Menikah Dengan Brondong

Menikah Dengan Brondong
Gagal lagi


__ADS_3

Bab 81


Melihat rumahnya dari kamar hotel. Hati Rara tiba-tiba rindu keluarganya awalnya ia hanya berdiri ,  menatap lampu jalanan  karena cantik di lihat dari ketinggian, tetapi ia melihat ke arah rumah.


“ Apa aku memperkenalkan Bastian pada keluargaku? Mungkin  ibu tau aku menikah dengan lelaki hebat dan kaya seperti Bastian, Ibu mungkin memaafkan, Babeh ama engkong mungkin merasa bahagia jika mendengar aku sudah menikah dengan orang kaya dan mereka tidak malu lagi sama tetangga karena aku”


Rara  berpikir akan memperkenalkan Bastian pada keluarganya ia  ingin ibunya tidak marah lagi padanya dan bisa memaafkannya dan menerimanya kembali.


Tapi masalahnya.  “Apa Bastian akan Mau?”


Mengenalkan suaminya pada keluarganya, tetapi  Rara berpikir lagi Tetapi bagaimana Ibu Bastian akan lebih marah lagi  nanti?


Rara berpikir ibunya pasti akan bangga dan ia tidak malu lagi pada tetangga, “Mungkin emak  pasti menerimaku dengan baik jika besok Bastian mau aku ajak kerumah orang tuaku,”  sungguh sangat berharap, kalau besok pagi Bastian mau menemui keluarganya dengan begitu, ia bisa berbaikan dengan keluarganya,


Saat  Bastian tidur dengan  nyenyak,  Rara bahkan tidak  bisa tidur, gelisah menunggu hingga pagi, ia hanya berputar- putar seperti seorang penjaga tidur, dan penjaga nyamuk untuk suaminya . Ia tidak bisa tidur bukan  karena gagal melakukan  malam pertama. Tetapi ia bingung memikirkan tanggapan keluarganya saat ia memutuskan menikah diam-diam. Ia juga tidak tenang memikirkan bagaimana reaksi Ibu Bastian, karena ia tahu kalau Hartati wanita yang jahat dan nekat.


Saat Bastian menendang  selimutnya, ia kembali menyelimuti, begitu saja sampai pagi,


Kepalanya merasa pusing, karena semalaman tidak bisa tidur


Pukul 06:00WIB


Rara membangunkan Bastian karena,  biasanya bangun jam segitu tiap hari.


“Selamat pagi,” sapa Rara dengan senyuman manis, karena ia ada maunya  dari sang suami.


Bastian menyengitkan kedua alisnya, saat melihat sikap manis Rara, ia belum yakin dengan apa yang ia dengar dan apa ia lihat. Ia mengejap-ejapkan matanya, mencoba memulihkan kesadaran.


“Rara?” Alis Bastian semakin naik  saat melihat Rara yang bertingkah sangat manis pagi ini. Rara terlihat sangat cantik dan manis dengan  gaun yang di berikan Asistennya tadi malam.


“Selamat pagi juga sayang, maaf tadi malam aku ketiduran, melewatkan hari yang penting ,” Bastian memamerkan deretan giginya yang  putihnya pada Rara  “Tetapi, kalau  kamu mau …  kita bisa kok melakukannya pagi ini,” ucap Bastian ia merayu Rara.


“Kamu sepertinya masih capek, tunggu tenaga kamu pulih dan badan kamu vit baru kita bicara lagi,” Rara terlihat sangat berbeda pagi itu, bibirnya selalu mengobral senyum manis pada Bastian suaminya


 “Sana mandi dulu, aku sudah memesan makan sehat untukmu.” Rara berubah jadi wanita yang   wanita yang perhatian,


“Apa ada sesuatu yang baik?”  tanya lelaki berwajah tampan itu menyelidiki tubuh istrinya. Bastin  belum terbiasa dengan sikap manis yang di berikan

__ADS_1


Rara padanya,  membuat hatinya bertanya-tanya.


“Temanin aku mandi, ayo,” ucap Bastian, niat hatinya hanya memastikan sikap Rara yang sebenarnya, tetapi siapa sangka wanita cantik itu setuju.


“Tapi, aku hanya menggosok punggung kamu saja iya, karena aku sudah mandi, Rara Bastian tidak percaya dengan sikap manis yang di berikan Istrinya .Ia bahkan mencubit lengannya sendiri


‘Ini bukan mimpi,, ini  beneran Rara, apa dia berubah?’


