Menikah Dengan Brondong

Menikah Dengan Brondong
Ingin Menyembuhkan Dengan Caraku


__ADS_3

“Apa maksud Dokter? mertuaku bilang ia tidak selamat,”kata Bastian mata itu terlihat ragu.


“Apa hubungan mu pada mertuamu baik-baik, saja?” Tanya dokter lagi, ia menggeleng lemah.


“Maaf, bukannya saya membuat tuduhan palsu dan diagnosa yang salah, masalah istrimu itu bukan penyakit yang kita khawatirkan.


Itu asi yang tidak di keluarkan, sudah sejak lama, jika di biarkan akan memicu kangker payudara, kita harus mengeluarkannya kata Dokter. Bastian terlihat diam,dan mengikuti apa kata dokter tapi di pikirannya di selimuti pertanyaan.


Apa anakku masih hidup?mungkinkah dia berada di dunia ini? tapi tidak ada satu petunjuk pun yang menunjukkan bahwa anakku masih hidup,apa mertuaku berbohong denganku? mungkinkah meraka melakukan pembohongan? Ia bertanya dalam hatinya.


“Ra, apa kamu tidak mengingat apa-apa?” Rara hanya menggeleng.


“Kamu boleh mengompresnya dulu pakai air hangat,lakukan dengan rutin seperti yang saya anjurkan, saya sudah kasih resep obat, tapi sepertinya, ia minum obat itu, tapi istrimu kan berobatnya di luar negeri, jadi tidak tau apa jenis pemeriksaanya dari sana,saya akan mencari tahu datanya pemeriksaan yang lalu lalu, riwayatnya seperti apa, biar jelas jadi untuk jaga-jaga kamu kasih dulu, tapi kalau besok seperti itu kami datang lagi.


”kami akan melakukan tindakan yang pasti sesuai data yang akan kita dapatkan.


“Ok, besok aku kabarin lagi,” kata Bastian mengantar mereka sampai ke depan pintu rumahnya hingga meraka berlalu.


Perawat yang merawat Rara meminta izin untuk pulang juga karena tidak ada tanda tanda yang harus di waspadai sama keadaan Rara, ia tidak perlu harus di tangani secara ketat lagi karena sudah mulai menunjukkan keadaan yang lebih baik, tinggallah mereka berdua.


Rara dan Bastian ini suatu situasi yang sudah lama mereka nantikan dan butuh banyak perjuangan dan extra sabar untuk mendapatkan momen ini dimana keadaan Rara sudah membaik.


Rara duduk di sisi ranjang, menatap kearah Bastian yang datang ke kamar setelah mengantar perawat pulang.


“Apa masih sakit sayang?” ia menggeleng tanpa ada suara yang keluar dari mulutnya seperti biasa. Tapi Bastian sudah sangat paham dengan keadaan Rara makanya ia tidak menuntut agar Rara harus menjawabnya.


“Kamu sangat manis Ra, kamu sangat cantik dari dulu dari awal kita bertemu, tapi banyak hal yang aku ingin ceritakan padaku, aku berharap kamu sembuh sayang suatu saat nanti tolong maafkan aku, tentang sahabatmu Yolanda tentang Calvin. Ra, kamu tau, anak yang kamu besarkan itu ternyata anakku juga Ra, maafkan aku sayang jika aku sempat menolaknya,” kata Bastian, ia duduk di kaki Rara. Aku telah melakukan kesalahan yang besar,memang aku sadar ini susah untuk di maafkan, tapi ketahuilah ini tidak ada unsur kesengajaan ku. Aku tidak tau keadaan yang sebenarnya.


Rara terlihat bingung, ia hanya menatap Bastian, dia seperti boneka yang harus di arahkan. Rara hanya mengangguk kalau di minta ini itu,tanpa ada penolakan.


“Aku tidak mengingat apapun yang kamu ceritakan, bagiku itu semua seperti angin berlalu, karena aku takut mencoba mengingatnya karena kalau aku mengingatnya aku akan sakit kepala,” kata Rara.


“Baiklah sayang, kita pelan-pelan, bagaimana kalau dari sini,” kata Bastian menempelkan bibirnya di bibir Rara

__ADS_1


.


