
Setelah tragedy koper horor malam itu .
Keesokan harinya setelah Rara menyelidiki dan membongkar koper Yolanda, ia akhirnya banyak menemukan rahasia.
Rara terpaksa berbohong pada keluarganya kalau ia dan Sukma ada pekerjaan penting di luar kota. Ia harus melakukannya karena ia tidak mau terlihat sedih di depan keluarganya.
Ia khawatir kalau orang tuanya mengetahui kenyataan pahit hidupnya. Kenyataan kalau ia sudah di tinggalkan Bastian dan memilih Ibunya. Ia takut kedua orang tuanya bersedih terlebih Babenya.
Karena itulah Rara masih di Hotel bersama Sukma. Ia sedikit lebih tenang dan mulai menerima kenyataan pahit itu.
Ia mulai menerima kalau sekarang ia menjadi janda, walau kadang ia merasa sakit karena angan-angan yang ia rangkai bersama Bastian dulu terlalu indah, hinga ia sulit melupakannya, kebersamaannya dengan Bastian mengukir banyak kenangan indah dalam dirinya. Walau berat menerima kenyataan pahit itu, tapi Rara mencoba tabah.
Ia harus kuat demi anak dan janin dalam kandungannya.
Sukma sangat khawatir padanya, ia takut karena banyak masalah yang menimpah Rara, takutnya mempengaruhi pertumbuhan jambang bayi yang ada dalam Rahim Rara.
Rara mungkin salah satu orang yang beruntung karena punya sahabat baik seperti Sukma. Sukma setia mendampinginya dalam setiap kesulitannya.
Jika Rara sakit, ia ikut merasa sakit, jika Rara senang ia ikut merasa senang. Bahkan belakangan ini, saat Rara banyak di timpa masalah ia selalu mendampinginya, ia bahkan jarang pulang kerumahnya.
Untuk ke 4 anaknya ada ibu dan ayahnya yang menjaganya, dan satu orang pengasuh ia bayar untuk membantu orang tuanya, untuk menjaga anak-anaknya, agar orang tuanya tidak mengeluh capek lagi .
Ibunya Sukma sudah bersikap baik padanya belakangan ini, apa lagi setelah Sukma mendapat pekerjaan yang bagus di perusahaan pertelevisian, terkenal Ibunya menjadi bangga padanya.
Orag tua Sukma tidak seperti dulu lagi menekannya,
Mereka sekarang sudah mendukungnya, karena akhirnya orang tuanya menerima keputusan Sukma untuk menggugat cerai suaminya.
Rara masih duduk memeriksa beberapa lembaran kertas, ia tidur-tiduran di atas kasur di Hotel itu.
Ya ampun!!” Rara tiba-tiba menutup mulut dengan panik, kedua bola matanya tiba melotot dengan semakin besar,
“Ada apa sih,Ra?.” Sukma dibuat bingung dengan sikap Rara yang bersikap panik .
“Mey, loe ingat gak, Hotel keluarga Salim yang tiba-tiba diganti omahnya Bastian yang diganti nama Hotel pakai nama Calvin?”
“Iya ingat, terus? kamu bilang itu hanya kebetulan,” kata Sukma
“Sepertinya tidak, jadi orang yang mengawasi Calvin, mengambil sampel rambutnya dan sikat giginya dari sekolahnya, sekarang aku tau!!” Rara berteriak panik
__ADS_1
“Siapa?.” Sukma ikut panik, mata sipitnya menatap memburu pada Rara.
“Iya ampun, Mey! Itu sudah pasti omahnya Bastian, sekarang aku mengerti kenapa dulu, ia sangat mendukung aku menikah dengan Bastian, dan ia selalu menyuruhku membawa Calvin tinggal di rumahnya dengan alasannya ingin mendengar suara anak-anak, ternyata bukan Ibu Bastian pelakunya.
Iya ampun tenyata Omah, berarti ia sudah tau dari dulu kalau Calvin cucunya, sekarang aku baru ingat semuanya,”
Mata Rara semakin membelalak.
“Iya, Yolanda pernah bilang, ada Ratu besar di dalam rumah, di tempat ia bekerja,” Kata Sukma
“Jadi dia sudah lama mengincar kami dan Calvin,” Rara menutup mulutnya dengan tangannya
“Iya ampun, jangan-jangan!?.” Wajah Rara terlihat lebih panik lagi
“Ada apa lagi,Ra, jangan membuatku semakin takut, bulu kudukku bergidik lagi jadinya nih,” Sukma menunjukkan tangannya lagi.
“Jangan-jangan ia pelakunya ?” kata Rara
“Pelaku apa?” Sukma
a mendekatkan wajahnya ikut panik.
“Iya, tentu aku ingat,” Sukma semakin tidak sabar lagi,
“Pelakunya, berarti Omahnya Bastian yang melakukan itu padaku,” kata Rara
Sukma sampai terjatuh dari tempat duduknya kerena panik , takut, tidak percaya.
