MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 250 (RENCANA PAK HAN DISINI)


__ADS_3

“Ayo bersiap mas Dogel, saya akan ke tempat pak Han dulu”


Malam hari sudah tiba, sekarang sudah sekitar pukul 20.00.


Sudah saatnya pak Tembol dan Dogel menuju ke rumah Rockman bersama salah satu anggota pak Bowo.


Pak Tembol menuju ke kamar yang ditempati pak Han dan Blewah, sedangkan Dogel menuju ke parkiran mobil untuk mengecek keadaan mobil sebelum mereka ke kota S.


“Pak Han, bagaimana keadaan disini?”


“Saya kira keadaan disini masih kondusif pak Tembol. hanya saja kekuatan ghaib kamar 6+ sudah mulai berkurang”


“Saya takut apabila penjara ghaib ini terbuka, otomatis Ginten akan  bebas melarikan diri dari sini” jawab pak Han


“Tapi saya punya rencana apabila benar-benar penjara ghaib ini terbuka nantinya pak”


“Apa rencana pak Han apabila benar-benar itu akan terjadi?” tanya pak Tembol


“Mungkin saya dan mas Blewah akan membawa Ginten ke ruang bawah tanah , disana saya dan mas Blewah akan menahan Ginten di salah satu kamar yang ada”


“Sekalian pak Bowo dan salah satu dari kami mungkin mas Saeful melakukan pembakaran dapur Hotel ini”


“Saya yakin Ginten tidak akan ke mana mana, dia akan menunggu Rochman disini hingga Rochman datang untuk meminta makan disini pak”


“Wah… rencanamu kurang kuat pak Han, coba dipikirkan alternatif lain yang mungkin lebih kuat pak” kata pak Tembol


“Kalau menurut saya pak, lebih baik Ginten biarkan saja lepas, tetapi harus ada yang mengikuti dia. harus ada ghaib yang mengikuti dia, kemana dia perginya…”kata pak Tembol


“Karena minggatnya Ginten itu tidak jauh dari Rochma dan Suharto, pasti disiut situ juga pak Han”


“Iya … betul juga pak Tembol, Ginten pasti tidak akan jauh-jauh dari Suharto dan Rochman, karena dia akan berkolaborasi dengan Rochman” kata pak Han


“Eh ngomong-ngomong dimana Marwoto pak, kok sampai sekarang belum ada beritanya?” tanya pak Han

__ADS_1


“Nah itu yang sekarang jadi beban pikiran saya pak Han, saya khawatir dengan Marwoto…”jawab pak Tembol


“Saya khawatir bukan karena ada apa-apa dengan dia, tetapi saya khawatir dia sekarang sudah menjadi bagian dari Rochman” kata pak Tembol lagi


“Karena sebelumnya kan memang Marwoto dan Ginten itu saling komunikasi untuk mendapatkan sesuatu” kata pak Tembol


“Iya pak Tembol, jadi intinya Ginten jangan sampai bertemu dengan Rochman atau Marwoto gitu kan, lalu dimana tempat yang tepat untuk menyembunyikan Ginten?” tanya pak Han


“Untuk menyembunyikan Ginten hanya di vila putih pak Han, tapi juga harus dipikirkan bagaimana membawa setan itu ke sana” kata pak Tembol


“Tidak perlu pak Tembol… “


Begini saja… saya punya alternatif lain, saya kan tidak tinggal hanya diam saja, selama saya disini kadang saya juga menyapa penjaga ghaib yang sering riwa riwi”


“Kadang saya aja bicara mereka juga, dan mereka berkeluh kesah karena bos mereka sudah jarang memperhatikan mereka dan  memberi makan mereka” kata pak Han


“Nah, disini saya akan mengajak kerja sama mereka pak, tetapi tentu saja saya harus dekat dengan mereka dahulu, karena kalau tidak maka saya tidak bisa mengajak kerja sama dengan mereka”


“Jadi selama disini, mereka dilarang keras untuk masuk ke dalam ruang bawah tanah hotel, tugas mereka hanya ada di sekitar wilayah atas hotel ini” cerita pak Han


