Rara meraih gelas minum di nakas  samping tempat tidur sukma, mendengar  dugaan Ridho Ayah anaknya membuatnya terusik, kerongkongannya terasa kering, ia lagi merah  makanya gak puasa hari itu.


“Loe gak puasa Ra?.”


“Gue lampu merah.”


“Sam gue juga,” kata Rara ikut-ikutan merasakan kerongkongannya tiba-tiba kering membayangkan kalau Ridho ayahnya Calvin anaknya Rara.


Ia membayangkan  perasaan Rara jika hal itu benar, berarti sahabat baiknya, bermain api dengan tunangan sahabatnya, Sukma sudah menerawang sampai kesitu.dia sibuk membayangkan akan hal itu.dia antara percaya dan tidak percaya dengan semua kenyataan ini.


Rara menelepon Bastian memberitahukan rencana ingin bertemu Ridho, tidak diduga reaksi marah Bastian seperti itu,ia sangat marah dan terdengar nada cemburu. Ia tidak memperbolehkan Rara  awalnya, tapi Sukma menjelaskan,  itu karena Ridho ingin bertemu dengan Calvin dengan segala penjelasan dan bujuk rayu manis dari Rara. Akhirnya Bastian mau memberi Izin.


“Ok, baiklah, tapi dijaga kepercayaan ku iya, kata Bastian  memberi ultimatum.dengan tegas dia memberi peringatan.


“Ok sayang, percaya deh, aku akan menjaganya, jangan pikir yang macam-macam, ini sekalian demi pekerjaan juga, makanya, sayang. Lakukan tugasmu dengan baik disitu ok? Tanya Rara meyakinkannya agar tidak terpecah pikirannya.


“Ok, baiklah sayang,”


Mereka sepakat bertemu di TMII ( Taman mini indah) di istana boneka, agar anak bisa bermain sekalian.karena di sana begitu banyak permainan untuk anak dan tempat yang cocok untuk mendukung rencana kami.


Rara tidak lagi memikirkan masa lalunya, ia berpikir masa lalu biarlah masa lalu yang penting masa sekarang,  buatnya Ridho biarlah  bagian masa  Lalunya.


Ia hanya ingin menatap kedepan. Ia mau bertemu dengan Ridho menyangkut pekerjaan juga.


Ini namanya menyelam sambil minum air. Ia bisa menyelidiki siapa Ayah biologis anaknya dan sekalian ia juga ingin mengorek informasi tentang  Hartati Ibu mertuanya yang kebetulan juga kakak mantannya.


Ahh.. ribet bangat gumam Rara dalam hatinya.

__ADS_1


Ia melaju kendaraanya  menuju rumahnya untuk menjemput anaknya. Sukma juga membawa anaknya yang seumuran dengan Calvin  anak bontotnya agar bisa bermain bersama.


Bersambung


__ADS_2