Menikah Dengan Brondong

Menikah Dengan Brondong
Ibu yang keras kepala


__ADS_3

Berantemnya di skip dulu,  ia tidak ingin cucunya melihat kekerasan lagi atau pertengkaran lagi,  ia bisa trauma sama seperti saat ibunya Rara yang terluka saat itu


Maka  emaknya Rara berubah lembut dan bersikap sangat manis,


“Eh,cucuku sudah pulang, ia mengecup kening si tampan menyuruh Rizki membawanya ke atas.


“Nenek lagi ngapain?” ia bertanya dengan wajah tampannya terlihat bingung


“Oh,Nenek lagi main, acting sama ibunya om Bastian” jawab emak dengan tawa di buat-buat,


Rara, dan Aisah, dan lainnya nyengir kuda mendengar  alasan emaknya.


Suasana ribut-ribut akhirnya  berhenti dulu , menunggu si bocah tampan pergi lagi.


Rizki mengantar calvin lagi belajar ngaji,  itu lebih baik dari pada ia melihat perkelahian kedua wanita  paruh baya itu.


“Loe  senang,  apa tidak senang, ama anak aye, loe kudu terima, karena mereka sudah sah sudah suami istri. Jadi kita sebagai orang tua hanya mendoakan dan mendukung mereka” kata Emaknya Rara degan logat bahasa Betawi yang sangat kental.


“Sampai kapanpun,  saya tidak akan terima anak kampung itu  jadi menantu saya.” Jawab Ibu Bastian dengan sikap ngeyel


“Loe harusnya bersyukur iye,  anak loe dapat anak baik-baik seperti anak gue” Kata emaknya rara masih terlibat perdebatan sengit,


“Saya ingin menantu yang satu level” kata Ibu bastian dengan gaya angkuh dan sombong.


“Seperti Viona maksud kamu ,artis sensasional itu, die loe mau kasih ke anak kamu, iya ampun ,orang dimana -mana kasih  yang terbaik pada anaknya,  lah kenapa loe mau jodohin orang kayak begituan  Ke anak kamu.


Anak saya jauh lebih baik dari dia ,entah beberapa laki-laki yang sudah ia ajak tidur . itu yang mau kamu mau kasih ke anak kamu iya ampun dah, sampah loe mau kasih ke anak sendiri, sudah tau anak tidak benar malah mau di kasih anak sendiri” gerutu Emaknya Rara.


“Ia tidak rusak anak loe yang rusak. Janda yang sudah punya anak haram, menikahi anak yang umurnya  yang lebih muda ,ia hanya ingin  harta anak saya.


Tidak terima anaknya di hina,  Ibunya Rara dengan garangnya menarik rambut wanita itu hingga semuanya menjadi kacau, Babehnya arah dan Ayah bastian ikut dari luar dari kedalam mendengar teriakan mereka.


Ibunya Rara menarik rambutnya hingga rontok, Ibu bastian  ingin menarik rambut ibunya Rara tapi ia pakai kerudung jadi tidak mudah mendapat rambutnya,  hingga Bastian dan ayahnya memisahkan  dua besan yang saling adu fisik itu.


“Ibu bagaimana sih, tamu malah di perlakukan seperti itu!” bentak Pak Agus pada istrinya, tapi dalam hati ia mendukung wanita kaya itu , diberi pelajaran


“Kamu duduk diam !” dasar wanita tidak ada etika” bentak Pak bardi pada istrinya. Ia membentak dan mempermalukan istrinya di depan keluarga Rara.


Ibunya Bastian meringis kesakitan, saat mereka melerai Sukma saking kesalnya melihat kelakuan wanita itu pada kelurga Rara, malah ikut mencakar wajahnya hingga berdarah.


Ibunya Bastian membawa asistennya, ia hanya bisa diam, dan mencoba membela ibunya Bastian .

__ADS_1


Rara hanya duduk diam dengan tenang, ia sudah tidak kaget lagi dengan kejadian itu, karena ia sudah paham watak, Ibunya Bastian.


“Katakan ada apa sih,Bu?” Pak bardi menatap tajam pada istrinya “ Intinya Rara sudah jadi menantu kita, Ibu mau tidak mau,  itu urusan kamu. Toh yang menjalani rumah tangga adalah Tian, ia sudah dewasa, ia berhak memutuskan mana yang baik dalam hidupnya  dan paling penting saya mendukungnya  dan ibu juga” kata pak Bardi pada istrinya


Tapi seolah tidak menghiraukan, suaminya ia tetap kekeh,dengan pendiriannya


Bastian melihat ibunya mempermalukannya,  ia marah kalau selama ini apapun di katakan ibunya, ia selalu menurut tapi kali ini, ia merasa kalau kelakuan ibunya sudak kelewatan .


“Aku tetap tidak akan menerima wanita seperti itu, menjadi menantuku” ia kembali berkoar-koar  walau sudah di damaikan.


“Hartati, hentikan sikapmu itu, kamu  seperti wanita bar-bar”   kata Omahnya Bastian kemudian ia ikut  bicara setelah tidak tahan lagi melihat menantunya yang sudah bersikap kelewatan batas.


