MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 145 (PENGAMATAN)


__ADS_3

Ketika mereka berdua melangkahkan kakinya menuju ke arah bawah tiba-tiba dari arah bawah muncul Saeful. Dia berlari kecil menuju ke arah Novi dan Kurni.


“Kalian gak usah capek-capek mencari pacar kamu mbak, pacar kamu sekarang sudah ada di pos polisi, sedangkan orang gila yang tadi mengejar pacar kamu dalam keadaan tidak sadar mungkin karena kehebatan pacarmu itu yang berhasil membuat orang itu pingsan mbak” kata Saeful


“Kejadianya bagaimana sih mas, kok sampai orang gila itu bisa dibikin tidak sadar mas” tanya Novi


“Saya kurang jelas tadi mbak, pokoknya setelah mereka bergumul, kemudian orang itu tiba-tiba terjatuh, dan pacar mbak ini lari menuju ke arah bawah”


“Untuk saat ini kamu bisa tunggu disini dulu saja mbak, karena mungkin sebentar lagi pacarmu akan kesini, mungkin bersama dengan polisi mbak” kata Saeful


“Jadi gimana mbak Kurni, apa mbak Kurni mau nunggu disini? karena kami harus menangkap orang gila itu sebelum dia siuman mbak, lagian ndak lama lagi pacar mbak kan akan datang ke sini mbak?” kata Novi


“Waduuuh, kalau ada disini sendirian saya jelas ndak berani mbak, disini gelap gulita mbak, lagian saya sudah aman bersama dengan mbak Novi kok”


“Hmm atau begini saja mbak, kita lihat lagi mobil Kaswadi mbak, siapa tau kunci mobil dia terjatuh karena saking paniknya dia dikejar oleh orang gila itu mbak” ajak Novi kembali ke mobil Kaswadi yang letaknya di depan mereka


Novi dan Saeful berpura-pura mencari kunci mobil, padahal kunci mobil itu tadi waktu pertama kali memeriksa mobil sengaja novi jatuhkan di kolong mobil, dan untungnya itu bukan kunci gombyokan yang akan bunyi kemlinting kalau jatuh, tapi kunci mobil mahal yang ujungnya tidak ada besinya, hanya plastik macam USB gitu.


“Naaaah ini mbak Kur, ketemu kunci Kaswadi ada di kolong mobil. Untung ketemu, coba kalau ndak ketemu, bisa-bisa nanti kalian berdua harus mencari kunci ini semalaman disini heheheh. Dan kalau tidak ketemu, kalian bisa-bisa pulang jalan kaki mbak” Kata Novi dengan santainya.


“Eh mbak Kurni bisa bawa mobil kan mbak. kalau bisa mending jemput Kaswadi di pos polisi mbak, agar dia tidak capek-capek jalan kaki kesini mbak” kata Novi lagi


“Saya bisa mbak, saya biasa gantikan nyetir kalau Kaswadi ngantuk atau sedang kecapekan karena habis bercocok tanam mbak hihihih” kata Kurni sambil berjalan masuk ke dalam mobil


Lalu dimana Gilank, bukanya tadi Saeful bilang kalau Gilank ada disekitar sana dalam keadaan pingsan, lha kalau misalnya ada di tengah jalan, bisa-bisa ketahuan oleh Kurni.


“Apa kalian ndak ikut saya untuk ke lokasi tempat orang gila itu mbak, dari pada kalian jalan kaki?” tanya Kurni yang sudah ada di belakang stir mobil Kaswadi


“Ndak usah bak Kur, kami lebih baik jalan kaki saja, sesuai dengan arahan guru kami untuk selalu jalan kaki apabila jarak itu tidak terlalu jauh” jawab Novi


Kurni menyalakan mobilnya dan kemudian setelah memutar arah mobil menuju ke bawah dia pun berlalu dari hadapan Novi dan Saeful.


“Dimana mas GIlank mas? apakah dia baik-baik saja?” tanya Novi


“Tenang mbak Nov, dia aman kok, sudah saya ikat dan saya sembunyikan di dekat pintu masuk ke ruangan biru mbak. Tadi dia benar-benar gawat mbak” kata Saeful


“Sampean ikat pakek apa mas?, tadi gawat gimana mas?”


