
“Ini usaha terakhirku,Mey, habis ini aku sudah menyerah, karena aku tau Ibu mertuaku pasti datang kesana, dan ia tidak berani menyentuhku, karena ada banyak wartawan disana, tapi sebagai jaga-jaga kamu dan Mario usahakan agar bisa ikut ke acara itu,” Kata Rara
“Usahain, gue bisa masuk tanpa surat undangan karena undangan untuk kita hanya satu, kata Sukma.
“ Padahal untuk satu undangan hanya di perbolehkan sepasang.”
“Oke, gue bisa usahakan,” kata Mario dengan yakin ia bicara pada penjaga yang memeriksa di depan pintu, karena penjagaan sangat ketat, Kerena tidak semua orang sembarangan masuk Ke acara itu, hanya dikhususkan untuk orang-orang kaya dan pejabat. Karena acara lelang barang mahal mewah
Kebetulan bagian yang menjaga teman Mario dulu sesama penjaga keamanan.
Akhirnya ia bisa masuk berpasangan degan sukma dan Rara dengan sekretarisnya.
Rara masuk perwakilan dari perusahaannya, kedatanganya menarik perhatian para pengunjung, karena berita tentangnya masih menghiasi media televisi baik media cetak.
Itu semua karena ulah ibu mertuanya yang menggembor-gemborkan berita seolah ia di dizolimi menantunya . Ia membuat berita kalau ia menikah dengan Bastian karena ingin harta dan perusahaanya.
“Hai ibu,” sapa Rara pada ibu mertuanya, membuatnya wanita itu kaget setengah mati, dalam satu meja bulat di huni enam orang wanita berpenampilan, wah, mewah dan berkelas.
Mereka tadinya terlibat dalam obrolan hangat. Tiba-tiba Rara datang membuat meja itu diam menatap Hartati penuh pertanyaan.
“Loe ngapain kesini?” Tanya setengah berisik dengan mata melotot tajam. Ia tidak bisa terima kalau Rara ikut juga kesana.
“Ibu jangan galak-galak, nanti kebenarannya terungkap, kalau ibu yang sebenarnya yang galak dan jahat padaku, nanti ibu di katain pembohong,” kata Rara berbisik kearah kuping wanita itu.
Hartati panik dan ia terlihat gelisah tidak tenang
“Huu, katanya menantunya jahat buktinya bisik-bisikkan,” gerutu seorang wanita yang duduk disampingnya, sepertinya Ibu mertuanya punya musuh dalam group sosialitanya.
“In kesempatanku, aku akan melakukanya ,” kata Rara dalam hatinya.
“ Hubungan menantu dan mertua terkadang seperti itu,” kata Rara membela ibu mertuanya . tau-taunya semua yang duduk dalam satu meja itu menyerang mertuanya. Mereka juga terlihat tidak senang pada Hartati.
Memang dasar nenek lampir, kemanapun tidak ada yang menyukainya, kata Rara dalam hati
Tapi justru disini dia ingin mendapat simpati dari ibu mertuanya, agar mau memberitahukan kabar di mana suaminya berada
Hingga lelang di mulai mereka selalu melihat sepele pada Hartati, setiap kali mengangkat papan skor harga.
“Mana mampu lagi ia membayarnya,” celetuk salah satu dari mereka dengan tatapan sombong.
Walau Rara diperlakukan buruk dan ia sangat membenci ibu mertuanya, hatinya sakit melihat ibu mertuanya di ejek.
Ternyata diatas langit masih ada langit.
Jika ibu mertuanya merasa kaya, ternyata ada yang masih kaya teman sosialitanya.
Mereka menghina Hartati dan mengejeknya karena diusir dari rumah mertuanya dan karena mau di ceraikan suaminya dan Perusaan keluarga hampir bangkrut.
Mereka langsung membahasnya terang-terangan di depan ibu mertuanya. Hartati, wanita itu seperti ayam sayur hanya bisa diam saat di ledek dan hina.
Rara terkejut mendapat hal itu, harusnya ia ikut menimpali dan ikut menghina Ibu mertuanya sebagai balasan darinya. Tapi Ara merasa hatinya sakit mendengar ibu mertuanya di hina, ia marah dan membalas wanita yang menghina Ibu mertuanya.
