
“Aaaa... kak Novi yaaaaa. Aduuh cakep bingit kaaak!” Muryati melihat tubuh Novi dari ujung mbut sampai ke ujung kaki, dia benar-benar kagum dengan kecantikan Waria wahid berkuntila aboh itu
“Aaayooo duduk sini kak” kata Yati sambil merubah posisi tempat duduknya agar lebih dekat dengan Novi
“Bagaimana kabarnya Yati, kita baru aja kenal di Wa, tapi rasanya kok kayak kita udah kenal lama ya?” kata Novi
“Hehehehe kabar saya baik-baik saja Novi, eh mungkin karena persamaan Hobby ya Nov, jadi omongan kita bisa nyambung hehehe, eh kita saling panggil nama aja ya, biar lebih akrab” kata Muryati
“Iya lah Yati, kalau manggil pakek kata kak itu kesannya kok jauh gitu hehehe. Oh iya kok kamu belum pesen apa-apa sih. Ayo deh pesen, aku yang traktir kamu Yati” kata Novi
“Hihihi, tadi itu aku baru datang kesini Novi, trs aku buka-buka IG kamu, sambil liatin tas punya kamu. Duh tas koleksi kamu cakep-cakep lho Novi” kata Muryati
Dalam hal ini Muryati tidak tau bahwa Novi itu punya beberapa akun IG yang gunanya salah satunya kayak gini ini. Agar calon customer atau calon bisnis Novi akan nyantol setelah melihat IG yang dimiliki Novi yang serba Wah.
“Novi, kamu bisnis apa selain used branded tas kayak gini?” Tanya Muryati mulai mengakrabkan diri
“Novi kan punya salon Yati, di Sdrj, udah ada tiga cabang salon dan wedding service Novi, kalau tas branded itu hanya sampingan aja karena Novi juga suka koleksi tas branded”
“Sebenarnya koleksi pribadi Novi tidak Novi jual Yati, semua untuk koleksi pribadi Novi aja, hanya saja ada beberapa item yang kembar, cuman beda warna saja, itu yang Novi jua ” jelas Novi
“Kalau Yati bisnis apa nih, kalau hobby kita sama-sama tas branded harusnya Yati juga sering keluar negeri dong” Novi mulai memojokan Muryati
“Aku Cuma ibu rumah tangga aja Novi, hanya saja hobby aku tuh kumpulin branded bag baik itu baru atau bekas, rasanya gimana gitu kalau lihat isi lemari kita penuh dengan tas branded”
“Novi yang kamu awa tuh kayaknya rare banget ya, itu kan yang kamu pakai untuk dp wa kamu kan?”
“Hehehe iya Yati, ini super rare, Novi dapat dari temen Novi yang ada di Paris. Dia baik bener ama Novi sampai Novi dikirimin tas yang rare ini Yati”
__ADS_1
Kemudian Novi mempersilahkan Yati untuk memegang tas yang sedang dia bawa, yati bener-bener menikmati tas Novi yang memang dalam keadaan kosong. Karena setahu saya kalau seseorang sedang menenteng tas Branded, bisanya tidak disini sesuatu yang berat, tajam, bau dll.
Jadi mending dikosongin aja, dan aroma bau dari tas itu tetap menempel di bagian dalam tas. Begitu juga yang dilakukan oleh Muryati. Dia membelai tas milik Novi, kemudian membuka resletingnya dengan hati-hati. Kemudian memeriksa dan menciumi tiap bagian dalam tas itu.
“Wah ini ori Novi, dan baunya itu masih khas branded bag. Aku tidak bisa membayangkan berapa harga tas ini kalau kamu jual Nov” kata Muryati sambil tetap menciumi aroma dari tas Novi
“Itu Novi akan jual dengan harga yang tidak murah Yati hihihi, udah banyak yang tawar tas itu, tapi belum Novi lepas, karena harganya belum cocok”
Novi kelihatannya mulai memasang strategi kepada yati, dengan harapan Yati akan minta uang kepadaTrimo dengan nominal yang luar biasa, tapi kelihatannya tujuan Novi bukan itu, mungkin dia mempunyai tujuan lain selain itu.
