MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 100 (SAEFUL= SAE FULL (SAE:BAGUS FULL: PENUH))


__ADS_3

“Sayang kita tidak tau kemana Fathoni itu membuang mobil dan mayat ketiga temanya mas, padahal kalau kita tau kan kita bisa laporkan polisi agar dia bertanggung jawab atas kematian teman dia itu mas”


“Sudah Nov biar aja, nanti kan juga ada balasannya, biarkan dia ada bersama Supardi disini, nanti kita bertidak di saat mereka sedang melanjutkan pembuatan terowongan itu saja Nov.


“Kini apa yang bisa kita lakukan Nov, apakah kita tetap disini atau gimana?”


“Kita temui saja Saeful mas, kita tunggu kedatangan Fathoni mas, Novi yakin dia tidak akan membuang mobilnya, tetapi hanya mayat ketiga temanya saja yang dia buang mas” jawab Novi


Setelah kepergian dukun yang bernama Fathoni itu, kemudian Saeful berjalan menuju ke arah bawah, atau ke arah Gebang, sedangkan Supardi kembali ke rumahnya untuk menunggu Fathoni kembali lagi.


“Biarkan Saeful jalan agak jauh dulu mas, agar kita tau kalau dia tidak ada yang mengikutinya, Novi merasa aneh mas dengan situasi yang ndak normal ini”


“Ndak normal dimana Nov, kan semua sudah jelas, dukun Itu pergi untuk membuang mayat yang ada di dalam mobilnya, sedangkan Supardi sudah kembali ke dalam rumahnya, lalu yang bagimana lagi yang kamu anggap  tidak normal iu Nov?”


“Kita ikut terus saja Saeful mas, Novi merasa mobil yang dikendarai Fathoni tidak terus jalan menuju ke arah Pct, tapi dia menunggu Saeful di suatu tempat mas, itu yang sekarang Novi rasakan” bikik Novi kepada Broni sambil bergegas jalan ke arah bawah melalui sisi jurang


“Nov Hpmu kamu matikan ndak?” tanya Broni


“Novi matikan mas, biar tidak bunyi, takutnya ada Wa atau sms yang masuk dari pak Handokok mas dan Novi lupa silent dulu hehehe” jawab Novi sambil tetap jalan menuju ke arah bawah  atau ke arah Gebang


Sementara itu Saeful tetap jalan dengan pelan menuju ke arah Gebang, dia tidak menoleh ke belakang karena dia yakin kalau Novi dan Broni ada di sisi jurang.


Tapi tidak jauh dari posisi Saeful jalan, dia sepertinya melihat sesuatu, dia melihat sebuah mobil yang sedang berhenti di pinggir jalan yang mengarah ke bawah. Mobil itu berhenti di sisi jurang.


“Di sana kok rasanya aku lihat ada sebuah mobil yang sedang diparkir, tapi aku belum bisa tau mobil apa itu, jangan-jangan itu mobil si dukun yang sedang diparkir disana. Tapi kenapa dia parkir disana, bukannya tadi dia disuruh Supardi untuk membuang mayat yang ada di dalamnya itu di  daerah hutan Pct?” batin Saeful


“Apakah aku harus mendatangi mobil itu atau aku balik ke atas dan melaporkan kepada Supardi kalau mobil itu diparkir di pinggir jurang area sini?” gumam Saeful pelan


Akhirnya diputuskan Saeful mendatangi mobil itu, dia merasa ada yang aneh dengan mobil yang dalam keadaan posisi mesin yang dimatikan dan di parkir di pinggir jurang itu.


Sementara itu Broni dan Novi sekarang posisinya sejajar dengan Saeful, hanya saja Novi dan Broni ada di sisi jurang sedangkan Saeful ada sisi jalan yang menuju ke Gebang.


“Mas Bron, lihat disana itu, ada sebuah mobil yang sedang diparkir mas, jangan-jangan itu mobil dukun yang membawa tiga mayat. Lalu kenapa dia memarkir mobil itu di atas sana ya mas?”


