MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 224 (DI DALAM TEROWONGAN )


__ADS_3

Tetapi mbak Bashi kemudian pergi dari lemari hitam besar  itu, dia hanya mengendus sebentar dan kemudian dia pergi dari depan lemari hitam itu.


“Kenapa nak Dogel kenapa mbak Bashi kok tiba-tiba tidak tertarik untuk masuk ke dalam lemari itu?” tanya pak Tembol


“Sebentar pak, ada yang aneh disini, keliatnya ada yang tidak beres, lemari ini sepertinya bukan yang dulu pak, sudah diganti oleh orang yang ada disini”


“Tidak ada terowongan ghaib lagi, ini hanya lemari biasa yang tidak menembus ke manapun” jawab Dogel kebingungan


Lemari hitam yang ada di depan mereka akhirnya dibuka oleh Dogel, tetapi ternyata tidak ada apapun di dalamnya, tidak ada terowongan yang mengerikan juga di dalamnya.


“Apa yang sedang terjadi disini. tidak ada apapun disini pak” kata Dogel sekali lagi dengan panik


“Coba tanyakan ke mbah Saripah , apakah lemari ini diganti nak?”


“Iya pak…”


 Ternyata mbah Saripah  bilang lemari ini tidak diganti, ini sama dengan yang dulu juga, ” jawab Dogel


“Kata mbah Saripah nanti tengah malam kemungkinan besar bisa terbuka”


“Pak Tembol kalian lebih baik pulang dulu aja, sembari menunggu tengah malam”


 “Saya juga akan coba lacak juga kemana mereka memindahkan barang yang lainya itu, macam manekin dan baju bekas” kata mbok Ju


“Barusan mbah Saripah bilang kalau barang yang ada disini dipindahkan tidak jauh dari sini kok” kata Dogel


“Benar kata mbah Saripah, mereka memindahkan tidak jauh dari sini pak” kata mbok Ju lagi


“Lagi pula ini belum tengah malam, kalian tunggu di rumah dulu hingga tengah malam saja” kata mbok Ju lagi


“Saya dan Saeful akan disini, kalian pulang dulu saja  hingga nanti saya hubungi telepon Novi, atau tengah malam lewat jam 24.00 kalian ke sini lagi” kata Dogel


Akhirnya pak Tembol, pak Han, Novi dan Ali balik ke rumah mbah Putri.


*****


Pak Bowo terlihat tegang di antara anak-anak dan pak Tembol yang ada di rumah mbah Putri.


“Tenang pak Bowo, jangan tegang gitu, lebih baik pak Bowo santai saja dulu, karena nanti kita insha allah berhadapan dengan hal yang bapak tidak pernah lihat sebelumnya” kata pak Tembol


“Pak Bowo ini umurnya berapa, udah punya istri belum?” tanya Novi tiba-tiba


“Saya sudah tua mbak, tapi saya belum punya istri… siapa yang mau menjadi istri saya mbak hehehe”


“Ah bisa aja pak Bowo ini , Kalok umpama Novi deket sama pak Bowo gimana?” tanya Novi dengan genit


“Nak Noviiii, ayo jangan gitu dong, pak Bowo kan lagi serius “ tegur pak Tembol


“Heheheh iya pak Tembol, Novi kan cuma pingin agar pak Bowo tidak tegang pak hehehe”


Pukul 22.30 Novi dan Ali sudah tertidur …tinggal pak Tembol dan pak Bowo saja yang masih terjaga.

__ADS_1


“Pak Tembol… kok bisa ya mereka berdua tidur, padahal kita sebentar lagi akan melakukan misi yang membuat saya khawatir”


“Hehehe,, kami sudah biasa pak. Saya, Ali dan Novi bahkan mengalami time travel di masa setelah penjajahan pak”


“Sehingga berhadapan dengan hal seperti ini lagi ya kita hadapi dengan santai saja” jawab pak Tembol


“Sebenarnya apa yang akan terjadi dengan lemari hitam itu pak? bukanya lemari itu menempel di dinding toko, sehingga tidak ada apapun di baliknya?”


“Iya betul pak Bowo, memang lemari itu menempel di dinding toko, tetapi sekali lagi jangan berpikir tentang hal yang berhubungan dengan logika pak”


“Tidak akan pernah nyambung sama sekali”


“Bapak tidak akan percaya apabila di salah satu rumah kos dari tiga orang yang pernah dekat dengan Totok atau Rochman juga ada lemari kayu yang bisa kita masuki juga”


“Nanti setelah dari sini bapak akan saya ajak ke vila putih. Disana ada beberapa orang yang kami lindungi, istilahnya disana bisa disebut dengan rumah perlindungan lah”


“Nanti bapak bisa tanya-tanya dengan tiga perempuan yang dulu pernah bersama kami di sebuah desa waktu mereka sedang KKN, tetapi sayangnya mereka tidak ingat kejadian masa lalu, akibat sejarah yang kami rubah pak”


“Iya pak Tembol, karena saya belum terbiasa dengan hal ghaib makanya daya pikir saya belum bisa menyelami hal-hal yang selama ini tidak saya percayai”


Pak Bowo lagi lagi melihat jam tangannya, dia sudah tidak sabar untuk datang lagi di Gemezzz.


“Hehehe masih lama juga ya, saya sudah tidak sabar pak” kata pak Bowo


“Tenang saja pak, jangan terburu-buru kalau akan berhadapan dengan dunia ghaib, karena kadang tidak kita rasakan kita ada di dalam permainan mereka” jawab pak Tembol


Ketika mereka sedang asik ngobrol… ponsel Novi yang ada di kamar depan berbunyi….


