MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 128 (OTAK CEMERLANG SAEFUL)


__ADS_3

Ketika Trimo dan Sokran sedang bingung dengan syarat yang diutarakan Saeful, tiba-tiba dari arah rumah Supardi terdengar langkah kaki yang berlari menuju ke arah Saeful dan lainya yang ada di tengah jalan antara vila putih dan rumah Supardi.


“Heeiii sedang apa kalian” teriak Supardi yang dari kejauhan nampak berjalan menuju ke arah Saeful dan yang lainya.


“Ndak papa Di, kami cuman ngobrol sama penduduk disini saja kok. Ndak ada masalah disini. Kamu urus saja apa yang menjadi tugasmu disana” teriak Trimo yang agak aneh juga. Kenapa Trimo tidak terus terang tentang apa yang terjadi dengan temannya itu


Saeful menoleh ke arah suara Supardi dan dukun yang pernah bermasalah dengan dia. Ternyata mereka masih ada di depan pagar rumahnya, mereka berhenti berjalan ke arah Saeful karena larangan Trimo tadi.


Harusnya Supardi dan Fathoni ke tempat terjadinya gatal-gatal, karena agar dia dan Fathoni tau keadaan yang ada disana, hanya saja karena omongan Trimo tadi mereka tidak jadi ketempat Kejadian gatal gatal yang menular itu.


“PAK SUPARDI…PAK FATHONIIIII KESINI SAJAAAA…. Hihihihi” teriak Saeful tiba-tiba ketika melihat Supardi tidak jadi mendatangi tempat kejadian perkara gatal-gatal itu


“AYOO KESINI SAJA… ADA KEJADIAN LUCU DISINI HAHAHAHAH” teriak Saeful lagi kepada Supardi yang ragu untuk melangkah ke arahnya


Akhinya Supardi melangkah ke arah Saeful, Trimo dan lainya… dia bersama dengan Fathoni yang pernah bermasalah dengan Saeful. Tapi untuk saat ini Saeful akan melakukan hal yang tidak terduga.


Saeful mempunyai rencana dengan kedatangan Supardi dan fathoni, dia sudah memikirkan apa yang alan dilakukan apabila kedua orang itu ada diantara mereka.


Supardi dan Fathoni sudah dekat dengan tempat kejadian perkara yang mengerikan, karena ada tiga orang dengan kuntila yang membengkak sebesar botol sirop marjan, dan dengan ndog yang sekarang sudah membesar sebesar jeruk lemon heheheh.


“HEEEI KAMU LAGI!.... APA YANG KAMU LAKUKAN DISIN” Teriak Fathoni dengan ketakutan ketika melihat Saeful yang sedang melihat dengan tajam ke arah Fathoni yang sekarang bersembunyi di belakang Supardi


“Maaf saya tidak kenal dengan anda, saya pikir kamu adalah Fathoni dukun palsu dan Supardi teman humunya, ternyata saya salah orang” kata Saeful yang masih memandang dengan tajam ke arah Fathoni dan Supardi yang bingung dengan kelakuan Saeful


Saeful mulai melakukan aksi anehnya, dia mulai membuat mereka yang ada disitu kebingungan dengan tingkahnya.


“Kamu……kamu yang telah membuat tanganku cacat, kamu yang membuat tanganku kehilangnan dua jari!” teriak Fathoni


“Apa yang kamu lakukan disini!” tanya Supardi yang agak gimana gitu ketika melihat Saeful


“Maaf saya tidak kenal dengan kalian, hhmm saya pikir kalian adalah Supardi dan Fathoni, sepasang kekasih yang sedang melakukan pembongkaran, ternyata kalian orang lain yang mengaku sebagai Fathoni dan Supardi


“Ghoblok! Kami ini Fathoni dan Supardi, dan kamu yang telah membuat kepalaku sakit dan tanganku cacat” teriak Fathoni


“Hahahaha yang goblok itu kalian, jelas-jelas kalian berdua bukan Fathoni dan Supardi kok malah ngaku ngaku sebagai orang yang pernah saya kenal sebelumnya!” kata Saeful dengan tegas


