Menikah Dengan Brondong

Menikah Dengan Brondong
Dipanggil Polisi


__ADS_3

Keluarga besar Bastian Salim tidak pernah menduga, pembantu dari anaknya akan membuat guncangan besar di keluarganya.


Tidak berpikir kalau Rara bernai mengadukan, wanita sosialita itu akan terjerat hukum, karena pengaduan seorang ART dari anaknya.Kenapa gue harus takut? Loe manusia gue manusia’ ujar Rara dalam benaknya sebelum melaporkan ibu Bastian dan Olivia.


Hingga mimpi buruk itu terjadi, di malam yang tenang di kediaman Salim, rumah mewah berlantai tiga, kedatangan tamu yang tidak diundang yakni; dua orang polisi yang datang untuk menjemput si nyonya besar yang melakukan pemukulan terhadap ART anaknya.


Rumah keluarga Salim sangat besar dan mewah, di depan rumah terlihat  sebuah pos sekuriti yang di jaga satpam dua orang. Saat semua anggota keluarga besar itu lagi duduk bersantai, di ruang tamu,


dua orang polisi berpakaian lengkap datang bertamu.


“ Selamat malam, apa benar ini kediaman Ibu Hartika Salim?” kedua satpam saling melihat.


“Iya benar Pak, apa ada yang bisa kami bantu Pak?”


“Kami ingin bertemu dengan beliau”


“Baik Pak, saya akan memberitahukan kedatangan bapak”


Berlari ke dalam rumah dengan buru-buru memberitahukan pada sang majikan kalau  dua orang polisi mencari si nyonya besar pemilik rumah.


‘Maaf pak ada dua orang polisi yang ingin bertemu.”


“Polisi …?” Lelaki bertubuh gemuk itu menyengitkan kedua alisnya, kerena bingung.


“Selamat malam Pak” dengan tangan memberi hormat singkat.


“Iya, pak mari silahkan duduk,”


“Maaf jika kedatangan kami menganggu istirahat Bapak dan Ibu, tapi kami hanya menjalankan tugas”


Salah seorang dari polisi menyerahkan surat tugas, pen jemputan untuk Hartika


“ Kami datang ingin menjemput ibu Hartika Salim,  atas pengaduan saudara Rara Winarti, kami mendapat laporan yang bersangkutan melakukan penganiayaan pada seorang wanita yang bernama Rara winarti”


“Apa?” Wajah suaminya terlihat kaget mendengar istrinya wanita terhormat melakukan hal tercela seperti itu.


“Apa yang kamu lakukan pada Rara? tanya Marisa, ia keluar dari kamarnya setelah mendengar suara polisi yamg mendatangi kediamannya.


“Apa Ibu mengenal wanita yang dipukul?”


”Iya, dia wanita yang bekerja di apartemen  Bastian”


Dalam berkas aduan yang kami terima, saudara Ibu Hartatai melakukan penganiayaan, pemukulan dan menampar beberapa kali dan menarik rambut, dan mendorong hingga terjatuh, yang bersangkutan melakukan bersama dengan seorang wanita bernama Viona

__ADS_1


“Apa, apaan ini? Kamu terpelajar tapi kenapa bisa melakukan hal kriminal, memalukan seperti ini.”


Wajah suaminya terlihat menunjukkan kemarahan,


Hartati tidak berkutik saat dijemput dan di bawa ke kantor polisi


      Kriiing … Kriiing …!


Bastian baru saja keluar dari kamar mandi mendapat kabar kalau ibu yang ia sayangi dijemput polisi.


“Apa Oma?”


“Ibu kamu dibawa  sama polisi dan sekarang ada di kantor polisi.”


“Haaa …! kenapa, ada masalah apa?”


“Apa Rara di situ juga?”


“Rara sudah tidur di kamarnya, ada sebenarnya, Oma?”


Ibumu dan Olivia melakukan penganiyaan pada Rara tadi pagi di apartemen mu melukainya. Lalu Rara melaporkan Ibumu kepolisi. Apa ia tidak menceritakannya padamu?”


“Oh Tidak oma”


‘jadi ibu yang melukai wajah Rara, kenapa dia bilang karena jatuh, pantesan sikapnya aneh tadi’ Bastian membatin.


