Menikah Dengan Brondong

Menikah Dengan Brondong
Hari pertama jadi ibu direktur


__ADS_3

“Loe, tidak apa-apa ? tanya Sukma kaget melihat Rara seperti mayat hidup,  matanya  bengkak lingkaran hitam itu semakin menghitam


“Tidak apa-apa,  kita berangkat kerja iya, hari pertama kerja, ayo, kita harus datang pagi,”  katanya kemudian.


Ia terlihat tegar,  walau ia tidak bisa menyembunyikan kesedihan hatinya.


“Tapi pa loe yakin tidak apa-apa?”  Tanya Sukma


“Pekerjaan  tidak boleh di campur dengan urusan pribadi ,Mey, gue sudah menerima jabatan itu,  artinya gue harus bekerja keras,”  kata Rara mencoba bersikap professional dan bersikap tegar.kita musti tunjukkan kita bisa bersikap profesional,kita tunjukkan ke mereka kita mampu bahkan bisa lebih baik dari mereka.kita mesti bekerja keras se maximal mungkin.


Sepanjang perjalan berangkat kekantor, ia hanya diam sibuk dengan pikirannya, sesekali matanya  menatap ponselnya ia menunggu  kabar dari suaminya.


Sukma hanya diam, ia  juga tidak berani bicara  baik Mario juga demikian mereka saling menatap dengan pakai bahasa mata.


mereka sibuk dengan pikiran masing masing.walau saling berdekatan tapi pikiran melayang jauh entah ke mana.


Mario menyuruh Sukma  untuk mengobrol dengan Rara tapi ia menggeleng tidak mau, ia tau sikap Rara ada kalanya ia tidak mau di ganggu , hanya ingin di biarkan sendiri.


Rara semakin tengelam dengan pikirannya, ia memikirkan nasib Bastian ia khawatir hal buruk telah terjadi padanya,  karena  orang suruhan Ayah mertuanya yang di suruh tidak menemukan Bastian di Bali.


Menurut informasi pihak  Hotel tempat Bastian menginap beberapa hari  lalu.   Waktu kantornya mengadakan rapat, Ia  sudah keluar dari Hotel pagi-pagi  dan mobil mengantarnya menuju bandara, Itu artinya ia sudah keluar dari Bali.


Dimana kamu Bastian?  apa kamu baik-baik saja, apa karena aku,  kamu dapat bahaya? Tanya Rara dalam hatinya.

__ADS_1


Ia menduga Bastian sudah di tangkap  di antara dua orang yang Rara curigai antara Ayah Viona atau ayah Kenzo,  orang yang ia ancam beberapa hari lalu, untuk mendapatkan saham perusaan itu.


Karena mendadak gps di ponsel Bastian tidak bisa di lacak, itu artinya kalau  orang yang menangkap Bastian sudah tau kemampuan Rara.


“Sudah sampai .”  Kata Sukma membangunkannya dari lamunannya.  Mereka sudah tiba di Perusahaan


Dimana Rara  menjabat sebagai Direktur dan punya saham juga di perusaan itu. Takdir hidup tidak pernah ada yang  tau.  Rara dan Sukma  tadinya hanya dua orang  biasa yang satu ibu rumah tangga yang di khianati suaminya,  tapi kini sukma akan  mendapat jabatan penting di perusahaan itu.


Rara tadinya  hanya seorang wanita biasa yang disepelekan Ibu mertuanya karena miskin, tapi sekarang  Direktur dan pemilik perusaan besar itu, karir keduanya melambung tinggi.


Penyambutan dan perlakuan pada mereka hari ini sudah berbeda .


Rara disambut sebagai Direktur baru pemimpin wanita pertama dalam sejarah perusahaan itu,  baru kali ini  di jabat seorang wanita muda baik  jabatan  baru Sukma , baru kali ini seorang perempuan memimpin  Divisi berita.


“Kamu juga Mey, jangan biarkan mereka menyepelekan mu , gunakan kemampuanmu  dan jabatan mu untuk membungkam mulut mereka,” Kata Rara  memberi semangat juga pada Sukma.