“Saya ikat pakek baju dia mbak, soalnya disana tidak ada tali atau semacamnya mbak” jawab Saeful


“Tadi itu mas Gilank sudah berhasil menangkap Kaswadi mbak, kemudian dia tarik pakaian Kaswadi hingga Kaswadi telanjang, tapi untungnya tiba-tiba Kaswadi berhasil mengambil dahan pohon yang terjatuh, dahan itu dia pukulkan sekali dan keras ke kepala mas Gilank, akhirnya dia pingsan mbak”


“Setelah dia pingsan, Kaswadi melanjutkan lari ke pos polisi yang ada di perempatan jalan itu mbak hehehehe”


“Ya sudah Mas, sekarang kita jemput mas Gilanknya, agar dia tidak bikin masalah lagi” kata Novi sambil lari menuju ke arah tempat biasanya mobil diparkirkan


Sambil jalan menuju ke arah mobil, Novi menceritakan apapun yang tadi dia dapatkan dari Kurni, termasuk Totok yang tengah malam nanti akan datang kesana.


“Mbak, apa kita ndak perlu lapor ke teman kita yang ada di ruangan biru kah mbak. lagi pula kita harus kirim mas GIlank masuk ke ruangan biru lagi mbak, dari pada dia bikin masalah disini lagi mbak”

__ADS_1


“Iku nanti kita pikirkan mas, sing penting kita bebaskan dulu mas Gilanknya semoga dia tidak apa-apa mas karena kena pukulan tadi itu”


ketika mereka berdua tiba di lokasi tempat gilank diikat dengan menggunakan pakaianya oleh Saeful, ternyata Gilank sudah tidak ada disana, Gilank hilang di tengah malam buta, di tengah daerah vila putih, di tengah daerah Gebang!


“Dia hilang mas, bagaimana ini mas, kita harus mencarinya mas” kata Novi dengan kebingungan


“Lebih baik kita masuk dulu saja ke ruangan biru, kita laporkan apa saja yang tadi terjadi dan akan terjadi disini mbak. Pokoknya kita jangan sampai terlalu lama berpikir, karena bisa saja mas Gilank sudah jauh dari sini” kata Saeful


Karena keadaan yang tidak baik, karena GIlank hilang atau melarikan diri, dan malam nanti Nabil akan ada disana bersama Kaswadi, maka diputuskan untuk kembali ke ruangan biru. Karena kasus ini memerlukan beberapa orang untuk mengatasinya.


*****


"Jadi kalian berdua nda tau kemana perginya Gilank, Ya wis lah ndak papa, timbangane nyumpek-nyumpeki ruangan iki ae heheheh" kata Ukik setelah Novi dan Saeful ada di ruangan biru


"Saya yakin nak Gilank tidak jauh dari sana nak, karena bisa saja dia melarikan diri setelah sadar, dan bisa saja karena dia sudah sadar dari keanehanya akibat dipukul kayu oleh Kaswadi, dan kemudian dia merasa kalau dia sedang diikat oleh musuhnya" kata pak Tembol


"Sekarang yang harus kita pikirkan adalah bagaimana dengan yang nanti tengah malam itu, sesuai dengan informasi yang di dapat nak Novi dari Kurni”


“Nanti malam bagaimna kalau kita lakukan pengintaian dan pemantauan disekitar vila putih dan sekitaran rumah Supardi, kalau jadi kita bagi saja siapa yang ada di vila putih dan siapa yang ada di sekitar rumah Supardi


“Saya akan ikut lakukan pemantauan bersama nak Sinank nang, nak Tifano dan nak Ali di sekitar rumah Supardi, karena mereka ini yang pernah ada disana untuk menutup  terowongan, dan mereka tentunya hapal dengan segala yang ada disana" kata pak Tembol


"Sedangkan yang lainya ada di sekitar vila putih, sekalian kita mencari nak Gilank . Bagaimana?" tanya pak Tembol


"Nak Dogel dan mbak Bashi tetap jaga di dalam sini, siapa tau ada yang berusaha menerobos masuk ke dalam sini, atau kalau nak Dogel butuh nak Petro juga lebih baik lagi nak,  jadi nak Dogel bersama nak Petro lebih baik tetap ada didalam sini saja"


Lokasi kedua adalah di sekitar vila putih yang luas, disana ada Saeful, Novi, pak Handoko, Wildan, dan mbok Ju. sedangkan sisanya ada di dalam vila, termasuk anjeng semprul dan mbak Bashi.


