
“Aku akan menjual semuanya dan menyuruh ibu untuk berlibur menghabiskan semua harta yang ia cari,” katanya dengan wajah terlihat marah.
Ia marah pada adek-adek perempuannya, ia merasa ke dua adiknya seolah senang dengan kejadian yang menimpa Bastian, tidak ada rasa empati dan kepedulian, padahal Bastian adalah keponakan mereka.
Saat ini Bardi salim ingin membuat keluarganya miskin, agar keluarganya tidak tamak lagi hanya memikirkan harta, vonis untuk ibunya, tentu saja menyakiti hati keluarga Rara, itu tidak adil walau yang di vonis ibunya sendiri, tapi tadi ia bisa lihat kalau uang lah yang bicara dalam putusan tersebut.
“Kami tidak akan setuju Mas, protes adik perempuannya pada Pak Bardi .
“Kamu hanya anak perempuan, tuntut saya di pengadilan juga jika kamu keberatan, saya yang berhak karena saya anak laki-laki di keluarga ini,” kata Bardi terlihat tegas.
“Tapi Mas jangan memberikan Hotelnya kita segampang itu pada orang, seakan mas situ, memberikan sebungkus roti pada pengemis,” kata adik perempuannya.
Karena suaminya yang jadi direktur di Hotel tersebut ia tidak rela. Hotel mewah yang bertempat di daerah Jakarta utara.
“Aku sudah mempertimbangkannya jauh sebelum kamu protes, seperti saat ini, jadi mulai sekarang cari hartamu sendiri dengan kerja kerasmu, jangan hanya mengandalkan harta orang tua,” kata Bardi pada kedua adik perempuannya, itu sama saja seperti tamparan keras buat adik-adiknya.
“Mas, aku tau mas pasti marah, tapi aku yakin ibu mungkin melakukan kesalahan, tapi apa yang di katakan tadi di ruang sidang, ia bicara jujur, aku yakin ada yang memfitnah ibu, ada seseorang yang menunggangi masalah ini dan melimpahkan kesalahan pada ibu,” kata adik Bardi.
Dalam persidangan tadi tidak ada keadilan yang tepat untuk Rara, dalam putusan persidangan tadi terlihat sangat jelas Sukma dan para kuasa hukumnya terlihat sangat kecewa. Putusan hakim terlihat sangat memaksakan, Karena Marisa Oueen di vonis hanya di hukum satu tahun enam bulan sangat jauh dari tuntutan mereka.
Hukum itu sampai saat ini masih bisa di beli dengan uang, nyawa orang hanya diganti seratus juta. Bagaimana keadilan untuk Rara, ia belum sembuh.
Setelah pengakuan Bardi salim, tentang Calvin,
Marisa memberikan pembelaan diri terakhir dan pengakuan terakhirnya.
Lepas benar tau tidaknya ia hanya Tuhan yang tau tapi ia mengaku:
__ADS_1
“Saya memang pernah sakit hati pada Rara, tapi marahku karena ia membobol data- data pribadi saya dan aku marah waktu karena ia mengalahkan ku di pengadilan, tapi saat itu aku hanya bilang untuk memberinya peringatan kecil tidak menyuruhnya sampai menyakitinya, biar bagaimanapun aku juga seorang wanita dan anak yang di kandungnya juga anak dari cucu saya,” katanya membela diri.
Dasar munafik, dasar penyihir wanita jahat rutuk Sukma mengusap matanya yang sembab.
Hingga akhirnya jaksa memutuskan hukumannya, luka parah yang dialami Rara hanya di bayar hukuman satu tahun eman bulan untuk para pelaku.
Sukma terlihat menatap tajam penuh amarah , karena keadilan itu belum ada untuk orang miskin, Sikaya akan selalu menang melawan si Miskin. Padahal ia sudah membuat pilihan sulit meninggalkan pekerjaan milik keluarga Bastian.Tapi kali ini ia dan Mario seperti menelan pil pahit.
Dalam ruangan pertemuan antara kedua keluarga itu kali ini mereka akan makan siang.
Bastian keluar, sikapnya buru-buru pak Bardi hanya melihat sekilas, ia tau kemana tujuannya.
Tapi ada rasa sesak di dadanya, ia tau kalau Bastian pasti ingin menemui Calvin anaknya. Tapi Ini akan sulit untuk Bastian penolakan yang di lakukan pada Calvin selama ini akan membuatnya sulit menemui bocah tampan itu lagi.