Awalnya Rara terlihat diam, mungkin karena ia lupa seperti apa gerakkannya, Tapi Bastian menghiraukan sikap diam Rara.


Ia sudah sangat merindukan itu, sejak Rara sakit sampai saat ini, Bastian belum pernah tukar oli, ia berusaha bertahan karena keadaan. Ia puasa sejak Rara sakit.


Ia merebahkan Rara di tempat tidur,


Mata Rara menatapnya dengan tatapan terlihat bingung, tapi tetap menuruti apa yang di lakukan Bastian.


“Tenang sayang, aku tidak akan menyakitimu, tapi ini sangat menyenangkan,” kata Bastian.


“Kamu hanya tutup mata kamu dan berbaring,” kata Bastian, ia mengajari istrinya.


Rara jadi anak penurut, ia menutup matanya membiarkan tangan Bastian yang bekerja melepaskan pakaiannya.


Dengan sangat hati-hati, Bastian tidak ingin Rara terkejut dengan gerakkannya yang salah, hingga tubuh itu polos Bastian melepaskan pakaiannya sendiri.


Melihat Rara bingung Bastian terpaksa menyetel video orang dewasa yang membuat Rara mengerti.


Di beri kode seperti itu, ia mulai dari bibir Rara kembali dan menempelkan mulutnya ke ujung gunung milik istrinya, tidak di dunga dari ujung gunung keluar cairan berwarna putih, tapi tidak lantas membuatnya berhenti.


Bastian tidak ingin Rara merasa sakit atau kurang nyaman, maka ia melakukannya dengan sangat hati-hati, kalau sebelum Rara sakit mungkin segala gaya akan mereka lakukan atau akan mencoba banyak gaya dalam permainan ranjang, tapi saat ini Bastian sangat hati-hati dalam melakukanya.


Melihat tubuh Rara yang semakin menggeliat hebat, ia takut Rara lepas control mengingat tubuhnya yang belum sepenuhnya pulih.


Dengan lembut.


“Aku memasukkannya sekarang iya sayang , awalnya sakit, tapi nanti akan enak,” kata Bastian meminta izin pada Rara, takutnya ia terkejut.


“Iya,”Jawab Rara, kepalanya mengangguk.


Bastian sempat ragu melakukanya, ia pikir setelah kecelakaan Rara tidak berminat untuk melakukan hubungan ranjang, tapi melihat ia bersemangat saat ini Bastian yakin Rara akan cepat pulih, jika ia sering melakukan sentuhan langsung seperti saat ini dan ia yakin Rara bisa mengingatnya. Itu salah satu cara Bastian untuk menyembuhkan Rara.

__ADS_1


Ia menemukan pintu masuk ke dalam gua milik Rara, kini senjata itu, siap menerobos masuk.


“Aku memasukkannya, iya sayang,” lagi-lagi ia meminta izin lagi.


“Iyaaa,” jawabnya tidak sabar lagi.


.


Tap


Tap


gerakan ketiga kalinya, ia menekan lagi.


“Au..sakit,” pekik Rara. Bastian berhenti dan diam sebentar .


“Apa aku menyakitimu?” Tanya Bastian menatap Rara dengan serius.


“Gak Apa-apa enak, lanjutkan,” pintanya.


Bastian menekan lagi dengan suara terbata-bata.


Bastian melakukan dengan penuh ke hati hatian untuk menghindari hal hal yang bisa menimbulkan masalah, karena ia tau pisik Rara masih lemah,harus pelan pelan menggerakkannya.


Setelah selesai aksi mereka yang sudah lama di nanti oleh Bastian, akhirnya kesampaian juga dia sangat senang dan merasa dunianya hidup lagi.


Rara ingin berdiri ke kamar mandi, tapi ia berdiri dan menggendong tubuh istrinya ke kamar mandi membantunya membersihkan diri.


Wajah Rara terlihat tersipu merah setiap kali Bastian dengan kata-kata.


“Apakah aku dulu cantik?” ia bertanya saat Bastian mengangkat kembali dari kamar mandi dan membantunya memakai bajunya.


Bastian mengecup keningnya” Kamu sangat cantik, baik dulu, baik sekarang juga,” katanya lagi.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2