MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 182 (NABIL ADA DI SEKITAR VILA )


__ADS_3

“Rombongan yang sedang ke rumah nabil hingga pagi hari belum juga nampak, apa sedang terjadi sesuatu disana atau bagaimana ya pak” tanya Novi yang sedang bermain bersama dengan Sarinah


“Sabar Nak Novi, mereka bukan orang biasa, mereka punya kemampuan. Saya yakin mereka pasti sedang melakukan sesuatu disana” jawab pak Tembol


“Yang sekarang kita harus pikirkan itu adalah bagaimana caranya agar mbah Woto bisa menyelesaikan masalah anaknya, sehingga Saritem dan keluarga bisa kembali ke desanya dengan aman”


“Pak Tembol apa sudah bicara dengan pak Pho?” tanya Novi


“Sudah, tadi pagi setelah subuh saya ke bawah dan bicara dengan pak Pho. Kata dia mbah Woto akan datang kesini untuk menemui cucu dan menantunya. tapi ndak tau kapan dia akan kesininya”


“Pak Tembol sudah bicara sama Saritem kalau mbah Woto akan kesini?”


“Tadi waktu di dapur saya sudah bicara dengan mereka nak,  dan memang harapan Saritem itu bertemu dengan mertuanya dan cerita tentang apa yang terjadi dengan Suharto”


“Novi takut pak, Novi takut kalau mereka ada disini nanti ada apa-apa. Apalagi ada anak cantik ini pak” kata Novi sambil mengelus rambut Sarinah


“Novi ndak mau ada apa-apa dengan mereka, Novi ndak mau mereka terkena imbas dari masalah yang ada disini”


“Tapi sulit juga nak Novi, Ingat tadi cerita Saritem, bahwa Suharto seperti ini karena dia mendengar kata-kata harta karun yang ada di vila ini kan”


“Jadi sama saja, semuanya mengerucut pada apa yang tertulis di dokumen rumah ini nak Novi, semua mencari sesuatu yang bagi mereka itu menarik!”


“Dan yang mereka semua cari itu ada di vila ini”


“Nah itu pak, Novi ndak tega kalau adik cantik ini mengalami saat-saat yang menakutkan seperti yang kita alami disini”


“Begini nak Novi, selama mbah Wo belum muncul atau selama belum ada solusi untuk Suharto maka biarkan saja mereka ada disini, atau mereka tinggal di ruang bawah tanah saja agar aman”


“Yah nanti saja kita bicarakan lagi nak, Yok kita sarapan, itu sudah siap sarapannya nak”


Mereka yang perempuan bantu membantu membuat sarapan dan bersih-bersih vila, termasuk ibu dari Saritem yang bernama Sumarti itu.


“Dimas dan lainya hingga menjelang siang gini kok belum muncul ya” gumam pak Han yang baru keluar dari kamar mandi


“Nah itu dia Han, bagaimana menurutmu, apakah kita susul mereka?”


“Jangan pak Tembol, terlalu bahaya membiarkan basecamp kita disini tanpa penjagaan,  bisa jadi sasaran empuk mereka yang akan datang kesini nantinya”


“Kita tunggu saja lah, mereka pasti sedang punya rencana lain lagi sehingga mereka terlambat balik ke sini, tapi saya yakin mereka baik-baik saja pak” kata pak Han


“Ya sudah pak Han, memang hari ini kita diwajibkan untuk istirahat penuh disini, eh di kamar pantau ada siapa pak?”


“Kalau ndak salah ada mas Broni bersama mas Ukik, sedangkan yang ada di bawah ya seperti biasanya si Dani dan pak Pho”


“Oh iya Dani, saya sampai lupa dengan Dani. Kemarin malam nak Dani dicari oleh adik Mak Nyat Mani yang bernama Sekar, dia penguasa telaga, dia tanya dimana nak Dani”


“Memangnya mas Dani kenal dengan adik Mak Nyat Mani?”


