Menikah Dengan Brondong

Menikah Dengan Brondong
Seperti ular berbisa


__ADS_3

Tapi  Rara tidak pernah gentar menghadapi tantangan.


“Terus loe mau datang?” Tanya Sukma penasaran.


“Iya mertua gue itu, perlu di hadapin, kalau kita takut ia akan semakin menindas”


“Apa loe harus memberitahukan Bastian?” Sukma terlihat khawatir  kalau Rara menghadapi masalah besar.


“Mungkin gue harus kasih tau, biar ia tidak khawatir.”


Tapi baru juga di omongin Bastian sudah menelepon , ingin menjemput Rara.


Tidak beberapa lama lelaki tampan itu sudah tiba, Sukma menyikut tangan Rara yang berdiri membelakangi Bastian Rara menatap gedung  kantor mereka , sayang sepertinya saya batal bekerja sama dengan Sukma karena ada panggilan tugas dari Ibu mertua tercinta.


“Sudah kerjaannya?”  Tanya Rara heran  melihat suaminya, karena mentang-mentang perusahaannya, main pulang seenaknya.


“Sudah, tadi tidak ada kerjaan”  jawab Bastian dengan  di barengi senyuman kecil dari bibir merahnya.


“Secepat itu?” Rara memburunya dengan berbagai pertanyaan


“Iya sayang, itu perusaan saya sekarang, masa bosnya ga bisa menjemput istrinya, terus apa artinya dong  saya sebagai bos,”  kata Bastian tidak mau kalah


“Iya, baik-baiklah bos emang tidak pernah salah.” Kata Rara


Rara memikirkan  cara memberitahukan agar Bastian tidak marah, saat ia ingin bekerja lagi


“Kita berbuka puasa di sana saja iya, dekat kantor, aku masih ada janji.” Bastian mengajak Rara berbuka di  Mall dekat kantornya.


“ Boleh.” Kata Rara tanpa menolak


Menunggu berbuka Masih satu jam  lagi, ia mengajak Bastian  ngemall dulu tunggu beduk, Rara  ingin mencoba Bastian  kali ini


Apakah ia malu jika Rara mengajaknya belanja. Bastian pernah bilang ia tidak suka menemani wanita belanja, alasannya karena lama dan suka tawar menawar dan banyak kemauannya.


“ Temani aku beli baju iya,” kata Rara


“Belanja di mana?” Wajah Bastian mulai memperlihatkan jurus penolakan.


“Di dalam, kamu malu?”Rara menatapnya


“Tidak malu sih, cuman sedikit jenuh, soalnya perempuan itu belanja suka lama,” kata Bastian membuat alasan.


Tapi tetap ia mau juga, ia tetap dengan sikap posesifnya, ia tidak membiarkan Rara belanja sendiri  walau istrinya sudah menyuruhnya menunggu di salah satu cafe, tapi Bastian tidak mau.


Karena belanja baju sudah berhasil, ia berpikir ingin mencoba membawanya membeli dalaman . ia yakin Bastian akan menyerah dan memilih untuk menunggu di cafe, karena para suami jarang ikut istrinya memilih pakaian, kebanyakan duduk menunggu di luar.

__ADS_1


“Aku ingin belanja dalaman,”  kata Rara mulai  iseng, kedipan mata buat suaminya,


“Ahh, emang harus sekarang?” Tanya Bastian wajah sedikit panik.


“Iya kalau kamu tidak mau  tunggu di bawah saja nanti, biar aku yang mencarinya,”  kata Rara dengan raut wajah di buat cuek.


Tapi Bastian kembali dengan sikap was-wasnya, ia masih bersikap belum mau membiarkan Rara berjalan sendiri.


Ia mau menemani istrinya,  masuk ke dalam toko yang menjual khusus dalaman.


Ia  dengan  sabar mengekor dari belakang istrinya, bahkan tidak di duga Bastian mau memberi masukan dan pendapat setiap kali Rara meminta pendapatnya.


Walau para pegawai dalam toko itu mengambil fotonya dan meminta tanda tangannya, tidak di duga ia melayaninya dengan baik


Kalau biasanya ia  di dikenal  karena sikap cuek untuk para penggemarnya,  tapi kali ini ia seolah banyak berubah, Wajahnya lebih banyak tersenyum saat ia bertemu dengan orang lain, karena kemana pun ia pergi orang sudah mengenalnya sebagai seorang publik figur.


Saat  Rara berpikir semua baik-baik saja , tapi ada seseorang yang datang menggangu ketenangannya, Viona datang dengan dua orang temannya yang ikut masuk kedalam toko, Rara yang melihat kedatangan Iblis betina itu. Ia buru-buru membayar belanjaannya dan mengajak Bastian keluar, ia tidak ingin  berdebat dan ia tidak ingin puasanya batal gara-gara Viona.


“Hai Tian loe kesini?” Tanya Viona dengan mulut seribu bisa


“Iya, saya sama Istri saya.” Kata Bastin dengan percaya diri.


Wajah Viona terlihat marah ketika Bastian  percaya diri dan menggenggam tangan Rara


“Sejak Rara jadi istrinya saya.”


