MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 28 (CERITA MBAH WO)


__ADS_3

“Alhamdulillah teman-temanku, akhirnya kita bisa ketemu lagi. Mana mas Tembol, kok tidak kelihatan?” tanya mbah Wo


“Pak Tembol belum kami temukan pak, karena kami tidak tau dimana dia tinggal, tetapi menurut info anak dari pak Ponidi, pak Tembol juga sudah dipulangkan ke masa kita ya pak?” tanya Ali


“Oh kalian juga sudah ketemu kusir kuda itu?”


“Tidak pak, pak Ponidi sudah meninggal lama, kami ketemu dengan anak beliau yang memang ditugasi bapaknya untuk menceritakan sejarah yang terjadi setelah kami dipulangkan oleh Mak Nyat Mani pak”


"Dia juga sudah tahunan menunggu kami atas perintah dari bapaknya. Almarhum Pak Ponidi bahkan menaruh dokarnya di depan rumah. Agar kamu bisa tau"


“Mhhh Ponidi sebagai kusir kuda memang berjasa juga bagi kita mas, dia yang bolak balik mengantar kalian, coba kalau tidak ada dia, pasti kalian akan susah heheheh. Ayo dicoba makanan desanya mas”


“Oh iya, mana Suparmi, eh maaf, mbah Suparmi pak, em maaf mbah Wo?” tanya Gilank


“Hehehehe, kalian ini ada-ada saja, panggil saja saya pak, sesuai kayak jaman dulu saja heheheh. Eh , sangat disayangkan istri saya sudah meninggal beberapa tahun silam mas”


“Padahal istri saya benar-benar berharap bisa bertemu dengan kalian semua mas” kata mbah Wo dengan wajah sedih


“Eh mumpung ini masih sore, bagaimana kalau kita kunjungi makam istri saya mas. Setuju?” ajak mbah Wo


“Ayo pak, setuju sekali pak”


“Kamu juga ikut mas Kaswadi, jangan cuma taunya kamu punya masalah saja, tapi kamu tidak tau bagaimana sejarah kotak yang kamu curi itu berasal” kata mbah Wo kepada Kaswadi yang dari tadi hanya menunduk saja


Ternyata makam mbah Parmi tidak jauh dari rumah, mereka cukup berjalan kaki beberapa puluh meter saja hingga ketemu makan desa. Tidak lama hanya sekitar lima belas menit mereka ada disana, setelah berdoa mereka kembali lagi ke rumah mbah Wo.


“Kalian pasti penasaran apa yang terjadi disini kan? Hehehe” kata mbah Wo sambil tersenyum


“Ya jelas lah pak Wo, kami kan kembali ke masa depan setelah semua dianggap aman oleh Mak Nyat Mani, tapi ternyata energi Dimas masih ada kan mbah?”


“Iya betul mas, untungnya Soebroto datang setelah Mak Nyat Mani memanggilnya. Waktu itu semua sudah berakhir dengan bahagia kok setelah Dimas dihabisi untuk kedua kalinya”


“Saya menikah dengan Suparmi setelah dirasa aman dan keluar dari ruang persembunyian. Kemudian saya putuskan tinggal disini dan punya anak yang saya beri nama Suharto, bukan Soeharto lho ya heheheh”


“Kemudian dengan apa yang dimiliki anak saya, kedua desa ghaib bisa bersatu. Dan kemudian saya punya cucu ini  hehehehe, yang bernama Sarinah yang cuanntik sekali”


 “Tantik kayak tante itu ya mbah kung” tanya Sarinah sambil menunjuk ke Novi


“Oh ndaaaak, ndaak cu. Nganu kamu lebih cantik dari pada dia” kata mbah Wo sambil melirik waria syantik Novi


“Apaaan sih pak To ini, Novi kan cantik pak” kata Novi sambil menggendong Sarinah lagi


“Wis karepmu Nov heheheh, pokoknya kalian adalah yang terbaik bagi kami dan kedua desa ini”

__ADS_1


Sarinah memang cantik, dia berwajah imut bulat khas jawa, pipi yang chubby dengan hidung yang agak ndelesep tapi mancung hehehe, mata lebar ditambah bulu mata yang lentik, rambut yang dipotong model bob serta perawakan yang sekel, sekel itu mungkin montok ya.