“Hehehe kita tanya saja ke Dani, tapi setahu saya jaman dulu itu Dani terlibat kisah cinta dengan Novi, Suparmi, dan adik Mak Nyat Mani yang bernama Sekar itu”


“Kita ketemu ketika sedang diajak oleh Widodo mancing di telaga, entah bagaimana mereka tiba-tiba terlibat masalah dan akhirnya Sekar suka dengan Dani”


“Wah kalau penguasa telaga itu suka dengan Dani, bisa bahaya itu Tembol. Mas Dani bisa-bisa diajak dia ke kerajaannya lho” jawab pak Handoko


“Nah itu dia, bisa jadi seperti itu nantinya” jawab pak Tembol


*****


Siang hari yang membosankan, tidak ada kegiatan apapun selain  bersantai. Saeful dan Petro pun seharian ini tidur setelah semalam dia ada di desa Bs bersama pak Tembol dan Novi.


Novi dan Seritem sedang bersama Sarinah yang kepingin tau apapun yang ada di vila ini, sedangkan pak Tembol bersama pak Handoko sedang menunggu teman mereka yang kini belum juga sampai.


Menjelang maghrib, Broni dan Ukik yang ada di atas memberitahu bahwa ada beberapa orang yang sedang berjalan menuju ke arah vila.


“Kemungkinan itu mereka teman kita pak, tapi ada baiknya kita juga waspada” kata Broni yang turun dari kamar atas

__ADS_1


Beberapa belas menit kemudian Dimas yang ada di dalam raga Gilank, Dogel, Wildan, dan Tifano sampai di vila dengan tampang yang kusut.


“Bagaimana, kok hanya kalian saja yang datang, dimana nak Ngot dan nak Indah?” tanya pak Tembol


“Kami belum berhasil menemui mereka, bahkan saya tadi berusaha masuk ke dalam sana, tetapi keadaan sudah berubah, tidak bisa masuk ke sana dengan seenaknya seperti sebelumnya” jawab Dimas


“Kalian tadi seharian parkir dimana?”tanya Petro yang baru bangun dari tidurnya


“Tadi kita ijin ke satpam yang bisane itu Tro, kebetulan kan satpam itu kenal aku juga Tro, aku ngomong nek namaku Dogel satu band sama awakmu”


“Kebetulan satpam itu hafal dan tau wajahku c*k. makanya kita diperbolehkan seharian di lahan yang biasanya itu, sampai ada pergantian waktu jaga”


“Karena satpam yang berikutnya itu gak kenal sama kita, terpaksa kita pergi dari sana” jawab Dogel


“Jadi kalian belum ketemu dengan Indah dan Ngot sama sekali?”


“Belum Tembol, karena sekarang yang jaga di depan bukan demit yang ada di pohon beringin itu lagi, melainkan ada beberapa siluman anjing macam Semprul itu” tambah Dimas


“Pasti ada sesuatu yang sedang terjadi disana, tapi saya yakin nak Ngot dan nak Indah baik baik saja selama ada Bawok disana”


“Bagaimana apa malam ini kita ke sana nak Petro” tanya pak Tembol


“Ayo pak, kita tunggu Ngot dan Indah sampai mereka keluar” jawab  Petro


“Ya sudah kalian gantian jaga di vila bersama pak Handoko saja, biar kami yang akan jemput mereka berdua” kata pak Tembol


“Kita berangkat setelah maghrib saja ya nak Petro. Siapa yang mau ikut saya ke sana anak-anak?”


“Saya pak” jawab Ali


“Saya juga pak”Jawab Blewah


“Ya sudah kami berempat kesana setelah maghrib, eh saya butuh mbok Ju juga untuk lihat keadaan disana”


“Jangan mbok Ju pak, saya saja. saya bosan di rumah terus heheheh” kata Sinak Nang


*****


Seperti biasa mbok Ju selalu kebagian untuk melihat situasi jalan hingga di pertigaan Gebang, karena biasanya ada saja yang sedang naik ke sini.


“Ayo kita siap-siap anak-anak, begitu mbok Ju datang dan berkata aman, kita langsung berangkat ya” kata pak Tembol


Ketika mereka sudah ada di teras vila untuk menunggu kedatangan mbok Ju, tiba-tiba Broni yang ada di atas kamar berlari turun untuk mengabarkan sesuatu, dan bersamaan itu mbok Ju juga datang.