“Begini ni,  kalau sudah masuk pelet anak kampung yang putih  kelihatannya jadi hitam.” Viona berseloroh dengan di ikuti tawa dari teman-temannya.


Tampangnya seperti peran antagonis di sinetron-sinetron  Indonesia, ia melipat tangan di dada serta mulutnya berkoar-koar dengan ungkapan kebencian.


Tapi Rara sudah mempersiapkan mental baja, ia  tidak ingin menggagalkan puasanya karena perempuan barbar seperti viona. Ia beristighfar  dalam hati setiap kali Viona mengeluarkan bisa dari lidahnya.


“Sudah Vi, kami juga mau pulang mau berbuka sama Rara.” Kata Bastian ia juga bersikap sabar setiap kali Viona menghina Rara.


“Kenapa sih Tian, masih sama perempuan kampung itu, nyokap loe saja tidak menyetujui sama anak kampung itu, ngapain loe masih bertahan, loe itu banyak berubah, bukan seperti Bastian yang gue kenal dulu, dulu cool dan jadi anak gaul, sekarang loe udah kayak bapak-bapak empat anak,”  kata Viona menatap Bastian dengan tatapan sinis,


“Sudah Vi, kami mau pergi dulu iya,  bentar lagi mau berbuka, kami turun ke bawah “ Kata Bastian berusaha keras untuk menahan diri untuk  tidak marah.


Itu ujian yang sangat berat, saat ia berpuasa menahan lapar dan haus  tapi menahan amarah yang paling berat, terlihat beberapa kali ia mengelus dadanya sendiri. Tapi ia bisa karena Rara yang berada di samping terlihat tenang tidak terusik.


Rara tau hal itu,  ia tidak ingin kerja keras suaminya hari itu sia-sia begitu saja,  karena  ulah iblis betina yang mencoba menggagalkan Puasa suaminya.


Walau omongan penghinaan Viona mengundang perhatian Banyak orang dan ada beberapa kamera ponsel yang tertuju pada mereka berdua sama Bastian.


Tidak ingin masalah semakin panjang karena Viona dan kedua temanya sengaja membuat gara-gara di tempat itu.

__ADS_1


Rara sudah membayar belanjaannya di kasir, ia menarik tangan Bastian untuk meniggalkan tempat itu, suara Viona sudah menarik perhatian orang-orang sekitar.


“He..anak kampung,  kenapa kamu tidak melepaskan peletmu mu sih ?


kasihan Bastian  dapat istri nenek-nenek kayak loe, dan ibunya juga tidak merestui, lepaskan Bastian sekarang!.”


Kata Viona percaya diri ia menarik tangan Bastian seolah Bastian barang rebutan.


“Vi, apa yang kamu lakukan?  Lepaskan jangan permalukan dirimu sendiri,”  kata Bastian melepaskan tangan Viona dengan lembut. Bastian menggenggam tangan Rara dari kerumunan orang, karena omongan Viona yang tidak di balas Rara seolah ia benar seorang tukang pelet.


Saat Bastian menarik tangannya dari kerumunan orang-orang, ada beberapa yang meneriaki Rara, dengan menyebutnya tukang sihir, itu semua karena ulah bibir Viona yang berbisa dan memfitnahnya


Akhirnya bisa menjauh dan lepas dari Viona, dada Rara seolah terbakar. Menahan amarah lah paling sulit dalam puasa.


Tapi karena ia sudah bertekad makanya bisa ia lolos hari ini.


Kita berbuka di lantai bawah saja deh. Ajak Rara, menunjuk tempat makan seadanya, karena sudah waktunya berbuka puasa, hanya di temani satu porsi gado-gado dan teh manis hangat, Bastian juga ikut menikmatinya.


“Ah akhirnya tuntas juga hari ini, mana,mana dia biar aku gampar mulut si Viona .”  Kata Rara tiba-tiba membuat Bastian terkejut dengan sikap tiba-tiba yang di tunjukkan istrinya.


“Kok begitu, tadi kamu diam saja, kenapa sekarang jadi ingin menghajarnya lagi?” Kata Bastian dengan  satu alis mata meyengit


“Sudah berbuka soalnya, jadi puasaku hari ini insya Allah gak gagal. Tapi hatiku panas aku juga manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan dan kesabaran ku juga ada batasnya ,Tian,”  rutuk Rara menahan dadanya yang naik turun


Bastian hanya bisa tertawa melihat kemarahan Istrinya.


“Kan, kamu yang bilang Ra, jika kita puasa banyak ujian datang mencobai, dan menguji kesabaran kita, anggap saja hari ini salah satu ujian yang kita hadapi dan kita lolos,”  kata Bastian menenangkan istrinya.


Rara terlihat seperti makan cabe rawit satu kilo karena   wajah Rara seperti kepedasan, wajahnya merah.


Bersambung ..


KAKAK BANTU VOTE DAN LIKE , KASIH HADIAH JUGA IYA AGAR VIWERSNYA NAIK DAN AUTHORNYA SEMANGAT UP BANYAK TIAP HARI


DAN AUTHORNYA


 Baca juga;


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)


-Bintang kecil untuk Faila (ongoing)

__ADS_1


__ADS_2