“Harusnya kamu bersyukur mendapat wanita baik-baik seperti putriku, kami menjaga dengan baik,  hingga ia menjadi wanita baik kalau kamu  bilang ia janda, itu tidak benar, anak saya hanya mengadopsi anak temanya, ia belum pernah menikah dan belum pernah di jamah lelaki.


Kamu bisa tanya Bastian anak saya pasti masih perawan,  aku tau itu,  karena saya yang selalu menjaganya dari kecil.


Saya bersikap keras pada anak saya, agar ia menjadi orang yang mandiri dan orang yang bertanggung jawab,


Kamu salah jika bilang anak saya bukan wanita baik-baik, susah payah kami menjaganya dan menyekolahkannya ,bukan untuk kamu hina seperti ini. Jika kamu tidak menerima anak saya,  jangan harap saya  juga tidak akan menerima anak kamu,”


Suasana menjadi hening karena tiba-tiba emaknya Rara terlihat sedih karena tidak terima Rara di Hina.


“Baiklah, saya minta maaf Ibu menggantikan istri saya” Kata pak Bardi  merasa malu karena ulah istrinya.


Sekarang saya menyerahkan semuanya pada keluarga Rara di mana tempatnya dan mau yang meriah dan sederhana


Sebagai ungkapan minta Maaf dari keluarga kami biar Ibu Rara yang pilih, Soal biaya  jangan takut serahkan pada kami” Kata Pak Bardi terlihat sangat sopan jauh beda dengan Istrinya.


Omahnya Bastian mendukung dan ikut meminta maaf atas ulah menantunya.


“Rara mau ikut sekarang sama kami?” Tanya Omahnya


“Tidak omah, saya mau menemani emak dulu, sepertinya emak sangat shock”  kata Rara memojokkan ibu mertuanya.


Wajah Bastian terlihat sangat malu, melihat tingkah ibunya ia hanya diam tidak banyak bicara.


Ayahnya menyeret istrinya keluar, menyuruhnya masuk kedalam mobil keluarga Bastian pamit membawa rasa malu yang sangat besar.


Di kediaman Rara.


“Emak meminta maaf, Ra, mak sudah tidak kuat lagi tadi makanya emak menyerangnya” Kata emaknya Rara terlihat sangat menyesal

__ADS_1


Mereka semua diam,  melihat rara membelakangi mereka dengan bahu terguncang –guncang seperti orang menangis.


Babenya diam dan  Rara tiba-tiba membalikkan tubuhnya dengan suara tawa yang mengkelekar, dengan bahu-terpingkal-pingkal


“Emak, keren tadi”  kata Rara mengangkat kedua jempolnya.


“Kakak enggak marah?” Rizky terlihat bingung melihat tingkah mpoknya


“Kenapa harus marah, justru aku senang bangat tadi saat  emak memberinya krimbat gratis, gue jamin rambutnya rontok”  kata Rara dengan tawa terpingkal-pingkal


“Babeh juga, kagak Marah” timpal babehnya yang ikut senyum simpul.


“Emak memang  hebat tadi, gue suka gaya mak, memang Horang kaya seperti itu perlu di beri pelajaran , agar tidak gampang menghina”  kata Rara memijt-mijit pundak emaknya seolah,  ia habis  bertinju dan jadi pemenang.


“Gue sengaja cakar mukanye , itu balasan atas bekas yang ia lakukan dulu pada Rara”  kata sukma terlihat sumringah karena bisa memberi pelajaran pada wanita sombong itu.


Saat keluarga Rara terlihat menikmati momen itu. Keluarga mereka kompak terlihat  bahagia  penuh kebersamaan, momen yang tidak pernah mereka lakukan dulu.


Tapi sisi lain keluarga Bastian terlibat perang dingin di dalam mobil


“Apa yang kamu lakukan?” apa kamu harus  bersikap rendahan seperti itu” kata Pak Bardi pada istrinya yang kali ini memegang kepalanya dan pipinya.


“Aku sudah bilang, aku tidak menyukainya”


“Bu, yang menjalani pernikahan ini Tian bukan ibu. Mereka sudah baik Bu, tidak mengungkit kelakuan Ibu pada ayahnya  Rara”


“Memang apa yang kamu lakukan ?” Suasana makin Panas saat Ayah bastian akhirnya mengetahui apa yang sudah dilakukan pada keluarga Rara.


Hingga tiba di rumah besar itu.  Bastian langsung melengos masuk kedalam kamarnya,  merebahkan tubuhnya di tempat tidur dengan perasaan campur aduk, ada rasa malu pada keluarga Rara,  sebagai seorang anak Ia kasihan pada ibunya karena dapat pemukulan  dari Mertuanya  dan kena marah dari Ayahnya.


Bersambung ….


Bantu Vote iya kakak untuk karya ini tolong tekan like dan  jangan lupa berikan hadiah juga.


Baca  juga karyaku yang lain.


-Cinta Untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)


-Bintang Kecil untuk Faila

__ADS_1


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)


__ADS_2