Menikah Dengan Brondong

Menikah Dengan Brondong
Cinta Ken Terhalang Restu


__ADS_3

Walau Aisah pernah bilang susah move on dari mantan tunangannya, tapi itulah hidup selalu diantara dua pilihan, dan harus memilih salah satunya.


“Om,” Calvin datang memeluk lelaki bertubuh kekar itu.


“Calvin, lagi ngapain?,” tanya Ken mereka berdua terlihat akrap dan Rara jadi mengingat Bastian, dulu juga Bastian sangat suka sama Calvin, tapi sat ini semua sudah berubah


Aku berharap Bastian lah yang melakukanya, bukan Ken, apa besok ia mau melakukannya? Entahlah, kata Rara bertanya sendiri dan menjawab sendiri.


“Bu, om Ken juga baik sama Alvin,” kata Calvin , bibir memanggilnya mulai berceloteh.


“Om, ama ante Isa kapan nikah? Biar bisa punya dedek seperti ibu sama Om Bastian,” katanya dengan polosnya, muka Aisah langsung merah seperti tomat rebus.


Rara harus menahan hatinya saat Calvin memangil suami dari Ibunya dengan sebutan Om, padahal dulu ia sangat ingin bisa memangil Bastian sebutan, Ayah. Tapi sepertinya Rara dan calvin harus melupakan hal itu, karena Bastian tidak menyukai Calvin dalam rumah tangga mereka.


“Oh, Ante Aisahnya belum mau bagaimana dong?” tanya Ken, semua mata tertuju pada Aisah menjawab pertanyaan dari mak sama Babe Rara.


“Vin, sama Paman Rizky dulu iya, kakek dan Om Ken, mau bicara dulu sebentar,” kata Orang tua Rara menyuruh anak pintar itu pergilah lagi.


“Iya Kek,” Calvin tidak pernah membantah apa yang mereka bilang.


Alvin pamit sama Ken untuk naik keatas, walau pancaran matanya ia berharap ikut duduk dan libatkan dalam obrolan keluarganya dari matanya ia berharap masih ingin bermain dengan Ken, tapi karena sudah di suruh pergi ia memilih untuk pergi,


“Terus , kalian bagaimana rencananya Sah?” tanya babenya Rara pada Aisah, gadis cantik berkerudung itu hanya menunduk, meremas jari-jari tangannya.


“Beri Aisah waktu, be, saya belum bisa menjawabnya saat ini, saya dan mas Ken ingin mengenal satu sama lain, kami masih tahap pendekatan,” kata Aisah dengan hati-hati tidak berani menatap wajah babenya,


“Bagaimana, Nak Kenzo sendiri bagaimana pendapatmu?.”


“ Saya siap melamar Aisah pak kalau dia sudah siap,” nada bicaranya santai tidak ada beban yang tergugat si sana,


“La.. loe bagaimana sih Sah, ada orang yang niat melamar loe, malah kagak mau, loe mau ngerapin lelaki …intuh.”


Mak bagaimana sih? bukannya berpikir mendukung Aisah , harusnya mak menyerahkan semuanya pada Aisah kata Rara dalam benaknya.


“Mak, biarkan Aisah yang memikirkannya kita berikan ia waktu ini tidak mudah baginya,” kata Rara membela adiknya,


“Iya Ra, tapi seumuran Aisah sudah banyak punya anak,” kata Ibunya lagi, sama seperti di dulu yang selalu di banding-bandingkan.


“Iya Babe juga setuju pendapat Ara, kita biarkan mereka saling mengenal satu sama lain,” Ayahnya juga ikut membelanya.

__ADS_1


Ken, terlihat tenang, jelas terlihat ia sudah sering bertamu ke rumah perempuan dan matanya tidak pernah lepas untuk melihat Aisah. Ia memang seorang pemain handal play boy kakap.


“Iya, Be,” bibir itu akhirnya tersenyum saat Babe dan Rara membelanya.


“Tapi Babe tidak mau kalian salah jalan, kalau sudah cocok langsung di sahkan, jangan nanti malah berbuat berdosa,” Kata babenya mengingatkan mereka berdua.


“Iya Be,” kata Aisah dengan yakin.


“Bagaimana pendapatmu, Ken,”Tanya Babeh ke pemuda itu,


“Keluarga saya ingin mengenal Aisah sebenarnya, tapi karena ia belum siap, jadi kami menunda dulu tunggu ia benar-benar siap,”


kata Ken dengan yakin .


Mendengar niat serius dari Ken , Rara merasa tidak enak.


Biar bagaimanapun Rara pernah mengancam Ayah Ken,


dan pernah juga mengalahkannya di pengadilan karena membawa Ken sebagaai saksi saat perkara tentang Calvin ,terus bagaimana ia akan menerima Aisah jadi menantunya kalau Ia tau yang mengalahkan beberapa kali?