“Maksudnya apa Ra, gue gak ngerti?.” Tanya Sukma, ia berdiri
Rara menggeleng panik, wajahnya jauh lebih panik lagi.
“Ia mengincar Calvin , Mey!
“Loe ,jangan nakutin gue dong, gue merinding terus jadinya nih,” Sukma sampai gemetaran mendengar penuturan Rara.
“Ia tidak suka gue hamil, selama ini, obat herbal yang ia berikan padaku bukan obat penyubur, justru obat membuat rahimku kering, makanya setelah Dokter bilang aku minum obat herbal yang membuat rahim kering, aku berhenti meminumnya, tapi di depannya aku pura-pura minum, untung Bastian membawa aku keluar dari rumah itu, makanya aku bisa lolos dan bisa hamil, setelah tidak minum obat yang di berikan Omahnya Bastian.
Diam-diam aku menyelidikinya, benar, ada kandungan senyawa dalam obat herbal itu yang efeknya memperlambat kehamilan, bahkan bisa menyebabkan keguguran bila di minum saat hamil.
__ADS_1
Gue pikir omah, hanya salah mengasih resep obat karena sudah tua, makanya aku tidak mempermasalahkannya, tapi sekarang aku menyadarinya setelah mendengar penuturan Bastian,” kata Rara.
“Ih, menakutkan! Keluarga macam apa ini,” Sukma terlihat beberapa kali mengusap lengan tangannya
“Kenyataan ini sama horornya seperti yang kita alami tadi malam,” kata Sukma lagi-lagi mengusap bulu tangannya.Karena merasa tangannya bergelidik lagi.
“Jadi aku sudah paham, ia dalang utamanya.Marisa Queen dalang di balik semua ini,” kata Rara terlihat yakin
“Maksudmu, Omahnya Bastian orang jahat?”
“Bisa jadi, ini karena kekuasaan dendam lama, Bastian pernah bilang keluarga dari nenek dari Ibunya dan nenek dari ayahnya sudah lama saling bermusuhan, perebutan kekuasaan dan haus ingin saling merebut.
Keluarga salim dan Pangestu walau besanan, tapi saling bermusuhan dan saling ingin menjatuhkan.
Omahnya Bastian sepertinya tidak ingin hartanya di nikmati atau tidak ingin di nikmati dari keturunan yang ada hubungannya dengan keluarga Pangestu seperti Bastian, Jadi mungkin ia tidak ingin keturunan Bastian mewarisi Harta keluarga salim, karena ada darah ibunya mengalir di darah anak Bastian, jadi ia tidak suka saya punya anak, ia hanya ingin Calvin jadi penerusnya, karena masih darah daging dari Bardi Salim, kira-kira seperti itu, aku menyimpulkan seperti itu, karena seperti itulah potong-potongan bukti yang aku kumpulkan dan aku dengar, jadi aku menyimpulkannya seperti itu,” kata Rara.
“Aku semakin tidak mengerti Ra, bagaimana jalan pikiran orang kaya itu, apakah kebahagian hanya bisa di ukur dari harta dan kekuasaan saja?.” Tanya sukma terlihat sangat marah mendengar penuturan Sahabatnya.
“Buat segelintir orang mungkin iya, Mey, aku masuk lingkungan keluarga ini adalah sebuah kesalahan, aku tidak mau terlibat lebih jauh, dalam permainan kotor keluarga ini, aku pikir selama ini Omahnya Bastian orang yang tulus yang bisa menerima ku, apa adanya, ternyata ada udang di balik batu , ternyata dia mengincar Calvin, untuk pewaris kerajaan bisnisnya, kasihan Bastian, ia jadi seperti anak yang tidak anggap di sini,” kata Rara.
“Loe , yakin Ra, seperti itu faktanya,”
Sukma seolah belum bisa menerima semuanya kenyataan ini.
“Itu artinya kehamilan kamu tidak di inginkan di keluarga Bastian,Ra?,” Mata Sukma menatap Rara dengan raut tidak percaya.
“Gue pikir seperti itu, Mey, ia hanya ingin Calvin, itu artinya calvin dalam incarannya saat ini,” Rara terdiam pilu.
“Kalau seperti itu, ia sama saja dong, ia juga salah satu penyihir jahat,” kata Sukma
“Iya , gue rasa seperti itu,” Kata Rara “ Kita harus menemui orang tua itu ,Mey, kita harus bertanya langsung bagaimana kebenaranya.” Kata Rara. Ia berdiri
“Loe yakin,Ra,loe tidak takut?” sukma terlihat yang lebih takut.
“Iya, kata asisten Rumahnya mereka sudah pulang dari acara jalan-jalannya,maka itu kita harus kesana,” Kata Rara ia mulai bergegas.
Rara dan Sukma berencana menemui omahnya Bastian.
Bersambung
__ADS_1