Bastian bersemangat masuk ke kamar mandi, berharap apa yang ia lewatkan  tadi malam  bisa ia tuntaskan pagi ini.


“Sini gosok punggungku.” Bastian  duduk  di dalam bak mandi.


Rara  menggosok punggung Bastian, tetapi tidak seperti yang di harapkan, ia tidak membuka pakaian.


“Ra, ayo mandi lagi.” Memegang tangan Rara membimbingnya  untuk masuk ke dalam bak mandi.


Rara bersikap  baik dan menurut , ia tidak ingin membuat Bastian kesal.


Karena ia punya tujuan ia ingin membujuk Bastian menemui keluarganya dulu.


“Kamu harus mandi dulu, aku sangat lapar,” ujar Rara  menolak halus keinginan Bastian.


“ Ayo kita lakukan di sini saja,” bujuk Bastian menarik tangan rara lagi.


“Aku lapar bangat  Bastian,” ucap Rara.


“Baiklah.” Bastian walau hasratnya sudah sempat ke ubun-ubun.


Keluar dari mandi hanya melilitkan handuk di pinggangnya, lagi-lagi  ia berharap Rara  memeluknya tetapi Rara hanya tersenyum senyum manis dan kembali dan   menatap layar televisi,


Melihat Rara tidak ada niat melanjutkan ronde kedua, ia memakai bajunya dengan dengusan   jengkel, terdengar seperti anak kucing yang bersin,


Aku berharap kita akan menghabiskan waktu  hari ini di dikamar saja, merebahkan tubuh ,menonton, aku tidak ingin keluar dari kamar ini hari, tidak ingin melakukan apapun selain rebahan dan bermanja-manjaan.”


Mendengar itu Rara mengurungkan niatnya untuk mengajak Bastian bertemu keluarganya.


Sebenarnya ia juga merasa   tidak percaya diri  mengajak lelaki itu  berkunjung kerumahnya,

__ADS_1


Karena lingkungan tinggal Rara termasuk lingkungan tidak layak, padat penduduk,  bahkan bisa di kategorikan  tempat kumuh dan banyak anak-ank muda yang pengangguran yang berkeliaran.


Tapi di satu sisi, ia merasa Bastian pasti mau karena ia merasa lelaki itu , tidak lagi memandang  memandang status sosialnya, karena sudah menjadi istri.


“Ra, sini kenapa kamu ngelamun, sini.”Bastian menepuk sofa , Bastian sudah berpakaian rapi, ia tampak sangat tampan memakai  kemeja  berlengan  panjang berwarna  merah.


“Aku hanya ingin melihat pemandangan indah” Rara masih menatap ke arah rumah keluarganya.


“Aku ingin memelukmu”


“Jangan bilang kamu ingin itu …?”


“Iya, aku berhak, kan, karena kamu suamimu”


“Sayang sekali, kita tidak bisa melakukannya saat  ini Bastian, karena aku lampu merah.” Rara  tertawa.


“Haaa serius … Bohong, kamu pasti menghindar” Rara mengarahkan tangan Bastian pada roti lapis yang ia pakaikan di dalam celananya,


“Sudah percaya, aku sudah pakai roti lapis tiga sekaligus,” ucap Rara dengan mimik wajah serius.


“Ah gagal lagi dong.” Bastian menenggelamkan kepalanya di  bantal lalu


memukul –mukul kepalanya  ke bantal, ia kecewa karena malam pertama yang ia inginkan  tidak akan terlaksana dalam waku dekat, karena Rara lagi halangan.


“Sabar pasti ada waktu yang tepat, aku ingin mengajakmu  jalan” ujar Rara , berharap Bastian mau  diajak ke rumah orang tuanya.


“Aku  tidak bersemangat hari ini, aku tidak ingin kemana-mana aku mau tidur saja di kamar,” ucap Bastian, ia terlihat tidak bersemangat.


Rara hanya diam, melihat Bastian tidak bersemangat, ia tidak berani mengajak Bastian ke rumah orang tuanya.


Bersambung ….


Bantu Vote iya kakak untuk karya  keempatku, tolong tekan like dan tanda hati iya kakak. Baca  juga karyaku yang lain.


-Berawal dari cinta yang salah. (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)

__ADS_1


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)


-The Cursed King(ongoing)


__ADS_2