
“Heh, peseno yang mahal-mahal ae rek, tadi kita bayar kopine Wempi sampek 650 ewu sak gelas cilik c*k” bisik Ukik
“Peseno sing bikin mendem rek, tapi jangan nemen-nemen, bahaya rek heheheh” kata Tifano
“Bahaya gimana Tif, wong disuruh minum kok ndak mau hihihihi” bisik Broni
“Opo kalian ini ndak merasa kalau kita diajak kesini itu disuruh mendem, nanti nek kita mendem kan gampang korek korek informasi atau bisa saja dia ghrepe-ghrepe kita bertiga rek” jelas Tifano
“Sing penting tugas kita sudah selesai rek, sekarang tinggal gimana pintarnya kelompok Ali, Wildan dan Gilangk ae” kata Ukik
Untuk sementara ini mereka bertiga sudah menyelesaikan misinya untuk mempengaruhi Wempi, saat ini mereka sedang menikmati traktiran Wempi di bar Hotel.
*****
Di lain tempat Ali sedang menerima telpon dari Wempi terkait dengan ruangan rahasia harta Trimo.
“Li, hp Trimo nyala itu, yang muncul nomor lokal bukan nomor Hp, bisa jadi yang telpon dari pihak hotel koyoke” kata si botak Gilank
“Oh iyo Lank, itu nomor yang tadi tak amuki iku hihihihi. Sik tak pakek spiker Phone, kalian diam saja rek” kata Ali
“Selamat malam bapak Trimo, kami dari ******” kata suara di seberang telepon
“Hmm kamu lagi, ada apa?” Jawab Ali dengan nada ketus dan malas-malasan
“Mohon maaf sebesar-besarnya pak Trimo, kami hanya ingin memberi kabar bahwa tadi ada yang bernama Muryati datang kemari dan dia kedapatan membawa Key card kadaluarsa atau bisa dikatakan palsu pak” jelas Wempi dengan nada yang gugup
“Hmmm terus?” kata Ali
“Yang kami takutkan perempuan yang bernama Muryati itu sudah sering masuk ke tempat bapak dengan menggunakan key card palsu itu pak” kata Wempi itu lagi
“Lantas apa masalahnya? Bukannya untuk membuka akses kamar pribadi saya harus menggunakan master card?” jawab Ali
“I..Iya betul pak, ha..hanya saja mo..mohon bapak periksa kembali safety box bapak. Kami takut kalau ibu Muryati sudah mulai membobol safety box bapak”
“Bukanya untuk membuka safety box juga harus menggunakan master card? Lalu apa yang harus saya takutkan” tebak Ali
Bahaya Ali ini, dia asal tebak cara buka safety box di dalam Penthouse, kalau salah bisa-bisa kacau semua.
“Sudah, saya tidak mau tau lagi alasan kalian, jangan sampai ada barang berharga saya yang hilang disana!. Ingat saya sewa penthouse karena sistem keamanannya yang tinggi untuk sebuah tempat tinggal!” bentak Ali
“Te..tetapi....”kata Wempi
“Saya tidak mau dengar alasanmu lagi, disana ada istri saya kan. Kabari istri saya untuk check safetybox saya!” potong Ali mulai membuat sebuah skenario
“Tunggu, tunggu dulu. Bukannya Istri saya tidak tau dimana letak safetybox itu hhhmmm. Tunggu, nanti kamu saya telpon” Ali mematikan hubungan telepon dengan Wempi
__ADS_1
Tujuan Ali mematikan hubungan telepon itu gunanya adalah agar Wempi mengolah pikiranya, agar Wempi bisa menghubung-hubungkan keadaan Trimo dengan istrinya, agar Wempi berandai-andai heheheh.
Tidak sampai lima menit Ali menghubungi nomor telepon yang tadi Wempi pakai untuk menghubungi Ali.