“Kalian jangan pergi dulu, ada mobil yang menuju ke sini” teriak Broni


“Iya benar, Rochman yang datang kesini, dan dia tidak sendirian, dia bersama dengan Kaswadi yang ada di sebelah kursinya”  kata mbok Ju yang datang bersamaan dengan Broni


“Waduh kalau ada Rochman ini jatahnya Dimas, dan kalau ada Kaswadi ini juga jatahnya Novi dan Saeful” kata pak Tembol yang sudah ada di teras vila


“Mau apa lagi mereka berdua kesini, kayaknya Rochman mau nyobak mainan barunya itu hehehe” kata Dimas


“IYa Dimas. sepertinya Rochman ingin mencoba Kaswadi yang sudah dia hidupkan lagi, biar nanti Novi yang pecahkan kepalanya lagi” kata pak Tembol


“Kalian masuk dulu, dan bikin double pertahanan, diluar saya bersama Novi dan Saeful, bagian halaman vila bisa Nang bersama Petro atau siapalah” kata Dimas


“Ingat, yang kita lawan ini belum tau apa yang ada di dalam vila, meskipun dia mempunyai ilmu yang tinggi, tetapi karena banyaknya energi yang berseliweran maka dari itu Rochman masih buta dengan keadaan di dalam”


“Kita harus berterimakasih sama Trimo hehehe,, karena akibat dari dia, di sekitar vila ini banyak demit yang berseliweran, karena belum ada perintah untuk pulang”


“Atau bisa juga mereka tidak tau harus pulang kemana, karena dukun yang dibawa oleh Trimo sebagian besar sudah ampun ampun karena ulah kita” kata Dimas


Dimas yang ada di dalam tubuh Gilank sudah siap di pintu gerbang vila dia menunggu Rochman yang sedang menanjak pelan menuju ke vila.


Novi dan Saeful juga tidak mau kalah, mereka berdua sudah ada di semak belukar sekitar pintu masuk, sebenarya bosan  juga mereka tiap malam selalu ada saja yang harus dilakukan.

__ADS_1


Tapi mau gimana lagi, mereka terpaksa melakukan ini, karena memang mereka melindungi apa yang ada di dalam vila itu.


Mobil berwarna hitam sudah terparkir di depan vila, Dimas sudah siap di bagian dalam gerbang vila.


Pintu bagian driver terbuka, Rochman turun dari mobil, dia langsung menuju ke gerbang vila, tetapi dia tidak masuk ke dalam vila, dia hanya melihat ke sekeliling vila saja.


“Dimas keluar kamu, saya ada berita baik buat kamu” kata Rochman dengan suara yang tidak begitu keras


“Dimas!... ayo keluar dari vila itu, aku punya berita baik buat kamu hahahah” ulang Rochman


“Ada apa Rochman penghianat, apa maumu” Dimas berjalan keluar dari balik gerbang vila


“Kenapa kamu balik ke sini lagi, kamu ndak tau apa kalau disini sudah ada saingan kamu dari pihak Soebroto yang ada di dalam  tubuh Trimo hehehe”


Wajah Rochman atau Nabil  tidak kaget, dia hanya tersenyum ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Dimas.


“Ndak masalah buatku heheh, meskipun itu ada Mak Nyat Mani pun bukan masalah buatku,Oh iya saya ada berita buat kamu, dua teman kamu ada sama saya hehehe”


Kini wajah Dimas yang gantian nampak tegang, dia tidak mengira kalau dua orang teman mereka yang ada di rumah Rochman sudah tertangkap oleh Rochman.


