
Hotel Waji atau Asri saat ini tidak ada yang berubah, kecuali pak Han dan Blewah sedang menunggu penyusup yang kemungkinan besar ada adalah Suharto.
Pak Han dan Blewah harus bisa menangkap penyusup itu sebelum dia bertemu dengan Rochman pemilik hotel Asri, tapi anehnya penjaga malam hotel itu tidak bisa menemukan penyusup yang ada di sana.
“Pak Han, ada baiknya pak Han cari Tono, laporkan kepada dia bahwa kita melihat seorang yang masuk ke dalam area hotel tanpa diketahui oleh dia pak”
“Iya mas, betul sekali itu, tetapi saya tidak berani meninggalkan kamar ini, takutnya Suharto masuk atau lewat sini menuju ke mana gitu”
“Atau saya jaganya saja pak kamar ini, pak Han cari penjaga malam itu di depan sana”
“Jangan mas, lebih baik kita tunggu saja dia datang, karena saya merasa penyusup itu yang kata Mirah adalah Suharto itu sudah berubah mas”
“Berubah jadi apa pak? mosok berubah jadi koceng pak?”
“Hehehe berubah maksud saya berubah tempat dia sembunyinya mas heheheh”
“Mungkin kita bisa suruh mas Broni atau mas Tifano yang ada di kamar 2+ untuk mencari penjaga malam Tono”
“Ok pak, saya suruhnya mereka berdua pak”
*****
“Malam ini…. tengah malam nanti kita coba lagi untuk melihat toko itu anak-anak, saya merasa ada yang tidak semestinya disana”
“Iya pak, saya rasa nanti keliatanya akan dilakukan pembersihan pak, hanya saja siapa dan bagaimana caranya itu yang kita tidak paham pak” kata Ali
“Sudahlah, kalian tidak usah memikirkan itu, yang utama adalah bagaimana caranya agar kita bisa tau apa yang sebenarnya sedang terjadi disana ketika sebelum nak Novi dan nak Saeful ke sana paginya”
“Lebih baik sekarang saja kita kesana pak, kita lewati saja toko itu” kata Dogel
“Kita lewati beberapa kali saja, sekarang kita lihat apa yang sedang terjadi disana, nanti tengah malam begitu juga, kita lewati toko itu sekali lagi” kata pak Tembol
Setelah pembicaraan yang tidak berguna, mereka berangkat untuk melihat apa yang sedang terjadi di toko, apakah sedang dibersihkan atau keluarga Warjito mamanggil Rochman untuk datang ke sana.
Mobil diarahkan menuju ke toko Gemezz, ketika mereka sudah sampai di depan toko, ternyata keadaan gelap. tidak ada aktivitas apapun disana pada pukul 20.00 ini.
“Tidak ada apapun disana nak, kita balik saja dan tengah malam kita kesini lagi untuk melihat apa yang sedang terjadi”
“Lebih baik saya dan mas Ali mengamati di sekitar sini saja pak, siapa tau ada sesuatu yang kita lewatkan disini” kata Saeful
“Kalian akan sembunyi di mana nak?”
“Lebih baik di sebelah toko saja Li, disana kan ada pohon besar, kalian bisa ada disana saja, itu menurut mbah Saripah lho ya, bukan kata saya” kata Dogel
“Iya benar anak-anak, kalian di sebelah toko saja, nanti tengah malam kami akan jemput kalian disini”
Ali dan Saeful diturunkan agak jauh dari toko Gemezzz, kemudian mereka berjalan kaki menuju ke samping toko yang berupa ilalang itu.
Mereka berdua berjalan pelan menuju ke samping toko yang berupa semak belukar dan satu pohon yang agak lebat hingga dahannya mengenai jendela kamar mandi.
Dogel, pak Tembol dan Novi meninggalkan mereka berdua di semak belukar samping toko Gemezzz.
