
Rara setuju untuk bertemu dengan Bastian dengan niat untuk memperjelas apa yang terjadi antara ia dan Bastian. Bastian meminta bertemu di salah satu hotel di Pantai Ancol, Rara tidak curiga karena ia sudah tahu, bagaimana sikap Bastian, ia berpikir kalau lelaki tampan itu tidak akan berbuat jahat padanya. Karena Rara berpikir, kalau malam itu benar terjadi, itu semua karena ia yang merayu Bastian.
*
Rara tiba di salah satu hotel di pinggir Pantai, setelah menemui petugas hotel Rara di antar menemui Bastian yang saat itu duduk santai di pantai di depan hotel. Bastian duduk santai menikmati pemandangan tepi pantai dan menikmati angin laut yang sepoi-sepoi.
“Kenapa harus ke sini sih Bastian, bagaimana kalau ada wartawan yang melihat kita"
“Agar kita bisa menikmati pemandangan yang indah ini, sini duduk," ucap Bastian dengan gaya santai.
“Kamu masih bersikap santai seperti itu iya, aku sudah hampir mau gila karena ulah mu, sekarang katakan dengan jelas apa kamu benar-benar melakukannya padaku? aku tidak percaya, apa buktinya?"
“Iya, buktinya malam itu kamu pakai BH warna crem dan segitiga pengamanmu warna hitam," ujar Bastian menjelaskan secara rinci, padahal malam itu saat di hotel, Rara meletakkan pakaian dalamnya lipatan handuk, lalu ia memandikan Alvin, saat memakai handuk, tidak sengaja Bastian melihat kedua kain pengaman itu.
Wajah Rara semakin merah padam.
“Bastian! Apa yang kamu lakukan? Kamu mengambilnya dengan cara yang licik, aku belum pernah melakukannya sama sekali.” Rara menjambak rambut Bastian dengan marah.
“Aduh Rara sakit, Apa …? kamu belum pernah melakukannya? Tapi aku berpikir itu tidak benar kare-”
“Kenapa kamu berpikir aku tidak perawan lagi, dengar … aku tidak pernah melakukan dengan lelaki manapun kecuali sama kamu”
Bastian terkejut atas pengakuannya, Rara secara tidak sadar membongkar semua rahasia hidupnya pada Bastian
Bastian sangat kaget mendengar pengakuan spontan Rara, padahal selama ini , ia selalu berpikir, kalau Rara sudah berpengalaman dalam hal-hal seperti, terlihat dengan sikapnya yang tidak pernah sungkan-sungkan jika membahas hal dewasa dengan Bastian dan sering menyebutnya bocah karena perbedaan usia yang lumayan banyak.
“Tunggu, kamu belum pernah melakukannya dengan umur kamu sedewasa ini?”
“Kenapa, masalah? bukan berarti aku tidak menginginkannya. Ciuman saja kamu yang mencurinya, dan mahkotaku juga kamu yang mengambilnya. Dasar kamu," ucap Rara marah, tetapi, ia malu kalau harus teriak dan menangis di depan Bastian.
Mulut Bastian ternganga saat mendengar semua pengakuan yang dilakukan Rara, ia semakin jatuh cinta dan gemas dengan wanita yang di hadapannya. Bastian salah menilai Rara selama ini.
“Kamu kuno bangat sih jadi perempuan, mana ada lagi wanita jaman sekarang yang masih mempertahankan virgin,” ujar Bastian menggoda, padahal hati kagum dengan wanita yang bernama Rara Winarti.
“Bodoh amat, dulu aku selalu kasar dengan lelaki, maka itu tidak ada yang berani macam-macam, aku berpikir akan sangat senang jika aku berikan pada suami sebagai hadiah di malam pertama, pasti akan sangat menarik, itu dulu yang aku pikirkan. Tapi sekarang kamu menghancurkan impianku Bodoh, Gilaaa …!” Teriak Rara kesal.
__ADS_1
“Berarti kamu memberikan pada orang yang tepat, karena aku calon suamimu,” ucap Bastian dengan santai.
“Calon suami apaan, aku tidak mau menikah denganmu, keluargamu jahat apa lagi ibumu”
“Tapi Ra, aku, kan, sudah melakukannya harusnya kamu minta pertanggung jawaban padaku, harusnya kamu meminta aku menikah denganmu”
“Tidak akan, anggap saja itu kecelakaan, aku tidak akan meminta menikahiku”
"Apa!? kok kamu aneh Ra, harusnya kamu memintaku menikahimu, karena aku akan bertanggung jawab"
Bastian panik, sikap Rara kali ini di luar dugaannya, tadinya ia sudah merasa sangat senang bagai di atas angin, tetapi kali ini Rara tetap juga menolak menikah dengannya.