Ia mengangkat papan skor tertinggi melebihi wanita itu, hanya untuk sebuah Tas, ia ingin memberi wanita sombong itu pelajaran
“Empat M,” kata Rara mengangkat papan harga mertuanya
__ADS_1
“Apa yang kamu lakukan bodoh! itu terlalu mahal. Untuk sebuah tas, aku hanya ingin memberi harga seratus juta saja,” kata Hartati berbisik pada Rara yang duduk di sampingnya.
Mereka berbisik-bisik akrap seperti itu mengudang perhatian banyak orang ,mereka juga mengundang perhatian lensa kamera para pencari berita.
Bisa di pastikan, besok gambar mereka akan menghiasi Koran dan berita gosip
“Tenang bu, kita akan beri pelajaran pada wanita sombong itu,” kata Rara
“ibu cukup pancing agar ia menawar terus lebih tinggi dari kita kata,” kata Rara. Hartati mengangguk dengan senyum , ia mulai melakukan apa yang dikatakan menantu. Matanya menantang dengan berani wanita sombong itu dan akhirnya.
“ Lima M ,” jawabnya mulai mengikuti permainan mereka.
“8M,” kata Rara mengedipkan matanya memancing wanita itu, semua orang dalam ruangan itu jadi riuh dan merasakan suasana persaingan sengit dan merasa panas.
“Rara sudah gila,” kata Sukma merasa berkeringat dingin baik Mario ikut terlihat gelisah , jantung keduanya berdetak kuat
“10M. balas wanita itu, Ara melepaskan wanita itu memiliki tas itu, padahal hanya tas biasa yang harga puluhan juta, tapi karena tidak mau kalah dan selalu merasa menang wanita itu terjebak dalam permainan Rara.
Rara dan Hartati tersenyum kompak
“Bu harga tasnya tidak segitu, ia akan terkejut setelah tau nanti,” kata Rara berbisik ke kuping mertuanya
“Haa, kamu yakin,” katanya terkejut dengan mata melotot kegirangan , karena ia merasa bisa melawan wanita itu.
“Biar aku ajarin ibu mendapat barang yang mendapat nilai tinggi,” kata Rara mengajari ibu mertuanya. Mereka terlihat sangat kompak dan serasi melupakan permusuhan saat itu dulu.
Viona dan ibunya terlihat cemberut duduk di belakang.
“Bagaimana dengan itu ? ia menanyakan Rara saat lelang lukisan
“Wah kamu benar-benar pintar ,iya,” katanya dengan raut senang. Tanpa sadar ia memuji kepintaran menantunya.
“Ibu, ambil Vas Guci itu ,Bu, itu yang nilainya tinggi dan harga jualnya tinggi,” kata Rara mengajari Ibu mertuanya.
“Ok, benarkah, baik-baik,” Katanya bersemangat.
Mereka bekerja sama hinga akhirnya lelang berakhir. Hartati dapat dua barang satu vas bunga dan pemutar music klasik harga belinya dapat murah tapi nilai jual barang tinggi. Rara mengajarinya
Nantinya barang lelang itu akan mereka pamerkan lagi di group sosialitanya sebagai Arisan mewah dan sebagian dananya mereka sumbangkan ke yayasan sosial.
“Ibu mau saya bantu gak untuk mendapatkan kursi ketua kali ini,” kata Rara
“Kamu bisa, apa?” katanya menyepelekan Rara
“Hari ini pemilihan ketua baru di dalam arisan itu kan? Ibu sudah lama menginginkan jadi ketua dari group itu?.
”
“Iya, saya sudah mengincarnya, tapi kali ini wanita gila yang tadi yang jadi ketua ,” katanya tidak percaya diri
“Justru itu bu, aku ingin menjelaskan tas palsu itu, untuk membuat kepercayaan anggota lain ragu memilihnya,” kata Rara
Akhirnya ia mau sepakat dengan Rara, ia mau membawa Rara ke ruangan khusus geng sosialita, group wanita-wanita kaya Raya.