“Jadi begini pak Tembol…. mereka ini jahat dan kegemaran mereka adalah bangkai dan sejenisnya” kata pak Han lagi


“Dan di bawah sana banyak makanan untuk mereka…”


“Hanya saja bagaimana caranya membawa mereka atau membawa makanan untuk mereka agar mereka nurut dengan saya”  kata pak Han


“Maksudnya pak Han mengambil bangkai yang ada di bawah tanah dan diberikan kepada mereka gitu?” sahut pak Tembol


“Apa tidak bahaya pak Han? apakah tidak beresiko tinggi?” tanya pak Tembol


“Memang beresiko tinggi pak Tembol, tetapi pasukan ghaib itu akan menurut kepada yang memberi makanan, dan hal itu saya akan gunakan untuk menjaga Ginten” jawab pak Han


“Lalu bagaimana loyalitas mereka terhadap Rochman pak Han?”

__ADS_1


“Tentu saja mereka akan loyal kepada yang memberi makan, itu sudah merupakan sifatnya demit pak” jawab pak Han


“Bahkan bisa jadi mereka demit dekil penjaga hotel ini akan beralih kepada kita apabila kita memberikan apa yang mereka butuhkan” lanjut pak Han


“Dan bisa saya gunakan untuk melawan Rochman dan Marwoto apabila benar-benar Marwoto sudah berbelok bergabung dengan Rochman”kata pak Han


“Oh iya pak Han, bagaimana dengan penginap yang ada di hotel ini, apakah masih ada yang menginap disini?” tanya pak Tembol


“Untuk kamar yang disini udah tidak ada hanya tinggal kamar saya dan kamar 2+ saja, tetapi untuk yang dibangunan utama masih ada beberapa kamar yang masih ada penyewanya” jawab pak Han


“Hmm… apa tidak berbahaya bagi mereka yang ada disini pak?”


“Tentu saja tidak pak Tembol. mereka tidak akan merasakan apa-apa, nanti saya akan koordinasi dengan pak Bowo, saya akan ceritakan tentang rencana saya ini” kata pak Han


“Baiklah kalau begitu pak Han, semoga bisa teratasi, karena sebentar lagi saya akan ke rumah Rochman bersama mas Dogel dan mbak Bashi” kata pak Tembol


Ketika mereka selesai dengan pembicaraan, pak Bowo datang dengan salah satu anggotanya yang akan ikut bersama dengan pak Tembol.


“Selamat malam pak Tembol dan pak Han… bagaimana, kita sudah siap dengan langkah berikutnya?” tanya pak Bowo dengan tegas


“Sudah siap pak… nanti pak Han aka bicara dengan pak Bowo tentang langkah-langkah antisipasi dan penyerangan nya” kata pak Tembol


“Baiklah pak Tembol,... oh iya, ini Sunyoto anggota saya yang akan ikut bersama pak Tembol. nanti di sana kalian koordinasi dengan dia” kata pak Bowo


“Tapi sebelum kalian melakukan sesuatu disana, saya wajibkan kalian untuk mampir ke kepolisian setempat, kalian minta ijin untuk  melakukan suatu kegiatan”


“Nyoto sudah saya beritahu untuk meminta izin dulu, nanti pak Tembol tinggal membackup Nyoto untuk  meyakinkan petugas disana agar mempercayai apa yang akan kalian lakukan”


“Nanti sesampai kalian di kepolisian setempat. saya akan menelpon kamu Nyoto, karena saya ingin bicara dengan komandan petugas jaganya” kata pak Bowo lagi


“Jadi itu rencana saya pak Han, nah untuk yang disini… apa yang akan kita lakukan pak?” tanya pak Bowo


“Disini sebenarnya mudah, tetapi sulit untuk dilakukan… nanti akan saya paparkan rencana saya, sekarang lebih baik pak Tembol dan yang lainya berangkat ke sana saja” kata pak Han

__ADS_1


“Kita komunikasi melalui ponsel saja nanti ya pak” sambung pak Han


__ADS_2