"Ingat, kalian jangan sampai lali menuju ke pintu lahasia apabila teljadi sesuatu dengan kalian laaaa, kalian halus bisa menyelamatkan dili tanpa halus masuk ke dalam luangan bilu, kalena selama kalian ada dilual hingga pagi hali nanti, pintu itu akan hilang dali sana aaaa" kata pak Pho


beberapa saat sebelum tengah malam tiba, mereka sudah keluar dari ruangan biru untuk menempati posisi masing-masing. kenapa mereka menyebar di tempat Supardi dan di Vila? karena mereka tidak tau dimana nanti Nabil atau Totok bersama dengan Kaswadi berada.


Kelompok pak Tembol sedang berjalan perlahan lahan menuju ke  rumah Supardi, sedangkan kelompok pak Handoko menuju ke halaman vila putih, mereka ada disana sebelum Kaswadi dan Nabil datang.


“Kira-kira berapa lama lagi Nabil datang ya rek” tanya Wildan yang sedang bersender di pohon yang ada di semak belukar dimana dia sedang bersembunyi bersama Novi, Saeful, pak Han, dan mbok Ju.


“Ya belum tau mas, wong yang bilang itu kan kurni sendiri mas, dan Novi yakin Kurni nanti juga ikut kesini. Hehehe bisa saja nanti Kurni akan dibunuh disini mas hehehe” kata Novi


Sementara itu kelompok pak Tembol tidak sembunyi di dalam rumah Supardi, tetapi mereka ada di sekitar jurang yang ada di seberang rumah Supardi. Mereka tetap menunggu hingga Sinank nang sebagai pengamat merasakan sesuatu yang akan datang.


Tengah malam sudah lewat, tetapi belum ada juga mobil yang datang ke arah mereka hingga beberapa menit kemudian mbok Ju yang dari awal sudah ada di tikungan jalan yang menuju ke arah vila putih tiba-tiba muncul dihadapan pak Han dan teman-teman.


“Mereka datang, mereka menggunakan dua mobil, kalian harus waspada” ujar mbok Ju  yang kemudian akan pergi dari kelompok itu


“Mbok ju, sudah, jangan ke sana lagi, Ingat disana ada Nabil yang bisa lihat mahluk ghaib macam mbok Ju ini” bisik pak Handoko


Cahaya lampu kendaraan yang terang mulai kelihatan dari arah bawah, cahaya lampu itu berjalan perlahan lahan karena jalan di sekitar vila ini memang tidak bagus sama sekali.


“Coba mbak Novi lihat, apakah itu mobil yang sama dengan yang tadi dipakai oleh Kaswadi mbak?” tanya Saeful penasaran

__ADS_1


“Belum kelihatan dari sini mas, tapi kayaknya yang depan itu bukan mas, karena bentuknya mobil suv, mungkin mobil yang belakang itu mas, soalnya di sisin Novi ini ndak keliatan mas, mungkin dari sisi pak Handoko bias lihat jenis mobil apa yang sedang jalan kesini pak” kata Novi


“Yang belakang sedan mbak, mungkin itu yang tadi dipakai oleh Kaswadi dan Kurni mbak” kata pak Handoko sambil terus memperhatikan mobil yang berjalan beriringan di tengah malam buta.


kedua mobil yang beriringan itu terus berjalan hingga keduanya berhenti di antara rumah Supardi dan vila putih. Mesin mobil dimatikan termasuk lampu mobil sehingga keadaan di sini sekarang kembali menjadi gelap gulita.