“Hei.. pak Trimo, apa kamu yakin mereka ini Fathoni dan Supardi?” tanya Saeful


“KAMI INI FATHONI DAN SUPARDI.. APA MAUMU DENGAN BICARA YANG SEBALIKNYA” teriak Supardi


“Hahahah goblok, kalian marah-marah? Apa salah saya hingga kalian marah-marah?” kata Saeful sambil melihat dengan tajam ke arah Supardi


“Sekarang saya tanya ke pak Trimo sekali lagi, apakah pak Trimo mengenal mereka berdua dengan nama Fathoni dan Supardi? Kalau yakin apa buktinya hahahaha” kata Saeful mulai membuat suasana menjadi semakin aneh


“Saya kenal mereka berdua, eh dari..ndak dari mana-mana. Hanya sebatas teman kerja sama saja” kata Trimo


“Hahahah kamu yakin akan kerjasama dengan orang yang kamu tidak yakin kebenaranya, coba kamu tanya mereka berdua, apakah mereka berdua kenal dengan saya, dan kenal dimana” kata Saeful yang mulai membuat kacau

__ADS_1


“TENTU SAJA SAYA TAU ORANG ITU, DIA TELAH MEMBUAT TANGAN SAYA CACAT, DIA BUKAN MANUSIA, DIA…DIA ORANG ANEH” teriak Fathoni


“Kalau saya aneh, aneh mana dengan kamu? Kamu ngaku kalau tangan kamu saya yang bikin cacat, lalu bagaimana cara saya bikin tangan kamu cacat itu” jawab Saeful


Semua diam… Fathoni pun diam…..


“Hahahah bagaimana saya yang hanya anak desa begini bisa melawan kalian yang sangar sangar. Jelas tidak mungkin lah. Karena kalian ini bukan Fathoni dan Supardi!”


“Supardi dan Fathoni yang asli tidak mungkin bisa kalah dengan saya yang hanya pemuda desa yang ringkih ini, jadi kalian orang lain yang mengaku kenal dengan saya, tapi apa gunanya juga kalian sok kenal dengan saya?” kata Saeful


“Kamu kerjasama dengan orang yang bukan sebenarnya Trimo, apa guna dia menyamar sebagai Supardi dan Fathoni? Apakah akan berbuat curang kepada kamu Trimo?” kata Saeful lagi yang makin membuat bingung dan kacau


“DIAAM KAMU!” bentak Trimo yang mulai terlihat goyah


“Kamu suruh saya diam atas dua orang yang mengaku kenal dengan aku dan akan bekerja sama dengan kamu, dan mulai memoroti uangmu. Lalu apakah kamu yakin kalau dua orang ini benar-benar Supardi dan Fathoni?”


“Sekarang saya mau tanya kepada kalian yang hanya bisa diam dan tidak bisa membuktikan kalau kalian benar-benar Supardi dan Fathoni, apakah kalian akan mengaku sebagi seorang pembunuh?”


“Saya kenal dengan mereka, bahkan saya tau Fathoni yang asli telah membunuh tiga orang temannya dan Supardi membantu membuang mayat teman Fathoni yang mati itu” kata Saeiful dengan suara yang tegas dan lantang


“Saya juga tau mereka membuang mayat tiga orang itu dengan menggunakan mobil avnz sewaan dan saya sudah lapor polisi untuk itu, sehingga Fathoni dan Supardi yang asli tidak akan menampakan wajahnya di depan umum, apalagi kerja sama dengan orang sekaya kamu Trimo” kata Saeaful dengan wajah polosnya


“Sekarang kamu tanyakan dia Trimo, apa benar dia telah membunuh tiga temanya?, bahkan saya tau nama ketiga teman Fathoni yang dibunuhnya itu. dan saya sudah laporkan ke polisi juga beserta ciri-ciri tubuh mereka”


“Saya tau nama dan alamat ketiga orang yang dibunuh oleh Fathoni yang asli, dan ketiga dompet yang mati itu sudah saya serahlan kepada pulisi, saya tau juga alamat rental mobil mereka, karena saya nemu kwitansi sewa mobil” kata Saeful semakin mengada ngada hahahah


Supardi dan Fathoni kaget dengan kata-kata Saeful, di lain pihak mereka pasti sedang dicari oleh polisi atas pembunuhan itu, tetapi dilain pihak Saeful seakan-akan tidak mengenal mereka sehingga mereka berdua merasa selamat. Dan untuk mengamankan posisi mereka, pasti mereka tidak akan mengaku sebagai Fathoni dan Supardi yang asli hahahahah.


