MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 256 (MEMAHAMI KATA… DITIPU OLEH MARWOTO)


__ADS_3

Apa yang sebenarnya terjadi dengan Marwoto dan Rochman tidak ada yang tau dan tidak ada yang mencari tahu…


Karena mereka semua sibuk dengan tugas masing-masing.


Tetapi bagaimana cara Ginten menyerahkan jiwa Suharto kepada Rochman, apakah dengan sepengetahuan Marwoto?


Dan Marwoto… yang katanya menipu Ginten… bagaimana kejadianya?


Jauh hari ketika sebelum kejadian kejadian aneh. di rumah Marwoto yang sepi, ketika Marwoto dalam keadaan sakit dan akan menghadap Tuhan YME…


Dalam kamar.. dalam kesendirian Marwoto, ketika itu Suharto sedang pergi untuk kerja…….


“Ginten… kamulah satu satunya.. eh salah…. kamu satu satunya yang menjaga ku dalam keadaan sakit, dan kamu juga yang selalu menjaga aku dan Suparmi setelah peristiwa musnahnya Dimas”


“Ginten…. aku tau kamu itu selalu menolongku dan Suparmi, bahkan kamu juga melindungi kami dan anak-anak Sutopo juga”


“Aku sekarang dalam keadaan sekarat, tapi anakku Suharto tidak ada di sisiku”


“Aku punya satu permintaan  kepadamu Ginten, dan ini permintaanku yang terakhir”


“Tolong jagalah Suharto, karena dia punya kelebihan yang akan membawa kedamaian di wilayah Mak Nyat Mani dan Soebroto”


“Suharto orang baik, tapi dia terlalu lugu dan polos, saya takut apabila dia jatuh ke tangan orang jahat maka bisa digunakan untuk melawan siapapun, bahkan Mak Nyat Mani dan Soebroto pun tidak akan mampu menahanya”


“Jagalah dia untukku Ginten… dan sebagai tanda terimakasihku kamu akan saya berikan jalan menuju ke sebuah air keabadian”


“Sekarang berjanjilah setelah aku mati… maka kamu akan ada di sisi Suharto, seperti kamu yang selalu ada di sisiku ketika saya dalam keadaan apapun juga”


“Saya sedikit demi sedikit sudah memberi tahu kepada Suharto letak tempat Air itu, dan kamu akan mendapatkanya apabila kamu bisa menjaga Suharto”


“Dengan bertambahnya umur Suharto.. maka sedikit demi sedikit dia akan bisa melihatmu, dan pada saat itulah kamu akan mendapatkan apa yang saya katakan atas pengorbananmu selama ini”


Ginten hanya diam tidak memotong pembicaraan Marwoto yang nyawanya sudah ada di ujung jempolnya. Dan  ketika kalimat terakhir diucapkan… Arwah Marwoto pun meninggalkan tubuhnya.


Arwah Marwoto pergi begitu saja bersama malaikat maut yang mencabutnya…

__ADS_1


Hari demi hari Ginten menjaga Suharto.. hari demi hari Suharto yang masih belum rela dengan kematian bapaknya menjadi terguncang jiwanya..


Hari demi hari Suharto makin bisa melihat GInten yang setia menjaga atas amanah dari Marwoto.


Hari demi hari Keadaan Suharto makin tidak karuan, dan hal ini berdampak pada keluarganya…


Hari demi hari Ginten menunggu Suharto untuk mengajaknya mencari air yang dijanjikan oleh Marwoto.


Keadaan Suharto semakin mengkhawatirkan, sehingga Ginten yang merasa punya Hak atas air yang dijanjikan oleh Marwoto pun semakin khawatir dengan keadaan Suharto yang ke arah sakit jiwa.


Hingga akhirnya Ginten memutuskan untuk masuk ke raga Suharto , agar dia tidak semakin sinting.


Tetapi terjadi penolakan ketika Ginten berusaha masuk ke dalam nya, hal ini karena di dalam tubuh Suharto ada kekuatan yang luar biasa, kekuatan yang menolak untuk bekerja sama dalam satu raga.


Maka untuk menguasai  kekuatan Suharto, Ginten mengambil Jiwa Suharto. dan Jiwa itu dia sembunyikan di suatu tempat yang bagi Ginten sangat aman.