Hari pertama bekerja untuk Rara di temenin ayah mertuanya. Ia membuat gebrakan yang mengejutkan


Sempat beberapa lama bekerja di salah satu bagian  di perusahaan itu membuatnya mengetahui banyak hal  dan tau banyak  kesalahan yang perlu di perbaiki.


Tidak perlu lama-lama. Ia  membuat rapat penting hari itu,  mengumpulkan semua pegawai  ia akan pengarahan langsung. Ayah mertuanya tidak sedikitpun mengomentari apa yang dilakukan Rara kali.


Kepintaran otaknya mengenai teknologi ia gunakan. Ia merombak semuanya,  kali ini yang ia lakukan  ingin memperkerjakan  orang yang benar-benar mampu kompeten di bidangnya,bekerja bukan yang mampu membayar dan yang  bisa bekerja karena ada orang dalam,itu suatu budaya di dalam semua aspek dalam dunia usaha biasa terjadi di negara ini.

__ADS_1


Semua  bagian penyiaran ia ganti , walau banyak yang protes dan mengancam akan mengundurkan diri.


“Silahkan  letakkan surat pengunduran diri,  jika kamu tidak mau,”  katanya pada salah seorang penyiar wanita senior yang bersikap angkuh karena sudah lama dan mengaku sudah melakukan banyak  pengorbanan untuk XXTV


“Baik, saya akan melakukanya, saya pastikan rating TV akan anjlok,”   katanya mengancam, terlihat sombong dan angkuh karena sudah senior.


Di hadapan Ayah mertuanya Rara bertindak tegas.tepat sasaran sesuai yang di butuhkan.


“Saya tidak perlu menyuruh anda menulis surat pengunduran,  saya akan memecat anda jika perlu,” kata Rara terlihat tegas. Semua orang dalam ruangan itu terlihat  takut 


“ Ada yang keberatan lagi silahkan keluar, besok saya akan mengumumkan kalau XX TV membuka lowongan kerja besar-besaran. Kita perlu jiwa-jiwa baru yang  kita  bisa ajak bekerja sama,”  kata Rara.


Beberapa orang tadinya menolak,  mendadak duduk diam dan menerima peraturan baru  yang dibuat sang Direktur iya itu Rara.


“ Sebenarnya,  mungkin beberapa di ruangan ini berpikir , kenapa hal seperti ini harus Direktur baru yang mengurusinya berlebihan sekali, kan ada bagian-bagian yang mengurusinya, itu mungkin dalam pikiran sebagian orang saya paham itu, tapi saya ingin jelaskan banyak hal . Tapi saya tidak ingin hanya duduk di meja baru saya, sementara aku sudah pernah di bagian paling bawah dan tau banyak kesalahan di sana,  banyak kecurangan dan banyak ketidak adilan, makanya saya ingin membenarkan yang salah itu,  saya tidak mau ada orang –orang curang dan bermain kotor di perusaan yang saya pimpin nantinya ,” Kata Rara di depan Ayah mertuanya.


Jika kalian karyawan dan di gaji disini, maka kalian harus tau diri,  bukanya  malah mengkhianati pemimpin perusahaan ini, orang-orang seperti itu yang  ingin saya buang,”  kata Rara terlihat tegas.


Sukma ikut  hadir   mengikuti rapat pertama itu. Terlihat  bangga melihat sikat tegas Rara.


Padahal dalam ruangan itu terlihat banyak senior dan banyak yang sudah tua,  tapi ia terlihat percaya diri dan tidak sedikitpun terlihat   gentar, sepertinya  ada beberapa orang niatnya ingin  protes,   tapi melihat rara terlihat tegas  dan menguasai panggung rapat itu, mereka tidak ada yang  berani bersuara.karena mereka belum mengenal sifat Rara yang sebenarnya .Rara bisa menempatkan karakter yang pas porsinya untuk menjabat sebagai direktur


Ia merombak semua  peraturan lama dan mengganti dengan yang baru dan disambut baik karyawan dari kalangan bawah yang masuk melalui usaha  dan kemampuan sendiri. Mereka orang tidak punya uang untuk menyogok bagian dalam agar dapat posisi yang lebih tinggi. Maka saat ini mereka berpikir punya kesempatan sama seperti para seniornya.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2