MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 38 (UNDANGAN MURYATI)


__ADS_3

“Kalau seumpama Muryati mengajak Novi ke Penthousenya, kalian harus melakukan sesuai rencana Novi tadi, yang pada intinya adalah bagaimana caranya mendapatkan key card untuk membuka pintu kamar dan untuk naik lift”


Tiba-tiba ponsel Novi bergetar getar dan bersuara menyanyikan lagu dangdut koplo yang berjudul AMBYAR MAK PYAR by HAPPY ASMARA, ponsel itu ada di saku depan celana Novi yang ketat.


“Nov Ponselmu bunyi iku lho! Kok malah gak diangkat sih, kamu malah mringis-mringis ngunu se” teriak Ukik


“Hahaha sik ta mas, enak iki lho geli geli gimana gitu hahahah” kata Novi yang kegelian dengan getaran Poselnya yang bergetar nyenggol mesra kuntilanya hihihihi


“Nggilani c*k, ojok kumat pokok Nov, kamu itu wis cantik Blonde tapi nek kumat medeni koyok asyu ngatjeng  c*k” kata Tifano


“Biarin mas Tif, kan yang tau Cuma kalian saja mas hehehehe. Diluar sana Novi punya reputasi sebagai pemilik wedding service yang lumayan tenama hihihihi”


“Uuuhuiii ternyata Muryati saudara-saudara hahahaha” teriak Novi kegirangan ketika melihat siapa yang sedang menelpon Novi


“Halooo Yati, maaf tadi Novi sedang ada tamu. Gimana, ada yang bisa Novi bantu?” kata Novi


“Iya Noviiii ini akunya pingin kabari, gimana kalau acaranya diadakan di penthouse pacar aku, tapi dari tadi pacar aku masih mati hpnya, tetapi aku yakin dibolehkan pinjam kamarnya untuk acara kita kok” kata Muryati


“Kalau  boleh tau dimana penthousnya Muryati?” Tanya Novi


“Itu di hotel ******* ** yang didaerah sby brt sana Novi, emangnya kenapa Novi?” Tanya Muryati


“Novi perlu waktu dulu untuk lihat kamar dan perlu sedikit dekor disana Muryati”


“Kapan kira-kira Novi bisa kesana dengan mengajak anak-anak dekor Novi?” Tanya Novid dengan penuh harap


“Ntar aku hubungi ya Novi, secepatnya akan aku hubungi kapan Novi bisa bawa orang-orang dekor ke sana ya” kata Muryati lagi


Setelah berbasa basi akhirnya telepon pun dimatikan.


“Hehehe enak mas enak karena tadi kena kuntila Novi, dan enak yang kedua adalah karena nanti kita pakai penthouse Trimo hihihi. Ayooo mas, tolong teleponkan hp Novi dong biar getaranya bisa bikin Novi merem melek”


“Aaaah arek gendeng, nanti suatu saat tak rekam kelakuanmu Nov, biar semua tau gimana Novi itu hihihihi” kata Ukik


“Ojok ta mas, sampeyan itu tega sama Novi setelah apa yang kita lakukan bersama mas hihihih”  jawab Novi yang sedang mengeluarkan beberapa tasnya dari box yang berdebu

__ADS_1


“Oooh tambah gendeng banci iki. Wis ah sekarang kita harus tau apa yang akan kita lakukan setelah mendapat undangan dari Muryati tadi” kata Ukik


“Tenang mas heheheh, kita kan selalu mempunyai rencana tanpa perencanaan hihihih” jawab Novi asal


“Gundulmu Nov, iya nek dulu kita berhadapan dengan mahluk ghaib yang tidak bisa diprediksi. Lha sekarang kita berhadapan dengan senjata yang mematikan rek” tukas Broni


 “Eh mas, Kok dari tadi Hp Trimo adem ayem aja mas, jangan-jangan batrenya habis mas, soale tadi Muryati bilang kalau dari tadi dia berusaha menghubungi Trimo” kata Novi


Ali mengambil ponsel yang dia simpan di tas slempang yang tidak pernah dia lepas sama sekali.


“Wah iyo rek, batrene matek hahahah. Eh mana charges yang tadi kita pinjam dari temanmu itu Nov” kata Ali


“Itu di atas etalase mas, tadi Novi taruh sana mas” jawab Novi


“Muryati mengajak Novi ke Penthousenya, kalau begitu kalian bisa melakukan sesuai rencana Novi tadi, yang pada intinya adalah bagaimana caranya mendapatkan key card untuk membuka pintu kamar dan  untuk naik lift”


“Jadi Novi sebelumnya perlu team dekor untuk mendekor ruangan, nanti Novi akan bawa dos-dos itu untuk ditata disana, kita harus berbuat sesibuk mungkin untuk mengalihkan perhatian Muryati”


“Harapan Novi kalian bisa mencari dan masuk ke kamar pribadi Trimo dan mencari kotak yang mungkin disembunyikan Trimo disana ketika Muryati sudah dalam keadaan yang sibuk dan bingung karena ulah Novi dan mas Dani asisten Novi yang banci  hihihih”


“Jadi nanti Novi punya dua rencana, pertama adalah menukar keycard asli dengan keycard kosongan yang dijual di situs jual beli. Tapi sebelumnya Novi perlu waktu untuk beli yang kosonganya”


“Nah, sekarang Novi akan memesan Keycardnya dulu ya ayah ayah Novi fu fu fu”


“Arek iki nek masalah ngene iki kok dengaren pinter yo hihihih” kata Broni


Setelah beberpa waktu sibuk dengan gadgetnya, kemudian Novi tertawa gembira.