JIwa itu akan dia ambil ketika keadaan sudah siap untuk mencari air yang dijanjikan oleh Marwoto.


Ginten masuk ke dalam tubuh Suharto dengan kekuatan Suharto yang luar biasa, karene kekuatan itu akibatnya Ginten kesulitan menguasai tubuh Suharto.


Ginten ada di dalam tubuh Suharto hingga pada suatu ketika dia melawan mbak Bashi dan anak-anak Sutopo di sebuah pemakaman,


Selama pelarian itu dia menuju ke vila putih..


Ginten yang ada di dalam tubuh Suharto itu bisa masuk ke dalam area vila putih akibat dari kekuatan yang ada di dalam tubuh Suharto


Ginten yang ada di dalam tubuh Suharto sempat bermasalah dengan yang ada di vila putih..


Kemudian dari hasil mencuri dengar pembicaraan mereka yang ada di dalam vila.. Ginten pun menuju ke hotel Waji.


Disana secara kebetulan Ginten bertemu dengan Rochman…


Mulailah awal kerjasama Ginten  dengan Rochman.


Ginten cerita kalau dia dalam bahaya, karena membawa tubuh Suharto, sehingga Rochman memberikan kamar khusus  kepada Ginten demi keamanannya.

__ADS_1


Ginten bercerita kepada Rochman tentang apa saja yang dikatakan Marwoto…


Rochman mendengarkan cerita Ginten dengan serius dan berniat membantu Ginten dengan syarat… mereka akan mencari air itu berdua.


Ginten yang ada di dalam tubuh Suharto itu diberikan  kamar khusus, dimana kamar itu yang nantinya digerebek oleh Novi, pak bowo dan lainya.


Nah disini mulainya sesuatu yang tidak terduga bagi Ginten.


Ketika Ginten berhasil dipisah dari tubuh Suharto, ternyata Rochman ada di sana, Rochman melihat apa yang terjadi dengan Ginten..


Kemudian Rochman memerintahkan penjaga ghaib yang ada di hotel itu untuk menangkap Ginten dan menjebloskan ke kamar 6+ yang merupakan penjara ghaib..


Ginten yang tidak tau menahu permainan politik ini hanya bisa tersenyum saja, karena dia yakin akan dibebaskan oleh Rochman sebentar lagi.


Tapi ternyata bukan itu yang terjadi…


Pada saat itu ternyata Rocham tidak membebaskanya, dia hanya melihat keadaan kamar 6+ saja dan kemudian meninggalkan Ginten begitu saja


Setelah tubuh lemah Suharto dibawa ambulan menuju rumah sakit dengan kawalan pak Bowo, pak Tembol dan Dogel....Marwoto mendatangi tempat pak Han.


Mereka bicara panjang lebar dan kemudian Marwoto  pergi meninggalkan pak Han menuju ke mobil yang dikendarai oleh pak Bowo bersama pak Tembol dan Dogel.


Di dalam mobil itu Marwoto mulai mengarang cerita sedih lagi.. hingga dia menawarkan diri untuk mengalihkan mobil yang dikendarai oleh Rochman.


Semua terjadi dengan cepat, hingga pak Han bisa membuat mobil Rochman tergelincir dan masuk ke semak belukar…


Disini cerita Rochman dan Marwoto tidak ada yang mengetahui…


Tapi ternyata itu semua hanya tipu muslihat saja….


Ketika di dalam mobil Rochman… Marwoto melakukan negosiasi kepada Rochman untuk mencari air itu dengan menggunakan tubuh Suharto yang penuh dengan perpaduan kekuatan Mak Nyat Mani dan Soebroto.


Marwoto mengakui bahwa di tau dimana tempat air itu disembunyikan dan Marwoto berkata bahwa hanya dialah yang bisa memerintahkan Suharto untuk mencari air itu.


Rochman setuju dengan usulan Marwoto… karena jiwa Suharto saat ini ada di tangan Rochman.

__ADS_1


Jadi pemikiran Rochman dan Marwoto saat ini adalah mencari tubuh Suharto dan mengembalikan jiwanya lagi, setelah itu bersama sama mereka akan mencari air itu.


Itulah sebabnya Ginten berkata bahwa dia telah ditipu oleh Marwoto.


__ADS_2