Menikah Dengan Brondong

Menikah Dengan Brondong
Ingin Menyelesaikan Permusuhan


__ADS_3

Marisa Queen menatap tajam pada Bardi, ia tidak menduga anak sendiri membohonginya selama ini, apa yang ia lakukan semua sia-sia, rencananya gagal menjadikan Calvin pewarisnya.


Ia di vonis hanya satu tahun enam bulan, atas tindakan pidana pemalsuan data-data atas Calvin.


Sukma juga terkejut, ia jadi ingat saat ia membuka koper milik Yolanda saat di Hotel, ternyata arwah Yolanda tidak terima saat mereka membuka koper miliknya, seperti menyembunyikan fakta hubungannya dengan Bastian. Saat itu juga mereka menemukan foto Yolanda dan Bastian.


“Jadi benar, Yolanda dulu bilang, ia memiliki hubungan dengan pangeran tampan. Iya ampun Ra, bagaimana kamu mengetahui kenyataan ini? aku berharap kamu lupa ingatan selamanya,” kata Sukma. Ia masih masih terlihat sangat terkejut, tidak percaya, banyak masalah belakangan ini membuat gampang terkejut.


Semua mata dalam persidangan tertuju pada Bastian, hubungan keluarga Bastian dengan Calvin belum pernah bocor ke media baik ke orang lain.


Bastian masih terduduk tidak percaya.


“Jadi saya meminta untuk ibu saya agar tidak salah paham lagi atau membuat rencana-rencana yang akan menyakiti hati orang lain,” Kata Bardi salim. “Saat ini juga secara pribadi saya meminta maaf pada keluarga Ibu mertua saya, keluarga besar Pangestu.


Saya harap mari kita menjalin silaturahmi antara anak dan orang tua dan antara menantu dan mertua,”


Ia ingin berharap kedua orang tua itu menyudahi permusuhan merek karena yang rugi tetap saja anggota kedua keluarga kita,” katanya menyudahi.


Bardi salim duduk kembali setelah membacakan


Pengumuman dan pernyataan.


“Hartati yang duduk di sampingnya menatapnya dengan tatapan mata tidak percaya.


“Kenapa Ayah melakukannya?” kata dengan suara pelan.


“Untuk menyelamatkan cucu kita dari kemarahan mu,” katanya Bardi salim menatap istrinya.


“Tapi aku menuduh mu, itu artinya tuduhan ku selama ini tidak benar? dan ayah menanggung semuanya sendirian,” kata dengan sangat sedih.

__ADS_1


Ia terlihat sangat malu dan rasa bersalah itu datang lagi,


Karena selama ini ia sudah menuduh suaminya berselingkuh dengan Yolanda dan melahirkan anak, tapi semua dugaan dan tuduhannya salah.


Hingga persidangan berakhir, para wartawan memenuhi halaman persidangan, pemberitaan keluarga mereka sudah bisa di pastikan akan menghiasi pemberitaan di televisi baik di koran


Berita Omahnya Bastian menyewa orang untuk menabrak Rara sudah jadi berita besar, ditambah kasus baru lagi kalau Bastian sudah memiliki anak dari wanita lain.


Mungkin berita itu nantinya akan di pelintir dan di putar balikkan.


Mereka semua akan siap-siap mendengar berita besar lagi.


Dalam ruangan besar itu kedua keluarga besar berkumpul.


“Bagaimana mungkin anak itu, anak dari Bastian?” tanya mereka penasaran.


“Begini saja, mari kita bicara, saya sudah pesan tempat dan kita akan makan siang sekalian di sana dan saya ingin menceritakan semuanya ,” Kata Pak Bardi.


Bardi salim sudah merencanakan semuanya dari jauh-jauh hari, berkumpul dalam satu ruangan yang sudah di pesan Bardi salim.


Bastian terlihat masih bingung, ini tidak mudah baginya, fakta kalau Calvin darah dagingnya serasa bagai mimpi, ia tidak percaya, semua yang terjadi dalam hidupnya seperti takdir yang sudah di atur.


Pertama bertemu dengan Calvin ia sangat menyukai lelaki tampan itu, anaknya baik, sopan dan soleha, mereka berdua memiliki banyak kesamaan, mulai dari mainan dan makanan, tapi saat ayahnya mengaku itu adalah anaknya, ia sangat membenci Yolanda dan Calvin.