“Trimo saya tanya kamu lagi, apa kamu yakin yang ada di depanmu itu Supardi dan Fathoni. Dan apakah kamu bekerja sama dengan Fathoni dan Supardi?” Saeful mulai mempermainkan pikiran Trimo setelah selesai dengan Supadi dan Fathoni


Trimo hanya diam saja, dia tidak berkata apapun, dia jelas sedang bingung dengan kata – kata Saeful yang makin aneh, selain dari pada itu, Trimo juga takut dengan Supardi karena dia mempekerjakan orang lain yaitu dukun Broden dan kawan kawanya secara diam diam, tanpa memberitahu Supardi.


Dua belah pihak yang sedang diam karena mereka masing masing punya rahasia yang tidak ingin diketahui satu sama lain. Dua belah pihak yang sekarang sedang bingung karena tipu daya Saeful yang bisa membuat mereka berpikir dua kali lipat untuk berterus terang.


*****


Sementara itu di ruangan biru Novi merasa Saeful terlalu lama ada di luar sana bersama mbok Ju, Novi merasa harus melakukan sesuatu untuk membantu Saeful.


“Pak Han, lebih baik kita lihat ada apa di luar sana pak, Karena Saeful sampai sekarang belum juga balik kesini” kata Novi


“Ayo nak Novi, saya juga merasa ada yang tidak beres dengan dia nak. Ayo kita keluar nak” ajak pak Han


“Aku ikut Nov” kata Broni pasangan Novi dalam aksi dengan sekumpulan dukun yang ada disana


Akhirnya setelah dengan perhitungan yang matang, mereka berdua plus pak Handoko keluar dari ruangan biru menuju ke sisi jurang, mereka penasaran dengan Saeful yang hingga kini belum balik juga ke ruangan biru.


“Pak Han, disana…., disana Novi dengar suara orang yang sedang bercakap-cakap. Sepertinya itu suara Saeful pak, coba bapak kesana dan lihat apa yang terjadi pak, sekalian cari mbok Ju pak” kata Novi

__ADS_1


“Kalian tunggu saja disini dulu, saya merasa Juriah tidak jauh dari sini, dia ada disekitar sini juga, kemungkinan besar dia sedang melindungi Saeful” kata pak Han yang kemudian pergi meninggalkan Novi dan Broni yang sedang sembunyi di sisi jurang depan pintu gerbang vila


Tidak ada lima menit pak Handoko sudah ada di depan mereka lagi, wajah pak Handoko terlihat tegang.


“Disana ada Trimo dan Kaswadi!. Kaswadi dalam keadaan dikerjai oleh mbok Ju, dia mengalami gatal-gatal di daerah alat vitalnya. Disana juga ada lima orang yang saya tidak kenal. Tapi saya punya masalah dengan Trimo. Bagaimana, apakah kalian ada ide?”


“Pak Handoko apakah bapak sudah bertemu dengan mbok Ju?”


“Sudah mbak Novi, Juriah ada disana, disisi jurang. Dia melindungi Saeful yang sedang mencuci otak lima orang yang ada disana, lebih baik kalian kesana saja. Maksud saya ke sisi jurang sebelah sana, agar kalian tau apa yang sedang dilakukan Saeful disana” kata pak Handoko


“Begini saja pak, yang sedang bersama Saeful kan mbok Ju, coba bapak bicara dengan mbok Ju seandainya pak Handoko juga muncul disana, diantara Saeful dan lima orang lainya, mbok Ju nanti kan akan memberi tahu Saeful dulu kalau bapak mau ke sana, agar apa yang sedang dilakukan saeful saat ini tidak berubah dengan kedatangan pak Han” kata Novi


Ahirnya Novi dan Broni berjalan pelan-pelan menuju ke arah sisi jurang yang dekat dengan posisi Saeful dan lima orang yang sekarang mulai tidak mempercayai satu sama lain.


