
“Aku berharap kalian bahagia selamanya, setelah ini tinggalkanlah Indonesia, lupakan apa yang pernah terjadi pada rumah tangga kalian,” kata Pak Bardi Salim.
“Tapi sebelum kalian pergi, aku punya permintaan, aku ingin Bastian dan nak Ara menikah kembali di depan kami kedua orang tuamu, aku sangat bahagia bila kalian mau melakukan itu, aku akan sangat bangga jadi orang tua kalian. Aku ingin, kamilah yang jadi wali nikah kalian berdua, pernikahan waktu itu, kami para orang tua tidak ada, padahal kami masih ada di dunia ini, walaupun kami sadar keadaan yang membuat harus seperti itu.
Kami ingin menyaksikan pengucapan janji secara langsung,” kata Pak Bardi salim.dengan penuh harap pada mereka.
Wajah Pak Bardi Salim terlihat kurang sehat wajahnya pucat, permintaan Ayah mertuanya Rara di setujui kedua orang tua Rara, mereka pun berharap Ara dan Bastian mau melaksanakannya. Jadi mereka sepakat menikah secara resmi di depan kedua orang tuanya. Karena sebelumnya keluarga Rara sudah beberapa kali mengajukan surat perceraian pada Bastian, karena Bastian yakin suatu saat mereka akan bersatu kembali,itu adalah prinsip hidup Bastian, walaupun sangat berat di lalui dia akan tetap berusaha sampai benar benar di matanya tau kalau itu adalah sebuah jalan hidup yang benar.
Walau Bastian tidak mau menyetujuinya tapi kali ini di hadapan kedua orang tuanya. Bastian dan Rara menikah lagi secara sah.baik di dalam adat maupun agama.bahkan dalam keluarga.
Wajah bahagia terlihat dari mereka semua, kecuali pak Bardi salim ia masih pucat.
Dalam situasi bahagia dia pusat seperti orang sakit.
“Maaf aku tertawa terus, aku bahagia, ini bagai mimpi bagiku,” kata Bastian, ia selalu memamerkan deretan gigi putihnya menunjukkan rasa bahagianya.
Keluarganya di penuhi kegembiraan dan kebahagian Sukma akhirnya menikah juga dengan kekasihnya Darma, lelaki yang selalu mendampinginya selama ia dalam kesulitan dan selama ia dalam kesedihan karena di tinggal Rara.
Akhirnya timbul juga benih benih cinta diantara mereka, mereka menemukan kecocokan diantara mereka hingga yakin meneruskan ke jenjang pernikahan.
Akhirnya Sukma lepas dari mantan suaminya yang selalu berharap rujuk padanya. Setelah mereka menikah akhirnya mantan suaminya mundur, dan mencari wanita lain. Bahkan keluarga Sukma lebih memilih Darma yang menjadi suami Sukma di banding kembali sama mantan suaminya, karena mereka tau mantan suaminya hanya mengharapkan kesuksesan Sukma.
Semuanya akhirnya bahagia, Bastian akhirnya berkumpul kembali dengan keluarga kecilnya, kehadiran kedua anaknya akan mengobati luka dan kesedihannya, satu anak laki-laki dan satu anak perempuan. Rara sudah di vonis Dokter tidak bisa memiliki anak lagi karena rahimnya sudah rusak saat kecelakaan naas itu terjadi, tapi tidak masalah baginya karena ia sudah memiliki sepasang anak.
“Kalian pengantin baru, apa kami membeli tiket untuk berbulan madu?” tanya Ken meledek Bastian dan Rara.
“Gak lah, kami berbulan madunya ber empat saja di sini,” kata Bastian tidak pernah melepaskan Tiara dari gendongannya.
Bahkan Calvin yang biasanya tidur ama kakeknya, kali ini, ia minta tidur dengan kedua orang tuanya.
Hingga hari itu tiba, sidang terakhir untuk ketiga pelaku.
“Ayah tidak usah ikut, biarkan Tian dan Rara yang ikut yah,” ia membujuk ayahnya agar tidak usah ikut ke persidangan, karena wajahnya terlihat kurang sehat tapi ia tetap mau ikut.
“Saya ingin melihat ibumu untuk terakhir kalinya,” katanya.
__ADS_1
“Apa Ayah tidak membenci ibu?”
“Tidak, kegagalan istri adalah kegagalan suaminya mendidik istrinya, itu salahku tidak bisa menjaga ibumu selama ini.”
Hari persidangan akhirnya tiba, dalam ruangan persidangan sudah di penuhi banyak wartawan yang meliput.
Viona juga hadir dalam sidang ikut melihat sidang untuk kedua orang tuanya.
Hingga putusan pengadilan dibacakan dan palu di ketuk, hukuman 10 tahun pada Hartati dan Tony dan hukuman 15 tahun untuk Jimmy ayahnya Viona dan ibunya 10 tahun.