“Sarinah ini berumur 5 tahun, dan sekarang lagi sayang-sayangnya sama saya heheheh, kalau saya belum pulang dari Mushola, mesti dia selalu nunggu di ruang tamu ini hehehe” kata mbah Wo sambil mecium pipi chubby Sarinah


“Eh pak To, lalu ibu njenengan, mbah Painah bagaimana” tanya Broni


“ibu saya Painah meninggal setelah kami melangsungkan pernikahan, jadi anak saya Suharto belum pernah melihat neneknya. Kapan-kapan kita nyekar ke kuburnya ibu saya, karena kuburnya agak jauh dari sini mas” kata pak atau mbah Wo itu


“Anak pak To atau mantu pak To mana, kok kami tidak lihat mereka berdua?” tanya Tifano


“Istri Suharto ada di dalam, dia sedang masak untuk kita makan malam nanti heheheh, lha kalau Suharto masih kerja di Gebang mas, nanti sekitar pukul 18.00 dia akan datang, pokoknya kalian harus ketemu dengan anak saya lah hehehe” kata mbah Wo bahagia


“Sekarang kembali lagi ke pokok masalah kalian. Sebenarnya cerita dari Kaswadi ini tidak ada salahnya, dia mengambil sesuatu yang ada di rumah kosong yang tidak ada pemiliknya kan, lalu kenapa sampai timbul korban mas?”


Memang untuk soal kepemilikan rumah dan sejumlah uang gulden mbah Wo tidak pernah tau, yang tau kan hanya orang-orang yang bersinggungan dengan mereka dan Dimas saja. Dan sekarang saatnya mereka cerita kepada mbah Wo apa yang sebenarnya terjadi.


 “jadi begini pak...” Ali dibantu ketujuh orang itu bercerita kepada mbah Wo bagaimana mereka bisa mendapatkan uang dan lembaran-lembaran kepemilikan rumah putih


“Hmm kalian sudah melakukan perjanjian dengan leluhur pemilik rumah itu, kalian tidak bisa lepas dari mereka, apalagi sekarang lembaran-lembaran kertas perjanjian itu tidak ada pada kalian kan” kata mbah Wo dengan suara berat


“Ada pada adik istri saya Mbah”potong Kaswadi


“Diam kamu, jangan sekali kali memotong pembicaraan saya!” bentak mah Wo


“Menurut perkiraan saya, kalian sebagai pemilik rumah sudah seharusnya memelihara rumah itu. mungkin leluhur rumah itu protes kepada kalian yang tidak pernah ke sana”


“Atau itu peringatan untuk kalian, karena dokumen itu sudah berpindah tangan karena ulah dari mas Kaswadi ini. Dan kalian diharuskan untuk mengambil dokumen itu kembali, karena kalian adalah pemilik sahnya”


“Sekarang dimana kita bisa temuin adik dari istri pak Kaswadi ini?” tanya Dani kepada Kaswadi


“Dia sudah tidak bisa dihubungi mas, hpnya mati, dia sudah pergi dari kos-kosanya, jadi saya kehilangan jejak dia mas”


“Tapi saya sempat mimpi kalau dia ada di sebuah hotel bersama perempuan mas, nama perempuan itu bernama Muryati. Di mungkin perempuan panggilan, pokoknya bukan pacar Trimo, karena waktu itu Muryati mau pulang, tetapi ditahan oleh Trimo”


“Trimo mengiming-imingi uang sejumlah puluhan juta apabila Muryati mau melayani satu ronde lagi” kata Kaswadi.


“Bisa jadi dia itu wanita panggilan rek” kata Ukik


“Hmm jadi sampai disini kamu ndak bisa tau dimana Trimo berada mas Kaswadi?” tanya Mbah Wo”


“Saya tidak tau mbah, yakinlah sumpah mbah saya tidak tau dimana dia berada mbah”


“Dimana Trimo selama ini kerja?” tanya Ali

__ADS_1


“Saya tidak tau mas, yakinlah sumpah inyong tidak tau mas” jawab Kaswadi


Kaswadi ini sakjane orang jawa timur atau orang ngapak sih heheheh, kalau denger yang dikatakan Kaswadi kok jadi inget film putri duyung. Anak buah dari Wan Abud yang dipanggil Inyong itu.