Sementara sang wartawan sudah mengambil gambar dan sudah mulai menulis di berita gosip. Akankah hati Ibu Bastian luluh, setelah mendengar dari berbagai berita tentang hubungan anaknya judul berita
' Hubungan Bastian Salim di tentang keluarga karena Wanita miskin'
Bastian dengan sengaja membuat dirinya difoto wartawan , ia berpikir dengan menunjukkan ke semua orang hubungannya dengan Rara dengan begitu ibunya tidak akan bisa melarang hubungannya dengan Rara.
Lalu bagaimana dengan Rara, apa dia akan mudah di taklukkan hanya dengan cara itu? Sepertinya tidak.
“Ra, ayo kita menikah diam-diam,” ucap Bastian, tidak lelah membujuk.
“Aku sudah bilang Bastian, jika ibumu tidak merestui hubungan kita, aku tidak akan mau”
“Lalu bagaimana kalau kamu hamil di luar nikah, apa kamu tidak malu?”
“Malu sih, malu. Paling keluargaku akan mengusirku lagi dari rumah, tidak masalah bagiku, toh juga, aku sudah terusir sekarang, kalau aku hamil anak kamu di luar nikah, aku kan membesarkan sendiri," ujar Rara santai, tetapi, Bastian yang malah mengalami serangan migran saat menghadapi sikap Rara yang tidak mudah ditebak dan terlalu cuek.
‘Wanita ini sampai sekarang masih perawan, apa itu benar? Setua ini masih perawan? Harusnya, aku melakukan saja malam itu’ Bastian sampai merasa gerah karena memikirkannya tentang tubuh Rara.
“Jadi kamu tidak marah lagi padaku?” tanya Bastian.
“Lupakan saja, tidak ada gunanya marah, nasi sudah menjadi bubur, lupakan saja, katakan pada ibu kalau aku tidak akan menuntut apa-apa walau kamu sudah melakukannya padaku, anggap saja kecelakaan, ayo pesan makan, memikirkan hal itu dari tadi, membuatku lapar,"ujar Rara Santai tanpa beban.Tetapi Bastian memegang batang lehernya, ia merasa stres menghadapi Rara, padahal ia sudah sangat yakin kalau Rara langsung setuju menikah, saat berbohong sudah meniduri Rara.
'Apa dia tahu kebenarannya?' tanya Bastian dalam hati.
__ADS_1
Bastian terdiam, ia kehabisan kata-kata dan kehabisan cara menghadapi Rara, ia tinggal, cara kedua untuk bisa menikahi Rara.
Dengan cara mengungkapnya ke media hubungan mereka dengan begitu, Bastian berharap, orang tua Bastian dan orangtua Rara , melihat berita dan memaksa mereka menikah itu cara yang kedua yang Bastian rencanakan. Rencananya berhasil masuk berita dan dilihat Hartati ibunya Bastian.
Saat itu Bastian dan Rara sedang menikmati hidangan hotel, mengobrol santai, Bastian sedang sibuk membalas pesan masuk dari wartawan yang bekerja sama dengannya, sang wartawan memberitahukan, kalau berita tentang Ia dan Rara sudah wara-wiri di berbagai berita.
Tentunya yang sudah di goreng dan dibumbui oleh berbagai berita. Hingga muncul berita di luar dugaan,
Berita yang menggosipkan Rara hamil anak Bastian, Lalu ada lagi yang sudah dibumbui, Bastian memilih menikah diam-diam tanpa restu keluarga.
Melihat berita yang sudah heboh itu, Hartati menelepon Bastian.
Kriiing …!
Kriiing …!
Melihat ibunya menelepon Bastian sangat bersemangat.
‘Puncak di nanti, ulampun tiba’ ujar Bastian
“Iya Bu”
“Kamu datang bawa wanita itu kerumah”
Mendengar suara khawatir ibunya Bastian semakin bersemangat, ia yakin kalau ibunya luluh.
“Baik Bu"
“Jangan kerumah, bawa saja ke apartemen kamu, aku akan memberikan apa yang di inginkan Rara selama ini"
Bersambung .....
Bantu like dan vote donk kakak semua
Kasih komentar dan hadiah juga iya
__ADS_1