Menikah Dengan Brondong

Menikah Dengan Brondong
Bertemu Bastian


__ADS_3

“Cing, kebenaran tidak bisa di tutupi dari Jenny, ia akan terus mencari jati dirinya, lihat ia datang sendiri kesini, ia bilang merasakan kalau ia pernah kesini, aku takut ia mencari tau sendiri malah salah.


Bagaimana kalau orang yang terlebih dulu mengetahui kebenaranya, takutnya ingatan Jenny belum pulih tapi orang yang mencelakainya sudah terlebih mengetahuinya,” kata Sukma.


Babehnya ingin Jenny melupakan masa lalunya selamanya dan memulai hidup baru, bahkan ia sudah memikirkan jodoh untuk Jenny.


“Aku belum paham Sukma siapa Mak?” tanya Jenny wajahnya terlihat bingung, melihat sukma yang terus menangis dan terlihat akrap pada kedua orang tuanya.


“Cing apa aku akan merusak semuanya jika aku menceritakan semuanya?”


Babenya menghela nafas pan malah tidak ingin ia mengingat ingatannya lagi Mey.


“Cing itu salah besar.. harusnya ia mengingat siapa yang menyebabkan kecelakaan itu, Bastian sampai saat ini tidak pernah berhenti mencari siapa di balik kecelakaan itu, kita harus membantunya agar Jenny bisa jadi Rara kembali.”


“Mey, saya tidak ingin melihat ia lagi menderita, saya hanya ingin melihatnya bahagia.” Pak Agus mengusap dahinya.


Wajahnya terlihat sedih, banyak yang ia rencanakan untuk masa depan jenny pada akhirnya harus berubah juga. Sukma meminta Rara tinggal bersamanya , Karena saham di perusahaan XXTV masih ada sampai saat itu, Maka itu ia harus sembuh agar ia bisa memiliki apa yang jadi miliknya, dan paling penting ia harus ingat siapa di balik aksi keji siapa yang melakukannya pada Rara.


“Biar kami tinggal bersama Cang, kalau kami tinggal bersama tidak ada yang curiga kalau Jenny adalah Rara, tapi kalau ia tinggal di rumah keluarganya, orang akan mencurigainya, keselamatannya akan terancam,” lagi kata Sukma.


“Ia lebih baik kembali ke Korea, di sana ia dapat pekerjaan juga,” kata Pak agus.


“Bagaimana pendapatmu Jenny, apa kamu kembali ke sana atau kamu disini bersamaku dan kita pulihkan kembali ingatanmu, agar kita bisa menangkap siapa yang ingin mencelakai mu?” Jenny terlihat bingung.


“Sebenarnya aku ingin kembali kesana, tapi aku juga ingin ingatanku kembali dan ingin tau apa sebenarnya apa terjadi.”


“Baiklah, Jenny boleh tinggal di sini, tinggallah bersama Sukma sementara waktu.” Pak agus akhirnya mengalah juga.


Tidak pernah terbesit dipikiran Sukma sahabatnya kalau ia akhirnya bertemu Rara, walau keadaan lupa ingatan bahkan melupakannya .Tapi sejak dari detik pertama sejak ia tau kalau Jenny itu Rara, ia hanya menangis dan memeluk Jenny. Karena kehilangan sahabat baginya sudah seperti kehilangan separuh hidupnya. Karena keduanya sahabat sejati


“Mey, begini ia belum bisa mengingat banyak hal, pelan-pelan saja memberitahunya.” Bu Soimah memperingati Sukma kalau Jenny belum bisa di paksa untuk mengingat masa lalunya.

__ADS_1


“Baik cing, saya akan mengingatnya.”


Satu sahabat terdekatnya akhirnya mengetahui kalau Rara masih hidup dan bersedia akan membantunya mendapatkan ingatannya.


Jenny memutuskan tinggal di apartemennya sahabatnya Sukma , menjauhi keluarganya, itu hal yang aman untuknya.


Sukma sudah hampir satu tahun memutuskan tinggal di apartemennya, awalnya karena mantan suaminya yang masih sering datang ke ke rumah alasannya untuk menemui anak-anaknya, tapi ujung-ujungnya meminta rujuk kembali . Sukma tidak menyukainya apa lagi, ia sudah punya calon suami yang selalu perduli padanya.