Bastian terlihat menundukkan kepalanya, ia pasti sangat sedih di satu sisi tapu pak Bardi terlihat tegar mendengar keputusan itu.
Apa aku jahat Jika aku mengakui kalau Rara dan masih hidup mungkin hukumannya akan ringan pada ibu mertuaku? tapi Bastian dan Pak Bardi melarang Jenny melakukan itu, ia ingin mereka menerima hukuman atas perbuatanya sendiri.
Lensa kamera para wartawan mengarah pada Bastian, tapi tidak menghiraukannya, Jenny sengaja duduk di belakang agar tidak ada yang mengenalinya.
Tapi tiba-tiba sesuatu yang buruk terjadi. Viona mengamuk dan berteriak pada Bastian.
“Itu semua karena kamu Bastian..! coba kamu dulu mendengarkan kata-kataku kita semua tidak seperti ini, kamu penyebabnya semua ini,” ia menarik pistol dari pinggang seorang polisi yang mengamankan dan mengarahkannya pada Bastian.
Dooor...
Satu tembakan mengenai kepala Pak Bardi.
Polisi tidak mau membahayakan semua orang karena Viona masih mengacuhkan pistol itu kesemua arah, akhirnya moncong pistol salah satu anggota polisi terarah pada Viona dan….
Dooooor....
Satu peluruh menembus dada sang artis hingga ia tersungkur di lantai.
Suasana persidangan menjadi riuh, suara-suara histeris menggema dalam ruangan.
Sayang, nyawa keduanya tidak terselamatkan, Viona menghembuskan nafas terakhir dalam perjalan menuju ke rumah sakit.
Bardi Salim meninggal di tempat, Meninggal karena menjadikan tubuhnya tameng untuk melindungi putranya, ia meninggal di depan mata istrinya.
__ADS_1
Jimmy melihat putri semata wayangnya tersungkur bersimbah noda merah, setelah peluruh polisi menembus dadanya.
Apa yang ia dapat, dari mengumpulkan harta dunia ini dengan cara kejahatan, kalau pada akhirnya ia akan kehilangan yang berharga di hidupnya. Ia kehilangan anak satu-satunya walaupun ia hidup tidak ada apapun yang di miliki.
Hartati melihat suaminya menjadikan tubuhnya untuk melindungi putranya sementara ia menyakiti hati anaknya selama ini.
Kejahatan pada akhirnya akan mendapat hukuman baik hukum dari manusia ataupun hukuman dari Tuhan, penyesalan akan selalu datang terlambat, maka jangan biarkan penyesalan itu datang, lakukan yang terbaik maka hal baik akan datang menghampiri kita semua.
Bastian menuruti permintaan Ayahnya sebelum meninggal, ia berpesan untuk menjaga Rara dan kedua anaknya selamanya dan jangan berpisah lagi. Ia bersumpah akan menjaganya semampunya.
Sebulan setelah kepergian Ayahnya. Ia akhirnya meninggalkan Indonesia melupakan sementara kepahitan itu, ia akan terbang menuju Jerman.
Walau dengan tangisan Bu Soimah dan Pak Agus akhirnya melepaskan Calvin untuk ikut kedua orang tuanya ke Jerman dan akan menetap di sana. Mereka sangat kuatir sama Calvin karena mereka sangat yakin mereka akan sangat merindukannya.
Di Bandara Soekarno Hatta di penuhi hujan air mata mengantar satu keluarga menuju tempat yang baru, segala harapan dan doa mengiringi langkah Bastian dan Rara Calvin salim dan Tiara Salim.
Keempat orang memeluk keluarganya dengan tangisan tidak rela bagi kedua orang tua Rara melepaskan kedua cucunya pergi jauh.
Tapi kembali lagi, ini untuk kebahagian keluarga Rara dan Bastian.
“Kamu harus meneleponku, jika kamu sudah tiba ,Ra,”kata Sukma dengan tangisan.
“Baiklah, titip Mak dan babeh,” kata Rara memeluk sahabatnya.
Tak ada yang abadi di dunia ini benar adanya. Keluarga, sahabat, dan harta kekayaan semuanya bersifat sementara. Suatu hari kita akan meninggalkannya atau di tinggalkan oleh semua hal itu. Itulah sebabnya setiap manusia harus selalu mawas diri dan rendah hati.
Akhirnya burung besi besar itu terbang dan menghilang di balik awan.
Rara dan Bastian dan kedua anak mereka menetap di Jerman, memulai kehidupan baru yang bahagia tentunya.
******END*********
Akhirnya kisah Rara dan Bastian berakhir di sini,.
Terimakasih untuk kakak yang sudah mengikuti ceritaku dari awal sampai akhir
__ADS_1