“Mas Ali, ada baiknya kita tidak ke depan toko, saya khawatir ada penduduk disini yang curiga dengan tingkah laku kita ini”
“Tenang saja Ful, pokoknya kita disini dulu hingga keadaan di depan toko sepi, baru kita keluar dan melihat apa yang ada disana”
Satu jam awal mereka berdua hanya bisa diam diri di semak sebelah toko….
Tapi tidak lama kemudian ada suara mobil yang datang di depan toko gemezzz. Mesin mobil dimatikan di depan toko.
“Mas,... kira-kira kita bisa liat ndak siapa yang datang barusan ini?”
“Kayaknya ndak bisa Ful, kita salah tempat sembunyi ini, mungkin kalau kita sembunyi di depan sana itu kita bisa lihat apa saja yang dilakukan di depan toko ini”
“Coba kamu lihat di depan sana… kan juga ada tanah kosong dengan semak yang tidak terlalu rimbun seperti ini, tapi lumayan juga kalau kita ingin memantau keadaan di depan toko”
Tidak lama kemudian terdengar suara pintu harmonika yang dibuka, kemudian digeser, tetapi sayangnya ALi dan Saeful sama sekali tidak bisa lihat siapa yang sedang membuka pintu itu.
“Mas, lihat itu jendela kamar mandi itu lampunya nyala” tunjuk Saeful ke arah jendela kisi-kisi kamar mandi yang dulu menjadi tempat mbah Saripah berada.
__ADS_1
“Kalau seumpama kita naik ke atas pohon dan melihat siapa yang ada di dalam sana gimana?”
“Jangan Ful, bahaya, bisa-bisa yang ada di dalam kamar mandi tau kalau kamu sedang mengintip dan akhirnya kita berdua akan ketahuan” jawab Ali
“Sudahlah kita tunggu saja di samping toko sambil pasang telinga, siapa tau kita dengar percakapan penting mereka”
setelah pintu Harmonika kemudian selanjutnya yang terdengar adalah suara pintu kaca yang dibuka…
“Kalau aku ndak salah dengar ada dua orang yang masuk ke dalam Mas, tapi anehnya disini tidak bau busuk sama sekali” bisik Saeful
“Iya Ful, ada dua orang yang masuk, gimana kalau kita pindah tempat sembunyi didepan sana, agar kita bisa lihat apa saja yang sedang dilakukan oleh mereka yang ada di dalam”
Ali dan Saeful berjalan pelan pelan hingga mereka sekarang bisa ada di sisi jalan raya yang sepi…
“Kita sudah ada disini mas, tanggung kalau kita tidak bisa meraih ke seberang jalan sana mas”
“Kita harus yakin dulu bahwa tidak ada orang lain selain dua orang yang sekarang ada di dalam toko”
“Takutnya ada orang lain yang sedang menunggu di halaman toko Ful” bisik Ali
“Begini saja mas, saya akan berjalan pelan menjauh dari posisi ini , kemudian saya akan menyeberang jalan, seolah olah saya penduduk disini yang sedang berjalan pulang ke rumah, gimana mas?”
“Ok setuju Ful, tapi hati-hati, siapa tau mereka yang ada di depan toko itu mengenal kamu”
“Aku akan tetap ada disini saja Ful”
Saeful berjalan melipir sisi jalan menjauh dari toko, setelah dirasa lumayan jauh, dia kemudian menyeberang jalan. Saeful sekarang ada di sisi jalan seberang toko Gemezzz.
Dari sana dia berjalan menuju ke arah toko Gemezzz, dia berjalan biasa saja seolah-olah dia adalah penduduk disini yang sedang menuju ke arah pulang.
Ketika Saeful sudah hampir mendekati toko Gemezzz, dia memelankan jalannya sambil melihat ke seberang jalan dimana Ali sedang menunggu apa yang akan dilakukan oleh Saeful berikutnya.
Setelah dirasa aman tidak ada siapapun yang ada di parkiran toko Gemezzz , Saeful langsung masuk ke tanah kosong yang ada di seberang toko Gemezzz.