“Kenapa Dimas? kamu kamu kaget ya, tenang saja, mereka sekarang sedang asik di rumah saya, mereka sedang menikmati acara yang ada di rumah saya” kata Rochman lagi


“Temui saya di rumah besok tengah malam atau kedua teman kamu akan saya bikin jadi anak buah saya hihihi’


“Kamu kesini hanya untuk memberi berita itu kepada saya?” tanya Dimas


“Tidak hanya berita itu saja, tetapi saya punya kejutan untuk kamu , kejutan yang harus ada disini selama teman kamu ada disana”


“Anggaplah sebagai jaminan heheh kalau sampai suruhan saya kalian bikin susah, maka teman kalian yang ada di tempatku juga akan saya bikin susah sampai mereka berdua menyesal karena masuk ke rumah ku!”


Dimas tidak bisa berkata apa-apa dengan yang dikatakan Dimas itu, ini jelas tidak bisa dibantah sama sekali, karena Rochman juga menyandera teman mereka.


Dimas terpaksa menyetujui dengan cara diam, dia tidak mengiyakan atau menolak yang dikatakan oleh Rochman.


“Ok Dimas, diam mu saya anggap adalah persetujuanmu dan sekarang akan saya suruh turun karyawan saya yang baru tapi lawas hehehehe”


Dimas berjalan ke arah mobilnya, dan secara mengejutkan dia menurunkan Kaswadi, lebih cocok bukan kaswadi melainkan  tubuh Kaswadi yang sudah koyak gak karuan.


Tubuh yang sudah tidak karuan compang camping dengan kepala yang dijahit sekenanya itu melangkah pelan dituntun oleh Rochman.


Kaswadi sudah jadi robot ah bukan robot lah, tapi benda mati yang dihidupkan dengan cara yang tidak semestinya, karena tidak ada unsur mesin atau mekanikalnya.


Benda mati yang berwujud Kaswadi itu berjalan pelan ke arah gerbang vila. Wujudnya cukup menakutkan bagi siapa saja yang melihatnya. Apalagi bagi perempuan dan anak kecil yang ada disana.


Jelas sudah tujuan Rochman dengan menaruh benda mati yang berwujud Kaswadi  di sekitar vila itu. Selain sebagai mata-mata Rochman, tentu saja benda mati itu untuk meneror  juga.


Jelas karena bentuknya yang mengerikan. dan tentu saja tidak boleh dimusnahkan atau kedua teman mereka yang saat ini ditawan Rochman akan musnah.


*****


“Bentuk yang mengerikan itu tentu saja akan membuat kita ketakutan. Apa yang bisa kita perbuat dengan benda jelek itu?” tanya Dimas kepada teman-temanya


Dimas sudah ada diantara teman-temanya yang ada di vila, setelah Rochman pergi meninggalkan vila dan tentu saja meninggalkan sebuah benda mati yang ditaruh di depan vila.


“Sekarang ada di mana benda berbentuk Kaswadi itu Dimas?” tanya pak Handoko


“Dia ada di depan, masih ada di luar pagar, ada Novi dan Saeful yang menjaga benda itu, karena benda itu saat saya tinggalkan belum bergerak sama sekali” kata Dimas


“Kita tidak tau bagaimana benda itu akan bergerak, apakah dia mengikuti energi yang ada di tubuh manusia atau  gimana” kata Ali


“Kalau dia memang mengikuti energi manusia atau ghaib, maka kita bisa alihkan benda itu untuk bergerak menjauhi vila” tambah Ali


“Berarti kita haru ada di dekat benda itu terus agar tau bagaimana dia bergerak, tapi apa tidak bahaya ya? karena tadi Rochman bilang mata Kaswadi adalah mata dia juga”


“Jadi apa yang dilihat oleh Kaswadi tentu saja Rochman juga bisa melihatnya juga, ini yang harus kita perhatikan kalau kita ingin meneliti benda itu” kata Dimas.

__ADS_1


“Coba mas Nang ke depan sana mas, dan perhatikan apa yang penting di dalam tubuh Kaswadi yang terhubung dengan Rochman”


“Mosok se di  tubuh kaswadi itu ada cctvnya hehehe, nanti kalau kita sudah tau apa yang ada di dalam tubuhnya, dan benda yang menyerupai cctv itu ada di sebelah mana, baru kita bisa bergerak untuk mengatur benda mati itu”


__ADS_2