“Rasanya ada yang ndak beres Nov, jangan –jangan yang benama Fathoni itu ingin balas dendam kepada saeful, tapi balas dendam apa, wong Saeful sama sekali tidak melakukan apa-apa dengan ketiga teman dia itu kan Nov”


“Bukan balas dendam mas, tapi membunuh saksi mata, dia ingin menghabisi Saeful sebagai saksi mata atas kematian tiga orang temanya itu”


“Itu menurut Novi lho mas, karena dia akan merasa terancam apabila Saeful masih berkeliaran dengan ancaman Saeful yang akan melaporkan kepada pihak berwajib atas kematian tiga orang itu kan mas” kata Novi


“Ada benarnya juga Nov, kita harus lebih perhatikan posisi Saeful lagi Nov, karena saat ini pasti Saiful sudah dekat dengan posisi mobil itu berada” kata Broni


*****


Saeful saat ini sudah ada di sebelah mobil yang sedang berhenti dengan mesin yang dimatikan dan dalam keadaan tanpa ada Fathoni sama sekali. Tapi yang jelas saat ini Fathoni sedang bersembunyi di sekitar situ lah.

__ADS_1


Saeful mengitari mobil yang sedang dibiarkan terparkir di sisi jalan dengan keadaan kaca yang tertutup rapat.


“Hmmm aku curiga ini, kenapa mobil ini ada disini hehehe, ayo keluar pak gak usah sembunyi macam anak-anak kecil yang sedang main petak umpet pak hihihih” kata Saeful dengan suara yang lumayan keras


“Kalau kamu ndak mau keliar dari tempat sembunyi, saya akan melaporkan kejadiaan ini kepada pihak berwajib lho ya, agar kamu ditangkap pak” kata Saeful yang sekarang dalam posisi jongkok di samping kiri mobil. Saeful kemudiaan merangkak masuk ke dalam kolong mobil.


Apa yang dilakukan Saeful itu ada benarnya, karena apabila kita dalam keadaan yang tidak aman, misal ada orang yang berusaha akan membunuh kita, dan apabila di sebelah kita ada mobil yang keadaan kolongnya agak tinggi, kita bisa masuk ke dalam kolong mobil itu.


Bukan untuk sembunyi tapi lebih tepat untuk menyulitkan orang yang akan berbuat jahat sepada kita, denga kita ada di dalam kolong mobil maka orang itu pasti akan jongkok dan membungkuk untuk menyakiti kita, dan waktu dia jongkok itu kesempatan kia untuk menendang sekuat tenaga kaki  orang itu hingga jatuh.


Saat ini Saeful sedang dalam posisi siaga sembunyi di kolong mobil, dia sedang menuggu siapa saja yang akan menyerangnya.


Hingga beberapa saat tidak ada suara orang sedang berjalan di sekitar mobil itu, tapi bisa saja ini untuk memancing agar teman Saeful muncul, karena merasa keadaan sudah aman. Tapi tidak bagi Saeful, dia tetap saja sembunyi di  bawah kolong mobil. Mereka sedang kuat kuatan mental lah istilahnya hehehe.


Sementara itu Novi dan Broni tetap ada di sisi jurang untuk menunggu sesuatu yang akan muncul.


“Novi yakin saat ini mas Saeful sedang sembunyi di sekitar mobil mas, karena sudah tidak terdengan lagi jejak langkah mas Saeful” kata novi


“Keliatanya dia sekarang ada di bawah kolong mobil Nov, soalnya di sekitar sana tidak ada bunyi kemresek sama sekali, kalau dia sembunyi di semak belukar pasti akan terdengar suara semak yang terinjak kan” kata Broni


“Iya mas, Novi juga merasa dia sekarang ada di bawah kolong mobil mas, itu tempat paling aman untuk sembunyi dalam keadaan yang terdesak macam saat ini mas” jawab Novi


“Paling sebentar lagi Fathoni akan muncul mas, dia tidak akan kuat sembunyi di semak belukar dengan menggunakan celana ketat berbahan dasar kulit dan sepatu boot yang kaku hihihihi”


Suara langkah kaki, suara aspal yang terinjak sol sepatu boot yang keras itu berbunyi. Novi dan Broni berusaha mendengarkan suara apapun yang mungkin akan orang itu keluarkan.