“Ken, boleh aku bertanya sesuatu? tapi itu maaf pertanyaan ku agak sensitif, tapi harus aku tanyakan,” kata Rara.


“Bagaimana hubunganmu dengan. Ayahmu?”


“Hubungan saya dan Ayah tidak baik, saya dan ibu, paman dan kakek nenek nanti yang datang melamar Aisah, kalau Aisah sudah siap.


Ayah Ibu sudah berpisah, ia menikah lagi maka itu saya dan papi tidak baik hubungannya .


Entah kenapa Rara merasa lega dan senyuman kecil terukir di bibirnya, rasanya memang terlihat aneh bagaimana mungkin Rara bisa tertawa seperti itu, saat orang lain menceritakan kabar buruk dari keluarganya, bagaimana Rara tersenyum senang


“Ada apa dengan itu, Ra?,” Tanya Ken.


“Maaf Ken sebelumnya, sebenarnya ini juga yang aku takutkan dari hubungan kamu dan Aisah, tapi kalau seperti itu saya tidak melarang dan saya juga tidak mendukung dan menyerahkan semuanya pada Aisah, karena cinta setiap cinta akan menemukan tempatnya,’ Kata Rara.


“Tapi tunggu! memang ada apa dengan Ayah Ken” Emaknya Rara menatap mereka bergantian.


“Ayahnya Ken seorang jaksa, mak, Ayahnya Ken dulu yang pimpin persidangan Calvin saat itu,”kata Rara.


Ia berusaha menerangkan dengan singkat, ia tidak ingin Ken merasa tidak nyaman saat keluarganya di bahas dalam keluarganya.

__ADS_1


“Ohh, begitu,” wajah mak dan babe Rara terlihat langsung berbeda apa lagi ini menyangkut soal Calvin.


Wah posisimu berat ini Ken, kata Rara dalam hatinya saat melihat raut wajah kedua orang tuanya yang langsung berbeda saat rara menyebut persidangan


“Baiklah, mungkin kalian butuh waktu untuk saling mengenal keluarga masing-masing, terus terang saya tidak suka anak saya menikah dengan orang kaya, apa lagi dari keluarga seorang Jaksa dan Aktor. Tapi tergantung Aisah juga yang menentukan. Babe mau naik dulu saya tinggal dulu ,” kata pak Agus meninggalkan mereka, terlihat sekali sikap penolakan dari Babenya.


Raut Ken terlihat tegang, ia merasa malu, mendadak jadi pendiam saat pak Agus menolaknya.


Dari pada hanya diam seperti kambing congek, ia pamit pulang,


Setelah ia pulang, ternyata babenya Rara turun lagi terlibat pembahasan tentang Ken lagi.


“Kenapa kamu gak bilang Ra, kalau ia anak dari musuh kita?” kata Babenya Rara di sambut tawa dari Rara dan keluarga yang lain.


“Memang sejak kapan Jaksa musuh kita Be?” Tanya Rara.


“Iya, siapa yang yang terlibat membenci Calvin akan jadi musuh kita, terlebih musuh Babeh,” kata pak agus.


“Terus bagaimana apa Babeh tidak menyukai karena Ayahnya?” Rara menatap orangtua itu.


“Babeh terus terang sejak tau Ayahnya kompolotan dari kelurga Salim, babe, sudah tidak menyukainya, tapi Aisa apa kamu benar tidak menyukainya? Kalau tidak suka jangan di paksakan.”


“Kalau Babeh dan kaka tidak menyukainya, saya juga tidak ingin melanjutkannya, Beh ,” Kata Aisah.


Aisah juga jadi mengikuti pak Agus, tau Kenzo anak jaksa yang ingin mengambil anggota keluarganya mereka.


Ayahnya Ken memiliki hubungan bisnis dan Marisa Ouen.


Makanya saat ingin merebut Calvin Maria menunjuk Ayahnya Ken jadi Jaksa, agar bisa di menangkan, untung otak Rara bisa meretas data-data milik jaksa dan dan pengacara dan rara bisa menyadap pembicaraan mereka lewat ponsel.


Maka itu dari Rara bisa mengantisipasinya dan mencari strategi untuk melawan.


Semua ia kerjakan tanpa di ketahui kelurganya, ia tidak mau kedua orangtuanya banyak pikiran. Maka ia kerjakan sendiri.


Babenya Rara yang tadinya sudah ingin memberi restu untuk Ken, tapi setelah tau dia anak seorang Jaksa yang ingin merebut Calvin.


Pak agus malah tidak merestuinya lagi ,menyuruh Aisah menjauhi Kenzo.


Bagaimana nasibnya Kenzo selanjutnya, saat ia mulai jatuh cinta tapi terhalang restu dari Keluarganya Rara? akan kisah cinta sama seperti Rara, terhalang restu calon mertua?

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2