MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 52 (OPO MANEH IKI)


__ADS_3

Akhirnya semuanya tertidur, semua capek dan semua bermimpi. Mimpi yang sama, mimpi mengerikan yang sama. Yang intinya segera temukan atau celaka.


07.30 semua bangun dengan bersama-sama, dengan keringat membasahi tubuh, dengan nafas yang tersenggal-senggal, semua terjadi bersamaan. Hanya Wildan, Broni dan Gilank yang masih nyenyak dan bermimpi indah.


07.45 Novi sudah ada di salon dengan wajah yang pucat, meskipun belum mandi tetapi masih terlihat cantik.


“Apa kalian mimpi juga mas?” tanya Novi kepada keempat orang yang sedang lenger-lenger dengan keringat yang membasahi tubuh mereka


“Iya kami semua mimpi mengerikan yang sama kecuali Wildan, Gilank dan Broni. Mereka masih tidur nyenyak” jawab Ukik


“Kita ndak bisa istirahat kalau gini, sosok yang semalam datang kepadaku sudah hampir membunuhku dengan cara mencekik ku” cerita Tifano


“Koyoknya mereka bukan ghaib dari sini, karena cara bicara dan bentuknya tidak biasa, tidak pernah kita lihat selama ini” tambah Ali


“Sudah.. sudah, lebih baik kita mandi bersih, kemudian sarapan. Setelah itu kita pikirkan lagi apa yang akan kita lakukan lagi setelah ini” potong Tifano


“Tapi kenapa kok baru malam ini ya rek, kemarin-kemarin ndak ada apa-apa. Kemarin kita bisa tidur nyenyak, tapi kenapa baru malam ini?” tanya Ukik


“Kelihatanya semua mungkin ada hubungannya dengan pesan Wa yang ada di ponsel Trimo rek” jawab Ali tiba-tiba


Kemudian Ali menyalakan ponsel Trimo lagi untuk menunjukan kepada teman temanya tentang Wa yang berasal dari pak Totok dan satu lagi dari nomor tapa nama.


“Jadi ada dua orang disini yang mencurigakan rek, pertama pak Totok yang sampai kemarin mengirim pesan melalui aplikasi Wa, kemudian ada lagi pesan pendek dari aplikasi Wa juga yang tanpa nama dengan pesan ‘sudah selesai’ gitu rek” kata Ali


“Pesan dari pak Totok aku ndak berani buka, nek tak buka dia akan atau kalau pesannya sudah terbaca rek” kata Ali lagi


“Lebih baik kita baca saja mas, karena ancaman untuk kita mulai mengerikan lagi mas” kata Novi


Pesan Wa dari orang yang bernama Totok itu banyak sekali, tetapi yang mereka heran adalah pesan yang baru kemarin muncul


“Pesen Wa ini untuk siapa ya rek, kok isine ancaman gini rek” kata Uki ketika mereka sedang melihat percakapan di ponsel Trimo


..JANGAN IKUT CAMPUR ATAU KALIAN MATI!, KALIAN TIDAK TAU SIAPA SAYA!..


“Sangar isine iki, tapi kan aneh ini kan Hp Trimo, kok dia ngancamnya koyoke bukan kepada Trimo rek, dia kayaknya ngancamnya kepada beberapa orang selain Trimo, tapi kenapa kok pakek Hp Trimo” kata Tifano

__ADS_1


“Pesan itu untuk kita rek”kata WIldan yang ternyata sudah bangun dan sedang memperhatikan pesan singkat di ponsel Trimo


“Iya mas, kelihatannya pesan ini ditujukan untuk kita mas, tapi Novi ndak ngerti bagaimana dia tau kalau hp ini ada pada kita mas, dan bagaimana dia tau kalau kita sedang mencari dokumen itu” kata Novi


“Memangnya kamu yakin yang dia maksud itu adalah dokumen rumah putih Nov. bisa saja yang dia maksud adalah uang Gulden kan” kata Tifano


“Untuk tau siapa pak Totok ini ada baiknya kita baca semua percakapan yang dia kirim untuk Trimo rek, jadi kita tau apa yang dia maksud” kata Ukik


Butuh waktu lebih dari sepuluh menit untuk memahami percakapan antara Trimo dan Totok yang  dimulai dari perkenalan karena Totok mengiklankan uang Gulden dan satu lembar dari tiga lembar dokumen kepemilikan rumah.


Kesimpulane ini. pada awalnya Trimo tidak tau kalau kertas yang dia iklankan itu adalah serah terima rumah yang ada cap jempol darahnya. Dipikir Trimo itu hanya kertas biasa dan dia jual dengan harga yang murah.


Kemudian kemungkinan Totok paham apa yang dijual Trimo, kemudian berniat membeli satu lembar kertas yang dijual Trimo itu. Kemudian mungkin setelah itu Trimo bertanya kepada temanya yang paham bahasa mandarin.


Kemungkinan setelah tau dari temannya tentang kertas itu, kemudian Trimo menaikkan harganya berkali kali lipat dengan harapan dia mendapat untung yang berlipat ganda. Tetapi sayangnya yang bernama pak Totok itu menyetujui nilai yang direvisi Trimo itu.


Kemudian mereka mengadakan pertemuan di sebuah bank, tetapi dengan syarat pihak Totok harus mendepositokan uang dengan nilai sebesar yang diminta Trimo. Setelah mereka bertemu, ternyata Totok setuju untuk membeli kertas itu tanpa menawarnya.