“Keluar dari sana kamu anak setan!” teriak Fathoni kepada Saeful yang masih tengkurap di bawah kolong mobil


“Hehehe apa yang akan kamu lakukan apabila aku keluar dari kolong mobil ini pak?” tanya Saeful


“Kamu sudah menghancurkan rencanaku, tiga temanku mati gara-gara kamu, Dol Kadut dan Nyai Cepol pun sekarang sudah ketakutan, dan tidak akan datang lagi kepadaku. Kamu harus bertanggung jawab!” teriak Fathoni


“Hihihih salah saya apa pak, saya kan cuma bilang sama sampeyan agar tidak masuk ke dalam Vila itu, karena di dalam sana itu angker dan pasti akan ada yang mati apabila ada yang nekat cari harta yang tidak jelas juntrungnya itu pak hihihih”


“Kamu pasti suruhan dari orang bernama Totok kan, ayo ngaku atau kamu akan saya bunuh sekarang juga!” teriak Fathoni dari sisi kiri mobil.


Penulis yakin dengan pakaian ala rocker akan sulit bagi fathoni untuk jongkok apalagi tengkurap untuk membunuh Saeful yang posisinya ada di kolong mobil itu.


“Saya tidak tau siapa yang bernama Totok itu pak, saya hanya orang yang mencari demit untuk peliharaan orang dan paranormal pak, saya bukan pembunuh pak” teriak Saeful dari bawh mobil


“Dimana teman-temanmu yang selalu melempar kami memakai batu itu!” teriak Fathoni yang mulai kehilangan kesabaran


“Saya tidak punya teman sama sekali pak, saya kerja sendiri, hasilnya kan buat saya sendiri pak, kalau ada teman yang ikut cari demit kan nanti untung hasil cari demit harus dibagi dengan teman saya pak heheheh” jawab Saeful yang makin ngawur


“Atau gini saja pak, saya bisa carikan kamu demit yang lebih sangar dari pada Dol Kadut dan Nyai Cepol itu pak hehehe biar sampeyan tidak kesepian ditinggal tiga teman kamu pak hahahah” kata Saeful makin kurang ajar saja

__ADS_1


“Kamu ini makin kurang ajar saja bicaramu, kamu tidak tau siapa saya ya, akan kusantet keluargamu agar semua tersiksa dan mati!” teriak Fathoni


“Hihihih mau ngirim santet pakek apa pak, hihihi pakek jasa Pos atu pakek JNT hihihihi, demitmu saja sudah kabur dari kamu kok pak, gitu mau kirim santet ke saya pak hahaha” kata Saeful yang tidak ada takutnya


“Keluarga saya puya peliharan demit banyak pak, jangan-jangan demitmu itu masiih kerabat dengan demit yang di miliki kelurga saya pak hahahah”  kata Saeful lagi


Fathoni hanya diam saja, dia tidak bereaksi sama sekali, dia mungkin merasa kalau ilmu dia kalah dengan Saeful dalam urusan perdemitan.


“Sudah begini saja pak, saya akan keluar dari sini. Kamu harus patuh dengan omongan saya pak, agar kamu tidak terkena masalah lagi!” kata Saeful yang mulai merasa bisa mempengaruhi dukun itu


Tidak ada suara sama sekali yang keluar dari mulut Fathoni, dia hanya diam mematung di samping mobil, kesempatan ini digunakan Saeful untuk keluar dari kolong mobil dan bicara lebih jauh dengan Fathoni.


Pelan-pelan Saeful keluar dari kolong mobil, dia kemudian berdiri di samping Fathoni yang mungkin sedang bingung  bagaimana membuang jasad temanya itu.