Bastian harusnya kembali ke pusat pengobatannya atau pantai rehabilitas tapi ia menuju apartemennya. Ia merasa kepalanya sangat sakit menerima semua masalah.
Amplop yang ada di tangannya di buka dan ia baca isinya, rahasia yang selama ia sembunyikan semuanya terungkap. Selama ini ia sudah salah paham pada Yolanda dan Ayahnya.
Flash back
Lima tahun yang lalu seorang gadis cantik bernama Yolanda, menjadi guru musik di rumahnya Bastian, menjadi guru musik untuk sepupunya.
Awalnya mereka berdua bersikap biasa saja, Bastian juga awalnya bersikap acuh padanya, tapi seiring waktu sering bertemu hampir tiap hari menimbulkan benih-benih cinta di hati keduanya, tapi tidak ada yang berani mengaku duluan, karena faktor banyak hal, salah satunya perbedaan umur yang hampir empat tahun.
Yolanda awalnya hanya sekedar menyukai tanpa ada niat memilki, ia tidak mau banyak berharap, ia cukup tau diri juga saat itu, tapi Bastian lah yang berani mengungkapkan rasa suka, pertama sekali padanya. Ia tidak mau karena takut ibunya akan marah besar jika tau hubungan mereka berdua.
Bastian tidak perduli pada larangan ibunya, umur masih sangat mudah membuatnya labil saat itu, ia mengajak Yolanda pacaran diam-diam.
__ADS_1
Yolanda luluh akhirnya. Cinta tidak memandang umur atau harta. Hubungan mereka berdua terjalin begitu saja.
Hari itu mungkin awal masalah besar itu terjadi, saat itu ada teman Bastian yang mengadakan perpisahan, karena akan pindah keluar negeri, ia membawa Yolanda. Ia mabuk dan melakukan kesalahan besar, seperti kebiasaannya kalau mabuk pasti tidak mengingat apapun.
Yolanda hamil, ibunya mengetahui hubungan mereka, akhirnya Yolanda di berhentikan dari guru les.
Bastian tidak mau pindah keluar negeri. Saat itu Hartati yang sudah mengetahui kehamilannya menyuruh menggugurkan kandungannya.
Ia tidak mau, terpaksa berbohong pada Bastian kalau ia punya hubungan sepesial dengan Ayah Bastian. Bastian akhirnya pergi keluar Negeri meninggalkan Yolanda dalam kemarahan, ia sangat kecewa dan marah pada wanita yang bernama Yolanda, bahkan ia tidak tau kalau Yolanda hamil saat itu, tapi ia sangat membenci karena saat itulah awal rumah tangga orangtuanya, mulai berantakan, Ayahnya di tuduh berselingkuh.
Bastian pernah pulang sekali dari luar negeri. Ia tidak tau kalau Yolanda sudah tidak ada, bahkan saat wanita malang itu sudah meninggal pun keluarga besarnya tidak tau.
Yolanda mengalami hari-hari yang suram saat kehamilannya, tapi tidak pernah sekalipun ia ada niat untuk menggugurkan kehamilannya. Walau para tetangganya dulu mencemoohnya, ia di katakan perempuan bejat dan hampir di usir. Tapi Raralah dan keluarganya yang melindunginya, hingga akhir hayatnya.
Yolanda meninggal saat sakit kangker usus menggerogoti tubuh cantiknya.
Flash-on
Kini Bastian membaca semua surat-surat dari Yolanda, ia terlihat sangat menyesal karena sempat membenci wanita itu begitu dalam, ia tidak tau kalau kenyataanya seperti ini.
.
“Maafkan aku, aku tidak tau kamu mengalami hal buruk seperti itu, maaf kata Bastian. Tapi aku tidak bisa memikirkan mu lagi, tenanglah di sana, perasaan ku yang dulu sudah lama hilang, tapi saat ini aku hanya mencintai Rara, tolong bantu ia agar sembuh, agar kami bisa berkumpul kembali, tentu Calvin akan kami jaga, tenanglah di sana Yolanda,” kata Bastian menyimpan foto mantan cinta pertamanya.
Tapi saat ini hanya ada Rara di hatinya, berharap wanita itu pulih dan ia ingin menceritakan kebenarannya padanya.
Bersambung...
__ADS_1