Saat ini Saeful bisa melihat Ali dan toko Gemezzz, tetapi Ali tidak bisa melihat dimana posisi Saeful.
ALI POV
Tapi sayangnya aku ndak bisa lihat apa yang terjadi atau apa yang sedang dilakukan oleh orang yang ada di dalam toko Gemezzz.
Kalau kayak gini caranya ya percuma juga aku ada disini… lebih baik aku mencari celah untuk melihat kegiatan yang ada di dalam sana.
Yang aneh itu aku sama sekali tidak mencium bau busuk..
Sebenarnya apa yang terjadi di dalam itu, kalau kata mbak Bashi dan mbok Ju di dalam sana banyak mayat yang jantungnya sudah tidak ada. dan wajar lah kalau baunya busuk.
Tapi sekarang… sekarang sama sekali aku tidak mencium bau itu, yang ada hanya bau rumput dan ilalang yang aku injak.
Ada baiknya aku naik ke pohon itu dan melihat apa yang terjadi di dalam sana melalui jendela kamar mandi. Eehmm tapi percuma juga sih, buat apa aku naik ke sana kalau yang kelihatan hanya bagian kamar mandi saja.
Kalau tidak nekat ya ndak akan tau apa yang terjadi disini, aku harus bisa tau meskipun hanya sedikit informasi disini, paling tidak aku harus tau apa yang sedang dilakukan mereka yang ada disana.
Setelah sekian lama menunggu, tiba-tiba kulihat di seberang jalan tangan saeful yang menandakan Ok, yaitu jempol dan telunjuk yang disatukan.
Di rimbunan daun, dimana disana adalah tempat Saeful sedang sembunyi, Tanda Ok itu bisa aku artikan aman, disini keadaanya aman untuk melakukan penyelidikan, itu yang aku artikan dari tanda yang diberikan Saeful.
Sepertinya untuk yang pertama harus aku lihat adalah mobil yang diparkir di depan halaman toko Gemezzz. dari sana aku bisa tau apa yang yang sedang dilakukan oleh mereka.
Aku berjalan pelan menuju ke mobil yang terparkir di depan, aku merangkak hingga aku berhasil berada di sisi mobil ., pertama yang harus aku lakukan adalah mengintip jendela mobil berwarna hitam ini.
Perlahan lahan aku berdiri… hingga aku sekarang sejajar dengan jendela samping mobil, dan untungnya kaca mobil ini tidak terlalu gelap sehingga aku mungkin bisa melihat apa yang ada di dalam mobil ini.
Kuintip dari sisi jendela bagian samping belakang yang berarti adalah tempat untuk menaruh barang, karena kebetulan mobil ini berjenis mobil station wagon sejuta umat.
Hmm di bagian belakan mobil hanya ada karung-karung dan plastik hitam ukuran besar yang di dalamnya keliatanya ada isinya.
Aku tidak bisa menebak apa isi dari karung dan tas plastik hitam ukuran besar yang biasanya digunakan untuk tong sampah ukuran besar.
Tapi yang pasti ada sesuatu di dalam nya itu , karena baik karung dan plastik ukuran jumbo itu bentuknya menggelembung.
__ADS_1
Sik…sik Plastik hitam itu kok rasanya tau ya. ehhm kalau ndak salah di film atau di tv. plastik itu yang digunakan untuk membawa mayat!
Ah ndak mungkin, kalau seandainya di dalam karung dan plastik hitam itu ada mayatnya maka pasti akan bau sekali….
Tapi disini tidak bau sama sekali!
Tidak ada bau aneh maupun bau busuk di sekitar mobil ini…
Sebenarnya apa yang sedang dibawa oleh mereka ini?
Aku tidak beranjak dari sebelah mobil, aku jongkok di sebelah ban belakang mobil sambil berpikir, apa yang harus aku lakukan.