“Tapi dengan syarat ibu harus bilang pada mereka kalau saya menantu ibu, dan memberitahukan dimana Bastian,” kata Rara
__ADS_1
“Baiklah,” katanya setuju, padahal tadinya rencananya Viona yang ingin ia bawa kedalam pertemuan grup sosialita itu.
Hingga tiba memamerkan barang yang didapat dan serta perkiraan nilainya nominal jualnya.
Ketua lama yang bernama nyoya Lee wanita keturunan Korea selatan, wanita yang kaya Raya pemilik Hotel dan beberapa Restauran. Ia yang menjadi ketua group sosialita yang diberi nama Bonsa.
Saat ini pemimpin Bosa nyonya lee dan akan diganti yang baru selama tiga tahun.
Semua orang bisa jadi kandidat ketua tergantung pilihan anggota yang lain atau rekomendasi ketua lama.
Hartati masuk calon ketua, tapi ia di sepelekan wanita yang tadi, tapi setelah Rara membantu dan mejelaskan nilai barang yang di beli dan tau sejarahnya dan ia juga menjelaskan barang yang di beli wanita yang tadi tas Palsu, harga beli tinggi mencapai 10M tapi barang murahan dan tasnya Palsu, bahkan harganya di perkirakan hanya puluhan Juta.
Ia marah tidak percaya ketua lee memangil ahlinya. Ternyata benar barangnya palsu. Ia kehilangan kepercayaan diri dan kehilangan wibawa di hadapan para anggota lainya.
Akhirnya memilih Hartati jadinya sebagai ketua yang baru, untuk geng Bonsa mereka.
Berkat kepintaran otak Rara ibu mertuanya menjadi ketua. Itulah usaha dan kerja keras Rara membuat Ibu mertuanya terkesan dan berhasil
Mendapatkan perhatiannya.
Sekarang tinggal menuntut janjinya tentang dimana keberadaan suaminya
“Aku harap ibu menempati janji,” kata Rara mengingatkan kembali
Ia merasa perutnya kram karena terlalu lama duduk menemani ibu mertuanya. Tapi itulah perjuangannya untuk menemukan suaminya.
“Baiklah, besok, aku akan suruh Bastin menghubungimu atau menemuimu,” katanya
“Ibu, apa ia baik-baik saja?” Tanya Rara ia hampir menangis
“ Iya baik-baik saja,” Jawab ibunya terlihat sangat senang karena kemenangannya
“Terus kenapa ia tidak mau menemuiku?” tanya Rara akhirnya ia menangis karena rasa rindunya pada Bastian.
“Karena ia lebih sayang padaku dari pada kamu,” katanya dengan entengnya
Apa hanya itu, apa hanya alasan itu, ia tidak mau menemuiku? Apa itu adil?” tanya Rara
“Kamu tinggal tanyakan besok padanya. Ia juga ingin menjelaskan banyak hal padamu, pulanglah, aku tidak suka lagi melihatmu, tugasmu sudah selesai,” katanya mengusir Rara. setelah mendapatkan apa yang ia mau
“Tapi aku hanya mencintai Bastian Bu, apa tidak cukup itu?.”
“Buset dengan cinta , itu tidak penting! ini yang penting, kekuasaan, uang dan kemewahan, itu yang paling penting,” katanya dengan lantang
Rara keluar setelah di paksa keluar
“Aku berharap ibu tepat menepati janji, karena janji adalah sebuah hutang, aku berharap Ibu menyuruh Bastian menemui ku besok ,” kata Rara.
“Baiklah, tunggulah besok,” katanya menyuruh Rara keluar.
Segala usaha ia lakukan untuk mendapatkan informasi tentang suaminya, usaha kerasnya membuahkan hasil, ibu mertuanya bersedia mempertemukannya dengan Bastian. Walau merasa tidak adil kerena di perlakukan seperti itu, tapi ia mencoba berpikir positif.
Ia tidak sabar lagi ingin bertemu dengan suaminya besok . Karena Ibu mertuanya menjanjikan untuk besok. Maka ia harus bersabar.
Bersambung
__ADS_1