Menikah Dengan Brondong

Menikah Dengan Brondong
Wanita bermental baja


__ADS_3

Saat ibu Kenzo sangat baik pada Rara bahkan melamarnya untuk jadi menantu, tetapi ibu Bastian malah kebalikannya.  Ia bahkan menyelidiki keluarga Rara.


“Apa ibu  menyelidiki keluarga saya?” Wajahnya menegang  karena menahan kemarahan.


“Ayahmu,  mudah bagiku memberinya sangsi dan pemecatan, dan adikmu, kamu tau. Rumah sakit itu milik Ibuku dan klub sepak bola yang merekrut adikmu punya adik laki-lakiku”


“Ha … ha … ha"Rara tertawa.


“Kamu menertawakan saya?"Tanya IBu Bastian, merasa geram melihat Rara tertawa.


“Ibu, sepertinya sangat takut sama saya, sampai-sampai menyelidiki keluarga saya , berarti di mata Ibu saya ini kuat dong,” ucap Rara.


“Tidak, saya tidak berpikir seperti itu, saya hanya  mengingatkan kamu, agar tetap  tau diri  dan berpikir siapa  dirimu dan siapa keluarga saya, kamu mengingkari janji”


“Saya sudah bilang  saya bukan orang yang  seperti ibu pikirkan, artinya anda tidak yakin pada diri sendiri. Saya bukan siapa-siapa Bu, jadi saya tidak perlu diawasi"


“Jadi saya peringatkan sekali lagi,  jangan dekati anak saya dan jangan dekati suami saya, jauhi mereka kalau kamu ingin hidupmu tenang.”


Wanita  itu memberi Rara peringatan


“Saya mengerti Bu, saya sudah bilang saya sudah berusaha. Namun Bastian yang tidak mau pergi”


“Sampai kapanpun,  saya tidak akan sudi menerima kamu sebagai menantu di rumahku. Viona satu-satunya yang akan menjadi  menantuku”


“Lakukan itu, saya tidak melarang siapapun yang menikah degan Bastian.” Rara tidak gentar menghadapi wanita itu,


“Kalau begitu, pergilah dari hidup Bastian tinggalkan dia sekarang juga, baru saya percaya”


“Kalau itu saya tidak bisa melakukannya , karena kontrak kerja yang saya tanda tanganin masih ada  satu tahun lebih, saya bisa menuntut Bastian nantinya jika ia  memutus kontrak kerja kami dan begitu juga sebaliknya”


“Itu artinya kamu tidak ada niat meninggalkan Bastian?”


“Saya sudah bilang nyonya besar, ibu, tante, siapapun anda. Saya tidak ada niat menikahi Bastian , tapi jika anda masih menggangu keluargaku  jangan harap aku tinggal diam , saya pastikan anda akan menyesal telah mengenal saya. Ingatlah kata-kataku nyonya, kalau Ibu masih menggangu keluargaku, aku akan membawa Bastian ke penghulu”


Rara memang memiliki metal baja saat ia diancam dan diberi peringatan keras, malah ia yang balik menekan dan memberi peringatan keras.

__ADS_1


“Kenapa jadi kamu yang marah?” Wajah wanita itu terlihat menegang karena Rara tidak lantas tunduk seperti yang ia harapkan, malah balik menggertak.


’Ini anak tidak ada takutnya’ Hartati membatin


“Saya tidak marah, jika ibu bisa mengancam saya, saya juga bisa bahkan lebih, jangan salahkan saya jika saya sudah marah,”  gertak Rara


“Harusnya kamu sadar  bicara sama siapa. Kamu harus punya rasa hormat”


“Kalau anda bilang, saya  harus takut pada anda.  Itu satu kesalahan, hanya mereka yang membuat saya takut  kuntilanak, babi ngepet, tuyul, dan sundal bolong,  mereka yang suka membuat saya takut, sayangnya saya bisa melihat mereka. Kuntilanak ada di sini.” Rara merasa kesal, terpaksa ia menakut-nakuti Ibu Bastian.


“Saya menghormati anda jika anda  bersikap selayaknya,” ucap Rara, matanya pura-pura bisa melihat mahluk kasat mata..


Melihat Hartati bergidik saat ia bilang mahluk kasat mata itu, saat itu juga jiwa iseng dan jiwa biang onarnya Rara keluar ia menakut-nakuti ibunya Bastian dan itu sukses.


Ia menatap kesamping Hartati seolah melihat seseorang dan mengusirnya dengan matanya,


“Saya permisi dulu Bu, saya merasa hawa tidak enak dari ruangan ini,  saya sepertinya melakukan kesalahan karena menyebut nama mereka tadi, permisi,” kata Rara ingin  pergi


“Eh..kamu mau kemana saya belum selesai bicara,” kata Hartati menyambar Tas Hermes miliknya dan ikut menyusul Rara keluar, bahkan ia berjalan mendahului Rara,  seperti  lari terbirit-birit dengan langkahnya yang panjang  dan cepat meninggalkan restauran.