“Siapa namamu” bentak Ali
“S..saya Wempi pak”
“Begini, terus terang dengan suatu alasan yang kamu tidak perlu tau, istri saya tidak saya beri tahu dimana letak safetybox itu, dia tidak tau apa yang saya simpan di sana” kata Ali atau Trimo dengan suara pelan dan lambat seakan akan berwibawa
“Wempi, saya minta tolong kamu untuk menunjukan kepada Istri saya dimana letak safetybox itu. kenapa saya suruh kamu? Karena saya takut dengan Istri saya!”
“Karena saya tidak memberitahukan dia bahwa saya punya simpanan di sana. Paham!” kata Ali dengan tetap suara pelan dan rendah dan sedikit berteriak pada kata ‘Paham”
Dalam hal suara berwibawa memang jagonya adalah Ali, dia bisa mengolah intonasi sehingga yang mendengar seolah olah sedang mendengar perintah dari komandan atau atasannya.
“S..saya paham pak. Akan saya beritahi eh beritahu istri bapak.. maaf ..maaaf paak”
“Kamu mau beritahu apa! Saya belum selesai ngomong sudah kamu potong saja, dengarkan dulu apa yang saya omongkan, jangan asal main potong saja.” bentak Ali lagi
“Terus terang saya kecewa dengan service disana, saya bisa pengaruhi forum pemilik Penthouse untuk tidak menempati tempat kamu!” bentak Ali lagi
Wuuiih ndak bisa dibayangkan bagaimana keadaan Wempi saat ini, dia pasti bingung ndak karuan dengan ancaman Trimo atau Ali. Hanya karena kecerobohan dia akibatnya hal seperti ini terjadi pikir Wempi.
“Wempi, sekarang kamu hubungi istri saya, dan kasih info dimana letak safetybox yang ada di ruangan itu”setelah berkata seperti itu Ali menutup teleponnya
“Kok dimatikan Li” tanya Wildan
“Sengaja Wil, karena setelah ini Wempi akan hubungi Novi, kemudian dia akan kasih tau dimana letak safetyboxnya"
"Dan parahnya aku ndak tau apakah cara membukanya hanya dengan menggunakan master card saja atau ada kata kunci lainya” kata Ali dengan gugup
“Karena tadi aku keceplosan ngomong kalau cara bukanya pakek kartu master” jawab Ali
“Lha kamu dapat info dari mana kalau cara bukanya kayak gitu” tanya WIldan
“Barusan aku Browsing Wil, tapi aku browsing penthouse yang ada di luar negeri” jawab Ali
“Tapi nanti aku akan nyalakan hp ini lagi, nanti aku akan tanya apakah Novi sudah berhasil membuka safety box itu, dan nanti aku bisa punya ratusan alasan untuk kata-kataku yang tadi” kata Ali lagi
“Ok kita kesampingkan dulu untuk keceplosanmu, tapi apabila cara bukanya menggunakan psswd atau kunci suara Trimo atau lainya, terus bagaimana Li?” tanya Gilank
“Kalau cara membukanya cukup dengan gesekan kartu master ya aman saja, tetapi kalau cara membukanya dengan menggunakan sidik jari lah, atu psswrdlah atau kunci suara lah itu yang bahaya” kata Ali
“Kalau hp ini tidak aku matikan, pasti Wempi akan telepon aku lagi, pasti dia akan menyuruhku hubungi Novi untuk memberikan Novi nomor password yang sudah kubikin atau apalah, hal itu yang kuhindari” jelas Ali
__ADS_1
“Kalau telepon ini aku matikan, waktu Novi bertanya soal psswd maka dia akan tanya ke Wempi kan, dan pastinya Wempi akan tanya ke aku kan. Nah kalau aku ndak bisa dihubungi berarti satu satunya jalan adalah mereset safety box itu menggunakan cara yang hanya diketahui oleh mereka”
“Ah benar juga katamu Li, semoga saja seperti itu ya jalan ceritanya hihihiih.