*****


“Apa alasan kamu kok mengaku-ngaku sebagai Supardi dan Fathoni?” tanya Saeful dengan nada yang tegas


“Apa kalian mau mengambil alih masalah pembunuhan tiga orang yang dibuang ke daerah pct itu? apakah kalian berdua yang bersedia mengganti posisi dua orang yang sedang buron itu?” tanya Saeful yang makin menguasai keadaan


Tidak ada jawaban yang keluar dari mulut Supardi dan Fathoni, mereka berdua yang awalnya getol mengaku kepada Saeful bahwa nama mereka Supardi dan Fathoni tapi sekarang mereka mulai diam setelah  Saeful membeberkan masalah pembunuhan tiga orang itu.


Di lain pihak Fatoni dan Supardi juga takut apabila kerjasama dengan Trimo yang mereka anggap pengusaha sukses yang membiayai proyek itu dengan pembagian keuntungan akan menarik dananya lagi karena kedua orang itu buron.


Di lain pihak mereka berdua juga takut, apabila Trimo juga membatalkan kontraknya apabila Trimo percaya kalau mereka itu bukan Fathoni dan Supardi  heheheh mbulet kan heheheh.


Sedangkan di sisi Trimo…., Trimo takut apabila ketahuan dia juga mempekerjakan orang lain di vila itu tanpa sepengetahuan Supardi dan Fathoni, Trimo juga takut apabila yang di depan dia itu Fathoni dan Supardi palsu yang akan menipunya.


Tidak hanya itu saja yang ada di pikiran Trimo, Trimo juga takut apabila yang ada di depan dia itu adalah buron polisi untuk kasus pembunuhan tiga orang yang sekarang sedang dalam pencarian polisi. Jelas urusanya akan panjang, dan untuk saat ini Trimo tidak mau bersinggungan dengan pihak yang berwajib.


*****


“Juriah, saya mau ke sana, karena disana ada Trimo yang telah membuat masalah denganku, dia kan yang pura-pura mati agar dia bisa mendapatkan dokumen vila itu yang ada padaku. Coba kamu bicara dengan mas Saeful yang sedang ada disana itu, bilang kepada anak pintar itu, kalau saya akan kesana sebagai manusia” kata pak Handoko


“Sebentar Handoko, biar anak itu mempengaruhi kelima orang itu hingga mereka sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi, baru setelah itu kamu masuk kesana”


“Saat ini Saeful sudah berhasil menguasai keadaan, dan sekarang dia sedang  mengarah kepada tiga orang yang sedang gatal-gatal yang ada disana, keliatanya dia sedang akan membahasnya sekarang, kita dengarkan dulu saja apa yang akan dia katakan, dan kalau keadaanya sudah pas, kamu bisa kesana” kata mbok Juriah


*****


“Saya mau tanya ke kamu Trimo, siapa itu yang sedang gatal gatal itu, coba kamu jelaskan, dan kenapa kok sampai mereka bertiga itu gatal-gatal, saya rasa orang yang sedang gatal-gatal itu kenal dengan kamu” kata Saeful


“Eh kamu yang ngaku kenal dengan saya. Kalian yang mengaku bernama Supardi dan Fathoni, apakah kalian berdua tidak ingin tau yang terjadi dengan ketiga orang yang sedang menikmati menggaruk alat kelaminya yang makin besar itu” kata saeful lagi


Tapi tidak ada yang bicara, baik Trimo atau Supardi dan Fathoni, mereka hanya diam saja, mereka keliatnya menjaga kerahasiaan masing-masing. Sementara itu ketiga orang yang sedang menggaruk garuk kelaminya makin menjadi jadi saja.


*****

__ADS_1


“Sekarang kamu bisa kesana Handoko. Kamu bantu bikin suasana yang makin gak karuan, kamu diam saja disana hingga Saeful yang akan mengatakan sesuatu perihal kamu dan Trimo. Sekarang saya akan menuju ke Saeful dan mengatakan rencana berikutnya” kata mbok Ju


__ADS_2