“Eh gimana Novi, kalau saya boleh tahu berapa harga tas ini?” Tanya Yati yang masih saja menciumi tas Novi
“Gini aja deh yati. Novi kan udah buktiin kalau Novi punya barang super rare, sekarang kalau memang Yati minat, kita bisa datang ke tempat Novi untuk kita bicarakan harga tas ini, sekalian makan malam”
“Tapi ndak di cafe macam ini yang bersisik dan banyak laki-laki bermata buaya, kita cari tempat yang tenang sembari makan malam dan Novi akan pamerkan Tas koleksi Novi”
“Mungkin di tempat pasangan Yati, atau di sebuah penthouse, atau dimana. Pokoknya ada tempat untuk menaruh beberapa tas Novi dan nanti Novi akan sedikit bercerita tentang sejarah tiap-tiap Tas yang akan Novi pamerkan”
“Wuiih luar biasa Novi, baru ini aku ketemu seler tas branded yang benar-benar menempatkan tas itu sesuai dengan kelasnya. Biasanya aku cuman beli melalui situs jual beli yang terkenal, kemudian tas itu dikirim dalam sebuah dus”
“Tapi Novi yakin bau tas itu pasti sudah terkontaminasi dengan bau panas dan bau dus kan” potong Novi
“Iya sih Nov, memang baunya sudah tidak setajam yang punyamu ini. Punyamu ini istimewa sekali” Jawab Muryati sambil terus membaui tas Novi
“Gimana Yati, kalau kamu memang minat segera aja hubungi Novi, ntar Novi akan bawa koleksi pribadi lainya ke tempat yang udah kamu booking. Asal ingat, barang mewah akan terlihat mewah dan bermartabat apabila ditempatkan sesuai dengan kemewahannya”
Muryati semakin takjub dengan kata-kata Novi yang membius dengan kalimat mewah dan bermartabat. Hahahah, mungkin Novi sudah hapal dengan tipe-tipe orang macam Muryati yang gila akan harta dan kemewahan.
__ADS_1
“Eh pacar aku ada sih penthouse Nov, coba aku tanya ke dia dulu ya apa penthousenya bisa kita pakai untuk acara gelar branded bag kita? Eh Novi, gimana kalau aku ajak teman aku yang juga lagi berburu tas branded juga?”
“Mereka pasti akan support acara ini, karena dia itu lebih gila dari aku, dia pemburu tas langka. Gak cuma branded aja, tapi juga harus langka hehehe”
“Ya silahkan, tapi Novi ada syarat dan ketentuannya lho, Novi gak asal ajak orang kaya pemburu tas juga, Novi harus tau juga bagaimana dia dikalangan sosialita. Atau begini aja, kasih Novi no ponsel mereka yang akan Muryati ajak”
“Novi akan telpon mereka, Novi perlu tau dulu bagaimana cara dan karakter mereka, setelah itu baru akan Novi ajak. Bagaimana Muryati?”
“Deaaal” kata Muryati yang kemudian menjabat tangan Novi. Setelah itu Muryati mulai mengirim by Wa nomor kontak teman Muryati yang juga penggila tas Branded
“Ada lima orang ya Novi, eh apa aku perlu kasih info mereka kalau Novi mau telpon ke mereka?” Tanya Muryati dengan lugu
“Jangan, biarkan Novi telpon dan Wa sendiri saja, macam Novi Wa ke Muryati sebelumnya itu hehehe”
“Eh gitu aja ya Yati, Novi tunggu secepatnya informasi tempat dari Yati, karena Novi harus persiapkan tas-tas Novi dulu, semuanya harus di bikin lebih syantik dulu sebelum dipamerin hihihihi”
Setelah itu Novi pergi dari café yang semakin rame dengan suara manusia. Terus terang meskipun Novi itu terlihat sebagai perempuan yang doyan nongkrong, tapi sebetulnya Novi itu tidak suka dengan yang namanya hangout di tempat model café gitu.
Teman-teman Novi yang tadinya ada di pujasera, sekarang bergabung dengan Novi menuju ke tempat makan yang berseberangan dengan café tempat Novi dan Muryati bertemu.
Novi meminjam jaket kulit yang dikenakan Ali dan dia kemudian menggunakan flat caps atau yang biasa disebut topi copet milik Dani, rambut panjang dia digelung ke atas dan ditutupi flat caps atau topi copet milik Dani.
Sekarang penampilan Novi sudah berubah Total, dia lebih mirip gay dari pada perempuan hihihih.
“Sekarang kita nongkrong di sana aja mas di tempat makan yang ada di seberang café itu, pasang mata kalian mas hehehe” kata Novi yang berlagak bagai detekif
“Memangnya ngapain juga kita memantau Muryati Nov?” Tanya Ukik
__ADS_1
“Tadi ada dua orang yang selalumemperhatikan kami ketika kami berdua tadi sedang ngobrol mas” jawab Novi