“Wiiisss beres, besok keycard kosongan hotel ******* ** sudah Novi terima. Rencana Novi akan menukar keycard


kosongan itu dengan milik muryati, dan kita hanya punya waktu semalam untuk masuk kesana dan mencari barang yang kita cari.


“Berarti rencana pertama dan kedua batal Nov?” Tanya Tifano


“Hehehe, kita pakek cara ketiga saja mas Tif, tapi untuk team pengalih perhatian tetep harus ada disana, yaitu team dekor dan sekretaris Novi mas Dani yang banci itu harus tetep sibuk dengan ketiga team dekor hihihi”

__ADS_1


Mungkin cara penukaran key card itu lebih masuk akal dari pada nyuri atau diam-diam bikin masalah disana dengan mencari kotak itu sementara Muryati sibuk dengan dekorasi.


Setelah dos dos tempat wadah tas itu dibersihkan dan siap untuk menuju ke penthouse Trimo, Novi mengadakan diskusi kecil kecilan tentang apa yang akan dilakukan disana. Dengan penuh semangat Novi menjelaskan apa saja yang akan mereka lakukan masing-masing.


“Jadi kecuali mas Wildan dan mas Ali yang siap di parkiran mobil, teman lainya mas Dani, mas Ukik, mas Tifano, mas Broni dan mas Gilank sudah sesuai dengan peran masing-masing ya” kata novi lagi


Semua sudah siap kecuali ponsel Trimo yang masih mati dan undangan Muryati kepada Novi untuk mengadakan istilahnya gladi bersih dan pendekoran sederhana yang akan dilakukan  di kamar Trimo.


“Mas Ali, gimana dengan hp Trimo. Apa sudah bisa dinyalakan? Karena Muryati butuh konfrmasi Trimo untuk memakai penthousenya”


“Bentar lagi Nov, ini masih 5% nov, kalau sudah 10% baru kita nyalakan Nov”


****


Kesampingkan dulu untuk urusan Novi, lalu bagaimana dengan Kaswadi? Apa yang sedang dilakukan oleh Kaswadi, dan saat ini dia ada dimana setelah melarikan diri dari salon Novi?


Ternyata Kaswadi ada di proyek pembangunan resort yang letaknya jauh dari tempat salon Novi. Dia ada disana untuk menemui bekas mandornya yang tinggal di satu wilayah dengan rumah Kaswadi tinggal.


“Pak, permisi. Saya mau ketemu dengan bapak Samijan, dia keluarga saya pak” Tanya Kaswadi kepada petugas jaga proyek


“Samijan bagian apa, dan ada keperluan apa?” Tanya petugas jaga pintu masuk Proyek


“Bagian pembongkaran pak, pembongkaran rumah penduduk pak, saya dari desa ingin mengabari sesuatu bagi dia karena hpnya Samijan mati terus pak” jawab Kaswadi berbohong kepada penjaga proyek


“Sebentar saya infokan ke bagian petugas jaga yang ada di bagian pembongkaran dulu pak” kata petugas jaga pintu masuk itu


Kemudian dengan menggunakan HT petugas jaga itu mengumumkan kepada petugas yang berjaga di bagian pembongkaran untuk mencari mandor  yang bernama Samijan


Setelah menunggu sekian lama akhirya bekas mandor Kaswadi yang bernama Samijan pun datang menemui Kaswadi.


“Ono opo mas Kas, arep nyilih duet maneh?” Tuduh mandor itu langsung monohok dengan wajah kurang suka dengan Kaswadi


“Anu mas, saya mau minta tolong, kalau mas Samijan pulang ke rumah, tolong kasih tau ke istri saya kalau saya sedang menyelesaikan masalah dengan dibantu beberapa orang yang paham dengan masalah ini” jawab Kaswadi


“Wis iku tok pesanmu, lha kenapa kamu tidak hubungi istrimu sendiri Kas, mesti koe terlibat wedokan maneh yo?” Tanya Samijan dengan penuh selidik.

__ADS_1


*****


“Nov Hp Trimo sudah bisa nyala ini, wuiiih ternyata banyak sekali wa dari Muryati Nov” kata Ali sambil menunjukan Hp Trimo yang dalam keadaan sudah on”


__ADS_2