“Barusan Saeful ngabari pak, lemari itu sudah terbuka lagi, ayo kita kesana sekarang pak” ajak Novi


“Tolong bangunkan nak Ali yang ada di kamar belakang nak, kita segera berangkat”


Mobil pak Bowo yang membawa Novi, Ali, pak Tembol, dan pak Bowo sekarang menuju ke Gemezzz.


Pak Bowo membawa mobil dengan tegang, tetapi tentu saja ketegangan sekarang ini belum apa-apa dibanding nanti di sana.


Mobil sudah sampai di depan toko Gemezzz, setelah diparkir di tempat yang sama seperti sebelumnya, mereka berjalan menuju ke Gemezzz…


Sesampai di Gemezzz mereka disambut oleh Saeful yang sudah ada di depan toko.


Selain Saeful, ternyata juga ada mbok Ju yang baru datang entah dari mana.


“Ternyata tempat menaruh manekin dan baju bekas lainya ada di sebuah gudang yang tidak jauh dari sini” kata mbok Ju kepada pak Tembol dan yang lainya, kecuali pak Bowo yang tentu saja tidak bisa melihat keberadaan mbok Ju


“Ya sudah mbok Ju, nanti saja kita kesana lagi , setelah dari terowongan itu” kata pak Tembol


“Maaf pak Tembol bicara dengan siapa?” tanya pak Bowo


“Saya tadi bicara dengan yang namanya mbok Ju pak, dia adalah makhluk tak kasat mata yang kami temui di jaman dulu” jawab pak Tembol


“Dia kini adalah sahabat kami, mbok Ju banyak membantu kami sebagai radar atau pelacak ketika kami ada di sebuah tempat yang sangat asing”

__ADS_1


“Ayo cepat masuk, tadi pintu lemarinya sudah terbuka waktu tengah malam” kata Saeful


Aroma busuk mulai menggelitik hidung mereka, dan ketika mereka masuk ke dalam toko Gemezzz aroma busuk bangkai semakin tercium tajam.


“Bau dari mana  ini nak” tanya pak Tembol


“Dari dalam terowongan pak, baunya busuk sekali, tadi saya sempat muntah-muntah, tapi sekarang sudah mulai terbiasa” jawab Saeful


Mereka sudah sampai di bagian belakang toko, dan bau itu semakin busuk. Lalu bagaimana dengan pak Bowo, apakah dia terpengaruh dengan bau ini?


“Wah bau ini membuat saya mual pak” kata pak Bowo tiba-tiba


“Dimuntahkan dulu saja pak, setelah itu tutup hidung bapak dengan sapu tangan yang bapak bawa” jawab pak Tembol


Pak Bowo menuruti apa yang dikatakan pak Tembol, dia memuntahkan isi perutnya kemudian menutup hidungnya dengan sapu tangan yang dia miliki.


“Ayo cepat kita masuk kedalam sana “ kata Dogel yang ada di sebelah lemari yang sudah terbuka keadaanya


“Tapi apa aman masuk ke sana” tanya pak Bowo ragu-ragu


“Pak Bowo mau memecahkan masalah ini atau hanya menunggu kami saja?”


Pak Tembol, Saeful, Ali , sudah masuk ke dalam terowongan. Sedangkan pak Bowo masih ada di luar kamar.


“Ya sudah saya masuk ke dalam sana”


Pak Bowo membawa senter yang ternyata sudah simpan di kantong rompinya.


Di rompi yang dia bawa itu ada ht, hp, dan senter kecil yang cahayanya sangat terang, ada juga senjata api ( yang ada di pinggangnya).


Ketika dia masuk ke dalam terowongan tiba-tiba pak Bowo menyalakan senternya.


“Jangan nyalakan dulu pak, agar mata kita terbiasa dulu dengan kegelapan, nanti di suatu tempat yang agak dalam sana baru pak Bowo bisa menyalakan senternya meskipun sebentar saja” kata Dogel


Mbak Bashi jalan di depan mereka, mbak Bashi tau bahwa manusia yang ada di belakangnya mempunyai penglihatan yang tidak setajam mata mbak Bashi sebagai seekor kucing.


Sehingga mbak Bashi tidak terlalu jauh dari posisi Dogel, Sesekali mbak Bashi berjalan diantara kaki Dogel, sesekali dia menempelkan bulunya di kaki Dogel seolah dia berkata… aku ada disini, tenang saja kalian”


Mereka berjalan pelan tanpa berbicara sama sekali, dan untungnya mata mereka sudah mulai terbiasa dengan keadaan disini.


Suasana terowongan ini sama dengan ketika mereka datang kesini beberapa waktu lalu, hanya saja untuk saat ini bau busuk yang ada disini semakin tajam


“Bagaimana pak Bowo, apakah penglihatannya sudah bisa menyesuaikan dengan gelapnya terowongan ini?”


“Sudah bisa pak Tembol, meskipun hanya bayangan saja yang terlihat”


“Tidak papa pak, pokoknya bapak bisa merasakan apa yang ada disini, termasuk tanah yang pak Bowo injak ini”


“Iya pak, rasanya lengket dan ada sesuatu yang bergerak gerak” jawab pak Bowo


“Itu campuran antara darah, cairan tubuh dan belatung. jadi jangan sekali kali pak Bowo menyalakan senternya pak” potong Dogel

__ADS_1


“Apaaaa!” pelik pelan pak Bowo


__ADS_2