Sementara itu di bagian sisi dalam jurang, Novi sudah siap dengan batu yang akan dia lempar ke arah Fathoni apabila keadaan Saeful terancam. Baik Novi dan Broni sekarang bisa melihat dimana Posisi Fathoni berdiri, karena mereka berdua bersembunyi di ilalang yang ada di tepi jurang.


“Bagaimana pak, apa yang bisa saya bantu untuk kamu yang sedang bingung ini pak. Ingat pak sesama manusia harus bisa tolong menolong meskipun dia hampir membunuhmu hehehe” kata Saeful


“Ayo katakan, apa yang ada di pikiranmu pak, jangan malu pak, saya disini akan membantumu kalau saya mampu pak” kata Saeful lagi


Orang itu hanya bediri sambil diam saja, dia nampaknya sedang bingung dengan apa yang  akan dia lakukan, karena yang pasti dia harus membuang atau menguburkan mayat ketiga temanya itu, dan yang pasti dia harus bisa menghilang dari keluarga ketiga teman dia yang mati itu.


“Sudah jangan bingung pak, ayo kita serahkan mereka bertiga pada pihak yang berwajib saja pak, agar pihak yang berwajib dapat menghubungi keluarga mereka masing-masing pak, dan saya akan bersaksi bahwa mereka meninggal karena berburu harta di vila putih dan bukan karena kesalahan sampeyan pak”


“Saya akan bantu sampeyan untuk bersaksi dan beralibi bahwa sampeyan bersama saya ketika mereka bertiga sedang mencari harta di dalam vila itu pak” kata Saeful


Apa yang diakatakan Saeful itu ada benarnya, kalau dia melapor kepada polisi, maka daerah hutan dan sebagian vila akan diberi garis polisi, sehingga akan mengganggu Supardi dalam usahanya untuk membuat terowongan yang akan tembus ke vila itu


“Tidak ada saksi lagi selain saya pak, tapi untuk pak Supardi itu yang saya ragu pak, karena dia kan tahu keadaan sampeyan pak, dan sampean juga cerita kepada dia bagaimana ketiga temanmu ini mati kan pak”


“Tapi tenang pak, Supardi tiadk akan bicara banyak, karena dia sendiri akan takut apabila polisi menginvestigasi dia dan menyelidiki rumahnya pak hehehehe, dia pasti akan sembunyi untuk sementara dari sana pak hihihih” kata Saeful yang ternyata otaknya cemerlang


“Ya, itu yang saya bingungkan mas. Saya tidak mau membuang mayat teman saya, tetapi saya juga takut apabila Supardi membuka mulut kepada polisi tentang bagaimana teman-teman saya mati mas” kata Fathoni yang sudah jinak dan lunak hihihii


Sementar itu dari balik semak semak, Broni dan Novi hampir tidak percaya dengan yang dilakukan oleh Saeful, dia bisa mempengaruhi orang yang akan membunuhnya dengan kalimat-kalimat yang dia katakan kepada orang itu.


“Weeewww, gak ngira kalau Saeful itu pandai  bicara Nov hehehe” kata Broni


“Iya mas Bron, Novi sendiri juga kaget kok, selain dia berani, dan dalam waktu singkat bisa mempengarhui Fathoni untuk merubah kemarahanya menjadi sebuah ketakutan”


“Tapi apakah yang akan dilakukan Saeful itu aman bagi dia Nov, karena yang namanya Polisi kan selalu menyelidiki apapun Nov” kata Broni lagi


“Heheheh iya mas Bron, disitulah kepintaran otak Saeful, dengan adanya penyidikan maka polisi akan menutup dan memberikan police line di sekitar vila putih, otomatis tidak ada yang boleh masuk ke halaman vila putih. Tidak hanya sampai disitu saja mas Bron”


“Polisi pasti juga akan menyelidiki rumah yang ada di sebelah vila putih itu, mereka pasti akan masuk ke dalam dan menginterogasi Supardi perihal terowongan yang dia buat itu hihihihi” kata Novi

__ADS_1


__ADS_2