Ia anakku? Benarkah? Otaknya terus saja berputar-putar.


“Bastian..Bastian..! panggil Bardi salim menepuk pundaknya untuk membangunkannya dari lamunannya, “ saya meminta maaf karena tidak jujur dengan padamu,” kata pak Bardi. Ini kamu bisa membaca semua ini, dan ini ia tinggalkan dulu untuk kamu, ia menitip padaku, Yolanda bilang aku akan memberitahukan semuanya setelah Calvin sudah SD . Tapi karena Omahmu salah paham maka aku mengungkapkannya sekarang,” kata Bardi.


Bastian menerima amplop dari ayahnya yang isinya surat tangan Yolanda dan bukti kalau Calvin anaknya dan alasan kenapa ia meninggalkannya saat itu, berpura-pura memilih Ayahnya, semua lagi-lagi karena ibunya.

__ADS_1


Ibu menekan hidupnya, menyuruh meninggalkannya dengan diam-diam. Tidak ada cara lain selain berbohong dan meminta bantuan pak Bardi dan membuat sandiwara kalau mereka memiliki hubungan, Saat Hartati membencinya. Marisa melindunginya karena ia pikir anak yang di kandung Yolanda darah daging Bardi. Keluarga bastian dari dulu memang sudah rumit. Tidak ada keharmonisan antara menantu dan mertuanya .


Hanya kemunafikan dan kepura-puraan yang sering terlihat dalam keluarga mereka, berpura-pura hubungan suami istri baik-baik demi menjaga harga diri, begi saja berjalan dari waktu ke waktu.


Waktu itu, saat Marisa melindunginya. Hartati tidak lagi mengusiknya, tapi Hartati sangat membenci Bardi salim, karena ia berpikir menjalin hubungan dengan kekasih anaknya.


Saat ini. Semua kebenaran itu terungkap satu-persatu. Dalam pertemuan kali ini, Bardi salim memposisikan dirinya sebagai kepala keluarga dari keluarga salim. Kalau biasanya ia terlalu lembek membiarkan Ibunya memimpin.


Untuk meluruskan semua permasalahan antara ibu dan ibu mertuanya yang sudah sangat lama terjadi. Berawal dari hubungan kerja sama, yang di klaim ayah Bardi berniat dan mengambil keutungan sendiri tidak jujur. Awalnya keluarga salim dan pengestu dua sekawan. Memulai bisnis bersama pada akhirnya pecah dan sejak itu menjadi musuh abadi.


Ia memberikan Hotel yang jadi biang dari masalah itu, walau adek-adek perempuannya menentang tapi sebagai kakak tertua ia berhak melakukannya.


Walau nantinya ibunya mungkin akan sangat marah , tapi ini juga satu peringatan buat ibunya, bukan harta yang banyak yang membuat orang bahagia, sama seperti keluarga Salim, memilki semua harta, uang dan kekuasan, tapi justru membuat Marisa Ouen semakin tamak dan semakin haus harta dan kekuasaan.


Bardi salim ingin ibunya kembali pada kodratnya sebagai orang tua, Ia ingin ibunya berhenti memikirkan harta dunia.


Keputusannya di sambut baik keluarga Pangestu, ini akan awal yang baik untuk kedua keluarga itu.


“Mas apa-apaan ini, sama saja keras ibu selama ini sia-sia?” kata adik perempuan Pak Bardi.


“Itu, bagus agar ia bisa menikmati masa tuanya dengan baik, kalau ia mati hartanya tidak akan di bawa, harusnya saat ibu melakukan hal-hal yang jahat harusnya kamu melarangnya, bukan jadi penonton ,” kata Bardi salim, ikut memberi pelajaran buat adek-adek perempuannya dan adik iparnya yang selama ini terlalu enak hidupnya, sangat nyaman bersembunyi di balik kesuksesan Ibunya.


“Terus apa yang mas akan lakukan?” adiknya menatap protes.


“Aku akan menjual semuanya dan menyuruh ibu untuk berlibur menghabiskan semua harta yang ia cari,” katanya dengan wajah terlihat marah.


Ia marah pada adek-adek perempuannya, karena ia merasa ke dua adiknya seolah senang dengan kejadian yang menimpah Bastian tidak ada rasa empati dan kepedulian.


Saat ini Bardi salim ingin membuat keluarganya miskin, agar keluarganya tidak tamak lagi.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2