“Tian, coba kamu bicara dengan Rara ada apa sebenarnya, nama  baik keluarga besar kita akan tercoreng, kalau media sampai mengetahui hal ini”


‘Baik Omah.”


Bastian menutup  panggilan telepon dari omanya, kini lelaki berwajah bak aktor Korea itu terlihat mondar mandir.


Ia takut membangunkan Rara, ia berdiri di daun pintu kamar Rara dengan tangan tertahan di udara ia ragu untuk mengetuk kamar Rara.


‘Aduh, bagaimana ini, apa sebenarnya yang terjadi sih, kenapa ibu melakukan hal yang seperti itu, biasanya ia bisa menjaga sikap, kenapa ibu sampai bersikap kasar pada Rara’ Bastian terlihat seperti setrika putar balik, putar balik di depan kamar Rara.


Hingga ia memberanikan diri.


Tok … Tok ….!


“Ada apa ?” Rara menyahut dari dalam kamar.


“ Ra, bisa bicara sebentar?”

__ADS_1


“Untuk apa?”


“Sebentar saja”


“Baik, tunggu”


Rara membuka pintu kamar  dan melilitkan satu kain untuk menutup bagian dadanya, itu artinya wanita sudah mau tidur.


 Karena biasanya kalau Rara mau tidur ia membuka semua perkakasnya miliknya, termasuk kaca mata kuda di dadanya. Lalu ia keluar.


“Kok gak bilang kalau ibuku melakukan pemukulan padamu, Ra”


Rara hanya diam, ia juga bingung harus memulai dari mana tadi,


“Aku juga tidak tau harus memulai dari mana, karena kejadiannya tiba- tiba. Waktu kamu pulang terlihat capek , jadi aku, tidak ingin membahas”


“Mari duduk sebentar Ra, tidak boleh seperti ini, kita harus menyelesaikan ini dengan baik-baik Ra, kenapa harus melaporkan ibuku, tidak bisakah kamu bicara baik-baik atau menyelesaikannya secara kekeluargaan? Atau menelepon tadi sebelum bertindak?”


“Iya, aku tahu kamu akan membela ibumu, tidak perduli apa yang di lakukan padaku dan itu hal wajar, aku juga tidak berharap untuk kamu bela, karena aku hanya seorang pembantu”


“Tapi dia Ibuku Ra, wanita yang melahirkan ku, masa aku harus diam, melihat ibuku di penjara?


“Iya, aku tahu, aku juga tidak berharap untuk kamu Bela Bastian, karena aku sadar diri, jadi lakukan tugasmu sebagai seorang anak dan aku melakukan apa yang menurutku benar”


“Ra, tidak bisakah kita menyelesaikannya dengan baik, baik.


Please …” Bastian menatap sendu, sejujurnya ia juga kasihan melihat Rara, tetapi di sisi lain, ia lebih perduli pada ibunya. Bastian baru menyadari, lebam di wajah Rara  terlihat membengkak.


“Kalau kamu ingin aku mencabut laporannya, maaf, aku tidak melakukannya, mereka memang kaya dan berkuasa,  tapi tidak bisa berbuat sesuka hati seperti itu”


“Baiklah aku mengerti Ra,  aku mengerti posisi mu” Wajah Bastian terlihat sangat terpukul, biar Bagaimanapun, ibunya lebih berharga untuknya.


“Tadi pagi datang dengan Olivia tanpa basa –basi ibu memukuli ku dan menampar dan menarik rambut ku tanpa memberitahukan di mana letak kesalahan yang aku lakukan, seandainya  Ibumu, membicarakan terlebih dulu  , mungkin aku akan membela diri , tapi yang di  lakukan ibumu, hanya memukul ku  bersama Olivia"


“Apa Olivia ikut?”


 "Iya"


Bastian menghela napas panjang, kini ia dihadapkan antara dua pilihan, antara Rara dan ibu yang ia sayangi. Siapakah yang ia bela?


Bersambung ...


Bantu Vote dan like dan kasih hadiah juga Kakak agar view RS naik.

__ADS_1


__ADS_2