“Begini saja mas, kamu cari tau dimana dia kerja, tanya ke siapapun yang kamu kenal. Nanti dari sana kita cari yang namanya Muryati itu, karena kalau menurut saya dia itu dekat dengan Trimo” kata Ali


“Novi juga bantu cari mas, kebetulan teman Novi kan penyalur perempuan-perempuan yang kayak gitu mas” kata Novi


“Gimana kalau tak bantu Nov, kita datang ke tempat teman Novi, gimana hehehehe” potong Gilank


“Ndak usah mas Gilank, Novi sendiri aja mampu kok hihihiih”


“Ah mas Gilank, gimana enak jadi hantu atau jadi manusia kayak gini mas?” tanya mbah Wo


“Ya enak gini mbah, selama jadi hantu saya kan ndak bisa ihik ihik sama Novi, eh siapa tau sekarang Novi mau saya ihik ihik fu fu fu mbah hihihih”


“Sudah ah, ada anak kecil ini mas Gilank, sampeyan ini dari dulu ndak pernah sembuh sih sakitnya mas” jawab mbah Woto


Hari menjelang maghrib, mereka ngobrol apapun di rumah mbah Wo, hingga tidak terasa adzan maghrib sudah datang. Mereka tunaikan sholat maghrib berjamaah di mushola dekat rumah mbah Wo.


“Alhamdulillah saya bisa jamaah dengan kalian mas hehehe. Sebelum kalian pulang, ayo kita makan malam dulu di rumah” ajak mbah Wo ketika kami berjalan pulang ke rumah dia.


*****


“Assalamualaikum” seru mbah Wo ketika akan masuk kerumah


“Waalaikumsalam” jawab suara anak kecil, pria dewasa, dan perempuan dewasa


“Alhamdulillah kamu sudah pulang Harto, ini kita kedatangan tamu, para pahlawan yang berusaha agar aku dan ibumu menikah dan akhirnya lahirlah kamu Harto. Mereka ini pahlawan desa kita nak” kata mbah Wo kepada Suharto anak dari mbah Wo


Mereka berkenalan dan bersalaman kepada Harto, mereka kagum dengan kegagahan Harto yang dengan kelebihanya bisa menyatukan wilayah ghaib disini dan desa sebelah


“Wah suatu kehormatan bagi saya bisa ketemu kalian mas, bapak saya selalu menunggu kedatangan kalian. tiap hari beliau selalu berdoa agar bisa dipertemukan dengan kalian dimasa ini” kata  Suharto


“Iya nak, mereka kesini karena ada masalah yang timbul lagi akibat dari benda yang mereka tinggal di desa sebelah, tapi benda itu sekarang hilang nak” kata mbah Wo kepada Suharto


Mbah Wo menceritakan secara singkat apa yang terjadi dengan mereka dan juga Kaswadi.


“Saya paham, kalian harus segera menemukan kotak itu. Sekarang saya tanya, yang dicari oleh yang menghantui kalian itu uang yang dicuri oleh pak Tembol dari Dimas atau lembaran surat kepemilikan rumah?” tanya Suharto


Kedelapan remaja tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan Suharto, karena memang mereka tidak tau apa yang menyebabkan mereka harus kembali.


“Lalu hantu yang meludah si Juriah, apa yang dicari oleh Juriah kepada kamu pak Kaswadi” tanya Suharto lagi

__ADS_1


Kaswadi tidak bisa menjawab, karena hantu juriah itu hanya diam saja, tetapi waktu Kaswadi sedang dalam keadaan koma dia juga sempat berada di rumah tempat dia mengambil kotak itu kan.


Jadi baik Kaswadi atau kedelapan remaja itu tidak tau apa yang mereka cari, apakah surat kepemilikan rumah atau uang yang dicuri pak Tembol dari Dimas.


__ADS_2