*****


Bagaimana dengan pak Tembol dan anak-anak yang ada di depan jurang rumah Supardi….


“Pak Tembol, mobil itu berhenti di antara rumah Supardi dan vila putih pak, apa yang harus kita lakukan pak?” tanya Sinank nang


“Biarkan saja dulu nak, mereka kan juga belum turun dan bertindak apa-apa nak, yang penting kita harus siaga atas apa yang akan terjadi disini nak” jawab pak Tembol


Ketika mereka sedang berusaha medengarkan apa yang sedang dibicarakan oleh yang ada diatas itu, tiba-tiba Sinank nang pergi dari tempat persembunyian tempat pak Tembol dan kawan-kawan, tetapi tidak lama kemudian Sinank nang sudah kembali lagi, dia keliatanya punya kabar yang kurang bagus bagi pak Tembol dan kawan-kawannya.


“Eh kalian mas Ali dan mas Tifano pasti melupakan sesuatu” kata Sinank nang


“Apa mas Nang…” tanya pak Tembol


“Eh di bawah kita, kira-kira sepuluh meter dari kita, ada sesuatu yang sedang merangkak menuju ke arah kita, dan keadaanya tubuh yang compang camping karena terkena batang pohon dan duri-duri tajam semak belukar yang ada disana mas” kata Sinank nang


“SUPARDIII” pekik Ali menutup mulut sambil melihat ke arah Tifano


“Waduuuuh  kenapa zombie itu masih ada disini” bisik Tifano


“Lha gimana mau gimana Tif, dia kan kejar kita berdua, sebenarnya sama mas Dogel juga yang dikejarkan,  tapi untungnya mas Dogel ada di ruangan biru, jadi target Supardi adalah kita berdua Tif” kata Ali


“Pak Tembol, gimana ini pak, kita berdua menjadi target mayat Supardi pak” bisik Ali


“Mana kita sudah tidak bisa masuk ke ruangan biru sebelum ada matahari pagi sisan, terus selama menunggu matahari pagi kita harus kemana dan ngapain iki Li?” bisik Tifano


“Tidak ada yang bisa kalian lakukan selain tetap bergerak anak-anak, kalian harus berpindah tempat dan tidak bisa diam disatu tempat seperti ini karena mayat Supardi akan mencari kalian berdua” kata pak Tembol


“Cepaaaat pikirkan apa yang akan kalian lakukan teman-teman, karena Supardi sudah semakin dekat dengan kita” kata Sinank nang


“Aku sik binung iki mas Nang” ujar Tifano


ALi dan Tifano tentu saja bingung, mereka tidak tau apa yang akan mereka lakukan, karena jelas tidak mungkin untuk kembali ke ruangan biru sebelum matahari terbit sesuai dengan omongan pak Pho, di lain pihak mereka juga tidak bisa leluasa lari, karena diatas mereka sudah ada dua mobil yang mereka belum tau siapa yang ada di dalamnya.


*****


“Kita jangan bergerak dulu anak-anak, kita tunggu hingga yang ada disana itu melakukan sesuatu, semoga pak Tembol dan anak-anak disana tidak gegabah melakukan sesuatu” kata pak Handoko


Ketika mereka sedang mengamati apa yang ada di depan mereka, tiba-tiba mbok Ju yang awalnya  mengawasi di bagian sisi depan pagar vila mendadak kembali.


“Kalian jangan kaget kalau di sana ada orang yang tidak kalian perkirakan sebelumnya, disana ada nak Gilank dengan kondisi yang aneh lagi, dia sudah tidak seperti perempuan seperti sebelumnya. dia berubah menjadi seorang pemberani dengan membusungkan dadanya dan rambut yang dibiarkan terurai rembyak rembyak.


“Nak Gilank kelihatanya sekarang sedang menjadi seorang penjaga pintu dan penjaga sebuah tempat, dia sedang ada di sana, di dalam halaman vila sambil terus memperhatikan keadaan diluar, dan saya rasa dia tidak akan mengenal kalian semua” kata mbok Ju

__ADS_1


__ADS_2