Hingga tiba-tiba ada batu kerikil kecil yang dilempar seseorang… batu kerikil kecil yang mengenai tanah di depanku…
Kulihat sekeliling…. ternyata Saeful, dia memberi tanda dengan menyilangkan dua telunjuknya.
Aku bingung apa yang dimaksud oleh Saeful itu , otaku berpikir arti tanda dari Saeful…..
Hingga tiba-tiba aku menyadari ada orang yang sedang menutup pintu harmonika toko!
Pintu Harmonika toko ditutup dengan perlahan -lahan… lalu apa yang harus aku lakukan!.... apakah aku harus tetap disini….
Aku berpikir keras.. aku harus segera pergi dari sini tanpa ketahuan oleh mereka yang sedang ada di depan pintu toko.
Tapi bagaimana caraku untuk pergi dari sini apabila dua orang itu akan berjalan ke arah mobil….
Kolong mobil!..... kebetulan kolong mobil ini cukup tinggi, dan aku cukup kurus untuk masuk disitu.
Perlahan-lahan kugeser tubuhku dari posisi jongkok di sebelah ban mobil…
Kutelungkupkan tubuhku perlahan-lahan dan kugeser masuk ke dalam kolong mobil tepat ketika dua orang itu berjalan menuju ke mobil mereka.
Kini aku ada di kolong mobil dengan posisi tertelungkup….
Tidak lama kemudian mobil distarter, dan perlahan lahan jalan meninggalkanku yang masih tertelungkup di parkiran toko…
Aku belum berani membuka mataku hingga tiba-tiba Saeful membangunkanku.
“Mas… bangun!.. mereka sudah pergi!” bisik Saeful
“Ugh Ful. tadi aku takut sekali. Untung kamu tadi melempar kerikil ke arahku. coba kalau tidak, aku sudah ketahuan mereka”
“Ayo kita sembunyi di sana saja mas, siapa tau orang yang tadi kembali lagi kesini”
“Aku dan Saeful menyeberang jalan menuju ke tempat tadi Saeful sedang mengintai dua orang yang tadi masuk ke dalam toko Gemezzz”
Kubersihkan pakaian bagian depan yang kotor oleh tanah tempat tadi aku menelungkup di bawah mobil…
“Perkiraan saya, mereka akan kembali lagi mas, karena tadi waktu saya lihat, masih ada beberapa karung dan plastik yang belum mereka angkut”
“Ya sudah, aku sembunyi di tempat ini sama kamu saja Ful, kalau kayak tadi terus terang aku takut juga”
“Iya mas, disini lumayan keliatan kok , wajah mereka semua tidak saya kenal mas, asing semua yang tadi ngangkatin karung dan tas kresek hitam besar”
“Tadi kamu lihat ndak mereka ambil karung dari mana?”
“Ya dari dalam mas, dari ruangan yang tertutup kaca itu”
“Tapi kok sama sekali tidak bau ya Ful, aneh sekali , apa mereka berdua pake masker?”
“Ndak mas, mereka lho ndak ada yang pakek masker, malah salah satu dari mereka sedang makan gorengan ketika sedang mengangkat salah satu karung disana itu”
“Ful, apa karung itu nampak berat? kok mereka bisa ngangkat karung tanpa bantuan teman satunya?”
Waktu dia angkat itu keliatan ringan sekali mas, beda ketika karung itu ditaruh di dalam mobil, mobilnya langsung agak bergerak kerana mungkin ada beban yang berasal dari karung itu.”
Aku ndak tau dan ndak lihat waktu mereka sedang mengangkat karung yang jelas ketika kulihat di dalam mobil ada beberapa karung dan tas plastik besar warna hitam yang ditaruh di bagian belakang mobil
Kulihat jam tanganku, ternyata belum menunjukan waktu tengah malam, sehingga pak Tembol dan yang lainya belum akan kesini untuk melihat keadaan dan menjemput kami berdua.
__ADS_1
ALI POV END