*****
Tululululu....tulululu... suara telepon ruangan berbunyi ketika Novi sedang duduk-duduk untuk menantikan kabar selanjutnya dari mereka yang ada di bawah.
“Ya halo..” jawab Novi dengan singkat dan jelas
“Selamat malam bu Trimo, kami petugas jaga resepsion akan memberi kabar kepada ibu Trimo” kata Wempi yang kesusahan mengarang percakapan
“Begini bu, eh kebetulan disini ada ibu Trimo, eh.. pak Trimo melalui saya hanya ingin menginformasikan kepada ibu sebuah surprise untuk ibu”
Hahahaha kenapa Wempi hanya bisa mengarang alasan yang segitu aja, ada ndak ada alasan lain yang lebih heboh, seperti. Bu hati-hati, Bapak Trimo mau kirim boneka berkuntila raksasa hehehe.
“Maksudnya apa? Dan bagaimana kamu bisa hubungi suami saya? Padahal Hp dia dari tadi Off, saya penasaran sudah ada berapa perempuan yang dia ajak kesini” suara Novi meninggi
Jelas saja Wempi kaget dengan kata-kata Novi yang monohok tadi, dia tidak menyangka bahwa istri pak Trimo bisa tau ada berapa perempuan yang pernah kesana.
“Maaf bu, kami tidak tau kalau mengenai apa yang tadi ibu katakan” kata Wempi
“Kami hanya mau menyampaikan pesan dari pak Trimo kepada ibu saja, bahwa ibu di suruh buka safetybox yang letaknya di belakang kaca yang ada di kamar mandi ruang tengah bu, ibu bisa buka kaca besar itu dengan menariknya dari sebelah kiri”
“Hanya itu saja yang kami sampaikan atas pesan dari pak Trimo bu, terima kasih dan selamat malam”
Setelah mengucapkan selamat malam hubungan telepon pun terputus, sekarang tinggal tugas Novi dan Ali saja yang mencari isi kotak yang mungkin disembunyikan oleh Trimo di safetybox yang yang ada di kamar mandi ruang tengah.
Memang di kamar mandi ruang tengah itu ada sebuah kaca yang seukuran bentuk tubuh manusia, kaca itu besar sekali, sehingga kalau kita mandi maka akan terlihat lekuk tubuh kita yang nggilani hehehe.
*****
“Iho kok ternyata dibalik kaca besar yang ada di kamar mandi mas, Novi jadi pingin telanjang dan ngaca di kaca itu mas hihihihi”
“Wis gak usah macem-macem Nov, ayo kita cari dulu benda itu, baru kita lega” kata Dani
Mereka berdua menuju ke kamar mandi ruang tengah setelah mereka tadinya leyeh-leyeh di ruang tamu depan. Mereka berdua sudah tidak sabar untuk melihat apa yang ada di dalam safetybox itu.
“Tadi aku sempat liat kaca ini Nov, aku tadi sempat curiga juga”
“Halah paling mas Dani liatin perutnya yang buncit itu kan hehehe, olah raga mas biar agak kurusan dikit” kata Novi sambil menarik kaca itu dari sebelah kiri sesuai dengan omongan Wempi tadi
“Wuih disini ada brangkas yang besar juga Nov hehehe, bisa untuk simpan mayat didalam situ Nov hahahah” kata Dani
Ternyata di balik kaca ada sebuah brangkas yang tingginya sekitar 80 cm dengan lebar mungkin sekitar 60 cm. di sisi luar brangkas itu hanya besi saja, tidak ada akses untuk membukanya, tidak ada tombol untuk menekan psswrd, tidak ada scanner untuk karu master, pokoknya hanya besi tanpa ada ornamen apa apanya.
__ADS_1
“Lha iki gimana cara membukanya Nov, kalau cuma besi gini saja. Tadi apa yang telpon kamu ndak bilang gimana cara bukanya ini?”
“Nggak mas” jawab Novi dengan wajah blo’on