Rara menutup mulutnya tertawa terkekeh melihat kelakuan  Nyonya besar itu yang sekarang kabur meninggalkannya, acara memberi peringatan dan ancaman yang ia lakukan buyer begitu saja, karena rasa takut sinyonya sama kuntilanak dan kawan-kawannya,


Rara bertemu dengan ibu Bastian di salah satu restauran, wanita itu yang meminta Rara datang dengan tujuan memberi ancaman pada Rara . Tetapi saat ia mengancam Rara menggunakan keluarganya Rara balik mengancam akan menikah dengan Bastian dengan diam-diam jika ia masih berani menyelidiki keluarga Rara.


Pertarungan yang imbang jika, Hartati  mengunakan kekuasan melawan Rara, maka ia menggunakan keberanian dan mental bajanya untuk melawan ibu Bastian.


Saat ibu Bastian pergi Rara  balik lagi ke dalam restauran dan menelepon sahabatnya Sukma. Kini kedua sahabat itu duduk santai menikmati iceream Vanila kesukaan ke duanya,  hampir satu jam lebih mereka disana, membahas masa lalu,  kehidupan mereka berdua, mungkin kehidupan mereka bertiga dengan Yolanda sahabat mereka yang sudah meninggal.


Rara kembali tersenyum  mengigat wajah Hartati ibunda Bastian, saat  ketakutan tadi.


“Kenapa?” tanya Sukma  penasaran dengan senyuman yang dipamerkan sahabatnya,


“Gue keinget aja gitu wajah si nyonya besar itu tadi, saat dia ketakutan saat gue bilang ada syetan ada di sampingnya.”


“Masa sesame kuntilanak takut iya,” ucap  Sukma ikut menimpali, kedua sahabat tertawa menertawakan Hartati ibunda Bastian. Sukma sudah mengetahui semuanya. Rara akhirnya menceritakan padanya apa  sudah ia alami sejak melarikan diri dari rumah keluarganya.

__ADS_1


Saat mereka tertawa, tiba-tiba suara tawa mereka berdua terhenti karena Bastian berdiri tepat samping  Rara


“Bastian ngapain kesini?” Rara terkejut. Sejak pertengkaran Kenzo dan Bastian di rumah sakit Rara menghindari keduanya. Tidak untuk Ken tidak juga untuk Bastian.


“Kamu menghindariku Ra”


Sukma menatap Bastin tanpa berkedip, ini pertama kalinya  ia melihat Bastian secara langsung, biasanya ia   hanya melihat Bastian di berbagai iklan dan di beberapa sinetron di TV. Kini aktor berwajah tampan itu bertemu dengannya secara langsung bahkan mencintai sahabat dekatnya. Ia menyenggol lengan Rara beberapa kali agar Rara memperkenalkannya pada Bastian.


“Aduh Mei, momennya tidak tepat,” bisik Rara.


“Hai, saya Bastian.” Bastian tahu keinginan Sukma, ia menyodorkan tangannya pada Sukma. Wanita bermata sipit itu  menyambut tangan Bastian  dengan  wajah berbunga-bunga.


“Ia tampan bangat Ra,” ucap  Sukma dengan gaya noraknya yang berlebihan, matanya masih memandangi Bastian tanpa berkedip degan kedua jari tangan sediri diremas-remas


“Bastian pulang duluan saja, di sini banyak orang.” Melihat orang dalam restauran itu melihat ke arah mereka, Rara berusaha menutup wajahnya dengan tas tangan milik Sukma.


“Ra, ayo kita bicara sebentar,” ucap Bastian, wajahnya memelas. Sukma masih  menatap Bastian dengan wajah berseri-seri.


“Ra, lu kenapa gak mau, gue saja dah, gue siap kemanapun, lu bawa,” ujar Sukma.


Tidak ingin mengundang perhatian banyak orang Rara setuju.


“Baiklah, ayo kita keluar dulu dari sini, makin banyak orang yang melihatmu, aku merasa gak nyaman,” ucap Rara berdiri.


“Mei, lu pulang duluan iya, salam buat anak-anak, lu"


“Iye Ra, kabarin gue iya, bagaimana hubungan lu sama si tampan itu,” ucap Sukma melirik Bastian. Lelaki itu hanya tersenyum kecil pada  ibu beranak empat itu.


Sukma ke parkiran mengeluarkan motor matik miliknya, sementara Rara ikut ke mobil Bastian.


“Apa ibuku mengancammu lagi Ra?” tanya Bastian saat di dalam mobil.


“Iya”


“Maafkan ibuku iya Ra” Wajah Bastian terlihat semakin tidak berdaya, saat ia berusaha menaklukkan hati Rara, tetapi apa boleh buat  sang ibu malah merusak perjuangannya.

__ADS_1


Bersambung ….


Bantu like dan vote iya Kakak


__ADS_2