Menikah Dengan Brondong

Menikah Dengan Brondong
Pengakuan saat mabuk


__ADS_3

Rara meninggalkan Bastian dalam kamar itu setelah mereka berdua bertengkar.


“Apa Loe cemburu?” Kenzo mengunyah permen karet dan tangan di lipat di dada.


“Itu bukan urusanmu Ken”


“Kalau gue jadi loe, gue bakalan terus terang kalau gue suka dia"


“Uda diam Ken, itu bukan urusanmu"


“Baiklah, tapi gue mau bilang, dua hari lagi gue dan anaknya akan liburan ke Korea Selatan." Ken membuat hati lelaki tampan itu bagai rasa nano, nano.


“Apa …? dalam acara apa?”


“Sebuah perjanjian”


Bastian berdiri, ia menghampiri Rara lagi ke kamar.


“Apa benar kamu ingin liburan dengan Kenzo dan Alvin?”


“Tau dari mana?”


“Itu tidak penting Ra, aku bertanya apa kamu ingin mengajak Alvin liburan?”


“Kalau iya memang kenapa, ada masalah?”


“Ra, kamu yang bilang kalau kamu tidak sembarangan memperkenalkan orang untuk anakmu”


“Iya aku tahu, aku pikir Ken orang baik juga dan aku sudah bertemu dengan ibunya dan beliau memperlakukan ku baik, sebagai sesama manusia, beliau tidak pernah bilang kalau kasta kami berbeda.”


“Jangan membandingkan ibuku dan ibunya Ken Rara, mereka jelas sekali berbeda sifat”


“Iya itu maksudku Bastian, saat ibumu menganggap ku dan anakku sebagai sampah. Namun, ada orang lain yang menerima ku baik dan anakku juga, padahal kalian sama-sama kaya"

__ADS_1


“Apa Ken juga sudah mengenal anakmu ....?”


“Iya, beberapa kali mengobrol lewat panggilan vidio call , belum pernah bertemu”


Tiba-tiba Bastian merasa sangat marah, ia sangat cemburu saat Alvin kenal dan dekat Ken, padahal ia berharap kalau ia lelaki satu-satunya teman ibunya yang diterima dan disetujui Alvian.


 Dengan marah ia meninggalkan kamar hotel, ia keluar dari hotel.


Saat Rara membanding-bandingkan ibunya dan ibu Kenzo, Ia sangat marah, Bastian pergi ke bar untuk membuang beban dalam pikirannya, ternyata hanya masalah seperti itu dengan Rara, ia sudah ingin mabuk.


Parahnya lagi, ia membuat ulah di dalam bar karena mabuk. Bastian memang akan selalu bertindak di luar batas saat ia mabuk, karena hal itulah lelaki berkulit putih itu jarang minum beralkohol, karena ia sering melakukan hal tanpa ia sadari dan sering sekali ia sesali saat ia sadar. Lalu bagaimana kali ini?


Ia membuat keributan di dalam bar, beruntung pemilik bar mengenal Bastian, ia diselamatkan, kalau tidak, ia akan menjadi bulan-bulanan pengunjung bar.


 Pemilik bar mengantar Bastian pulang ke rumah keluarganya.


Saat tiba di rumah di depan keluarga besarnya, ia mulai berpidato mengoceh bagai burung beo.


“Bastian ada apa?” Hartati mendekati putra semata wayangnya.


“Oh, ibuku yang cantik, yang paling cantik dari wanita mana pun,” ucap Bastian, memeluk Hartati, ayah Bastian dan omanya hanya duduk melihat Bastian yang mengoceh.


“Ibu ...! apa hebatnya jadi kaya, kita semua manusia, toh, juga kita semua akan mati dan menjadi tanah dan tidaka akan membawa apa-apa”


“Bastian apa maksudnya?”


“Maksudku, tidak ada perbedaan kasta kedudukan tidak perlu dipandang kaya dan miskin”


“Bastian kamu semakin ngawur, bawa di ke kamarnya, tolong,” pinta omanya Bastian pada dua orang supir.


Namun, Bastian sudah menyimpan banyak kata-kata, yang sebenarnya ingin ia ungkapkan pada keluarganya dan saat ia mabuk semua ia keluarkan tanpa ada hambatan.


“Oma, tunggu dulu dengarkan aku, apa ada larangan jika yang kaya jatuh cinta pada yang miskin?”

__ADS_1


“Kamu mabuk Tian, sebaiknya kamu tidur di kamarmu,” pinta Bardi Salim.


“Ayah, aku jatuh cinta padanya, apa aku salah?”


Mata Hartati dan Omanya langsung terkejut, pengakuan Bastian membuat kedua wanita sosialita itu saling menatap.


Bahkan Hartati terlihat sangat tegang, apa yang ia takutkan terjadi juga, selama ini, ia sangat takut kalau Bastian menaruh perasaan pada Rara.


Karena hanya cintalah yang bisa membuatnya berubah , hal itulah yang ia lihat dari Bastian, selama ini ia curiga Bastian jatuh cinta pada Rara, tetapi ia menyembunyikan perasaannya karena dia.


“Apa maksud anak ini, dia jatuh cinta sama siapa?” tanya Bardi Salim ia belum tahu tentang Rara. Tetapi kedua wanita itu tahu jelas siapa yang di maksud Bastian.


“Dia hanya mabuk Ayah, jangan hiraukan. Bawa dia ke kamarnya,” Perintah Hartati tegas, ia melotot pada kedua supir. Namun Bastian menolak ia masih tetap saja berpidato.


“Tunggu, jangan paksa saya untuk tidur, karena orang tidur tidak akan bisa bicara, aku harus bicara saat ini, sebelum, semuanya tersimpan di sini dengan rapat, rasanya tidak enak, biarkan aku mengungkapkannya.


Melihatnya bersama yang lain hari ini, hatiku sangat sakit,aku tidak pernah merasa sesedih ini. Tetapi, aku yakin tidak akan ada satu orang yang mengerti perasaan ini.


Tidak ada yang mengerti aku, apa kalian tahu di luar aku terlihat sangat tegar, Tetapi apa kalian tahu sebenarnya aku rapuh”ujar Bastian


Ia terkapar dan tertidur, semua rahasianya ia ungkapkan di depan keluarganya.


Mendengar pengakuan Bastian, Hartati meremas ujung jari-jarinya, ia tidak tahu kalau Bastian, menaruh hati pada pembantunya.


"Bagaimana ini? ini tidak akan terjadi, mana mungkin seorang pembantu. Ini gila harga diriku mau di taruh di mana, jika Bastian menikah dengan perempuan miskin itu' Hartati tampak sangat kesal bercampur marah.


"Siapa yang dia maksud, apa dia sedang jatuh cinta? "tanya Bardi Salim ayah Bastian .


"Tida ada apa-apa , dia hanya terlalu banyak minum," ucap Hartati mengalihkan pembicaraan.


Bersambung


Bantu like dan vote kakak,bantu komen di setiap bab ya kakak biar semakin cepat naik level,terima kasih telah membaca karya saya,baca juga karya saya yang lain ya.

__ADS_1


__ADS_2