Maka dari pada sering-sering bertengkar di depan orang tuanya dan didepan anaknya, ia membeli satu apartemen untuk untuk ia tinggalin.


Saat ini Jenny sudah ia bawa ke apartemennya, wanita itu terlihat bingung melihat banyak foto Rara dan sahabatnya, tapi melihat wajahnya yang berbeda, ia terlihat sangat bingung, karena semuanya belum ada yang di beri tahukan keluarganya kalau wajah cantik yang di pakai saat ini hasil operasi plastik.


“Kamu bilang ini kita, terus apakah yang ini yang namannya Rara?”


“Iya, apa kamu mengingatnya?” kata Sukma berharap temanya mengingatnya.


“Tidak.”


Dalam satu malam mereka berdua habiskan membahas segala hal dan saling melepas rindu, Sukma menceritakan semuanya pada Rara.


Hari itu ingin menunjukkan tempat yang sering mereka datangin. Sukma membawanya berjalan-jalan ke Mall yang biasa mereka datangi dengan Bastian.


Tapi bagai takdir yang di sudah di lukis di tangan . Tidak sengaja Bastian juga ada di Mall , Jeny dan Sukma berjalan- jalan dalam Mall, memilih-milih pakaian walau tidak beli, hal yang biasa ia lakukan dulu dengan Rara. Bastian melihat keduanya. Ia beberapa kali mengusap matanya, meyakinkan pandangan matanya apa yang ia lihat tidak salah salah, wanita yang ia temui di Beijing ada bersamanya saat ini, wanita cantik yang tidak bisa membuatnya tidak bisa tidur.


Aku harus mendapatkannya kali ini, ia tidak akan bisa lagi melarikan diri,


Bastian menghampiri keduanya yang sedang asik mencoba pakaian terlihat sangat akrap dan sesekali tertawa dan menggoda satu sama lain.


Itu jugalah yang membuatnya semakin yakin.


“Hai mba Mey,” sapa Bastian

__ADS_1


Mata Jenny melotot ,ia kaget kenapa orang yang ia temui di Beijing china ada di sini.


Ah..ia orang Jakarta, apa dunia ini selebar daun kelor kata Jenny dalam benaknya tapi pura-pura tidak mengenalnya berharap lelaki itu juga menghiraukannya.


Ia berbalik ingin meninggalkan Bastian, tapi tangan Bastian menahan lengannya.


“Apa hobby mu melarikan diri?” Bastian menatapnya dengan tegas.


Wajah Jenny tiba-tiba merah bagai tomat yang di rebus.


“Apa kalian saling kenal?” Wajahnya Sukma tidak kalah bingung.


“Tidak, aku tidak mengenalnya,” kata Jenny panik ia berusaha melarikan diri, ia berontak melepaskan tangannya yang di genggam erat sama Bastian.


“Lepaskan tanganku, apa yang kamu lakukan?.” Mata Jenny menggertak berharap lelaki tampan itu melepaskannya.


“Tidak akan, kita perlu bicara dan membicarakan banyak hal,” kata Bastian masih memegangi tangannya.


“Kita jadi dilihatin orang-orang nih,” kata Jenny.


“Kita cari tempat duduk saja daripada di lihatin orang dan kalian bisa jelaskan apa yang terjadi di antara kalian berdua.”


Bastian memilih tempatnya duduk di salah satu cafe di dalam Mall.


“Katakan kenapa kamu melarikan diri dariku, itukah caramu berterimakasih pada orang yang telah menolong mu?”


Lagi-lagi Jenny menunduk tidak berani menatap Bastian, bingung, malu, kesal itu yang ia rasakan saat ini, kalau bisa ia ingin menghilang saat itu juga dari mereka.


“Ada apa ini, apa kalian sudah saling mengenal?” lagi-lagi Sukma di buat kebingungan sendiri.


“Iya kita sudah saling mengenal di Hotel Beijing,” kata Bastian.

__ADS_1


Mata jenny melotot persis ....


Bersambung...


__ADS_2