
“Ayah, jaga kesehatan, ayah harus kuat,” kata Rara memberi semangat pada Ayah mertuanya setelah ia tau mertuanya masuk Rumah Sakit
“Baiklah, nak Ara.”
Mulai mempersiapkan diri akan membuat gebrakan besar dalam perusahaanya. Hal yang ia tunggu-tunggu selama puluhan tahun. Tinggal menunggu hari dan menunggu Bastian kembali dari Bali, karena waktu yang di rencanakan hanya butuh dua hari, ternyata ngaret sampai seminggu.
Ia mengusap dadanya, agar sabar, para bajingan itu mengulur-ulur waktu dan membuang-buang duit perusaanya.Tapi ia sabar hanya menunggu waktu saja.
Sukma bertugas menyelidiki Ridho mantan tunangan Rara, tenyata namanya juga ada dalam lingkaran pemegang saham milik salim Group. Uang memang tidak bertuan.
Pesan chating dari Sukma.
[Ra, gue mulai bekerja, Ridho bersama saya] Sukma memberi laporan
[Hati-hati dia sudah mengenal kita, jangan- jangan kita ingin mengerjai malah kita yang
di kerjain] Balas Rara memberi nasehat.
[Tenang, gue jago acting, jago nipu juga
Ini namanya Ratu tipu ketemu Raja kibul] Balas Sukma.
[Jangan lo bilang mau selingkuh dengannya,
Ia lebih mengenal kita dari siapapun jangan
Sampai lengah] nasehat Sukma padanya.
[Baiklah, Ra, loe hati-hati, gue justru ke
Pikiran sama lu]
Mereka berdua menjalankan pekerjaan yang buat jantung berdebar.
Rara terpaksa menghubungi Kenzo lelaki yang punya obsesi padanya. Berkat kepintaran otaknya. Rara mendapatkan Ayahnya kenzo, ia bisa mengajak makan malam dan ia memberikan dokumen yang ditanda tanganin.
Rara memang wanita yang keras yang tidak mengenal takut, saat lelaki itu menolaknya, ia bersikap tenang dan meminum wine yang didepannya dengan tenang.
Rara mengancam akan menyerahkan videonya kepublik, memberikan bukti korupsinya ke polisi. Ayahnya kenzo seorang pejabat Negara .akhirnya ia mau setelah video mesumnya dengan wanita simpanannya, ia tunjukkan, tapi satu kedipan mata pada pengawalnya untuk membereskan Rara, ia berpikir Rara seorang wartawan yang memerasnya.
Setelah ia mendapatkan semua tanda tangan. Rara terlihat sangat tenang menikmati makanan di depan matanya. Ternyata Mario sudah membereskan pengawalnya yang di suruh menangkap Rara. Ia masih bersikap tenang menikmati menu makan itu. Ia seperti wanita jagoan dalam film aksi. Dengan sikapnya yang terlihat tenang dalam situasi genting itu.
Padahal ayahnya Kenzo terdiam melihat kelakuannya yang tidak biasa dari Rara, ia bisa menikmati makanannya tanpa terlihat raut takut apalagi panik.
“Siapa kamu sebenarnya, dari mana kamu tau tentang aku?” tangannya terkepal kuat.
“Aku hanya seorang wanita biasa, yang ingin melihat orang-orang kaya seperti kalian tidak bersikap sombong .” Kata Rara dengan sikap super tenang yang ia tujukan.
“Aku akan memberikan pelajaran padamu nanti,” katanya dengan wajah mengeras.
__ADS_1
“Jangan menelepon siapa-siapa, karena ada yang ingin meretas ponselmu dan mencuri datanya nanti,” Kata Rara menakut-nakutinya. Maksud Rara agar ia tidak mengabari yang lainnya dan itu berhasil.
Tanda merah berkedip di tangannya , itu artinya situasi sudah aman.
“Aku pergi dulu pak, semoga bapak sehat,” kata Rara pamit , menuju mobil Sukma yang mereka gunakan dan selalu mengganti plat nomornya agar tidak bisa di lacak.
“Gila, loe Ra, kenapa sih harus memilih pekerjaan yang membuat nyawa kamu terancam, apa Bastian tau kamu bertaruh nyawa, untuknya? Kata Mario terlihat panik saat ia menemani Rara.
“Jangan takut,Rio, aku tidak akan meneyeretmu lagi,” kata Rara tersenyum.
“Ini bukan soal aku Ra, tapi ini soal kamu, menantu Salim group melakukan hal yang membahayakan nyawanya, kalau kamu marah jangan dong nekat seperti itu, aku tau asal kamu sudah marah kadang yang tidak mungkin, akan jadi mungkin, kamu buat, kata Mario terlihat masih takut, tapi di raut wajah Rara tidaka ada rasa takut sedikitpun.
“Ini untuk keluargaku,Rio, untuk hidup adikku yang di permainkan wanita itu.”
“Tapi, ini sangat menakutkan Ra, lutut ku sampai gemetaran,” Kata Mario terlihat panik
Kini target besar kedua, Ia langsung mendatangi Rumah Viona.
“Kamu yakin Ra?’ tidak masalah?” Mario lagi-lagi takut. Rumah besar itu bukti, kalau yang mereka datangin bukan orang biasa.
Ting ...
Ting ...