Kelihatannya disini Trimo mulai tamak, dia menginginkan keuntungan yang lebih besar lagi, sehingga dia dengan seenaknya menaikan harga untuk ketiga kertas itu hingga sekitar lima kali lipat dari harga yang disepakati oleh pak Totok.


“Kalau kita lihat dari kegigihan Totok, kelihatannya ada sesuatu yang disembunyikan olehnya, seakan-akan Totok tau banyak soal rumah putih rek” kata Dani


Selanjutnya ndak ada lagi chat-chat lainya, yang ada hanya misscall dari dia yang banyak sekali. Dan kemudian ada lagi chat terakhir yang nadanya mengancam itu tadi.


“Jadi menurutku yang namanya Totok ini tau kalau kita sedang mencari dokumen itu juga lho rek, sehingga dia mengirim pesan dengan nada yang mengancam itu. Lalu yang bikin aku bingung, dari mana Totok tau kalau kita ini juga sedang mencari ketiga dokumen itu rek?” kata Tifano


“Disini ada dua orang selain yang bernama Totok itu, satunya lagi ini yang harus kita parani dulu rek, tapi gimana caranya kita tau posisi alamat dia.  Mungkin kalau kita ini aparat, mungkin bisa tracking alamat dia rek” kata Dani


“Gini saja mas, kita fokus dengan yang nomor tanpa nama itu saja mas, karena menurut feeling Novi yang tanpa nama itu kok kayaknya lebih gimana gitu mas, kalau menurut kalian gimana mas?”


“Iya Nov, aku juga lebih feeling yang itu tadi, yang bilang kalau sudah selesai itu. Apa alasanku sampai lebih tertarik yang tampa nama itu. Pertama nomor dia tidak terekam di kontak hp Trimo” kata Ali


“Jadi kemungkinan besar dia bukan teman Trimo, dia hanya orang lain yang melakukan sesuatu atas  perintah Trimo. Jadi dia tidak begitu penting perannya bagi trimo, tetapi Trimo sangat membutuhkannya, sehingga Trimo menyuruhnya untuk melakukan sesuatu” lanjut Ali


“Aku juga merasa gitu Li, jadi kita lebih baik mencari tau dulu siapa pemilik nomor itu, lalu bagaimana kita taunya?” tanya Ukik

__ADS_1


“Di hp Trimo ini cuman ada foto dan nomor telepon saja, sama ada tulisan kecil “Han” gitu aja rek, apa itu bisa digunakan?” tanya Ukik lagi


“Ngene ae rek, eh coba salah satu dari kita hubungi pertelepon yang namanya mungkin pak Han itu, bilang saja kalau anak buah Trimo, karena Trimo saat ini sedang luar kota” kata Tifano


“Atau gini aja, nanti wa dia yang ada di Hp Trimo kita balas saja, bilang saja anak buahnya yang akan ke pak Han. Gimana kalau gitu rek?” tanya Ukik


“Sekarang kita mandi dulu saja, kemudian sarapan, setelah sarapan baru kita kerjakan apa yang tadi kita rencanakan rek” kata Dani


Setelah selesai dengan planning untuk hari ini Novi pulang untuk mandi begitu pula dengan semua begejul  penghuni salon Novi yang tutup selama dipakai sebagai basecamp mereka.


Pukul 09.20 mereka berkumpul lagi di ruang tunggu salon yang sekarang sudah diubah menjadi tempat mereka untuk meeting.


“Sekarang kita balas dulu Wa dari orang tanpa nama itu rek” kata Wildan


“Sini biar Novi saja yang balas mas” kata Novi sambil mengambil ponsel yang tergeletak di meja tamu


..Ok, anak buah saya yang akan ke sana, dia akan kontak anda, maaf saya sedang ada urusan untuk beberapa hari ke depan..” ketik Novi pada Hp Trimo  dengan kata-kata singkat padat dan jelas heheheh


“Sekarang kita tunggu saja balasan dari dia mas, setelah itu salah satu dari kalian hubungi dia mas”


Tidak lama kemudian suara notifikasi pesan masuk muncul dari ponsel Trimo, dan ternyata pesan Novi tadi dibalas dengan kata-kata ‘OK’ dua huruf yang mempunyai arti yang luas hehehe


“Ok mas, sekarang tunggu lima menit mas, nanti siapa yang akan balas, mas Ali saja ya yang balas, karena nanti mas Ali yang harus ke sana juga”


Lima menit kemudian Ali mulai mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan kepada orang yang mereka belum tau siapa namanya itu.


“Selamat pagi pak, nama saya Ali, saya suruhan pak Trimo, bisa minta tolong alamatnya mana pak?” Tulis Ali setelah mendapatkan persetujuan dengan anak lainya


“Tunggu” satu kata balasan dari orang yang Ali chat tadi


Tidak lama kemudian suara notifikasi pesan masuk yang ada di ponsel trimo berbunyi lagi


“Nama anak buahmu Ali? Jangan lupa uang 25 juta titipkan kepada suruhanmu itu” pesan yang tetulis di ponsel Trimo.


 Apa yang sebenarnya dilakukan oleh Trimo hingga orang tak dikenal itu meminta uang sebesar 25 juta kepada Trimo?, apakah dia mempunyai bisnis ilegal dengan Trimo?

__ADS_1


__ADS_2