“Cari siapa mbak?'Tanya satpam di rumah Viona,
“Saya temanya Viona, bisa bertemu dengannya?"Tanya Rara dengan yakin,
“Bilang saja dari istrinya, Bastian Salim.”
“Oh, Nyonya Salim, silahkan,” Kata satpamnya tanpa bertanya dulu pada nyonya rumah, sepertinya nama Bastian salim sangat berpengaruh di rumah ini.
Ia mengantar Rara sampai ke dalam rumah.
“Bu, ini nyonya Salim.” Kata satpam dengan hormat yang dibalas tatapan mata tajam dari Ibunya Viona. Sama seperti mertuanya mereka pasti tidak menyukai Rara. Karena anaknya yang di inginkan jadi menantu di rumah salim.
“Assalamualaikum,” sapa Rara dengan ramah.
Tapi tidak ada sahutan, itu tidak mengapa sahut Rara dalam hatinya,
“Ada apa kamu kesini?" tanya wanita yang berpenampilan elegan itu, dengan raut wajah tidak bersahabat. Ia bahkan tidak mengajak tamunya untuk duduk.
“Saya ingin berte-“
“Tidaka ada Viona, ia ada pekerjaan,” potongnya dengan buru-buru.
“Saya tidak ingin bertemu dengan Viona, tapi saya ingin bicara dengan suami anda?”
“Ada apa dengan suami saya.” kata wanita itu menatap suaminya yang kebetulan ada di sana,
__ADS_1
“Boleh saya duduk? Saya di suruh Pak Bardi, ingin menemui anda, walau nama Ayah mertuanya tidak setenar ibu mertuanya, tapi ia akhirnya di perbolehkan duduk.
Rara menyerahkan dokumen itu, Pak Bardi ingin membeli saham mereka dengan harga tinggi,
“Untuk apa ini? Bagaimana ia pikir saya mau menyerahkan ladang emas saya padanya.” Kata dengan nada mengejek.
“Berarti anda sudah siap dengan konsekuensinya,” kata Rara dengan sikap tenang yang membuat musuhnya penasaran
“Apa, kamu mengancam saya?”
“Tidak, tapi pak Toni titip salam buat anda,” kata Rara
Wajahnya langsung merah padam, ia terlibat dengan mafia penyelundupan barang ilegal. Toni saat ini buronan polisi
“Apa maksudmu, aku tidak mengenalnya,” terlihat, panik didepan istrinya, ia bahkan mengusir istrinya membawa Rara ke ruang kerjanya.
“Aku ingin kamu memeriksa rekaman ini,” kata Rara tanpa basa-basi.
“ Saya tidak ingin buang-buang waktu, teman anda sudah menanda tanganin tadi, ia memperlihatkan foto Ayahnya Kenzo menandatangani berkas penyerahan jual sahamnya.
“Apa ia melakukanya juga ?.” Ia bertanya dengan panik.
“Ia tidak ingin terlibat jauh, karena perusaan akan di audit, karena terlibat pencucian uang, ia tidak ingin mempengaruhi jabatannya sebagai penjabat Negara. Saya harap anda ikut melakukannya juga demi kebaikan anda sendiri,” kata Rara mendesak dan menakuti-nakutinya.
Tanpa ada pemaksaan ia menjual semua sahamnya, pada pak Bardi. Salim group
“Oh, iya jangan menelepon siapa-siapa dulu pak. Karena ponsel semua petinggi perusaan lagi di sadap,”
Kata Rara menakut-nakuti. Ia mudah mendapatkannya setelah ia menunjukkan Vidio mesumnya dengan selingkuhannya.
Ia takut istrinya akan mengetahuinya, ia terlihat panik dan mondar-mandir, dengan sigap Ara memasang penyadap di ruang kerjanya. Dengan jantung yang berdetak lebih cepat, tapi ia berusaha tenang , agar tidak terlihat ketakutan.
“Siapa kamu sebenarnya, dari mana kamu bisa mendapatkan rahasia tentang saya?.” Wajahnya gelisah.
“Saya, hanya seorang sekretaris di perusaan Pak Bardi," kata Rara terlihat sangat tenang.
“Baiklah, saya juga akan melakukannya, berikan rekaman video itu,” kata lelaki itu dan menandatangi berkas ladang emas yang ia maksud tadi, ia sudah menikmati puluhan tahun.
Rara meninggalkan Rumah mewah besar itu dengan langkah elegan dan kepala tegap.
Setelah sampai di mobil, ia menyeka keringat yang sudah membasahi dahinya, ia baru menyadari lututnya bergetar.
Mario langsung mengganti plat nomornya mobilnya dan meninggalkan rumah itu dengan cepat sebelum mereka di ikuti.
“Apa kamu tidak merasa jantungan Ra? Tanya Mario ia juga ikut menyeka keringat di dahinya, padahal ia hanya duduk mengawasi dari mobil.
“Jantungan, itu sudah pasti Mario, tapi ini seperti sebuah permainan yang mendebarkan, seperti kita menunggu nomor kita di undi,” kata Rara terbahak-bahak-bahak.
“Aku sungguh takut Ra, aku takut untuk kamu, aku takut tadi kamu akan di sekap seperti yang ingin di lakukan lelaki tadi,” kata Mario
__ADS_1
Bersambung ....